Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 418


__ADS_3

"Baiklah akan aku lakukan. Hari sudah semakin siang saja. Kita bangun kesiangan. Lebih baik aku mandi dan menyiapkan sarapan untuk kamu," ucap Rani yang mulai bangun dan meninggalkan Bayu.


Begitu juga dengan Bayu. Melihat kepergian sang istri, Bayu meraih ponselnya dan meminta pengawalnya untuk membelikan sebuket mawar merah buat sang istri. Setelah itu Bayu memutuskan untuk keluar dan menuju ke taman belakang. Ia akan menghirup udara segar dan melihat tanaman yang sedang tumbuh di sana.


Sementara Lee dan era masih tertidur pulas. Jujur saja Lee sangat kesal sekali terhadap Garda. Bisa-bisanya dirinya menerima saran dari sang kakak. Ceritanya Lee ingin meminta maaf menjelaskan siapa saja yang menggodanya itu. Tapi harus terdapat dalam kungkungan sang suami.


Saat sinar matahari memasuki jendela. Lee merasakan hangatnya sinar matahari tersebut. Kemudian matanya membuka perlahan dan melihat dirinya yang tidak memakai sehelai benang apapun. Lalu Lee melihat Erra yang masih tertidur pulas. Ingin rasanya ia menyapa sang suami. Namun tubuhnya remuk seketika. Untungnya ketiga bayinya tidak apa-apa.


Tiba-tiba saja Erra terbangun dari tidurnya. Lalu ia menatap wajah sang istri yang tersenyum bahagia. Ia memajukan tubuhnya dan mencium mulut mungil Lee. Setelah itu dirinya mengucapkan terima kasih atas servis semalam.


"Terima kasih sayangku yang sudah memberikan servis semalam dengan puas," ucap Erra yang membuat Lee menyembunyikan wajahnya.


"Kenapa kamu menyembunyikan wajahmu itu? Aku ingin melihat wajahmu itu," tanya Erra sambil tersenyum manis.


"Aku malu sama kakak. Tiba-tiba saja aku menjadi wanita nakal," jawab Lee.


Seketika Erra tertawa. Ternyata sang istri masih sangat polos sekali. Padahal pernikahan mereka sudah berjalan setahun. Erra memegang tangan Lee sambil berkata, "Kamu boleh nakal di hadapanku. Tapi kamu nggak boleh nakal di hadapan pria lain selain aku. Bukankah cara itu adalah cara yang ampuh demi mempertahankan rumah tangga?"


"Tapi aku belum biasa melakukannya."


"Kamu harus biasa melakukannya. Jujur aku suka melihat kamu begitu."


"Oh ya. Aku ingin jujur sama kamu. Yang menggodaku belakangan ini adalah teman-temanku sendiri yang berasal dari teman kuliahku. Akhir-akhir ini mereka gabung dalam grup chattingan. Aku sering nimbrung di sana dan menanyakan kabar mereka. Beberapa dari mereka nge-chat aku secara pribadi dan sering curhat. Eh mereka mulai menggodaku habis-habisan. Itulah asal muasal kisah chat yang membuat Kakak cemburu buta."


"Oh... Syukurlah kalau begitu. Aku sangka mereka adalah pria."


"Enggak. Teman-teman kuliahku yang berjenis kelamin pria sudah tahu kalau aku menikah. Mereka sering melihat postinganku bersamamu. Jadi mereka tidak berani menggangguku."


"Apakah mereka tahu aku?"


"Tahulah. Teman-teman priaku adalah pembisnis. Mereka sudah memiliki usaha di berbagai bidang. Mereka sudah tahu kamu siapa. Makanya mereka segan untuk menggangguku. Jika aku tidak memberitahukan mereka. Kemungkinan besar mereka akan menggodaku habis-habisan. Tapi sekarang tidak."


"Syukurlah kalau begitu. Hari ini tidak usah ke kantor dulu ya. Kita istirahat terlebih dahulu. Oh ya nanti sore akan ada pemeriksaan di klinik Mama Ria. Aku harap kita bisa ke sana."


"Aku hampir lupa dengan jadwal itu. Ya sudah deh. Aku ingin mandi terlebih dahulu habis itu menyiapkan sarapan buat kamu. Kamu mau makan apa hari ini?"


"Nasi kuning yang berada di depan kantor itu. Rasanya aku ingin makan nasi kuning itu. Aku harap kamu mau ikut ke sana."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Bersihkan tubuhmu Setelah itu kita ke sana. Aku ingin jalan-jalan."


"Nggak boleh terlalu capek. Lebih baik kamu istirahat terlebih dahulu. Atau kita di rumah saja sambil pesan nasi kuning itu melalui layanan online."


"Baiklah aku setuju."


Setelah Lee menyetujuinya. Mereka memutuskan untuk bangun dan membersihkan tubuhnya. Lalu Lee keluar dari kamar sambil melihat keberadaan Bayu, "Aku berada di mana ya?"


Mendengar pertanyaan Lee, Bayu mengerutkan keningnya sambil menatap wajah menantunya itu. Memang ini sangat aneh sekali bagi Bayu. Bukannya Lee sudah mengetahui? Kalau dirinya akan tinggal di kediaman keluarga Drajat.


"Kamu tinggal di kediaman keluarga Drajat. Mansion ini adalah Mansion utama milik keluarga Drajat. Sepertinya kamu tidak dikasih tahu sama Erra," jawab Bayu.


"Aku nggak tahu pa. Aku sayang kamu Kak Erra tinggal di mansionnya. Makanya setelah keluar dari kamar aku bertanya-tanya," sahut Lee.


"Nggak apa-apa. Konsep mansionnya Erra dan di sini adalah sama. Berhubung Erra masih mencintai Mansion ini. Dia memang sengaja menciptakan suasana di manjanya itu seperti ini. Tapi bedanya Erra itu lebih kecil ketimbang ini," jelas Bayu yang sangat sabar sekali.


"Terima kasih Pa atas penjelasannya. Kalau begitu aku akan ke dapur," pamit Lee.


"Tunggu," seru Bayu.


"Ada apa pa?" tanya Lee.


"Baiklah Pa," ucap Lee sambil tersenyum.


"Oh iya... Kamu dicari mamamu. Ada yang harus dibicarakan," pesan Bayu yang masuk ke dalam kamar.


"Oke... Siap pa," balas Lee.


Sebelum ke dapur Lee mencari keberadaan Rani. Kemudian Lee menemukan Rani di ruangan keluarga. Seketika Lee masuk dan menyapa mertuanya itu, "Selamat pagi ma."


"Pagi juga. Kamu sudah bangun rupanya?" tanya Rani.


"Iya Ma," jawab Lee sambil mengulas senyumnya dengan lembut.


"Kalau begitu duduklah di samping mama," pinta Rani sambil menepuk-nepuk tempat yang kosong di sampingnya.


Lee akhirnya mendekati Rani dan menghempaskan bokong di samping Rani. Lalu Rani memegang tangan Lee dan menghadap ke arahnya. Begitu juga dengan Lee, ia juga membenarkan posisi duduknya sambil menghadap ke arah Mama mertuanya itu.

__ADS_1


"Mama mau ngomong apa?" tanya Lee dengan lembut.


"Mama mau ngomong sesuatu. Tapi kamu jangan marah ya," jawab Rani.


"Marah kenapa Ma?"


"Selama kamu tinggal di Finlandia bersama ayah Fendi, kamu pernah nggak ayah Fendi mu itu membawa seorang wanita ke dalam mansionnya itu?"


"Oh itu... Jujur saja selama aku tinggal di sana tidak sama sekali. Ayah jarang sekali hangout bersama teman-temannya. Beliau memilih untuk duduk di depan layar PC sambil mengotak-atik gitarnya itu. Bisa dikatakan ayah menyukai hidup di studio."


"Terus, Apakah ayahmu memiliki seorang kekasih?"


"Tidak pernah. Ayah tidak pernah memiliki kekasih. Memangnya kenapa?"


"Mama sangat kasihan sekali sama ayahmu itu. Awal kami bertemu, ayahmu itu tidak pernah memiliki seorang kekasih. Mendengar pernyataanmu itu Mama sangat terkejut sekali. Mama kira ayahmu sudah memiliki kekasih dan menikahinya secara diam-diam. Tapi anggapan itu salah. Ayahmu ternyata masih jomblo."


"Iya itu benar. Aku sempat mencari informasi tentang kehidupan ayah. Tapi hasilnya nihil. Ayah tidak pernah mengekspos kehidupannya. Bisa dikatakan ayah itu orangnya sangat tertutup sekali. Di dunia bawah tanah pun Ayah tidak pernah memberikan informasi secara rinci. Aku bersama Kak Nanda juga tidak mendapatkan informasinya. Ingin bertanya pun aku sangat segan sekali. Takut Ayah tersinggung dengan pertanyaanku itu. Lebih baik kami memilih diam."


"Jujur saja mama dan papamu ini sangat bingung dengan ayahmu itu. Andai saja ayahmu itu memiliki seorang kekasih dan hidup bersama. Kemungkinan besar kami sangat lega sekali. Kami tidak memikirkan apapun tentangnya. Intinya ayahmu itu ada yang merawat."


"Aku tahu itu. Entah ada apa dengan ayah sendiri. Apakah Ayah menyembunyikan sesuatu di dalam hatinya itu?"


"Maukah kamu mengorek informasi yang lebih dalam lagi dari ayahmu itu?"


"Kalau aku sendiri nggak bisa. Coba deh nanti aku akan meminta Kak Jake untuk bekerja sama. Kemungkinan besar Kak Jake bisa menolongku untuk menghack seluruh sistem perusahaannya maupun identitasnya. Jujur sampai sekarang aku sangat penasaran sekali."


"Lakukanlah sayangku. Mama tidak ingin melihat ayahmu menderita seperti itu. Mama sangat kasihan atas hidupnya itu."


"Akan aku coba Ma. Sekarang kak Jake sedang berada di Amerika. Kak Jake ingin menolong Greg untuk menemukan papanya Itu. Mama tahu kan setelah kejadian pembatalan dan pengeboman laboratorium yang terbesar dan termewah di dunia itu. Sheva menghilang tanpa jejak. Sampai sekarang Aku mencari informasinya sudah tidak ada. Makanya itu aku sendiri masih kalang kabut untuk menemukannya."


"Bener juga ya. Kasihan Greg. Yang di mana Greg tidak mengenal orang tuanya dulu. Untung saja papamu Irwan merawatnya hingga dewasa. Kalau begitu kita berdoa bersama-sama. Agar Greg menemukan kedua orang tuanya."


"Ide yang sangat bagus Ma. Aku berharap semuanya bisa menemukan titik cerah masalah ini. Aku juga berharap hubungan Seva dan Greg menjadi lebih baik lagi."


"Amin," ucap Rani sambil mendoakan kehidupan Greg.


New York city Amerika.

__ADS_1


Jake yang berada di dalam kamar hotel hanya bisa menghela nafasnya. Sudah ke sana kemari pria itu tidak menemukan jejak Seva. Tak lama Greg keluar dari toilet. Entah kenapa wajah tampannya itu berubah menjadi sendu. Lalu Greg menghempaskan bokongnya di sofa single sambil menghadap ke jendela.


"Kita sudah menurunkan banyak pengawal untuk mencari keberadaan papamu itu. Tapi saat ini kita tidak menemukannya. Rencanamu apa setelah ini?" tanya Jake.


__ADS_2