Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 457


__ADS_3

“Pastinya. Dan Aku berusaha untuk menjadi ayah yang baik untuk mereka. sekarang aku harus merayu kedua orang tuaku agar bisa melamar gadis pujaanku itu,” jelas Sam.


“Apakah kamu nggak tahu asal-usul Pita bagaimana?” tanya Garda.


“Aku sudah mengetahuinya. Aku ingin ke desanya untuk melamarnya secara resmi. Tapi bagaimana nanti reaksi orang tuanya itu?” tanya Sam balik ke Garda.


“Kalau kamu ingin melamarnya. Nanti aku akan membantumu mempersiapkan semuanya. Tapi kamu harus ngomong sama Lee. Dia akan semangat mendengar kabar kamu menikah,” pesan Garda yang membuat Sam tersenyum manis.


“Ah iya... Aku hampir saja melupakan satu perjanjian bersama Lee. Yang di mana jika aku ingin melamar seorang gadis. Maka Lee harus tahu. Kemungkinan nanti sore aku akan menemuinya dan mengatakan sesuatu kepadanya,” ujar Sam.


“Sepertinya kamu tidak akan bisa menemuinya dalam waktu dekat ini,” Garda memberitahukan kalau Lee sedang berada di luar negeri.


“Ke mana Lee berada?” tanya Sam yang terkejut atas pernyataan dari Garda.


“Lee berada di Belgia. Bersama Nanda, Imam, Suci dan Angela. Yang aku dengar beritanya adalah Lee sangat menginginkan coklat asal Belgia. Jadi semalam mereka kabur dari Indonesia ke sana,” jawab Garda yang membuat Sam terkejut.


“Rasanya itu sangat aneh sekali. Ya sudahlah... Tidak apa-apa. Aku memiliki keberuntungan yang sangat besar sekali. Mudah-mudahan aku bisa menemukannya dan mengajaknya berbicara empat mata saja,” kata Sam.


“Ya sudah kalau begitu. Aku pamit dari kamu. Setelah ini aku langsung ke kantor saja. Kemungkinan Papa Andi juga ikut menyusul mereka,” ujar Garda yang meninggalkan ruangan khusus itu lalu pergi ke kamarnya.


Sam sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Garda. Saat mendengar nama Nanda, ia juga mendengar nama Angela. Pria bertubuh kekar itu mulai berpikir sejenak. Jika Erra pasti bersama Lee. Jika Suci pasti bersama Imam. Satunya Sam mulai mendeteksi ada yang tidak beres. Apakah Nanda bersama Angela? Itulah yang menjadi pertanyaan di dalam hati Sam. Setahu Sam, Nanda sangat tertutup sekali ketika berhubungan dengan seorang perempuan. Bisa dikatakan Nanda tidak memiliki kekasih sama sekali. Dirinya berusaha akan mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan Nanda begitu juga dengan Angela.


Rumah sakit Sebastian.


Jake membuka matanya ketika sang adik berada di dadanya. Jake sangat terkejut sekali dan menatap sang adik kecilnya itu. Kemudian tangan kekarnya memegang tubuh mungil bayi itu.


“Kenapa kamu berada di sini? Apakah kamu bisa berjalan dan menaiki dadaku ini? Sepertinya itu tidak mungkin deh,” tanya Jake yang membuat Naomi tersenyum simpul.


“Mana ada. Bayi yang baru lahir bisa berjalan dan menuju ke arahmu lalu naik ke atas?” tanya March yang diam-diam menaruh Putri kecilnya di atas dada Jake.


“Pasti ini pekerjaannya papa,” jawab Jake yang melihat sang adik tenang berada dipelukannya.


“Apakah misi kamu itu sudah selesai untuk bertemu dengan Sheva?” tanya March yang menggendong putra kecilnya itu.


“Sudah Pa. Ternyata paman kembali ke istri lamanya. Yaitu mamanya Greg. Aku nggak tahu pasti bagaimana mereka kembali dan menikah lagi. Aku ke sana mereka sudah hidup berdua dan bahagia. Soal Strada Group, beliau meminta maaf kepada papa karena keserakahannya. Beliau juga akan menyerahkan perusahaan itu ke tangan papa,” jelas Jake.


“Sepertinya itu tidak perlu. Papa sudah tidak membutuhkan Strada Group lagi. Kemungkinan kalian akan membangunnya dan menjadikan perusahaan itu menjadi besar. Kamu akan dibantu oleh Greg untuk membangunnya ulang. Kalau bisa perusahaan yang papa pimpin itu dijadikan satu saja,” jelas March.


“Nanti aku bicarakan pada paman bersama Greg. Aku tidak bisa memutuskannya begitu saja. Karena perusahaan itu yang berhak memegang adalah papa dan Paman. Oh iya pa... Mereka masih berada di mansion kita. Hari ini mereka akan menemui Papa di sini. Sekalian Paman mau melihat dua keponakan yang lucu ini,” ujar Jake.


“Tidak apa-apa. Aku malah senang jika mereka berkunjung ke sini. Aku sangat merindukan pamanmu itu. Semoga saja kita bisa menjalin hubungan dengan baik hingga memiliki banyak cucu,” jelas March.

__ADS_1


“Apakah kedua adikku sudah diberikan nama?” tanya Jake.


“Belum. Papa sendiri masih bingung memberikan nama yang tepat,” jawab March.


“Mama sudah menemukan sebuah nama buat anak laki-laki. Entah bapakmu setuju apa tidak dengan usulan nama dari mama,” sahut Naomi yang masih terbaring di atas ranjang.


“Memangnya kamu memiliki nama apa?” tanya March yang memandang wajah sang istri.


“Anthony. Yang di mana Anthony memiliki arti sangat terpuji,” jawab Naomi. “Kalau Papa tidak suka. Nggak apa-apa.”


“Papa setuju. Papa yakin Anthony akan menjadi seorang pria yang memiliki sifat terpuji di dalam hidupnya kelak,” ucap March yang membuat Naomi tersenyum.


“Kalau yang perempuan?” tanya Jake.


“Arabella,” sahut March. “Yang di m Arabella memiliki arti cantik, elegan dan indah. Jika mama mau kita bisa memakai nama itu buat bayi perempuan ini.”


“Mama setuju saja. Lagian Papa belum menyiapkan nama sampai hari h-nya. Nama mereka sangat cantik sekali. Tidak perlu diubah lagi. Sebentar lagi suster meminta nama itu untuk dibuatkan sebagai akte lahirnya,” jelas Naomi.


“Mama nggak mau ngingetin papa sih pas waktu itu. Papa masih sibuk mengurusi musuh. Sekarang Adam sudah tidak macam-macam lagi. Kita bisa hidup tenang dan bebas setelah ini. Aku akan berusaha menjadi ayah yang baik buat mereka,” sahut March yang berkata jujur karena keadaan waktu itu sedang sibuk mengurusi musuh bebuyutan.


“Tidak apa-apa,” Naomi tersenyum simpul sambil memaafkan sang suami.


“Lalu bagaimana dengan nasibku ini?” tanya Jake yang memandang wajah sang adik.


“Kalau dipikir-pikir, Aku ingin mengajak Felly ke altar pernikahan. Aku nggak mau lama-lama menunggunya. Jika terus menunggu, Bagaimana kabar ular pitonku ini yang tidak pernah bangun dari tidurnya?” tanya Jake.


Sontak saja Naomi dan March terkejut dengan pernyataan sang putra. Mereka saling memandang satu sama lain lalu beralih ke Jake. Kemudian March berkata, “Jika kamu menikah harus menunggu Imam dan Nanda melakukan pernikahannya terlebih dahulu.”


“Nanda?” pekik Jake. “Apakah Nanda akan menikah? Lalu dengan siapa Nanda menikah?”


“Nanda akan menikahi Angela setelah Imam menikah. Kamu harus berkoordinasi dengan lainnya. Siapa tahu mereka melakukan pernikahan mendadak dengan pasangannya masing-masing,” pesan March.


“Apa! Nanda akan menikahi Angela? Perasaanku Nanda itu tidak memiliki seorang kekasih. Ada apakah ini?” tanya Jake.


“Jangankan kamu yang terkejut. Aku sama para papa lainnya juga terkejut. Nanda diam-diam sudah berpacaran dengan Angela dari tiga tahun yang lalu,” jelas Naomi.


“Jadi Mama tahu semuanya?” tanya Jake yang melihat sang adik kecilnya itu membuka mata.


“Mama Yi sendiri yang cerita sama mama. Awalnya juga Mama Yi kaget. Ketika Nanda berkata dengan jujur. Padahal sebelum Nanda berkata, Mama Yi ingin menjodohkan Nanda dengan Angela. Sebelum terjadi perjodohan itu, Angela kan sudah hamil dulu. Nanda sudah mengakuinya dan meminta untuk menikahinya. Begitulah awalnya,” jelas Naomi.


“Sedari dulu Nanda orangnya pendiam. Jarang sekali berbicara. Kalau bicara hanya sepatah dua kata saja. Terutama pada para papa dan lainnya. Kecuali sama Lee. Nanda selalu ngomong apa pun kepada Lee. Dan Papa pun memakluminya. Apakah kamu masih ingat tentang kematian kekasihnya Nanda pada waktu itu? Chandra meminta pengawalnya untuk menghabisinya di depan Lee maupun Nanda,” tanya March.

__ADS_1


“Iya. Aku masih mengingatnya soal itu. Tragis kematian Laura. Bahkan sebelum kejadian itu Nanda sudah meminta izin pada papa Joko untuk menikah di usia muda. Tapi takdir berkata lain. Calon istrinya sudah pergi meninggalkan selamanya. Ada satu fakta lagi. Kekasihnya Nanda adalah sahabat baiknya Lee. Mereka sering bersama dalam suka dan duka. Ngobrol ditambah lagi dia suka pergi ke pusat pembelanjaan bersama-sama. Untung saja Nanda sudah memiliki penggantinya. Aku akan menodongnya Jika ketemu dan mengundurkan waktu pernikahannya,” jawab Jake.


“Apakah kamu gila memundurkan pernikahan orang? Angela sedang hamil tiga bulan. Nanda nggak mau seluruh masyarakat mencibir Angela. Karena kamu tahu kan, kalau Nanda itu tidak memiliki riwayat Playboy. Bahkan bersih dari gosip-gosip miring. Ke klub malam atau cafe, dia jarang melakukannya. Pergi sama perempuan lain pun jarang kecuali sama Lee,” kesal March terhadap putranya itu.


“Astaga.. sebentar lagi akan ada banyak bayi yang lahir ke dunia ini dari enam pilar utama,” ucap Jake yang tersenyum manis sambil membayangkan para anggota enam pilar utama memiliki banyak anak.


“Kamu benar. Apakah kamu tahu kalau Lee sedang mengandung tiga bayi?” tanya Naomi.


“Aku tahu itu ma,” jawab Jake sambil tersenyum membayangkan Lee dan Erra sedang kerepotan merawat mereka.


“Ya sudah ma. Aku mau pergi ke kantor terlebih dahulu. Hari ini akan ada meeting bersama anak-anak divisi pemasaran,” pamit Jake yang berdiri sambil melihat sang adik tersenyum manis. “Ternyata adikku bisa tersenyum manis seperti ini. Rasanya aku ingin mengajaknya bekerja saja.”


“Jangan kamu bawa anakku! Segera menikah dan buatlah Jake kecil yang banyak. Agar mansion Anderson rame dengan teriakan anak kecil!”


“Bagaimana caranya aku melamar Feli? Sedangkan kedua orang tuanya hidup di kaki gunung yang berada di Jawa timur sana,” tanya Jake yang bingung.


“Kamu ingin melamarnya? Apakah kamu serius ingin menikahinya?” tanya March sekali lagi.


“Ya... Aku serius ingin melamarnya. Aku ingin sekali berumah tangga bersama gadis manis itu,” pinta Jake.


“Ya sudah... Persiapkan semuanya dari a sampai z. Setelah itu aku akan menghubungi para papa untuk datang ke rumah Felli. Kita akan melamarnya dengan rame-rame,” sahut March yang memberikan doa restu kepada Jake.


“Tapi nggak sekarang pa. Kita menunggu Arabella dan Anthony berusia dua atau tiga bulan lagi. Sekalian kita jalan-jalan ke sana untuk menghirup udara segar. Yang aku tahu di sana adalah suasana pedesaan dan udaranya masih segar dan asri,” pinta Jake yang menaruh Arabella di box bayi.


“Tidak apa-apa. Tidak jadi masalah buat ayah. Cepat atau lambat kamu harus menikah dan memiliki keluarga. Ingatlah usiamu yang sudah di atas dua puluh lima tahun,” March memperingatkan Jake agar segera menikah.


“Baik Pa. Akan aku laksanakan pernikahan itu walau hanya sederhana saja,” celetuk Jake.


“Kenapa harus sederhana? Bukankah Kamu adalah seorang CEO dari Anderson yang bergerak di bidang teknologi? Nama kamu sudah diperhitungkan oleh banyak orang,” jelas Naomi.


“Kalau itu mau mama baiklah. Nanti aku akan bicarakan kepada anak-anak. Sembari meminta izin agar diberikan waktu menikah. Aku yakin para pilar utama segera menikah,” sahut Jake yang mulai meninggalkan kotak bayi itu.


Beberapa saat kemudian datang Greg bersama keluarganya. Mereka langsung masuk sambil membawa banyak bingkisan. Leony tidak sengaja melihat Naomi. Wanita paruh baya itupun terkejut setelah melihat Naomi.


“Naomi,” pekik Leony.


Merasa namanya terpanggil, Naomi mencari sumber suara itu. Matanya membulat sempurna dan menatap wajah Leony.


“Naomi,” panggil Leony lalu mendekatinya.


Naomi belum bisa bangun dan hanya berbaring saja. Wanita paruh baya itu pun tersenyum manis sambil merentangkan kedua tangannya, “Oh Leony... Apa kabar sahabatku? Dari mana saja kamu selama ini?”

__ADS_1


Leony pun memeluk Naomi sambil menjawab, “Aku baik-baik saja. Setelah melahirkan aku menghilang dari peredaran. Suamiku Sheva menghilang entah ke mana. Aku nggak tahu bagaimana cara menghadapi hidup ini. Terpaksa aku menitipkan putraku ke tetanggaku.”


“Apakah kamu masih mengingat siapa tetanggamu dulu?” tanya Naomi.


__ADS_2