
"Masa kakak nggak dengar ada pesawat tergelincir di bandara sih?" tanya Lee yang membuat Garda terkejut.
"Enggak.... aku enggak denger. Aku tadi makan bersama Sam dan Pita," jawab Garda yang memeluk tubuh mungil Arini.
"Syukurlah," ucap Lee yang lega. "Oh... habis gini konfirmasi kepada mama. Mama sangat histeris banget mendengar pernyataan dari Maura."
"Ya udah... nanti aku akan mengkonfirmasi kepada mama. Aku juga ingin menghubungi Mama agak sudah. Sinyalnya agak sudah," ujar Garda.
"Oh... ya... aku lupa. Sinyalnya mengajak berantem... nanti aku coba menghubungi Mama atau papa," sahut Lee.
"Kamu jadi pergi mencari coklat?" tanya Garda.
"Bagaimana aku mencari coklat? Beberapa menit sebelum berangkat aku mendapatkan informasi dari pemerintah Belgia kalau ada badai yang menerjang di kawasan beberapa negara Eropa," jawab Lee. "Jadi aku memutuskan untuk tidak pergi keluar untuk sementara waktu."
"Ya sudah. Syukurlah kamu selamat sama lainnya," ucap Garda yang bersyukur. "Memangnya sampai kapan badai itu berakhir?"
"Kurang lebih sehari atau dua hari ke depan. Aku malah pengen cepat pulang dan makan nasi uduknya Pak Irul," jawab Lee yang membuat Garda tertawa.
"Aish... kakak ini. Kok enggak ngasih solusi sih?" kesal Lee.
"Bukannya enggak bisa memberikan solusi. Kamu diam-diam saja di situ hingga badai selesai," ucap Garda. "Aku juga enggak bisa berbuat apa-apa."
"Ya... sudah kalau begitu. Aku ingin istirahat. Tiga anaknya Kakak Tampan memintaku untuk memejamkan mata," pamit Lee.
"Oke... selamat tidur," hibur Garda yang menggelengkan kepalanya.
"Terima kasih," balas Lee yang menutup sambungan teleponnya.
"Dari siapa?" tanya Sam.
"Dari Lee yang nanyain apakah aku baik-baik saja," jawab Garda.
"Maksud kamu apa?" tanya Sam yang mengerutkan keningnya.
"Tadi ada pesawat tergelincir di bandara. Dikiranya aku yang masih di dalam pesawat. Mama sangat histeris sekali pas mendapatkan informasi tersebut. Makanya papa disuruh menghubungi Lee untuk menanyakan keberadaanku disini. Apakah aku baik-baik saja apa tidak?" jawab Garda yang tersenyum merasa diperhatikan oleh mama papanya.
__ADS_1
"Oh... ya udah... aku sangka apa. Memang benar apa yang dikatakan oleh Lee. Aku mendapat kabar dari internet kalau ada jet pribadi milik orang lain tergelincir. Kalau enggak salah badai datang berbarengan dengan jet pribadi orang yang mendarat. Makanya pesawat itu akhirnya tergelincir. Ditambah lagi dengan jalanannya licin terkena salju," jelas Sam.
"Syukurlah," ucap Garda yang mengucap syukur.
"Ya... sudah kalau begitu. Kapan badannya akan berakhir?" tanya Sam.
"Setahu Lee badai akan berakhir seharu atau dua hari ke depan,' jawab Garda yang membuat Sam menelan salivanya dengan susah payah.
"Berarti mau tidak mau kita akan menginap disini beberapa hari ke depan?' tanya Sam.
"Ya... begitu dech. Kita juga tidak bisa berbuat apa-apa. Lagian badai ini turunnya sangat lebat sekali," ucap Garda.
"Kasihan Lee, Suci dan Angela yang ngidam ingin makan coklat," celetuk Sam.
"Ya... mau bagaimana lagi Mereka harus mengorbankan coklat itu. Padahal malam ini mereka akan menghabiskan waktu untuk berburu mencari coklat," ujar Garda yang memberitahukan agenda Lee malam ini.
"Ini sangat aneh sekali. Aku baru tahu kalau Lee suka coklat," Sam sadar akan permintaan Lee yang aneh itu.
"Memangnya Lee enggak suka coklat sedari dulu?" tanya Garda yang terkejut dengan pernyataan Sam.
"Lalu, kenapa tiba-tiba saja Lee ingin makan coklat?" tanya Garda.
"Namanya Lee ngidam coklat,' jawab Sam. "Orang ngidam kan agak aneh jika meminta yang tidak suka. Jadi wajarlah kalau begitu."
"Memang wajar kak. Namanya juga permintaan bayi. Jadi ya harus dituruti," sahut Arini yang terbangun dari tidurnya.
"Aku sudah tidak sabar menunggu anaknya Erra dan Lee launching," celetuk Sam.
"Bakalan yang launching duluan anaknya Kak Nanda," celetuk Pita yang terbangun tidurnya.
"Apa?'' pekik Garda yang benar-benar terkejut.
"Kok cepat sekali?'' tanya Garda yang baru kemarin Nanda membuat pernyataan kalau dirinya sedang menghamili seseorang.
"Hmmp... Kak Angela sekarang mengandung tiga bulan dan akan masuk ke bulan keempat seminggu ke depan. Dan yang menariknya lagi Kak Angela sedang mengandung bayi kembar. Di USG Alon anaknya laki-laki semua," jelas Pita yang mendapatkan kabar dari Angelanya sendiri.
__ADS_1
"Pasti Nanda kerepotan mengurusnya. Aku tidak membayangkan bagaimana jadinya mereka akan berteriak bersamaan," ledek Garda.
"Kamu belum tahu. Kalau Erra juga akan mendapatkan anak kembar. Sekalinya Lee hamil langsung mendapatkan bayi kembar tiga," ucap Sam memperingatkan Garda kalau sang adik sedang mengandung bayi tiga sekaligus.
"Ah... kok aku lupa ya?" tanya Garda yang benar-benar lupa.
Tiba-tiba saja mereka teringat akan tragedi yang menewaskan calon bayi Lee. Garda bergidik ngeri membayangkan peristiwa tersebut. Bisa-bisanya Gisel membunuh Lee. Tapi semuanya sudah berakhir sekarang.
"Tapi kamu enggak ingat kejadian dimana Lee mengalami keguguran? Ditambah lagi Lee hampir kehilangan nyawanya?" tanya Garda.
"Ya... kami mengingatnya. Aku tidak menyangka kalau peristiwa itu benar-benar membuat bulu kuduk ngeri. Padahal pulang dari Finland Lee dikabarkan mengandung. Aku sama Nanda malah bahagia," jawab Sam.
"Tapi syukurlah semuanya sudah berakhir dengan indah. Untung saja saat itu Imam tidak balik lagi ke Gisel. Jika balik lagi akan aku rusak hubungannya!" geram Garda yang sedari awal tidak menyukai Gisel.
"Berarti kamu tahu hubungan Gisel dan Nanda?" tanya Sam.
'
"Aku tahu semuanya. Aku juga tahu kalau Gisel sedang membohongi Imam. Mulai dari latar belakang keluarga dan pendidikannya," jelas. Garda yang mengetahui sosok Gisel.
"Berarti Gisel adalah pembohong?" tanya Arini.
"Iya... tepat mereka melakukan akad nikah. Gisel datang bersama orang tuanya gadungan itu. Aku bekerja sama dengan Lee membuka kedok tabir misteri Gisel. Inilah awal kehancuran Gisel. Padahal saat itu dia resmi menjadi istri orang lain,'' jawab Garda yang semuanya terkejut.
Jujur selama ini Sam yang tidak tahu, kalau Sam batal nikah karena ulah Gisel sendiri. Jujur pas terjadi pernikahan tersebut Sam tidak berada di Indonesia. Karena ia sendiri didaulat Bayu untuk mengajarkan pasukan khususnya untuk menyusun strategi. Mendengar Imam yang tidak jadi menikah ada perasaan sedih dan kecewa. Memang sedari dulu rasa solidaritas terhadap teman sangat besar sekali.
"Kalau begitu tidurlah," suruh Sam ke Pita.
"Aku belum mengantuk sama sekali,' ucap Pita dengan jujur.
"Sepertinya kau harus mengerjakan tugas," ujar Arini yang mengambil tab-nya.
"Ya sudah kalau begitu. Aku berusaha menghubungi orang rumah agar semuanya tenaga," sahut Garda.
"Begitu juga dengan aku. Papa sudah mengirim pesan. Tapi aku belum bisa membalasnya," sambung Sam.
__ADS_1
Mereka akhirnya menghubungi orang rumah untuk memastikan keadaan baik-baik saja. namun apa daya mereka tidak bisa melakukannya. Sebab sinyal saat ini tidak kondusif sama sekali. Hingga akhirnya Sam meminta Lee untuk menghubungi papanya. Dengan senang hati Lee akan menghubungi Papa Saga guna memastikan kalau Sam baik-baik saja.