Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 167


__ADS_3

Imam yang selesai menghubungi Andi segera duduk. Imam memandang wajah Adrian yang berubah menjadi sendu, "Ada apa?"


"Jujur saja aku malas pulang ke Jakarta. Aku masih trauma pada kejadian di masa silam," jawab Adrian. 


"Yang berlalu tidak usah kamu ingat. Aku tahu peristiwa masa silam itu membuat kamu perih," saran Imam. 


"Sangat perih. Sampai sekarang aku belum menemukan pelakunya," kesal Adrian. 


"Kalau begitu kita tanyakan pada papa Andi. Kamu tahukan kalau papa Andi sangat dekat dengan bapakmu itu. Siapa tahu ada sesuatu yang disembunyikan," tambah Imam. 


"Yang dikatakan oleh Imam benar. Akulah orang yang selama ini menggenggam rahasia bapakmu," sahut Andi yang berada di ambang pintu bersama Bayu. 


Mata Adrian berubah menjadi sendu. Dadanya terasa sesak dan menahan air matanya keluar. Semenjak kematian bapaknya, Adrian sering menjadi baper. Adrian sendiri sangat mengagumi bapaknya yang pekerja keras. 


"Papa," panggil Adrian. 


Mereka masuk ke dalam dan menatap Adrian. Andi melihat jelas Adrian yang sedang menahan air matanya. Namun Andi mendekati Adrian dan memeluknya, "Menangislah jika kamu perlu melakukannya. Papa tahu kamu sangat mengagumi sosok bapakmu itu."


Luruh sudah air mata yang ditahan oleh Adrian keluar. Sedangkan Imam dan Bayu berubah menjadi sendu. Jika sang bapak meninggal dipanggil Tuhan mungkin saja Adrian tidak sesedih ini. Bahkan Adrian merelakan kepergian bapaknya karena garis takdir yang sudah tercatat. Bapaknya meninggal dikarenakan kecelakaan. Namun peristiwa kecelakaan ini menyisakan tanda tanya bagi Andi. Andi hapal betul dengan kebiasaan bapaknya Adrian. Tiap bulan mobil yang selalu dipakainya selalu di service ke bengkel.


Setelah mencurahkan air matanya, Adrian mencoba tersenyum dan meminta maaf. Andi langsung memaafkan. 


"Tunggu Lee, Erra dan Garda pulang. Kita harus membicarakan kasus ini dengan serius!" perintah Andi. 


Sontak saja Adrian terkejut mendengar nama Lee. Adrian menggelengkan kepalanya sambil bertanya, "Apakah papa tidak salah membawa Lee dalam kasus ini?"

__ADS_1


"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apakah kamu ragu dengan Lee?" tanya Bayu. 


Sedangkan Imam menggelengkan kepalanya ke arah Adrian. Imam yang sedari tadi diam akhirnya mengeluarkan suaranya, "Kamu jangan meremehkan Lee. Kamu belum tahu siapa Lee sebenarnya."


"Aku tidak meremehkan Lee. Kamu tahu kalau Lee memiliki badan yang sangat kecil dari ukuran wanita biasa. Bahkan wajahnya sangat imut dan menggemaskan. Aku rasa Lee tidak cocok memecahkan kasus ini," ujar Adrian yang mengungkapkan perasaannya secara blak-blakan. 


Tanpa disadari oleh Adrian, Bayu memasang wajah datar dan menggeram. Bagaimana tidak sang menantu kesayangannya diremehkan mentah-mentah. Bayu langsung menatap tajam wajah Adrian. Sementara Adrian hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Entah kenapa ada aura pembunuh yang keluar dari Bayu. 


"Hey… Adrian… janganlah kamu meremehkan menantuku! Jika Erra mendengar kamu meremehkannya cepat atau lambat rumah sakit kamu akan diratakan olehnya!" kesal Bayu dengan suara menekan sehingga membuat ruangan itu menjadi dingin sedingin kulkas yang suhunya mencapai minum lima puluh derajat. 


"A… A… A…. Apakah itu benar papa kalau Lee adalah menantu papa? Berarti Lee adalah istrinya ketua," kata Adrian yang tubuhnya melemas. 


"Itu benar. Ketua kita sudah menikah dengan Lee. Kamu tahu Lee itu siapa?" tanya Imam. 


"Mana aku tahu. Aku tidak mengenalnya. Aku sibuk di dalam lab bersama Tuan Harashi," jawab Adrian. 


"Apakah itu benar?" tanya Andi. 


"Ya itu benar. Adrian pernah datang ke mejanya dan mengajaknya makan. Lee pun menanggapinya dengan ramah. Tapi ujung-ujungnya Adrian mengajaknya tidur di ranjang. Leenya tidak terima markas Black Dragon dibakar separuh," jawab Imam. 


"Oh… jadi penyebab pembakaran markas Black Dragon adalah putriku sendiri. Rasanya aku tidak sabar menunggu putriku pulang. Cepat atau lambat Lee akan memburumu," ucap Andi yang tersenyum smirk. 


"Yang dikatakan papa Andi benar apa adanya. Saat terjadi pembakaran markas Adrian tidak berada di tempat. Melainkan di hotel bersama perempuan. Lee sengaja membakar markas itu hanya separuh. Lalu bagaimana dengan para pengawal yang berjaga. Otomatis pengawal itu pergi dari sana gunanya untuk menghindari keberingasan singa betina. Tanpa susah payah Lee membakar markas itu dan tidak perlu mengusir mereka," tambah Imam sambil menjelaskan semuanya.


Adrian terdiam mematung dan tidak bisa berkata apa-apa. Tubuhnya melemas dan menghembuskan nafasnya sambil berkata, "Ah… rasanya aku salah sasaran."

__ADS_1


"Makanya jangan meremehkan wanita mungil itu. Ingatlah enggak semua perempuan mau kamu goda seenaknya. Lee adalah wanita yang lain dari lainnya. Memang sih penampilannya acak-acakan. Tapi Lee memiliki gaya sopan dan tata Krama yang sampai saat ini masih dijunjungnya," ucap Imam. 


Adrian paham apa yang dimaksud oleh Imam. Adrian tidak lagi meremehkan yang namanya perempuan. Memang sih selama menjadi cassanova Adrian sering menggoda perempuan-perempuan yang memakai baju kurang bahan. Di hadapan mereka akhirnya Adrian meminta maaf atas kekurang ajaran yang telah diperbuat. Mereka tidak mempersalahkan soal itu. Mereka akan merangkul Adrian dengan penuh kasih sayang. Bahkan Bayu menyuruh Adrian bergabung dengan White Eragon dengan penuh kehormatan. Adrian pun akhirnya mau dan kemungkinan besar bisa menjadi kaki tangan Imam. 


Tottenham Inggris. 


Jet pribadi Bayu telah mendarat sempurna di markas utama milik Nanda dan Sam. Pramugara yang siap melayani keempat pilar utama akhirnya membuka pintu. Nanda mempersilahkan Erra turun terlebih dahulu. Erra pun menurut saja. Sedangkan yang lainnya mengekori Erra dari belakang. 


Setelah menginjak tanah Tottenham Inggris Erra dibuat takjub dengan bangunan kuno yang sudah didesain sedemikian rupa. Bayu memang sengaja membangun markas raksasa itu hanya untuk melindungi Asco di dataran Eropa. Selain itu juga Bayu mempunyai keinginan setelah dibangunnya markas ini. Bayu ingin menjaga kedamaian dunia mafia agar tidak terjadi pertempuran. 


"Aku baru tahu papa memiliki markas di Inggris," celetuk Erra yang baru tahu. 


"Para papa sengaja membuat markas ini hanya karena melindungi perusahaan. Selain itu juga papa Bayu menjaga perdamaian antar mafia agar tidak terjadi peperangan," jelas Nanda. 


"Oh… kenapa papa tidak cerita padaku?" tanya Erra yang cemberut. 


"Apakah kamu lupa beberapa tahun lalu papa Bayu telah menyerahkan jabatannya kepadamu? Namun kamu menolaknya. Makanya papa dengan terpaksa membangun markas ini dan memisahkan aku dan Sam dari Jakarta untuk menempati markas ini. Sekaligus menggembleng jiwa Lee dan melindunginya dari jauh," tanya Nanda sambil menjelaskan Erra. 


"Bukannya aku menolak untuk menjabat sebagai ketua White Eragon. Aku tahu organisasi mafia White Eragon sangat besar. Aku belum bisa memimpin mereka secara langsung. Makanya aku membangun Black Dragon dengan mengajak Jake dan Imam. Disinilah aku mulai belajar memimpin mereka," jawab Erra dengan jujur. 


"Kamu ada benarnya juga. Aku salut sama kamu. Setelah ini aku berharap kamu menggantikan posisi papa Bayu," ucap Sam sambil memukul pundak Erra. 


"Dengan senang hati," balas Erra. "Dimana istriku?" 


"Istrimu tidak ada disini. Istrimu berada di tempat lain," jawab Sam. 

__ADS_1


"Lalu, apakah adikku aman?" tanya Garda.


__ADS_2