
Bayu meninggalkan mereka dengan hati bahagia dan tidak ada perasaan bersalah.
''Ada 12 kucing yang sangat menggemaskan," teriak Bayu dari luar ruangan.
"Apakah mereka menggemaskan?" tanya Erra.
Entah kenapa Lee melihat singa jantan milik Joko langsung mendekatinya.
"Kak Erra," panggil Lee yang manja.
"Iya... ada apa?" tanya Erra.
"Kak.. belikan aku seperti ini," jawab Lee dengan memohon.
"Hmmp... Baiklah kalau itu mau kamu," ucap Erra dengan pasrah.
"Adik kecil. Suamimu sudah memiliki singa seperti itu. Kurang lebih 5 ekor," sahut Garda.
"Aku tidak mau. Belikan aku singa yang seperti ini," ujar Lee dengan memohon.
"Baiklah nanti aku belikan," ucap Erra yang menenangkan Lee.
Kemudian mereka mulai bekerja memberi makan buat mereka. Entah kenapa hari ini Lee semangat sekali memberi makan semua peliharaan dan mengajaknya bicara bahkan mengajaknya bermain. Seluruh kucing menggemaskan itu menurut kepada Lee.
Melihat hal itu mereka bertiga menelan salivanya.
"Kenapa Lee jadi semangat memberi makan pada mereka? Apakah Lee tidak takut di terkam?" tanya Fendi.
"Aku tidak tau. Biarkan Lee yang memberi makan pada mereka. Setelah itu kita akan membersihkan kandang mereka," jawab Erra.
"Apakah kamu akan membeli Singa yang mirip seperti itu buat Lee?" tanya Garda.
"Iya aku akan membelinya," jawab Erra.
Bayu yang mengamati mereka melalui ruangan CCTV yang sedang bekerja tersenyum puas.
Ceklek.
Pintu terbuka. Joko dan Irwan masuk ke dalam ruangan.
"Yu," sapa Joko.
"Ada apa?" tanya Bayu.
"Musuh sudah bergerak," jawab Irwan.
Joko yang tak sengaja melihat Lee yang mengajak Singa peliharaannya hanya menggelengkan kepalanya. Joko langsung menelan salivanya karena baru kali ini si Pardi nama dari singa itu luluh dengan Lee.
"Apa enggak salah singa betina mengajak si Pardi bermain seperti itu?" tanya Joko.
"Enggak salah. Sepertinya si Pardi juga menyukai Lee," jawab Bayu.
__ADS_1
"Kayaknya saingan sama si Erra," ujar Irwan tertawa.
Sedangkan di kandang para kucing yang sangat menggemaskan itu. Fendi dengan takutnya membersikan salah satu peliharaan Irwan macan. Di saat mulai membersihkan si macan langsung mengaum hingga membuat Fendi bergidik ngeri.
Hampir 3 jam pekerjaan mereka selesai. Mereka sangat lelah sekali. Akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat dan bersantai.
"Gila peliharaan mereka sangat ganas sekali," ujar Fendi.
"Mereka di keluarkan ketika musuh sedang menyelinap. Peliharaan papa yang bernama Thomas sangat galak sekali bahkan penciuman tajam sekali," jelas Lee.
"Thomas yang mana?" tanya Erra.
"Thomas yang jaguar. Kak Garda yang membersihkan kandangnya. Tangannya malah di keluarin meminta salaman sama kak Garda," jawab Lee.
"Mengerikan sekali. Tapi kenapa mereka semua menurut sama kamu adik kecil?" tanya Garda.
"Karena dulu aku sering dapat hukuman dari Papa Bayu," jawab Lee.
"Terus kamu sering di suruh membersihkan kandang mereka?" tanya Fendi.
Lee mengangguk. "Iya. Hukumanku di suruh membersihkan kandang mereka."
"Pantas saja mereka menurut sama kamu," kesal Erra.
"Jika enggak ada kegiatan aku memang mengajak mereka bermain, memberikan makan dan mengajaknya jalan-jalan," jelas Lee.
Mereka hanya menggelengkan kepalanya melihat Lee dengan memelas.
"Baiklah aku akan memberinya mereka makan. Kalian yang membersihkan kandangnya," usul Lee.
Selama seminggu mereka berhasil mengerjakan hukuman yang di berikan oleh Bayu. Saatnya Lee dan Erra kembali ke kantor. Hari pertama masuk kantor. Ada drama yang membuat Lee sangat kesal terhadap Erra. Bagaimana tidak selesai mandi dan berganti baju. Erra langsung mengajak Lee lari maraton. Baju kerja yang di pakai Lee sudah robek karena ulah Erra.
Setelah mereka melakukan lari maraton. Erra yang tanpa berdosa sama sekali kembali mengajak Lee tidur. Sedangkan Lee tidak bisa bangun karena di tahan Erra.
"Mau kemana?" tanya Erra.
"Mau mandi dan berangkat kerja," jawab Lee.
"Tidak usah. Pergilah tidur bersamaku!" titah Erra.
"Apakah setelah menikah semua pria akan berubah menjadi monster seperti ini? Lihatlah baju kesayanganku yang sudah aku beli," ujar Lee yang memelas.
"Salah sendiri kamu berganti pakaian di depanku."
"Aku sangka kakak masih tidur. Jadi aku mengganti pakaianku di kamar."
"Aku tadi bangun karena mendengar suara gemericik. Setelah itu aku memejamkan mata untuk mencari inspirasi pagi."
"Terus kenapa kamu harus melihat aku? Jika kamu sedang mencari inspirasi pagi."
"Aku baru menemukan inspirasi pagi ketika mataku terbuka. Lalu aku tidak sengaja melihat tubuh indahmu itu. Kamu tau sendiri kan. Jika aku melihat tubuh indahmu itu ular pitonku bereaksi."
__ADS_1
"Terus aku harus bagaimana? Seharusnya sekretaris sudah berada di kantor."
Erra yang mendengar ocehannya Lee langsung membungkam mulut mungil Lee dengan mulutnya. Erra yang saat itu belum puas mengajak Lee lari maraton lagi. Lee dengan semangat langsung mengimbangi permainan Erra yang semakin liar.
Siang hari yang terik di Asco Corporation. Bayu yang selesai dengan pekerjaannya langsung membereskan meja.
"Kemana itu bocah tengil? Selesai menjalani hukuman harusnya kembali ke kantor. Aku ingin sekali liburan bersama Rani ke Lombok," gerutu Bayu.
BRAKKKKK...
Pintu terbuka dengan keras. Joko dan Irwan datang dengan emosi. Tanpa permisi Joko berdiri di depan Bayu.
Bayu yang mendengar pintu terbuka dengan kasar sudah mengerti siapa yang datang.
"Ada apa?" tanya Bayu.
"Aku mau bilang kalau Seva kabur dari penjara,'' jawab Irwan.
"Sudah aku prediksi semuanya. Nanti malam kita adakan pertemuan di markas," titah Bayu.
"Kenapa lu masih di kantor Yu? Bukannya lu mau liburan ke Lombok?" tanya Irwan.
"Bocah tengil itu tak masuk. Entah apa yang sedang di perbuat oleh bocah tengil itu ke singa betina," jawab Bayu dengan menghela nafasnya.
"Mudah-mudahan singa betina cepat hamil," ucap Joko.
"Amin," sahut Bayu.
"Lu belum tau kabar dari March?" tanya Irwan.
"Kabar apa?" tanya Bayu.
"Naomi hamil lagi," jawab Irwan.
"Apa???" teriak Bayu.
"Iya. Naomi hamil lagi dan ngidamnya Naomi pengen menjodohkan Jake dengan Felishia," ujar Irwan.
Bayu langsung tertawa terbahak-bahak membayangkan March.
Sedangkan orang yang sedang di tertawakan masuk dengan santai. March langsung mendekati Bayu dengan membawa flashdisk.
"Kenapa Bayu tertawa seperti itu? Apakah Bayu sedang kesurupan?" tanya March.
"Bayu menertawaimu karena aku memberitahunya kalau Naomi hamil," jawab Irwan dengan santai.
Bayu langsung berhenti tertawa dan melihat March. "Selamat bro. Sebentar lagi lu memiliki anak."
"Cih, gue enggak pengen punya anak. Gue malah kepengen punya cucu," ucap March dengan kesal.
"Harusnya lu terima karena anak itu anugerah," ujar Bayu yang menghibur March. "Ada berita apa?"
__ADS_1
"Anak buah gue laporan tadi malam. Seva kabur dari penjara," jawab March.
"Itu gue sudah prediksi. Yang gue tanyain caranya Seva kabur gimana?" tanya Bayu.