
"Kakak mau sekarang lebih mesum,'' kesal Lee dengan membuang wajahnya ke jendela.
Erra hanya terkekeh dan mulai memiliki ide. Erra melihat paha mulus Lee sambil bersiul. lalu tangannya mulai memegang paha sang istri sambil berkata, "Jangan salahkan aku jika kamu memakai gaun.''
Lee tidak memperdulikan itu dengan matanya tetap fokus ke jendela. Namun Leee merasakan geli dan melihat tangan Erra yang sudah mengelus pahanya. Matanya membola sempurna sambil memegang tangan Erra sambil berkata, "Kakak... nakal sekarang.''
"Kan aku sudah bilang. Jika kamu memakai gaun seperti ini bisa dipastikan diriku akan berakhir di atas ranjang,'' ucap Erra yang membuat Lee marah.
Lee langsung membuang tangannya Erra dan meninggalkannya sendirian. Barru kali ini Erra seperti pria hidung belang. Sedangkan Erra hanya tertawa terbahak-bahak ketika Lee marah.
"Bukannya para pria jika sudah menikah akan berbuat nakal sama istrinya?'' tanya Erra dalam hati.
"Tapi jika kakak nakal sama cewek lain. Aku pastikan tidak mendapat jatah selama sebulan penuh! Kamu akan tidur di luar!" ancam Lee yang mendengar suara hati Erra.
"Apa?' pekik Erra yang terkejut.
"Kenapa?' tanya Lee dengan sinis.
"Ah... enggaklah... aku hanya bercanda. Kan kamu tahu sendiri kalau ular pitonku tidak bisa berdiri?" ucap Erra dengan jujur.
"Ah... bisa saja berdiri karena obat,'' ejek Lee.
Sementara Garda yang sedang bermain game terkejut dengan pertengkaran pasangan suami istri itu. Garda mengerti apa yang dibicarakan oleh mereka. Akhirnya Garda menarik kesimpulan kalau Lee benar-benar marah. Bahkan Garda mengalihkan tatapannya ke Erra dengan wajah lesu. Garda segera berdiri dan melerai pertengkaran ini sambil memegang pundak Lee, "Jangan diteruskan pertengkaran kalian. Ini tidak baik bagi suatu hubungan pernikahan."
__ADS_1
"Tapi kak!" tegas Lee.
"Jangan terlalu tegas. Apa yang dikatakan oleh Erra itu benar apa adanya. Meskipun kamu mau menjebak denga memberikan obat perangsang. Sang ular pitonnya tidak berdiri. Jika kamu yang menyentuhnya ia akan berdiri. Janganlah kamu menghukum suami kamu itu. Dia sangat mencintaimu bahkan melebihi nyawanya," tutur Garda dengan lembut. "Cobalah lihat wajah tampannya mendung kelabu."
Lee menunduk tidak berdaya dan tubuhnya melemas. Seharusnya Lee tidak jahat kepada sang suami. Lee menuju ke arah Erra sambil menabrakkan tubuhnya hingga jatuh ke pelukan Erra. Lalu Lee memeluk Erra sambil menangis dalam diam.
Ada benarnya juga Lee melontarkan kata-kata seperti tadi. Diam-diam Lee cemburu kepada para perempuan yang mengelilingi sang suami. Hal itu sangat wajar sekali mengingat Erra memiliki wajah tampan.
Erra memeluknya dengan erat sambil mengelus punggung sang istri. Erra tidak akan marah kepada sang istri jika berbicara seperti itu. Harusnya sang istri berontak kalau sang suami berubah menjadi tidak wajar. Erra semakin memeluk erat sang istri sambil merenungi kesalahannya. Memang inilah yang dinamakan sebagai pernikahan yang sebenarnya.
"Aku berjanji sama kamu. Aku tidak akan pernah menutupi apapun dari kamu. Aku janji akan berkata jujur. Aku ingin membuat kamu nyaman bersamaku. Aku tidak mau kamu pergi dariku. Aku mencintaimu Lee," ucap Erra dengan lirih hingga terdengar ke telinga Erra.
Untung saja para penghuni lainnya sedang tidur. Mereka tidak mendengar pertengkaran suami istri itu. Kemudian Erra tersenyum karena sang istri memiliki kecemburuan yang tinggi. Andaikan kalau Lee tidak memiliki kecemburuan, bagaimana pernikahan ini berjalan lancar? Bukankah suatu hubungan harus ada pertengkaran. Bukan pertengkaran soal materi melainkan cemburu. Tapi ya... Jangan terlalu cemburu juga. Nanti kasihan sama pasangan kita.
"Aku paham apa yang kamu rasakan. Kamu pasti memiliki kecurigaan terhadap suami kamu. Itu sangat bagus sekali. Jika kamu tidak curiga lalu mendiamkan aku dan tidak bertanya apapun. Jangan salahkan suamimu mencari seseorang selain kamu. Dan janganlah menjadi seorang istri yang teraniaya. Karena kamu punya hak untuk memberitahukan kesalahan suami kamu. Satu lagi jika ada masalah apapun kamu bisa membicarakan masalahmu dengan suami kamu. Karena suami kamu adalah partner hidup sampai akhir hayat," tutur Erra dengan lembut.
Erra semakin dewasa sesuai dengan umurnya. Sudah saatnya dirinya ngemong istrinya dan mengendalikannya. Erra ingin membuat Lee wanita sejati dan seorang ibu yang baik buat anak-anaknya kelak.
Perjalan menuju ke Los Angeles sangat menyenangkan bagi Lee dan Erra. Mereka mengukuhkan cinta sejati mereka di atas awan. Sempat terjadi insiden sedikit namun semuanya sudah beres.
Tepat jam sembilan malam, mereka sampai di bandara Los Angeles. Saat keluar dari pesawat mereka langsung dihantam oleh badai salju. Beruntung mereka segera berlari menyelamatkan diri. Lee mulai kedinginan dan hidungnya mulai mengeluarkan darah. Erra yang melihat itu memeluknya dengan erat. Erra mulai panik dan memanggil Andi.
"Papa!" teriak Erra yang sangat panik.
__ADS_1
Andi yang mendengar Erra berteriak langsung mendekatinya. Andi melihat hidung Lee mengeluarkan darah. Dengan sigap Andi mengambil tisu di tas dan memberikan ke Erra, "Pakai ini!"
Erra langsung mengambilnya dan membersihkan hidungnya sambil bertanya, "Apakah kamu baik-baik saja?"
"Aku alergi dingin," jawab Lee.
Erra baru sadar kalau Lee memang memiliki alergi dingin. Lee memang memiliki alergi itu ketika usianya tiga tahun. Jika musim dingin melanda Caroline langsung memberikan baju hangat. Namun sekarang keadaannya berbeda. Erra lupa kalau dirinya tidak memiliki baju hangat.
Garda segera melepaskan jaket tebalnya khaemudian memberikan ke Erra. Garda menyuruh Lee segera memakainya. Erra pun langsung membantu memakainya. Setelah itu Garda meminta Lee duduk secara tegak. Garda mengarahkan Lee agar bisa menghentikan mimisan Lee. Dengan nada lembut Lee menurutinya.
Bayu yang mengetahui Lee mimisan langsung shock berat. Kenapa dirinya melupakan alergi Lee? Jika ada misi penyelamatan di musim dingin, Bayu sering mengingatkan Lee memakai baju tebal. Bayu melihat para pengawal yang masih stay di area VVIP. Bayu meminta mereka untuk membelikan sup panas dan minuman panas.
Setelah mengarahkan apa yang dilakukan oleh Lee, Garda memeluk Lee. Garda berbisik hingga membuat Lee tertawa. Memang sedari kecil jika penyakit dinginnya kambuh Garda langsung berbuat sesuatu ke sang adik. Setelah selesai Garda memeluknya sambil membisiki sesuatu sampai Lee tertawa.
Jujur saja Garda sangat takut jika Lee mengeluarkan darah dari hidungnya secara terus-menerus. Ia gelisah dan tidak bisa berbuat apa-apa saat itu. Dengan teknologi canggih Garda bisa menolong sang adik agar tidak mimisan berkepanjangan.
Sungguh manis hubungan antara adik dan kakak itu. Mereka jarang sekali berantem bahkan memaki. Hal itu sering membuat orang-orang iri.
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Erra yang masih panik.
"Aku sudah tidak apa-apa. Aku baik-baik saja," jawab Lee yang memegang tangan Erra.
"Maafkan aku," ucap Erra dengan lemah.
__ADS_1
"Kenapa kakak meminta maaf?" tanya Lee yang sudah tidak apa-apa.