Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 141


__ADS_3

Sementara itu yang lainnya masuk ke dalam untuk mencari keberadaan Haruka. Mereka sangat terkejut melihat Haruka yang sudah di sandera. Mereka harus mencari cara agar Haruka bisa terlepas.


"Mereka licik sekali rupanya. Memakai seragam kepolisian hanya untuk mencari keberadaan enam pilar utama dan menghabisinya. Cepat atau lambat aku akan mencari keberadaan markasnya dan menyuruh Lee membakarnya," kesal Bayu.


"Dengan senang hati papa... Aku akan melakukannya," sahut Lee yang sudah berada di belakang Bayu.


"Apa yang akan kita lakukan?" tanya Erra.


Lee membalikkan badannya menuju ke dapur. Lee memiliki ide untuk menghabisi polisi gadungan itu tanpa harus menyakiti Haruka sang mama. Sesampainya di dapur Lee mencari keberadaan pisau buah. Setelah menemukannya Lee mengambil pisau buah itu semuanya dan kembali ke mereka. Namun sebelum pergi Lee meminta ijin kepada Saga meminjam pisau itu. Sungguh Lee memiliki sopan santun yang bagus ketika bertamu di rumah orang.


Lee melihat beberapa orang yang masih menyandera Haruka di ruang tamu. Matanya mulai tajam dan menghitung rumus agar pisau itu terkenal kepada mereka. Namun sebelum melakukan aksinya Lee memberikan beberapa pisau itu ke Sam dan sambil tersenyum, "Aku ingin kita berduet."


Sam menganggukan kepalanya tanda setuju. Sam segera menerima pisau itu dan tersenyum smirk, "Ayo adik kecil! Kita lakukan sekarang!"


Semua orang terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa. Mereka takut keganasan Sam jika sudah berduet dengan Lee. Mau tidak mau mereka langsung menghindari kedua orang itu. Sam dan Lee akhirnya keluar dari persembunyiannya dengan memasang wajah iblisnya. Mereka tersenyum devil dan menatap para musuh dengan nyalang.


"Hey... Kalian.... Ternyata kalian bodoh ya? Kalian memakai banyak cara agar mencari keberadaan enam pilar utama. Tapi kalian tidak akan pernah menyentuhnya. Jika kalian menyentuhnya cepat atau lambat aku akan memburu dan membumihanguskan markas kalian," seru Lee dengan lantang.


"Kalau bisa lakukan!" balas pria yang kepalanya botak dan gendut.


"Aish... Kalian ternyata meremehkan singa betina ya?" seru Sam yang ikut bicara.


Mereka terkejut karena mendengar nama singa betina. Mereka baru mengetahui kalau singa betina itu hanya sebuah omongan dari mulut ke mulut di dunia bawah tanah. Ternyata mereka menemukannya dan tidak sengaja melihat wajahnya yang cantik dan memiliki paras yang membuat orang terpanah.


"Lalu, di mana singa betina?" tanya pria gendut itu yang notabenenya adalah pria hidung belang.


"Aku adalah singa betina! Jika kamu sudah mengetahui aku singa betina lepaskan mamaku!" teriak Lee dengan lantang.


"Dengan senang hati!" teriak pria satunya yang memegang pedang dan mengarahkan ke leher Haruka.

__ADS_1


"Oh... Jadi seperti itulah perlakuan anda terhadap perempuan!" kesal Lee dengan mata nyalang.


"Lee... Jangan kamu teruskan," pinta Haruka.


Lee menggelengkan kepalanya sambil mengepalkan kepalanya. Lee ragu jika menyerang nyawa Haruka melayang. Lee terdiam dan memikirkan caranya. Tak lama Lee menemukan sebuah vas bunga yang berada di meja. Lee mengambilnya dan memasang wajah yang tidak bisa ditebak.


"Satu kali lempar tangan lu akan berdarah. Aku harus mendapatkan pedang itu dan menghabisi mereka!" ucap Lee dalam hati.


Mereka terdiam dan tidak bisa membaca situasi keadaan kalau Lee dalam mode akan mengamuk. Lee menundukkan kepalanya yang akan mengambil ancang-ancang. Mereka yang masih di ambang pintu tidak mengerti apa yang dilakukan oleh Lee. Mereka tidak bisa membaca situasi yang sedang terjadi sekarang. Sering sekali Lee membuat misteri yang di mana orang lain tidak bisa membacanya.


Satu... Dua... Tiga...


Lee menggenggam vas itu dengan kuat. Lee melemparkannya ke arah tangan pria yang sedang membawa bunga.


Dug...


Pyarrr...


"Kalian adalah polisi gadungan yang ingin menangkap Sam! Kalian tahu anak buah yang kamu kirim ke Sam sudah pada tewas di tangan kami! Dan orang-orang yang menyandera para pelayan yang tidak berdosa sudah tewas. Sekarang giliranku yang akan menghabisi mereka!" geram Lee dengan nada meninggi.


Dengan mata menyalang Lee mendekati mereka dan melayangkan pedang itu untuk menebas para musuh. Kali ini Lee tidak akan memaafkan mereka. Karena dari pagi hingga detik ini para musuh menyerang secara bertubi-tubi.


Setelah menghabisi mereka Lee melemparkan pedang itu dan mendekati salah satu dari mereka, "Suruh siapa?"


"Suruh siapa!" bentak Lee yang sudah tidak bisa dikendalikan.


Beberapa saat kemudian suara telepon milik pria itu berdering. Dengan cepat Lee meraih ponselnya itu dan mengangkatnya.


"Hallo John," sapa seseorang yang berada di sana.

__ADS_1


"Hallo bro... Apa kabar?" tanya Lee.


Pria yang berada di seberang sana terkejut mendengar suara perempuan. Pria itu akhirnya bertanya balik, "Di mana John?"


Erra mendekati Lee sambil memberikan pistol itu ke Lee. Lee meraihnya dan memegang pisto itu, "Oh... Pria itu namanya John?"


"Iya... Di mana John?" tanya pria itu sekali lagi.


"Tenang saja yang namanya John sedang sekarat. Jadi tak lama lagi John akan pergi ke neraka," jawab Lee yang mengarahkan pistolnya ke arah John dan menembaknya berkali-kali.


Seseorang itu terkejut mendengar suara tembakan berkali-kali. Orang itu terdiam hingga Lee mengajaknya berbicara kembali, "Sekarang John berada di neraka jahanam. Cepat atau lambat kamu akan menyusul ke sana agar bisa menemaninya."


Orang itu mengepalkan tangannya dan memukul tembok itu dengan kuat. Dengan penuh amarah orang itu menghardik dan mengancam Lee. Namun sebelum mengancam Lee sudah mengancamnya terlebih dahulu.


"Sebentar lagi aku akan mencarimu!" gertak Lee. "Aku tahu kamu adalah kaki tangan Candra. Kamu sudah membuat singa betinaku bangun. Cepat atau lambat kamu akan mendapatkan balasan dariku!"


Lee mematikan ponselnya dan menembak seluruh orang yang sengaja dikirimkan ke mansion Saga. Lee memberikan ponsel itu ke Garda untuk mencari keberadaan orang itu. Garda menerima ponsel itu dan melacak keberadaan orang itu.


Sedangkan Haruka hanya bisa tersenyum melihat singa betina sudah pulih. Haruka mendekati Lee dan memeluknya sambil tersenyum, "Terima kasih sayang."


Sejenak jiwa singa betina Lee menghilang dan menjadi kucing yang sangat menggemaskan. Lee melepaskan Haruka dan melihatnya, "Apakah mama tidak apa-apa?"


"Ah... Mama tidak apa-apa. Maafkan mama yang sudah merepotkan kalian," jawab Lee.


"Sudah kewajiban aku melindungi enam pilar utama. Musuh semakin menggila dan tidak akan melepaskan mereka. Mama tidak perlu takut sama mereka. Aku akan mencari keberadaan mereka dan menghabisinya," ucap Lee dengan sungguh-sungguh.


"Lee," panggil Garda.


"Apakah sudah diketemukan orang itu?" tanya Lee.

__ADS_1


"Sudah... Sekarang orang itu berada di kaki Gunung Salak. Jika kita ke sana kemungkinan besar," jawab Garda.


"Ayo kita kesana!" teriak Lee.


__ADS_2