
Rani sangat terkejut ketika mendengar perkataan Bayu. Bayu segera meminta maaf kepada Rani agar tidak kecewa. Rani pun paham sifat Bayu. Rani tidak akan marah kepada Bayu.
"Setelah ini aku akan membicarakan pasar gelap pada Andi. Pergilah berbelanja sama Caroline," suruh Bayu yang mengambil dompetnya lalu mencari kartu hitam.
"Baiklah kalau begitu," sahut Rani.
"Jangan lupa ajak beberapa pengawal untuk melindungi kalian," ucap Bayu yang memberikan kartu hitam itu.
Rani meraih kartu itu dan segera berlalu. Sedangkan Bayu menyunggingkan senyumnya yang manis merasakan Rani sangat bahagia. Setelah itu Bayu berdiri sambil mencari keberadaan Andi.
Sementara itu Andi dan Garda selesai latihan karate memilih bersantai di pinggir kolam renang. Saat mereka bersantai Bayu datang menghampiri mereka.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Bayu.
"Kami selesai latihan karate," jawab Andi.
"Ada yang mau aku bicarakan. Ini soal pasar gelap," ucap Bayu.
"Apakah papa akan menjual senjata terbaik yang dipunya White Eragon?" tanya Garda.
"Sepertinya ada. Dan itu buatan singa betina. Kamu pasti akan tercengang memakai senjata itu," jawab Bayu yang tersenyum manis.
"Maksudnya apa?" tanya Garda.
"Jika kamu memakai senjata itu. Bisa dipastikan musuhmu akan terbakar," jawab Bayu.
"Apakah itu benar papa?" tanya Garda ke Andi.
"Itu benar. Senjata itu tidak diproduksi secara masal dan tidak dijual. Hanya para petinggi White Eragon yang memakai senjata itu," jawab Andi.
"Terbuat dari apakah otak adikku itu?" tanya Garda yang benar-benar pusing mendengar kehebatan Lee.
"Harusnya kamu bangga memiliki adik perempuan yang memiliki otak super jenius," puji Bayu.
"Ya…aku sangat bahagia kepada singa betina. Bolehkah aku meminta senjata itu satu saja?" tanya Garda.
"Untuk sekarang sudah habis. Papa Irwan dan singa betina masih mengembangkan generasi keempatnya. Mungkin tahun depan keluar. Kalau otak mereka tidak oleng," ucap Bayu dengan kekekan kecil.
__ADS_1
Garda semakin tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Bayu. Mengapa Bayu mengatakan kalau otak mereka oleng. Ada apakah sebenarnya dengan Lee dan Irwan?
"Kamu tahu apa yang dimaksud oleh papa Bayu?" tanya Andi.
"Aku enggak paham apa yang dimaksud oleh papa Bayu," jawab Garda.
"Adikmu itu jika bersama Papa Irwan akan menciptakan peledak dengan bentuk yang aneh. Kadang adikmu membuat bom yang tidak berbentuk. Yang lebih menyeramkan lagi bom itu seperti nuklir. Jika singa betina memproduksi secara masal bisa dipastikan akan diburu oleh interpol. Kemungkinan besar White Eragon akan terpojok," ucap Bayu.
"Aish…. Kenapa hidup adikku sangat berat ya?" tanya Garda.
"Itulah hidup di dunia mafia. Seluruh nyawa akan dipertaruhkan," jawab Bayu.
"Aku telah mempersempit mafia yang bekerja sama dengan Candra agar mereka tidak menemukan Marvin. Aku juga memantau Lee dan Erra begitu juga dengan kolega Candra. Mereka sedang memburu Marvin. Aku harap singa betina bisa menemukannya terlebih dahulu," ucap Garda.
"Inilah kelemahan Lee di sini. Anggota yang bekerja sama dengan Candra adalah pemake semua. Sebelum bertarung mereka akan memakai obat itu untuk memperkuat sistem kekuatan mereka. Aku harap Lee bisa mengaktifkan kembali teknik ilmu beladiri menggunakan tenaga dalam. Dengan cara inilah Lee mampu membumihanguskan mereka," jelas Bayu.
"Sepertinya kamu harus belajar soal itu. Jika enggak belajar kamu bisa rugi," tambah Andi.
"Dimana aku belajar?" tanya Garda.
"Belajarlah melalui papa Saga dan Nanda. Mereka selalu menggunakan teknik itu," jawab Bayu.
"Tenang saja ada Erra. Erra bisa bertarung memakai jiwa iblisnya," jawab Bayu. "Aku ingin jiwa iblisnya bangun dan mendominasi dalam tubuhnya."
Glek.
Garda terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa. Jujur saja gaya bertarungnya Erra yang sudah dirasuki jiwa iblis sangat mengerikan. Sekali pukul musuh akan mati. Lalu bagaimana jika jiwa iblis itu dijadikan satu dengan singa betina? Garda tidak bisa membayangkan kalau itu terjadi. Bahkan mereka bisa dikatakan pasangan pembunuh yang mematikan.
"Mereka adalah pasangan yang sangat cocok sekali ketika menjadi satu. Jika singa betina tidak diganggu oleh mereka. Bisa dipastikan Erra tidak mengeluarkan jiwa tersebut," ucap Bayu.
"Lalu bagaimana dengan pasar gelap itu?" tanya Andi.
"Setelah Lee mendapatkan Marvin. Mau tidak mau juga kita akan pulang. Christian akan datang ke Jakarta untuk membicarakan masalah ini," jawab Bayu. "Hubungi Nanda dan Sam agar mereka beres-beres. Malam ini kita harus pulang ke Jakarta."
"Siap komandan," balas Garda.
Istanbul Turki.
__ADS_1
Candra yang baru saja sadar dari pingsannya mengerutkan keningnya. Candra melihat Gerry dan menatap wajah sang assistennya sambil bertanya, "Aku berada dimana?"
"Tuan masih berada di kamar," jawab Gerry.
"Syukurlah aku belum pergi ke surga," ucap Candra.
Mata Gerry membulat sempurna. Disini mati-matian menahan nyawa Candra tidak lepas dari jasadnya malah bersyukur. Gerry menatap tajam ke wajah Candra dengan suasana yang mencekam. Candra yang merasa ditatap seperti itu hanya bisa terkekeh. Candra tahu apa maksud Gerry.
"Apakah kamu sudah menemukan Marvin?" tanya Candra.
"Belum bos. Aku sudah meminta para anggota mafia mencarinya. Aku harap singa betina tidak menemukannya," jawab Gerry.
Mendengar nama singa betina Candra teringat akan dua kaki tangannya itu yang mati mengenaskan. Candra akan menuntut balas dan meminta para anggota mafia memburunya. Candra menatap wajah Gerry sambil memohon, "Apakah kamu bisa membantuku?"
"Dengan senang hati bos," jawab Gerry.
"Mintalah seluruh gang mafia dan para gangster memburunya!" perintah Candra.
Deg!
Tiba-tiba saja Gerry merasakan jantungnya berdetak cukup kencang. Matanya membulat dan kebingungan. Pasalnya Gerry bingung mau menyuruh siapa? Sedangkan seluruh gang mafia tunduk di tangan Lee. Jika mereka sampai memburu Lee bisa dipastikan hidupnya akan berakhir.
"Apa bos enggak salah memberikan perintah?" tanya Gerry.
"Aku tidak salah memberikan perintah. Aku selalu benar dengan semua perintahku. Karena aku adalah bosmu," jawab Candra.
"Sekalipun nyawa kita terancam ya bos?" tanya Gerry yang secara terang-terangan.
"Ya itu benar. Pokoknya segera cari anggota mafia yang terkejam dan terbengis untuk memburu singa betina itu!" perintah Candra.
Tanpa banyak bicara Gerry keluar dari kamar Candra. Gerry mengajak pengawalnya untuk pergi ke lapangan tembak. Jujur saja Gerry sangat kesal terhadap Candra. Jelas-jelas Candra telah memberikan perintah yang cukup membagongkan.
Sesampainya di lapangan tembak Gerry meluapkan seluruh emosinya. Gerry sudah muak dengan perintah itu. Setiap kali kalah selalu menyuruhnya untuk menyewa beberapa mafia atau gangster memburu Lee. Candra memberikan waktu kepada mereka hanya beberapa hari. Alhasil bukannya Lee yang datang melainkan mafia suruhannya menjadi mayat.
Setelah meluapkan emosi Candra segera mencari informasi tentang keberadaan ketua mafia yang paling sadis di muka bumi ini. Candra akhirnya menemukan seseorang yang bernama Edi Falaschie. Seorang mafia kartel obat-obatan terkenal di Amazon. Gerry memintanya untuk memburu Lee. Edi pun akhirnya menyanggupi permintaan Candra. Hari itu juga Edi melaksanakan perintah Candra.
"Tuan," panggil Gerry.
__ADS_1
"Iya… apakah kamu sudah menemukan seseorang yang mau memburu singa betina?" tanya Candra.