Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 246


__ADS_3

"Sudah beres semuanya bos," jawab salah satu pria itu.


"Masih ada waktu beberapa hari lagi. Carilah beberapa orang untuk diambil organ tubuhnya. Karena sang ketua akan mengadakan pasar gelap dengan mewah. Kita harus menyediakan organ tubuh itu sebanyak-banyaknya. Jika kalian gagal tahu akibat buruknya!" titah perempuan itu.


"Baik nona," balas mereka.


"Sebelum pergi mari kita makan," ajak wanita itu.


Beberapa saat kemudian pesanan mereka datang. Lalu mereka langsung makan dan menghabiskan dalam waktu cepat.


Di belakang dua wanita itu ada seorang pria yang sedang menikmati makan siang sendirian. Tak sengaja pria itu menangkap pembicaraan mereka mengenai pasar gelap. Ia memasang telinganya dengan tajam sambil tersenyum manis. Selesai makan pria itu tidak langsung beranjak pergi dari sana. Ia segera mengambil ponselnya dan mengirim beberapa pesan ke calon istrinya.


Beberapa saat kemudian keempat orang itu langsung pergi meninggalkan mereka. Pria itu tersenyum devil dan membuat sebuah kode yang akan dikirimkan ke singa betina dan singa jantan. Tanpa pikir panjang pria itu meninggalkan kafe tersebut dan kembali ke markas.


Di dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, pasangan suami istri itupun terkejut mendapatkan sebuah pesan. Mereka mulai mengartikan beberapa kode itu sambil tersenyum mengembang. Mereka saling memandang dan menganggukan kepalanya tanpa ada suara sedikitpun.


Gilmore yang sedang membawa mobil tak sengaja melihat mereka tersenyum. Entah apa yang dibicarakannya namun ada sebuah kode diantara mereka. Gilmore hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil membuang nafasnya.


Sedangkan Christian hanya bisa menepuk jidatnya. Christian merasa mereka itu sangat aneh. Namun Christian tidak tahu kalau mereka sedang memberi kode. Di keseharian Lee dan Erra memang sering memakai kode ketika berhubungan dunia bawah tanah. Mereka sengaja melakukannya karena hal ini sangat privasi. Jujur saja mereka tidak ingin ikut campur di dunia kelam ini. Mereka juga tidak mau melibatkan banyak pihak.


"Kalian tadi ngapain?" tanya Gilmore.


"Nanti kami ceritakan," jawab Erra dengan cepat karena tidak mau Gilmore dan Christian terlalu ikut campur.


Nanti itu buat Erra bisa kapan dan tidak tahu. Erra memang mudah mengatakan nanti jika ada orang yang ikut campur. Setelah mengatakan nanti, kemungkinan besar Erra akan lupa. Lalu bagaimana dengan Lee? Lee bukan tipe manusia pelupa. Malah Lee adalah kebalikan Erra. Namim Lee hanya berkata sekenanya jika menyangkut masalah ini. Bahkan Lee sangat pandai mengalihkan perhatian mereka.


Sesampainya di rumah sakit Lee mengerutkan keningnya. Lee memandang wajah Erra seolah-olah bertanya apa yang sedang terjadi. Lee semakin bingung dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Erra yang paham dengan kebingungannya.


"Bukannya ini rumah sakit milik Candra?" tanya Lee lirih hingga tidak terdengar oleh Christian.


Erra menganggukan kepalanya dan menatap Lee sambil berkata, "Nanti kita akan cari jawabannya setelah ini."


"Baiklah kalau begitu," balas Lee.


Mereka turun dan masuk ke lobi. Gilmore langsung menuju ke resepsionis untuk memberikan kartu akses masuk ke resepsionis. Resepsionis itu pun menerimanya sambil mengecek dan memberikannya kembali ke Gilmore.


"Silahkan tuan," ucap wanita itu.


Gilmore mendekati mereka dan mengajaknya ke kamar mayat. Suasana ramai di rumah sakit itu sangat ramai orang berlalu-lalang. Untung saja jalan ke kamar mayat sepi. Saat menuju ke sana tiba-tiba saja Lee merasakan ada sesuatu yang aneh. Lee menatap Erra hanya untuk membuang rasa yang aneh itu.


Ketika sampai di kamar mayat, mereka dicegah oleh petugas. Mereka menanyakan kepentingannya saat datang kemari. Lalu Gilmore menjelaskan maksud kedatangannya. Sang petugas itupun memberikan waktu kepada mereka untuk menemui mayat itu.


Dengan berani Lee membuka kain itu dan melihat seorang pria berusia kurang lebih tiga puluh tahun. Wajahnya pucat dan memutih. Lalu Lee membuka lagi selimut itu dan terpampang jelas tubuh atletis pria itu. Tak sengaja Lee melihat beberapa jahitan yang menghiasi tubuh itu. Lee tersenyum dalam hati dan menutup mayat itu dengan cepat.


Selesai melihat mereka mengundurkan diri dan bergegas meninggalkan rumah sakit. Ketika masuk ke dalam mobil beberapa ambulance datang secara bersamaan. Mata Lee memicing dan menerka-nerka sebenarnya apa yang sudah terjadi.


Mereka akhirnya meninggalkan rumah sakit itu. Sepanjang perjalanan Lee hanya diam dan mengkaitkan kasus ini. Lee mengambil ponselnya dan membuka pesan tadi. Pikiran Lee melayang entah kemana.


Di markas Andi dan Bayu sedang duduk menghabiskan waktu bermain kartu. Selang beberapa lama Imam datang dengan wajah layu. Imam segera mendekati mereka sambil menghempaskan bokongnya di samping Andi.


"Ada apa?" tanya Bayu sambil menatap wajah Imam yang layu.


"Aku baru saja makan di kafe. Di belakangku ada dua orang perempuan dan dua orang laki-laki. Tidak sengaja aku mendengarkan pembicaraan mereka tentang pasar gelap yang akan diselenggarakan oleh Adam. Salah satu perempuan itu menyuruh mereka mencari korban untuk diambil organ tubuhnya," jawab Imam.

__ADS_1


"Apakah itu benar?" tanya Andi.


"Ya... Itu benar. Aku sudah mengirimkan pesan ke Lee dan Erra. Mereka tidak membalas tapi hanya dibaca," jawab Imam.


"Apakah ini berhubungan dengan Adam?" tanya Bayu.


"Hmmp... Bisa jadi. Kamu tahukan kalau Adam adalah mafia penjualan organ tubuh manusia," celetuk Andi.


"Kok gue hampir lupa," kesal Bayu.


"Nanti tunggu Erra," ucap Andi yang mengusap wajahnya secara kasar. "Tiba-tiba saja aku teringat kepada Christian."


"Ada apa dengan paman Christian?" tanya Imam.


"Aku merasakan Christian merasakan ada yang tidak beres," jawab Andi.


"Bukannya tadi Lee berbicara lama dengan Christian? Nanti kamu tanyakan pada Lee agar kamu tahu semuanya," saran Bayu.


Andi menganggukkan kepalanya tanda setuju. Pria paruh baya itu pun semakin gelisah melihat jam. Disisi lain Andi juga mengkhawatirkan keadaan sang putri. Ketika ingin beranjak Andi mendapatkan sebuah pesan dari seseorang. Andi membaca pesan itu sambil meraih kunci mobil.


"Kamu mau kemana?" tanya Bayu.


"Menyusul Lee," jawab Andi sambil memberikan ponselnya ke arah Bayu. "Bacalah!"


Bayu menaruh kartunya dan meraih ponsel itu. Matanya terbelalak karena ada seseorang yang sedang memburu mobil Christian. Bayu akhirnya berdiri dan meraih kunci mobil itu sambil tersenyum devil, "Mari kita kebut-kebutan."


Andi hanya mendengkus kesal melihat Bayu. Namun Bayu tertawa lebar karena ulah Andi. Mereka akhirnya pergi meninggalkan Imam yang sedang asyik mengecek pekerjaan. Lalu Imam menatap tempat duduk itu yang sepi. Ia hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar sambil berkata, "Ditinggal lagi."

__ADS_1


Andi yang melihat Bayu sendirian hanya bisa memicingkan matanya. Andi tidak mungkin menembak sendirian di dalam mobil. Ketika Nanda lewat, Andi langsung menariknya sambil memberi perintah, "Ayo! Ikut aku!"


__ADS_2