Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 241


__ADS_3

Erra langsung memasang wajahnya dengan normal lagi. Meskipun Erra adalah ketua mafia yang kejam. Akan tetapi Erra sangat takut pada kedua orangtuanya.


"Kami menyuruh kalian pulang agar tidak mati konyol karena ulah pengawal Adam.'' kesal Bayu.


"Maksudnya?" tanya Imam.


"Adam sengaja menyebarkan seluruh para pengawalnya untuk menguasai hutan ini. Jika kita melakukan metode itu bisa dipastikan kalian mati konyol. Jika kalian tidak percaya lihat laptop kami masing-masing!" titah Bayu.


Mereka terpaksa melihat laptop para papa masing-masing. Sontak saja mereka terkejut bagaimana bisa Adam menguasai hutan ini? Akhirnya mereka duduk di ruangan itu untuk membahas langkah apa selanjutnya.


"Lebih baik kita keluar dari sini. Kita tidak bisa menempati markas ini dalam jangka waktu yang lama. Cepat atau lambat mereka akan menyerang kita dengan konyol,'' usul Irwan.


"Kamu benar. Kalau kita disini terus bisa dipastikan mereka menyerang dengan waktu yang tidak bisa ditebak,'' imbuh Joko.


"Jadi malam ini kita harus keluar?" tanya Lee.


"Ya kita harus keluar dari sini. Atau besok pagi,'' jawab Bayu.


"Kenapa kita enggak keluar malam ini?" tanya Lee.


"Pencahayaannya kurang. Tidak ada lampu atau sorot cahaya langit,'' jawab Bayu.


"Aku setuju,'' balas Greg.


"Saat pagi hari kita bisa berpencar untuk melemparkan bom untuk para musuh. Kita bisa melihat dengan jelas kata angin yang berada di luar,'' tambah Andi.


Lalu markas ini?" tanya Lee.


"Dibakar. Percuma kita biarkan markas ini seutuhnya,'' jawab Andi.


"Bukan ide yang buruk,'' sahut Garda.


Salah satu pengawal mendekati Bayu lalu membungkuk sambil memberikan hormat.


"Selamat siang tuan,'' sapa pengawal bertubuh kekar.


"Ada apa?" tanya Bayu.


"Ada dua orang dari kepolisian datang mengunjungi Anda,'' jawab pengawal itu.


"Suruh masuk ke dalam!" perintah Bayu.

__ADS_1


"Baik tuan,'' balas pengawal itu.


Pengawal itu langsung keluar dari ruangan itu dan menyuruh orang tadi masuk ke dalam. Kemudian kedua orang itu masuk ke dalam melihat para petinggi anggota White Eragon berkumpul.


"Apakah kalian tidak menyambutku?" tanya pria itu dengan penuh percaya diri.


"Sebenarnya aku ingin menyapa paman dengan cara melemparkan bom ke arah mansion,'' jawab Lee dengan senyum merekahnya.


Lee berdiri dan mendekati pria itu lalu memeluknya, "Bagaimana kabar paman?"


"Ah... kabar paman baik,'' jawab pria itu.


Bayu yang tidak sengaja melihat Erra berubah wajahnya menjadi masam segera menegur pria itu, "Chris... lepasin Lee!"


Nama pria itu adalah Christian. Pria yang berprofesi sebagai kepolisian ini segera melepaskan Lee dan menatap sang keponakan, "Sudah dewasa kamu.''


"Dia calon ibu dari calon anak-anakku!" geram Erra yang tidak mau melihat adegan berpelukan tadi.


Christian segera mencari sumber suara itu. Matanya menatap Erra yang sedang masam. Christian belum tahu kalau Lee sudah resmi menikah.


"Maksud kamu apa bocah tengil?" tanya Christian.


"Maksudku dia adalah istriku,'' jawab Erra dengan serius.


"Apa kalian benar-benar menikah?" tanya Christian.


"Ya. Kami benar-benar menikah beberapa bulan lalu,'' jawab Lee tersenyum simpul.


"Lalu apakah kalian tidak mengundangku?" tanya Christian.


"Jangankan kamu. Kami sebagai orangtua saja tidak tahu menikah. Tahu-tahunya mereka menikah,'' kesal Bayu.


Christian hanya bisa menghela nafasnya secara kasar. Bagaimana bisa keadaan sakral begini mereka tidak mengundang sang paman untuk menyambut hari pernikahan.


"Jangan mengeluh karena mereka tidak memberitahukan kapan menikah? Nanti akan ada pengulangan pernikahan. Kami akan membukanya secara umum setelah membantai musuh,'' ucap Andi.


"Apakah kamu aman datang kesini?" tanya Bayu.


"Aman,'' jawab Christian.


"Kita sengaja mengadakan pertemuan ini hanya untuk membahas pasar gelap. Jadi yang aku minta kamu jangan menangkap Adam!" titah Bayu.

__ADS_1


"Kenapa aku tidak boleh menangkap Adam?" tanya Christian.


Christian bingung lalu menghempaskan bokongnya di kursi kosong. Begitu juga dengan sang asisten yang ikut duduk di samping Christian.


"Aku langsung to the poin saja. Jika kamu menangkap Adam aku prediksi rugi besar,'' ucap Bayu secara blak-blakan.


Bayu sudah memprediksi apa yang akan terjadi. Jika Christian menangkap Adam maka dipastikan ada yang membantu Adam keluar.


"Apakah kamu sadar siapa yang akan kamu tangkap?" tanya Andi yang paham dengan maksud Bayu.


"Ya... aku sadar siapa yang aku tangkap?" jawab Christian.


"Sebentar, jika paman menangkap Adam, bagaimana karier paman di masa depan? Paman bisa dipecat secara tidak hormat,'' ucap Lee yang mencium adanya tidak keberesan.


"Maksud kamu apa Lee?" tanya Joko yang tidak paham.


"Jika Adam di penjara kemungkinan besar Candra akan menutup mulut polisi untuk melepaskan sang adik. Lalu Adam bisa melenggang bebas dengan hati ceria. Dan sebagai taruhannya adalah karir paman yang aku lihat sangat bagus sekali,'' jawab Lee.


Mereka terkejut dengan analisa Lee. Sepertinya mereka tidak memikirkan itu termasuk Christian. Jika Christian menangkap Adam bisa dipastikan akan berhenti alias dipecat.


"Paman harus ingat di belakang ada Nicky. Ini orang sangat pandai mempengaruhi petinggi di sana. Andaikan paman menangkap Adam harus tahu selanjutnya. Ini loh yang aku pikirkan jauh-jauh hari. Jika tidak ya habislah paman,'' tambah Lee.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Christian.


"Biarkan singa betina yang akan membabat habis. Orang pertama yang akan dihabisi oleh singa betina adalah Elizabeth dan Yoona,'' ujar Bayu.


"Kalau begitu ya sudahlah. Apakah aku harus menjadi anggota mafia seperti James dan Arthur?" tanya Christian yang ragu.


"Dengan terpaksa iya. Kali ini paman harus menuruti kami. Atau paman harus pensiun dini," jawab Lee dengan semangat.


"Dini dari mana? Paman kamu itu sudah tua. Usianya hampir menginjak kepala enam tau!" kesal Andi yang tidak terima jika sang kakak masih muda.


Christian hanya terkekeh karena Lee. Merasa dapat pembelaan Christian sangat senang bisa meledek Andi sang adik.


"Aku memang masih muda. Meskipun usiaku sudah menginjak usia lima puluh delapan, aku masih tampan,'' ujar Christian yang penuh percaya diri.


Lee hanya memutar bola matanya dengan malas. Bisa-bisanya sang paman memamerkan ketampanannya. Memang sih Christian masih sangat tampan sekali. Namun dibalik ketampanannya itu dan kesuksesan karirnya ada cerita miris di hidupnya. Maka ketika bertemu dengan keponakannya yang bernama Lee dirinya cukup terhibur dan bisa tersenyum.


Sedangkan sang asisten Gilmore sangat bahagia mendengar atasannya bisa tertawa. Gilmore berharap kalau sang atasannya bisa melemparkan senyumnya seperti ini.


"Saranku sih, kenapa juga kamu enggak mengundurkan diri dari kepolisian?" tanya Irwan.

__ADS_1


"Yang dikatakan ole Irwan benar. Kamu bisa pulang ke Helsinki atau Jakarta. Kamu bisa melanjutkan usaha milik keluarga Sebastian. Siapa tahu nanti kamu menemukan seorang wanita yang akan merawatmu dengan tulus,'' tambah Joko.


__ADS_2