Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 39


__ADS_3

''BL grup internasional. Bukan dia... Pemilik aslinya bernama Caroline Riu. Seorang wanita yang tidak mempunyai sanak saudara. Caroline juga mempunyai organisasi bawah tanah yang di sebut sebagai Eternal Snow.'' jawab Feli.


''Tinggal di negara mana?'' tanya Andi.


''Negara Finlandia kota Helsinki.'' Jawab Greg berkata jujur.


''Apa yang di katakan Lee benar? Tika masih hidup.'' lirih Andi sambil merasakan jantungnya berdetak kencang.


''Jake... tolong.'' titah Andi.


''Hmmp... Paman tidak bisa melacaknya. Karena Caroline Riu tidak pernah menulis seluruh datanya dengan lengkap.'' sela Greg.


''Yang di katakan Greg benar paman. Kalaupun ada itu hanya orang-orang yang menulis.'' ucap Feli menambahkan cerita tentang Caroline.


''Ternyata kalian banyak tau tentang wanita itu?'' tanya Andi yang penasaran.


''Aku sangat menganggumi seluruh design baju, tas, sepatu dan topi. Setiap peluncuran barang yang akan di luncurkan selalu diskon sebesar 70% paman.'' jelas Feli.


''Baiklah... Setelah ini aku akan mencari wanita itu sendiri.'' jawab Andi.


''Paman... Apakah paman Fendi mengkhianati kita?'' tanya Jake.


''Paman Fendi bukan pengkhianat. Paman Fendi tidak akan terpengaruh oleh organisasi bawah tanah manapun meskipun dia mempunyai organisasi bawah tanah. Lagian juga paman Fendi takut sama Erra. Kalau Fendi sampai berkhianat. Erra dengan mudahnya membuat Fendi menjadi gelandangan. Dan itu Fendi tidak mau.'' ucap Andi menjelaskan semuanya.


Kemudian Feli melihat pergerakan musuh. Feli akhirnya bersuara.


''Musuh sudah masuk area. Mereka membaur di dalam kerumunan orang.'' seru Feli.


''Bagaiman White Eragon dan Black Dragon?'' tanya Andi.


Dengan cepatnya, Feli melacak keberadaan mereka.


''Nanda dan timnya sudah bersiap memasuki area, Bayu dan James berada di atap kantor Sebastian grup. Sam bersama Sparta masuk dari arah kiri pukul 7. Anggota interpol lainnya sudah membaur jadi satu. Erra dan Lee kayaknya sudah masuk hotel. Yang lainnya berada di posisi masing-masing.'' jelas Feli.


''Bagaimana dengan Irwan?'' tanya Andi ke Feli.


''Paman Irwan sudah sampai ke lab Strada. Paman Irwan sudah memasang bom buatannya bersama Red Blood. OMG ada Eternal Snow mulai memasuki area.'' Feli tersentak kaget.


''Apa?'' teriak Andi.


''Iya... paman.'' jawab Feli memberi tau kebenarannya.

__ADS_1


Jake yang diam dari tadi bersuara.


''Eternal Snow sering membantu pasukan khusus White Eragon jika Fields of Dissapier bertugas. Mereka akan melindungi Lee.'' ucap Jake menjelaskan tentang Eternal Snow.


''Syukurlah putriku sudah ada yang melindungi.'' gumam Andi.


''Bersyukurlah paman, Lee ada yang melindungi. Yang melindungi adalah bibi.'' batin Jake.


Sementara itu White Eragon dan Black Dragon sudah menyebar. Ketua tim masing-masing sudah mendapatkan informasi dari Jake dan March. Lee dan Erra sudah ke dalam peluncuran acara.


Semakin malam semakin meriah. Seva memberikan kode ke Marvin agar bersiap-siap menyiapkan seluruh pasukan.


Sedangkan di gedung Sebastian Grup.


''Gila... seluruh manusia tumpah ruah di bawah.'' ucap Bayu melihat area hotel yang sudah penuh dengan penduduk.


''Bener paman...'' sahut James melihat dengan mata membulat.


Seketika ponsel mereka berdua berbunyi bersamaan.


Ting.


Kemudian mereka serempak membuka pesan dari Jake.


White Eragon dan Black Dragon berhati-hatilah. Pihak Seva sangat licik. Setelah peluncuran Abandon Think beberapa mafia dan gangster yang sudah di sewa akan buat kerusuhan. Setelah kerusuhan hebat terjadi mereka melimpahkan kesalahan ke White Eragon dan Black Dragon.


Di saat membaca pesan tersebut ada heli yang mendarat sempurna di depan mereka dan para pengawal.


''James... Apakah kamu memanggil pasukan kamu?'' tanya Bayu.


''Tidak paman. Aku membawa 50 orang. Mereka sudah menyebar di area hotel.'' ungkap James memberi tahukan informasi ke Bayu dengan semangat.


Pintu heli terbuka. Satu kaki kanan berbalut sepatu pantofel turun dengan elegan. Seketika sesosok pria berbadan kekar yang di balut dengan baju kasual. Pria yang berbadan putih yang berusia 55 tahun berambut panjang sebahu mendekati mereka dengan menepuk bahu Bayu.


Bayu langsung berjingkat kaget dan terkesiap melihat pria paruh baya itu. James yang melamun kaget dan berteriak.


''Paman Fendi...'' seru James.


''OMG... kamu itu kebiasaan sama sekali jika melihat aku yang tampan ini.'' seru Fendi memukul lengan kekar James.


''Setiap tugas di negara Finlandia aku tidak pernah ketemu sama paman.'' ujar James memasang wajah kecewa.

__ADS_1


''Kasian sekali nasib kamu. Jika kamu selesai bertugas dan menemui aku, aku akan membelikan kamu tiket Nightwish atau Sonata Artica.'' ucap Fendi menawarkan hadiah buat James yang sudah di anggap anak sendiri.


''Baiklah kalo begitu. Aku akan mengajukan permohonan cuti kepada atasan.'' ucap James tersenyum lebar.


''Hey... kamu tidak mengajakku melihat Helloween united?'' tanya Bayu dengan wajah kesalnya ingin melempar Fendi ke gunung Sinabung.


''Aish... Ini orang... Ngapain coba ngajakin lihat Helloween. Padahal bisa berangkat sendiri.'' ungkap James terkekeh geli melihat saudara kembar saling berantem.


''Lho... Bukannya kak Erra lihat Helloween di negara Meksiko kemaren bersama dengan adik kecil. Padahal pada waktu itu tayang perdana.'' tambah James memberi tahukan Erra lihat konser di negara Meksiko.


''Sebulan yang lalu ya.'' ucap Bayu mengingat Erra yang kabur dari meeting dewan direksi.


''Ya... paman.'' jawab James dengan antusias.


''Berarti kamu tau ya?'' tanya Bayu menyelidiki James.


''Taulah paman. Saat itu saya bersama seluruh anggota lainnya lihat bareng.'' jawab James tersenyum sambil memamerkan giginya.


''Argh.... Dasar bocah tengil... lihat konser tidak ngajak. Awas kamu jika tahun ini tidak bisa memberikan aku cucu akan aku gantung di atas patung Liberty.'' seru Bayu semakin berapi-api ingin mendapatkan cucu dari Erra.


Kedua pria yang berbeda usia hanya menggelengkan kepalanya karena kelakuan Bayu.


''Kenapa kamu kesini? Bukannya kamu rekaman?'' tanya Bayu menyelidik.


''Aku mempunyai kabar buruk. Marvin diam-diam ingin menghabisi kalian dan menghancurkan Asco. Waktu yang tepat bagi mereka adalah ini. Saat program tersebut di luncurkan Marvin membuat kerusuhan parah. Setelah semuanya chaos mereka akan mencuci tangannya dan melimpahkan kesalahan mereka ke White Eragon dan Asco. Seluruh pejabat pemerintah dunia dan interpol dunia yang sudah di suap akan memburu kalian. Aku sudah tau berita itu dari 2 bulan yang lalu. Aku masih belum bisa menghubungi kamu karena jadwal tur Asteria sangat padat.'' ungkap Fendi serius.


''Jadi... Mereka bermain licik. Baiklah... Aku sudah menyiapkan hadiah malam ini. Aku sendiri yang akan menghabisi Marvin dengan tanganku sendiri.'' ujar Bayu yang biasanya tenang sekarang berapi-api.


''Bukannya kamu di culik sama Red Devils?'' tanya Bayu keheranan.


''Memang aku di culik. Tapi bukan berarti aku mendukung Red Devils. Aku sendiri kesini untuk menghancurkan sistem Abandon Think. Banyak teman-teman sesama musisi memohon untuk ini.'' ujar Fendi.


''Kamu sudah tau tentang adu domba White Eragon bersama mafia lainnya?'' tanya Bayu.


''1 jam sebelum aku di culik. Aku mendapatkan informasi itu.'' jawab Fendi.


''Tenang saja... Aku sudah bekerja sama dengan kepolisian di beberapa negara. Polisi meminta bantuan kepadaku untuk menangkap Marvin. Organisasi yang didirikan oleh Marvin sejak dulu sudah meresahkan dunia. Ilegal logging, peredaran obat-obatan terlarang, Jual beli bayi, Penjualan organ tubuh manusia dan penjualan gadis-gadis di bawah umur ke klub dan bar milik Ignatius.'' tambah Fendi menjelaskan secara gamblang.


''Dan sekarang yang di incar adalah putraku.'' seru Bayu semakin frustasi karena Erra dalam bahaya.


''Tenang saja. Selama Andi belum mengumumkan Lee sebagai ahli waris Sebastian Corporation Grup Internasional Erra masih aman begitu juga dengan Lee. Jika Andi mengumumkan, kita semua tidak bakalan aman. Andi juga bukan orang yang bodoh. Setelah Andi menghancurkan Marvin dan teman-temannya Andi akan mengumumkan ahli warisnya.'' jawab Fendi tersenyum sambil menghibur Bayu yang gelisah.

__ADS_1


__ADS_2