
"Apa?" pekik James.
Erra hanya tersenyum manis mendengar apa yang dikatakan oleh Lee. Erra sebenarnya sudah tahu kemampuan Lee saat menggunakan pedang katana. Lee belajar dari Joko sebelum dilemparkan ke Helsinki. Setelah pindah ke Helsinki, barulah Lee mendalami ilmu pedang kuno dari Tiongkok dari Fendy.
Setelah mendapatkan informasi dari Lu dan Tung, Lee tersenyum manis. Ternyata cara bertarung mereka sangat buruk sekali. Kemudian Lee memperlihatkan kepada Erra sambil berkata, "Ini si Lu dan si Tung. Mereka sangat aneh sekali bertaring."
"Bertarung sayang. Bukan bertaring. Jika bertaring maka mereka akan menghisapmu seperti vampir," ucap Erra yang terkekeh.
"Maaf," ucap Lee.
Erra menilai pergerakan si Lu dan si Tung sangat aneh sekali. Bagaimana bisa kedua orang ini dijadikan kaki tangan Adam? Meskipun Erra sendiri tidak pandai memakai pedang tapi tahu bagaimana gerakan demi gerakan yang dipakai oleh mereka.
"Lu dan Tung," ucap James sambil mengingat nama mereka. "Sepertinya aku tahu siapa mereka?"
"Apakah kamu memiliki petunjuk?" tanya Erra.
"Mereka adalah anak emas dari Adam," jawab James. "Kedua orangtuanya meninggal karena dibunuh dengan Papa Bayu."
Lee terdiam dan menggigit jempolnya. Lee merasakan ada sesuatu yang janggal dari si kembar itu. Bayu tidak akan membunuh orang dengan sembarangan. Lalu Lee menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Papa Bayu tidak pernah membunuh orang dengan sembarangan."
"Kasus ini masih misteri sampai saat ini," jawab James.
"Misteri?" tanya Lee.
"Ya... Kalau enggak salah aku baru masuk ke dalam sekolah kepolisian. Enam bulan berjalan kedua anak kembar itu kehilangan orang tuanya dengan cara mengenaskan di mansion mereka," jawab James lagi.
"Mengenaskan di dalam mansion?" tanya Erra yang menemui titik terang.
"Papa enggak pernah membunuh satu keluarga di dalam rumah orang. Ini pasti ada yang mencuci tangan dalam kasus ini," jawab Lee. "Jika harus membunuh pasti di markas. Dan itu masih dipertimbangkan. Apakah mereka berhak mati atau harus menerima hukuman."
James dan Arthur menganggukan kepalanya tanda setuju. Di mata mereka mafia White Eragon adalah organisasi mafia yang cukup baik. Jika ada yang mengganggu mereka bisa dipastikan akan terjadi pertumpahan darah. Jika tidak mereka tidak akan menumpahkan darah. Itulah kenapa White Eragon termasuk mafia yang bersih.
"Siapa yang menangani kasus ini?" tanya Lee.
"Adik kecil mau apa?" tanya Arthur yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka.
"Jujur saja mereka adalah anak baik-baik. Mereka sengaja dijadikan sebagai mesin pembunuh oleh Adam bagi yang merusak dan menghancurkan usaha Adam di perusahaan maupun di bagian bawah," jawab Lee.
__ADS_1
"Kalau kita bisa menemukan siapa pembunuh kedua orangtuanya. Kita bisa menyelamatkan mereka. Aku enggak setuju kalau mereka masuk ke dunia penuh dosa," tambah Lee dengan serius.
"Kalau begitu?" tanya Arthur.
"Sebenarnya aku enggak mau bertarung malam ini setelah melihat sang lawan. Mereka masih berusia empat belas tahun. Seharusnya mereka bersekolah dan menimba ilmu. Jika ada setan merasuki jiwaku, aku bisa menghabisi mereka dalam waktu sekejap," jawab Lee.
"Ok kalau begitu aku akan menyelamatkan mereka," jawab James.
"Apakah kita akan membuka kasus kematian kedua orangtua mereka?" tanya Lee.
"Jika kita butuh bukti bisa dipastikan kita akan mencarinya. Apalagi kasus itu," jawab James uang terpotong akan ucapannya itu.
"Siapa yang menangani kasus mereka?" tanya Erra. "Jangan kamu bilang kalau yang menangani kasus mereka adalah Nicky."
James menganggukkan kepalanya, "Itu benar."
"Pasti pembunuhnya adalah Adam," sahut Lee dengan serius.
"Kemungkinan besar sih itu. Kakak tahukan kalau Adam itu suka cuci tangan?" tanya Lee.
"Menarik saja ini," celetuk Erra yang tersenyum devil.
"Ingatlah ada satu kasus yang sebentar lagi mencuat yaitu pasar gelap," sahut Lee lagi yang mengingatkan Erra.
"Yang dikatakan oleh adik kecil benar. Kita kesini tujuannya adalah untuk berkoordinasi dengan ketua Christian untuk penggebrekan pasar gelap," ucap Arthur.
"Bagaimana kalau kita tangkap mereka terlebih dahulu lalu seminggu ini kita sekap? Kemudian kita bawa ke Indonesia dan meminta para pengawal menjagamya. Kita bisa menghidupi mereka dengan layak," usul Erra.
"Itu bukan ide yang buruk. Lalu malam ini aku bagaimana?" tanya Lee.
"Minta bantuan sama Christian," ucap Arthur.
"Bagaimana dengan Nicky?" tanya Lee.
"Semakin ingat itu orang semakin membuatku gila. Tanganku sudah gatal ingin membunuh itu orang," kesal Erra.
"Bagaimana kalau Greg kita suruh kesini? Atau juga Garda? Atau juga Jake?" tanya Lee dengan serius.
__ADS_1
"Bukannya kamu memiliki skandal milik Nicky?" tanya Erra.
"Ah... Iya aku baru ingat. Lagian juga aku menemukan semuanya di atas awan," jawab Lee. "Baiklah aku akan menjeratnya."
Beberapa saat kemudian Lee mendapatkan pesan dari Christian. Christian sudah menunggunya di rumah pribadinya.
"Kita sudah ditunggu di rumah pribadinya," ucap Lee.
"Kalau begitu kita kesana!" ajak Erra.
"Biarkan aku yang menyetir," pinta Lee dengan tersenyum devil.
Saat memberikan kunci mobil, Erra mulai merasakan perasaan yang tidak enak. Entah itu perasaan apa yang pastinya akan membuat dirinya dan semuanya ada pertumpahan darah.
"Kok perasaanku enggak enak?" tanya Erra memandang Lee.
"Ingatlah satu hal kakak tampan. Musuh berada di sekitar kita. Apalagi Adam memiliki hubungan erat dengan yang namanya Nicky. Bisa-bisa dua orang itu melacak keberadaan kita. Mau tidak mau kita harus melawannya," jawab Lee membaca prediksi.
"Kalau begitu sebelum berangkat kita akan pergi ke gudang senjata. Pilih senjata yang terbaik lalu gunakan untuk menghabisi mereka!" titah Sam dan Nanda.
Mereka sungguh terkejut ketika dua orang itu tiba-tiba saja datang. Bukannya mereka sedang mengurusi perusahaan? Lalu kenapa mereka mendadak kesini?
"Kenapa kakak ada disini?" tanya Lee.
"Jangankan mereka. Aku, Imam dan Garda kesini," jawab Greg.
"Apa-apaan semua ini? Kalian datang tanpa memberi pesan?" tanya Erra.
"Maaf. Kami memang disuruh oleh ketua Bayu untuk memberantas Nicky dan beberapa anggota polisi yang bekerjasama dengan Adam dan Candra," ucap Sam. "Tujuan utamanya adalah untuk mempersempit ruang gerak Adam dan Candra."
"Ternyata papa benar-benar ingin mempersempit jalan Adam dan Candra. Kalau begitu terima kasih buat para kakak," ucap Lee dengan tulus.
"Eh... Jangan lupakan aku!" sahut Fendy yang masuk ke dalam sambil melemparkan tasnya.
"Kok ayah kesini juga?" tanya Erra.
"Iyalah. Kamu tahu gara-gara Nicky Smith bandku enggak boleh main di sini selama beberapa tahun ke depan," jawab Fendy yang meringis.
__ADS_1
Mereka mengerutkan keningnya sambil menggelengkan kepalanya. Mereka tidak paham kenapa Asteria tidak boleh masuk ke Amerika? Padahal fansbase Asteria sangat terkenal di negeri Paman Sam.
"Ada-ada saja tuh Nicky. Satu masalah belum selesai ditambah lagi masalah baru," kesal Lee.