Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 219


__ADS_3

Betapa malunya Lee ketika sang suami mengetahui tabiatnya itu. Lee memang sering memasang wajah yang imutnya itu. Bahkan setiap orang melihatnya pasti takluk kepadanya. 


"Apakah kalian ke markas hari ini?" tanya Bayu yang mendekati Lee. 


"Tidak pa," jawab Lee. 


"Ya sudah papa tunggu di mansion!" perintah Bayu. 


"Baik pa," balas Lee. 


Bayu segera meninggalkan Lee. Lee memegang tangan Erra dan mengajaknya pulang ke mansion. Namun sebelum melangkahkan kakinya ada seorang pengawal yang mendekatinya. Pengawal itu membungkukkan tubuhnya sambil memberi hormat, "Selamat sore tuan muda dan nyonya muda."


"Iya… ada apa?" tanya Lee. 


"Di luar banyak sekali wartawan yang sudah berkumpul. Mereka mewawancarai Pak Dwi dan Elizabeth secara terpisah. Menurut informasi yang didapatkan mereka telah menyebarkan berita bohong," jawab pengawal itu. 


"Oh… baguslah. Aku suka itu," celetuk Lee yang tersenyum devil. "Pergilah… jangan dihiraukan mereka. Biarkan saja mereka berbicara sepuasnya."


"Baiklah nyonya muda," sahut sang pengawal. 


"Ambilkan mobilku sekarang dan bawa ke basemant!" titah Bayu yang melemparkan kunci ke pengawal itu.


"Baik tuan," balas sang pengawal sambil menangkap kunci mobil itu. 


Pengawal itu pergi dari hadapan mereka. Lee hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Lee memegang kepalanya sambil berkata, "Kepalaku pusing!" 


"Kamu sakit?" tanya Erra yang khawatir. 


"Ah… enggak… masalah semakin banyak. Aku enggak mengerti sama mereka berdua," jawab Lee. 


"Kamu benar," sahut Erra yang menggenggam tangan Lee semakin erat. 


"Mereka sangat terobsesi sekali dengan kamu. Contohnya saja Pak Dwi yang menginginkan kamu menjadi menantunya. Aku enggak tahu siapa putrinya itu," kesal Lee. 


"Jangankan kamu. Aku juga enggak tahu siapa dia? Ciri-cirinya bagaimana? Apakah dia berwujud manusia atau hantu?" tanya Erra yang menatap wajah Lee. 

__ADS_1


"Eh," ujar Lee yang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. 


"Ya kan… kalau hantu aku tidak mau. Aku ingin bersama manusia," sahut Erra dengan jujur sambil mengajak Lee pergi dari sana. "Ayo kita ke basemant!"


Sementara di luar suasana sangat ricuh. Wartawan yang berkumpul terbelah menjadi dua. Elizabeth dan Pak Dwi dengan semangat menghembuskan isu yang tidak sedap. Bahkan yang lebih parahnya lagi Pak Dwi berbicara putrinya sudah bertunangan. 


Sementara Nanda yang sudah sampai ke kontrakan Angela mengaku lega melihat sang kekasih sedang makan. Nanda segera mendekati Angela dan menghempaskan bokongnya di samping Angela. 


"Sayang," panggil Nanda. 


Angela yang sedang asyik makan terkejut dengan suara panggilan Nanda. Angela menoleh lalu melihat Nanda sambil menyapa, "Kakak."


"Makanlah terlebih dahulu. Buat anak kita kenyang," pinta Nanda. 


Angela menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Angela segera menghabiskan makanannya. Setelah itu Angela pergi ke dapur untuk mencuci piring. 


Nanda mengambil remote TV untuk mengganti chanel. Nanda ingin melihat Naruto. Namun Nanda tidak sengaja melihat ada sebuah acara infotainment yang menayangkan Pak Dwi sedang diwawancarai. Tak lama Angela mendekati Nanda sambil mengelap tangannya. Mereka berdua sedang melihat wawancara Pak Dwi dengan serius. Mereka terkejut isi dari wawancara itu. Nanda langsung menggelengkan kepalanya sambil menghembuskan nafasnya secara kasar. 


"Apakah benar ketua Bayu pernah menjodohkan Tuan Erra sama putrinya Pak Dwi?" tanya Angela.


"Tidak. Papa Bayu tidak pernah menerima lamaran pernikahan dari siapapun. Kamu harus tahu satu fakta yang sebenarnya. Tuan Erra hanya mencintai kakak besar. Bahkan sekarang tuan Erra menjadi bucin ke kakak besarmu itu," jawab Nanda.


"Itu enggak benar. Coba lihat kakak besarmu itu. Kakak besar sedang bahagia menjadi seorang istri dari Tuan Erra. Bahkan merawat dan melindungi Tuan Erra," ujar Nanda yang menenangkan Angela. 


"Aku ingin bertemu dengan Kakak besar. Aku rindu kepadanya. Beberapa hari ini aku tidak menemuinya," celetuk Angela. 


"Kapan kamu kesana?" tanya Nanda. 


"Entahlah. Tubuhku masih lemas. Aku tidak cukup leluasa bergerak. Rasanya aku malas kemana-mana," jawab Angela.


"Kalau begitu beristirahatlah. Nanti jika sudah kuat kamu bisa pergi kemana-mana," kata Nanda. 


Angela menganggukan kepalanya tanda setuju. Lalu Nanda menarik tangan Angela hingga jatuh ke dalam pelukannya. Angela sangat nyaman ketika berada di dalam pelukan Nanda. Dalam diam Angela berdoa agar pernikahan kakak besarnya langgeng. 


Mansion Sebastian. 

__ADS_1


Erra yang sudah sampai ke mansion segera memarkirkan mobilnya. Mereka keluar dari mobil dengan wajah ceria. Mereka tidak memperdulikan tentang isu yang selama ini berkembang di masyarakat.


Ketika para pengawal yang khawatir isu yang berkembang di masyarakat, mereka semua terkejut. Mereka tidak menyangka kalau kakak besarnya sangat bahagia. Mereka bersyukur ketika melihat Lee dan Erra saling mencintai. 


"Jadi ini semua gosip," ucap Burhan yang melihat mereka bahagia. 


"Ya itu gosip," sahut Raden nama pengawal satunya lagi yang sedang menikmati kopi. 


"Bahkan mereka tidak pernah berantem," kata Burhan. "Oh… gosip. Ternyata gosip murahan itu berkembang di luar sana sangat hot sekali. Seperti seblak level 50 yang dijual sama Mbak Narsih di ujung jalan sana."


Setelah mereka masuk, mereka melihat Bayu yang sedang memijit kepalanya. Lee mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Ada apa?"


"Kenapa aku enggak memecat Pak Dwi sedari dulu ya?" tanya Bayu yang menatap wajah sang menantunya. 


"Maksud papa?" tanya Lee yang menghempaskan bokongnya di sofa single. 


"Tuh lihat Pak Dwi membuat ulah. Sedari dulu aku memang ingin memecatnya. Tapi aku ingat sesuatu," jawab Bayu. 


"Ingat sesuatu bagaimana papa?" tanya Erra yang duduk di samping Lee. 


Kemudian Andi dan Caroline mendekati mereka. Mereka duduk di sofa panjang. Mereka menatap wajah Lee dan Erra satu persatu. 


"Jelaskan saja. Ada apa hubungan kamu sama Dwi? Biar anak-anak kita paham apa yang sedang terjadi saat ini," pinta Andi. 


Beberapa saat kemudian datang Rani bersama pelayan sambil membawa teh hangat. Rani menyuruhnya menaruh nampan itu di meja dan mengusirnya pergi, "Pergilah."


Melihat kepergian pelayan itu Bayu mulai membetulkan posisi duduk yang benar. Bayu mulai menceritakan hubungan keluarganya dengan Pak Dwi. 


"Jadi begini… Dwi itu adalah anak angkat kakekmu," jawab Bayu yang menghela nafasnya. "Dulu papa sengaja mengangkat Dwi sebagai anaknya karena korban kecelakaan di tol yang sangat parah. Saat itu juga kakekmu terlibat dalam kecelakaan itu. Papa merawatnya dengan sungguh-sungguh. Menyekolahkannya hingga sukses dan menjadikannya sebagai sang CEO di perusahaan cabang."


"Oh… jadi begitu. Lalu kenapa Pak Dwi ingin sekali putrinya menikah dengan kakak?" tanya Lee. 


"Itu hanya ambisi yang ingin menguasai aset Asco. Jadi dia berusaha untuk menjodohkan putrinya dan Erra. Semenjak mamamu hamil anak kedua. Erra sudah mengikat kamu menjadi istrinya. Bahkan ada yang mengatakan kalau kalian sudah berjodoh. Papa tidak ingin memisahkan kalian. Biarkan waktu berjalan hingga kalian menyatu. Dan doa kami terkabul. Kalian menyatu dengan cara yang aneh," jawab Bayu. 


Mereka paham apa yang diceritakan oleh Bayu. Mereka tidak berpengaruh sama sekali dengan isu yang sedang berkembang. 

__ADS_1


"Pa… aku sama Lee tidak akan berpisah. Kami akan berusaha untuk menjadi pasangan yang harmonis," ucap Erra yang bersungguh-sungguh. 


"Ya… papa tahu itu. Kalian saling mencintai. Pertahankan itu. Jangan sampai goyang pada isu-isu yang berkembang. Suatu hari nanti kisah kalian akan terukir indah dan dapat membagikan cerita cinta ke anak, cucu dan cicit," ujar Bayu. 


__ADS_2