
"Kamu bisa melakukannya. Asal kamu percaya di dalam hatimu saja. Memang setiap pria jarang ada yang romantis. Seperti papamu Bayu itu. Papamu nggak pernah romantis kepada Mama. Tapi dia adalah Papa yang sangat bertanggung jawab kepada anaknya," sahut Rani yang memandang wajah Garda dan memberikan semangat untuk melamar Arini.
"Memang sih. Prinsipku. Aku memang nggak pengen memiliki cowok yang romantis. Aku malah pengen memiliki cowok yang bertanggung jawab atas keluarganya," ucap Lee dengan jujur.
"Jadi selama ini Erra?" tanya Rani yang baru tahu kadar keromantisan Erra.
Lee hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Dirinya tidak ingin membuka rahasia sang suami ke orang tuanya. Namun apa daya Lee harus berkata dengan jujur sambil menggelengkan kepalanya.
"Kak Erra nggak romantis ma. Kalau romantis itu beberapa hari sekali membelikan istrinya bunga favorit sang istri. Namun kenyataannya tidak. Malahan Kak Erra membuat aku kesal," ungkap Lee dengan kesal.
"Sama wae atuh. Mama kira Erra sangat romantis melebihi papanya Itu. Tapi apa daya mendengar ceritamu Mama menjadi kesal," ujar Rani blak-blakan.
"Kapan-kapan deh aku ceritakan bagaimana Erra sebenarnya. Soalnya kuncinya berada di aku semua. Selain itu nggak ada lagi yang tahu sifat aslinya bagaimana. Bakalan Mama pusing tujuh keliling setelah mendengar ceritaku ini," jelas Garda.
"Baiklah. Ketimbang kita kesiangan lebih baik berangkat sekarang saja," ajak Rani yang memasukkan ponselnya di dalam kantong celananya itu.
Lalu mereka memutuskan untuk keluar dari Mansion. Mereka berjalan-jalan sambil melihat kompleks yang lumayan sepi. Untung saja Hari ini adalah hari Minggu. Jadi Rani bisa tersenyum ceria dan tidak bertemu dengan ibu-ibu rempong.
"Bagaimana Lee dengan keadaan di sini?" tanya Garda.
"Suasananya sama seperti di rumah sana. Banyak ibu-ibu membeli sayuran lalu bergosip. Ditambah lagi ibu-ibu kepo pun juga ada di sini. Yang lebih parahnya mereka di sini ingin menjadikan Kakak tampan sebagai menantunya," jawab Lee sambil menjelaskan keadaannya.
"Baguslah kalau begitu. Sepertinya kamu sangat nyaman sekali tinggal di sini?" tanya Garda sambil menatap wajah Rani.
__ADS_1
"Itu benar Kak. Tapi," jawab Lee yang menggantung.
"Memangnya ada apa Lee?" tanya Rani.
"Terkadang aku rindu sama mama. Tapi percuma. Papa sangat egois sekali dan memblokade mama," jawab Lee dengan jujur.
Sontak saja mereka berdua langsung tertawa. Mereka sudah tahu apa yang akan dilakukan Andi untuk menyabotase sang istri. Bahkan Rani pun tidak bisa mengajaknya jalan. Ketika berada di rumah.
"Jangankan kamu. Kami saja sebagai para mama tidak bisa mengajak mamamu berjalan-jalan dengan ramai," kesal Rani terhadap Andi.
"Bisa dinobatkan sebagai pasangan paling romantis di dunia ini. Rasanya jika ada nominasi seperti itu. Kemungkinan papa lah orang yang pertama kali untuk menyingkirkan para lawannya dan mendapatkan sebuah trofi dengan tulisan pasangan paling romantis di dunia ini," ucap Lee sambil bersemangat untuk membayangkan trofi kemenangan yang berada di tangan bapaknya itu.
Mereka tertawa bersama karena Lee. Jujur mereka membetulkan perkataan Lee sambil mengangguk setuju. Tiba-tiba saja Erra langsung memeluk Lee dari belakang sambil mengucapkan, "Aishiteru."
"Meskipun aku tidur terlelap. Telingaku bisa mendengar orang-orang yang sedang lewat di areaku," jawab Erra sambil melepaskan Lee.
Kemudian mereka langsung menyusul Garda sama Rani. Mereka sangat bahagia sekali pada pagi ini. Sedangkan Garda mengetahui kalau Erra di belakangnya sedari tadi. Namun dirinya tidak memberitahukan kepada adiknya itu.
Saat berjalan santai banyak ibu-ibu kompleks yang sedang belanja. Mereka terkejut karena Erra keluar dari Mansion. Mereka seakan terhipnotis oleh ketampanan Erra. Jujur Mereka ingin sekali menjadikannya sebagai menantunya itu. Akan tetapi mereka terkejut karena Erra menggandeng Lee dengan mesranya.
"Siapa wanita itu? Kenapa dia digandeng dengan erat oleh anaknya ibu Rani?" tanya salah satu ibu yang sedang memilih ikan.
"Yang pasti pacarnya lah. Nggak mungkin anaknya Bu Rani memegang wanita itu dengan mesra," jawab ibu lainnya.
__ADS_1
"Wah ini tidak bisa dibiarkan. Kalau anaknya Bu Rani memiliki seorang kekasih. Bagaimana dengan anak kita? Jujur aku sangat menyukainya untuk dijadikan sebagai menantuku," celetuk Ibu lainnya lagi.
Perkataan-perkataan itulah yang didengarkan oleh Lee dengan jelas. Bahkan Lee sendiri sudah tidak asing lagi dengan mereka. Ia lebih memilih diam ketimbang berbicara dengan jujur. Pokoknya Lee memiliki prinsip hidup sang suami dan dirinya tidak untuk dikonsumsi oleh publik.
Di tempat lain, Ananda sedang sarapan sambil memandang wajah Angela di ponselnya itu. Meskipun sarapan Nanda tetap memikirkan sang kekasihnya itu. Tiba-tiba saja datang Joko dan Mama Yi. Mereka langsung duduk di posisi masing-masing. Lalu Joko bertanya, "Sekali-sekali kamu ajaklah Angela ke sini. Jangan kamu biarkan Angela sendirian di luar. Dia sedang mengandung cucuku."
"Apakah Papa tidak keberatan soal itu?" tanya Nanda.
"Kami tidak pernah keberatan atas kedatangan Angela di sini. Bahkan dulu Angela sering mengawal mama ke negara-negara daerah Eropa maupun Amerika. Jadi Mama sudah sangat akrab sekali sama Angela," jawab Mama Yi.
"Syukurlah kalau begitu. Aku sedang memikirkan apa yang akan dimakannya. Terkadang aku ragu dengan keputusanku itu. Ditambah lagi Aku adalah anak yang kurang ajar sekali," ucap Nanda dengan lirih.
"Kamu jangan menyesali perbuatanmu. Biarkanlah semuanya berjalan apa adanya. Kamu sudah menghamilinya. Mau tidak mau kamu harus bertanggung jawab atas perbuatanmu itu. Biarkanlah orang mencibirmu dengan nada-nada sumbang. Kamu pasti melakukannya karena ada alasannya sendiri," jelas Joko yang sangat perhatian sekali kepada Sang putra.
"Menyesal sih tidak pa. Tapi aku tidak betah saja mendengar omongan-omongan yang tidak baik. Aku hanya ingin hidup dengan keinginanku sendiri. Ditambah lagi aku ingin mendapatkan seorang wanita idamanku. Jujur aku sangat menolak sekali Jika ada pernikahan politik untuk menguatkan perusahaan. Maka dari itu aku ingin cepat-cepat memiliki anak. Cepat atau lambat mereka akan mundur satu persatu agar tidak mendekatiku lagi," jelas Nanda yang berkata dengan jujur demi hidupnya sendiri.
"Kami para anggota enam pilar utama sangat mengutuk sekali tentang penggabungan perusahaan atas dasar pernikahan. Sedari dulu
Papa memang tidak menyukainya. Jujur kami menolaknya dengan mentah-mentah. Karena kami berharap semua keturunan akan mencari cinta sejatinya dengan kriterianya mereka. Itulah sumpah kami sebagai orang tua yang sengaja membebaskan untuk kebahagiaan kalian," jelas Joko.
"Bagaimana pernikahan Lee dan Erra?" tanya Nanda yang membuat Joko berpikir sejenak.
"Itu mah bukan pernikahan politik perusahaan. Kan kita sudah tahu kalau mereka saling mencintai satu sama lain," jawab Joko sambil menjelaskan pernikahan Lee dan Erra.
__ADS_1
"Apakah mereka saling menggabungkan perusahaan?" tanya Mama Yi.