Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 172


__ADS_3

Lee hanya menghembuskan nafasnya secara kasar. Akhirnya Lee memutuskan untuk tidak mendengar apa kata Erra. Jika Lee disuruh hamil kenapa tidak? Tapi kalau membuat anak yang banyak sepertinya ide ini akan dibicarakan oleh kedua pihak keluarga. 


"Aku mau berendam dulu. Tubuhku remuk tidak berdaya. Kakak sangat kejam sekali kepadaku," ucap Lee menarik selimutnya dan membungkus tubuhnya seperti ulat kepompong. 


"Jangan tarik semua selimutnya. Aku bagaimana sayang? Masa aku tidak memakai baju sama sekali," ujar Erra yang mulai manja. 


Lee yang selesai membungkus tubuhnya menoleh dan melihat Erra tidak memakai baju sama sekali. Lee menghembuskan nafasnya sambil melepas selimut itu. Lee melemparkan ke arah Erra dan berlari menuju ke toilet. 


"Hufth… ternyata Tuan Erra Drajat sangat menyeramkan," keluh Lee. 


Erra segera meraih selimut itu dan menyelimuti tubuhnya. Erra tersenyum manis sambil berkata, "Semoga singa betinaku cepat hamil."


Jakarta Indonesia. 


Saga bersama Bayu sudah sampai markas. Ketika mereka keluar mobil secara bersamaan. Bayu mendekati Saga lalu bertanya, "Bagaimana kabar Dennis?" 


"Semakin hari semakin baik. Aku rasa dia sangat menyesali perbuatannya," jawab Saga. 


"Enggak seharusnya Dennis disuruh-suruh oleh Candra," kesal Bayu. 


"Kamu tahu, Dennis sangat menyayangi Marvin. Meskipun mereka berbeda pendapat Dennis harus melindungi Marvin. Marvin sekarang terancam dalam bahaya. Cepat atau lambat Candra akan membunuhnya," ujar Saga. 


"Kalau begitu apa yang dikatakan oleh Lee benar. Lee bersama Fendy pernah bertemu dengan Marvin di Helsinki. Marvin meminta Lee untuk merebut perusahaan miliknya yang sekarang berada di tangan Candra," ucap Bayu. 


"Aku sudah tidak terkejut lagi dengan sepak terjangnya Candra. Dahulu memang Candra dan keluarganya memang begitu. Apalagi Candra dan Adam memang disuruh kedua orang tuanya bekerja seperti itu," sahut Saga. 


"Aku ingin menemuinya!" titah Bayu. 


Saga mengantarkan Bayu ke ruangan khusus milik Saga. Sementara itu Dennis sedang menikmati teh hangat dari Imam. Imam duduk di hadapannya lalu bertanya, "Apa kabarmu beberapa hari ini?"


"Semakin hari kabarku baik-baik saja. Aku merasa sudah tidak ada beban di hidupku. Aku ingin hidup normal seperti manusia biasa tanpa ada yang mendikteku. Menjadi orang baik itulah impian semua orang," jawab Dennis yang curhat kepada Imam.


"Setelah ini lu ngapain?" tanya Imam.


"Mencari istri yang baik buat diriku. Tinggal di desa lalu beternak ayam. Atau juga menjadi petani," jawab Dennis.

__ADS_1


"Kalau lu mau lakuin. Gue punya sawah yang terletak di Jawa Timur. Lu bisa mengelolahnya bersama warga di sana. Selain itu juga sawah itu berhubungan dengan Pradipta. Lu bisa manfaatin semuanya," usul Imam yang serius.


"Lu serius?" tanya Dennis dengan mata berbinar.


"Ya… gue serius. Ngapain sih gue bercanda. Kemungkinan besar Lee akan membantu bapakmu merebut perusahaan dan seluruh aset di tangan Candra," jawab Imam.


"Benarkah itu?" tanya Dennis lagi dengan mata berbinar.


"Ya… doain aja supaya berhasil. Enggak lu aja yang jadi korbannya," jawab Imam. "Kalau begitu lu banyak doa gih."


Ceklek. 


Pintu terbuka. 


Bayu dan Saga masuk ke dalam. Dengan wajah dinginnya Bayu mendekati Dennis. Bayu memancarkan wajah yang tidak bisa dibaca oleh siapapun. Jangankan Imam, Saga yang sering berdekatan dengannya tidak bisa membaca apa pikirannya.


"Sekarang aku tanya, kenapa kamu ingin menghancurkan White Eragon?" tanya Bayu.


"Aku tidak ingin menghancurkan White Eragon. Tapi aku disuruh membunuh singa betina," jawab Dennis dengan pasrah. 


Cling. 


Dennis tidak sengaja menatap mata Bayu berubah menjadi merah. Dennis merasakan kalau dirinya tidak baik-baik saja. Dennis harus mencari perlindungan yang aman. Karena sebentar lagi Bayu mengamuk. Lalu bagaimana dengan Imam dan Saga? Mereka hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Sangking susahnya mereka memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut untuk menghirup nafas dengan cepat. 


"Papa Bayu semakin tua semakin menjadi. Apalagi kalau sudah menyangkut singa betina," ucap Imam. 


"Kamu tahu Papamu itu memang sangat menyayangi singa betina. Papamu sudah menganggap singa betina sebagai putri kandungnya," ujar Saga. 


"Kenapa papa Bayu tidak mengangkat singa betina menjadi putrinya yang sah?" tanya Imam. 


"Itu semuanya gara-gara Erra. Ketika Erra masih kecil, Lee sudah diklaim sebagai calon istrinya," jawab Saga. 


Imam hanya manggut-manggut tanda mengerti. Kenapa Lee tidak diangkat saja sebagai putri Bayu? Jawabnya hanya satu. Itu semua terkendala oleh Erra. Bayu pernah menceritakan ini bersama Erra dan Rani. Namun Erra tidak mau dan ngotot kalau Lee adalah calon istrinya masa depan. Benar saja sekarang sudah kejadian. 


Tanpa disadari oleh Dennis, Bayu mengatakan kalau dirinya sudah menanam sebuah chip di kepalanya. Bayu menatap tajam mata sayu milik Dennis yang sedang meminta perlindungan dari seseorang. 

__ADS_1


"Bisakah Tuan Bayu tidak menampakkan mata merahnya? Aku sangat takut sekali melihat mata itu," tanya Dennis yang tubuhnya mulai berkeringat dingin. 


Bayu tersenyum smirk ingin mengerjai Dennis habis-habisan. Namun niatnya itu diurungkan. Karena Bayu ingin menjaga eksistensinya sebagai ketua mafia yang kejam dan dingin.


"Bukannya kamu adalah gembong mafia obat-obatan terlarang?" tanya Bayu.


"Ah… aku bukan gembong mafia obat-obatan terlarang. Yang gembong mafia obat-obatan terlarang adalah Tiagio Alpavhile. Dia memang gembong obat-obatan terlarang di di daratan Meksiko," jawab Dennis.


"Bukannya kamu juga ikut-ikutan menjadi seorang gembong mafia obat-obatan terlarang?" tanya Bayu.


"Aku disuruh Candra untuk mengikuti jejak Tiagio Alpavhile," jawab Dennis dengan jujur.


"Apakah kamu diancam?" tanya Bayu dengan serius.


"Ya… aku memang diancam sama dia. Jika aku tidak menuruti semua keinginannya, kemungkinan besar papaku yang akan dibunuh," jawab Dennis dengan serius.


"Apakah papa kamu tahu itu?'' tanya Bayu lagi.


"Ya… papaku tahu semuanya. Saat itu nyawa papaku yang benar-benar terancam. Seluruh pengawal Red Devils pun tunduk sama Candra," jawab Dennis yang mulai menahan air matanya jika mengingat kekejaman Candra.


"Jika papamu ingin selamat, maka bekerjasamalah dengan kami," ucap Bayu.


"Aku tidak yakin itu,'' ujar Dennis.


"Kenapa kamu tidak yakin dengan kami?" tanya Bayu yang mengerutkan keningnya.


"Apakah kalian benar-benar ingin menyelamatkan papaku?" tanya Dennis.


"Apakah kamu meragukan kami?" tanya Bayu dengan kesal.


"Maksudnya bukan begitu," jawab Dennis yang merasakan Bayu yang kesal. "Biasanya mafia kejam seperti kamu tidak akan pernah mau menolong musuh."


''Terus… jika aku mau menyelamatkan musuh?" tanya Bayu.


"Apakah kamu tidak takut jika nanti musuh akan menikammu dari belakang?" tanya Dennis yang mengetahui orang yang tidak mau berterima kasih sama sekali.

__ADS_1


"Aku sering melihat orang seperti itu. Aku enggak kaget mendengar pernyataan kamu itu. Ada kemungkinan besar jika orang melakukan itu. Apakah dia sudah memiliki kejahatan yang memang sengaja sudah disusun? Ataukah dia hanya kepepet karena lapar? Kamu harus membedakan mana orang baik dan mana orang jahat," jelas Bayu.


__ADS_2