Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 315


__ADS_3

“Maaf tuan. Anda sedang dicari oleh Tuan Erra,” jawab pengawal itu.


“Memangnya ada apa?” tanya Garda sambil memberikan ember dan pancingan.


“Nona Lee sedang dimarahi oleh Tuan Erra,” jawab pengawal itu sambil menerima ember dan pancingan tersebut.


“Okelah aku akan ke sana. Dan suruh pelayan untuk memasak ikan-ikan itu,” ucap Garda.


“Baik tuan,” balas pengawal itu dan meninggalkan Garda sendirian.


Pengawal itu pun pergi sambil membawa ikan yang diberikan oleh Garda. Sementara Garda hanya bisa menghembuskan nafasnya. Kemungkinan besar dirinya terlibat masalah pada pagi ini. Ia berharap era tidak mengkait-kaitkan dirinya dengan Lee.


“Setiap ada masalah selalu mengkaitkan diriku. Lama-lama aku akan menjadi pebinor sekalian. Memang ada ya pebinor merebut adik sendiri dari suaminya?” tanya garda dalam hati sambil masuk ke dalam untuk mencari keberadaan sang adik.


Garda sangat kesal terhadap Erra. Kenapa dirinya selalu dikaitkan dengan masalah rumah tangganya tersebut. Ada terbesit sifat jahat Garda muncul. Ia akan menjadi seorang pebinor dalam rumah tangga sang adik. Dalam hatinya ia bertanya-tanya, kalau masalah ini bisa mencuat aku akan menjadi viral. Dan orang-orang beranggapan kalau aku adalah kakak durhaka. Rasanya itu sangat menarik sekali. Andaikan itu ada di dunia ini pasti sangat seru sekali.


Tak sengaja Garda berpapasan dengan Imam. Ia segera mendekati Imam sambil bertanya, “Ada apa memangnya?”


“Kamu sedang dicari sama era. Sepertinya Erra akan memakanmu hidup-hidup. Semoga saja kamu bisa keluar dengan selamat,” ledek Imam sambil menahan tawanya.


“Sialaann lu! Lu jadi teman yang gak ada akhlaknya sekarang,” kesal Garda.


Imam hanya terkekeh melihat Garda yang sedang kesal. Imam memutuskan untuk pergi meninggalkan Garda sendirian. Namun sebelum pergi pria berkulit eksotis itu mendorong Garda masuk ke dalam ruangan tersebut. Akhirnya Imam pergi meninggalkan garda dalam ruangan horor itu.


“Imam! Memang benar lu nggak ada akhlaknya sama sekali sekarang. Diem-diam lu nyobain gue ke sarang macan,” kesal Garda dalam hati.


Setelah Garda datang, Erra menatapnya dengan tatapan membunuh. Namun Garda melihat Lee sedang menunduk ketakutan. Dengan senyum iblisnya Garda mendekati Lee kemudian duduk di samping adiknya itu. Ia sengaja merangkul sang adik sambil mengejek Erra.


“Suamimu lagi pengen makan orang tuh. Sepertinya akan ada mangsa sedang diburunya. Ngomong-ngomong beberapa hari ini Kakak sedang menang tender. Apakah kamu mau ikut dengan kakak untuk membeli sesuatu?” tanya Garda dengan nada lembut.

__ADS_1


“Sepertinya aku ingin membeli tas bermerek Gucci,” jawab Lee. “Kalau begitu mari kita beli.”


“Baiklah kalau itu maumu. Kamu bisa membelinya semua tapi ada satu syarat yang harus kamu penuhi,” pinta Garda.


“Syarat Apa itu kakak?” tanya Lee.


“Maukah kamu bersamaku hari ini dan pulang ke Indonesia hanya berdua saja?” tanya Garda sambil meledek Erra yang sudah ingin melahap orang hidup-hidup.


“Sepertinya itu ide bagus,” jawab Lee yang sengaja membuat sang suami gerah. “Sebelum kita pergi aku ingin membersihkan tubuhku terlebih dahulu.”


“Cepatlah kalau begitu. Aku akan menunggumu di depan,” seru Garda.


Kemudian Lee pergi meninggalkan Garda dan Erra di ruangan itu. Sebenarnya masalah ini sangat kecil. Hanya Erra saja yang membuat masalah ini menjadi besar. Terkadang Lee ingin menegur sang suami agar tidak kekanak-kanakan seperti itu. Dirinya juga memiliki keluarga yang harus dijaganya. Bila ini terus-terusan terjadi, kemungkinan dia akan pergi dari hidup Erra. Sebagai perempuan normal jika memiliki suami pencemburu berat tidak bisa menikmati hidup untuk bertemu dengan teman-temannya. Jujur saja dalam hati Lee membuat dirinya bangga. Ada kalanya Lee harus memperjuangkan sang suami itu. Meskipun posesif Lee sangat mencintai Erra.


“Apakah kamu mau menjadi pebinor dalam rumah tanggaku?” tanya Erra dengan wajah sengit.


“Ya... aku akan melakukannya. Jujur aku lebih suka merusak rumah tangga adikku ketimbang orang lain. Kamu tahu kan kalau adikku adalah segalanya buatku. Kemungkinan aku akan membawanya pergi dari hidupmu Jika kamu sangat keras kepala seperti itu,” jawab Garda.


“Baiklah kalau begitu maumu. Kamu hanya ingin menambah beban hidupnya saja. Selama kamu menikah Apakah kamu pernah berpikir kalau dirimu akan menjadi pria dewasa. Jangan salahkan aku bila Li pergi dari hidupmu. Suatu Hari nanti wanita itu akan bosan dengan sifat suami yang sangat posesif sepertimu,” ucap Garda yang dingin sekaligus mematikan.


“Tapi lo nggak berhak untuk merusak rumah tangga adik lo sendiri. Lu seharusnya sadar jangan pernah mengajak Lee ke mana-mana walau itu tanpa seizinku,” ujar Erra dengan tetapan membunuh.


“Kenapa gue nggak berhak atas adik gue sendiri? Lu tahu sebelum ada Li gue udah minta ke bokap nyokap untuk memberikan adik. Gue merasa kesepian dan tidak memiliki teman. Semenjak adik gue lahir, lu udah ngeklaim seenaknya. Saat itu gue nggak bisa ngedeketin Lee. Padahal gue sendiri sangat sayang sama Lee. Apa lu paham perasaan gue?” tanya Garda datar.


Sementara itu Lee tidak pergi membersihkan tubuhnya. Melainkan Lee bersama Nanda dan Sam mendengar pertengkaran mereka. Lee bingung apa yang harus dilakukannya sekarang? Wajah imutnya menatap kedua kakak angkatnya sambil meminta pertolongan.


Nanda dan Sam segera menarik Lee dari sana. Mereka mengajaknya pergi ke suatu tempat yang entah Lee tidak tahu. Lee hanya diam dan tidak berkata apa-apa. Sam sedang menyetir langsung membuka suaranya, “Mereka adalah orang gila pernah aku temui.”


“Mereka akan bertarung Kak,” ucap Lee sambil ketakutan.

__ADS_1


“Mereka tidak akan berani bertarung selama ada ketua White Eragon. Jika mereka berani bertarung maka Papa Bayu akan memasukan mereka ke dalam ruangan bawah tanah. Jadi kamu jangan khawatir soal itu. Lebih baik kita bersama-sama dan menghabiskan uangnya Nanda,” hibur sem yang membuat Nanda terperanjat kaget.


Lee hanya terkikik mendengar pernyataan Sam. Iya tidak menyangka kalau Sam sang kakak dingin sedang menghiburnya. Meskipun karakter Sam dingin dan tegas, Lee memiliki rasa nyaman di dekatnya.


“Tenanglah... Aku sudah mengirimkan pesan kepada papamu itu. Pulang-pulang masalah sudah beres,” hibur Nanda lagi.


“Gue nggak habis pikir sama dua pria itu sedang memperebutkan Lee. Jujur secara garis harfiah Lee memang istrinya Erra. Dan dia adalah adiknya Garda. Lalu apa masalahnya jika Lee berjalan sama Garda? Bukannya itu menjadi sangat bagus sekali dan mempererat hubungan saudara semakin lengket. Jika aku memiliki adik, aku akan melakukannya. Tapi nggak sebegitunya kali,” ujar Sam yang kesal dengan kedua pria tadi.


 Akhirnya Lee tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Sam. Jujur dirinya juga jengah mendengar pertengkaran suami dan kakaknya itu. Sepertinya Lee memutuskan untuk liburan bersama Sam dan Nanda.


“Bagaimana kalau kita pergi ke air terjun Niagara?” tanya Nanda.


“Atau pergi ke Las Vegas mengalahkan raja judi di sana?” tanya Sam.


“Ide kakak sangat bagus sekali. Sebentar Aku harus memikirkannya matang-matang. Hmmp... Enaknya di mana ya?” tanya Lee.


“Waktu kamu hanya sedikit. Jika kamu tidak memilih maka aku yang akan memutuskannya,” ujar Sam.


“Baiklah. Aku memutuskannya sekarang. Ayo kita pergi ke Kanada!” seru Lee dengan semangat.


“Baiklah kalau itu mau kamu. Aku akan meminta pilotku untuk membawa kita ke sana,” sahut Nanda.


“Kapan kita kembali?” tanya Lee.


“Kamu maunya kapan?” tanya Nanda balik.


“Bisakah aku liburan di sana selama dua hari ke depan?” tanya Lee.


“Baiklah. Akan aku kabulkan permintaanmu,” jawab Sam.

__ADS_1


“Apakah mereka akan mencariku?” tanya Lee.


__ADS_2