Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 116


__ADS_3

Imam yang masih berada di dalam mobil tersenyum manis. Imam tahu siapa yang mengemudikan mobil itu secara ugal-ugalan. Ternyata dan tidak lain adalah Lee sang adik kecilnya itu. Lalu Imam memutuskan untuk keluar dari mobil. Imam segera mendekati orang-orang itu yang sudah terkapar. Kemudian Imam jongkok dan melihat ada sebuah tato di leher orang tersebut. Sontak saja Imam terkejut. Ternyata mereka adalah anggota Black Roses.


Lee yang selesai menghabisi mereka keluar dari mobil dengan diikuti Andi dan Bayu. Namun sebelum itu Andi muntah-muntah karena ulah sang putri.


Hoekkkkk!!! Hoekkkkkk!!!


Andi memuntahkan isi di dalam perutnya. Wajah Andi berubah menjadi pucat seketika. Sedangkan Lee yang mendengar sang papa muntah membalikkan badannya dan melihat Andi. Lee memicingkan matanya sambil berseru, "Papa hamil!"


Glodaaakkkkk....


Bayu yang mendengar Lee berseru hanya bisa menepuk jidatnya. Bagaimana bisa seorang pria hamil? Ini sangat aneh sekali dan kemungkinan bisa terjadi. Lalu Andi mendengarkan pernyataan Lee yang dikira dirinya hamil. Langsung saja mata Andi membulat sempurna. Ingin rasanya memarahi putrinya namun niatnya diurungkan. Andi sangat sayang sama Lee hingga dirinya hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar.


"Lee... Kalau papa hamil, apakah kamu mau merawat papa? Papa akan manja ke kamu," tanya Andi yang meledek Lee.


"Manjanya ke mama lah... Jangan ke aku. Lalu bagaimana dengan anaknya papa Bayu itu?" tanya Lee balik.


"Karungin saja," jawab Andi dengan asal hingga membuat mata Bayu melotot.


"Ya baguslah jika kamu ngarungin dia," ucap Bayu dengan suara cekikikan.


"Ayo pa! Kita kesana!" ajak Lee.


Mereka akhirnya mendekati Imam dan melihat orang-orang bertubuh kingkong yang bergelimpangan di jalan. Kemudian Lee jongkok untuk memeriksa. Tanpa disadari oleh Lee ada tangan yang menarik kaki Lee. Lee terduduk di aspal dan melihat ada seseorang yang memegang kakinya.


"Lepaskan kakiku!" desis Lee dengan penuh amarah.


Orang yang pura-pura pingsan tadi bangun dan tangan satunya mengambil pisau. Lee yang melihat orang itu mengambil pisau dengan cepat menendang kepala orang itu. Hingga orang itu terlentang dan melepaskan Lee. Lee bergegas berdiri dan mengambil pistol untuk menembaki mereka sampai tewas.


"Kamu tidak memberikan kakak satu orang yang masih hidup?" tanya Imam.


"Buat apa kak?" tanya Lee balik.


"Buat diintrogasi," jawab Imam.


Lee menepuk jidatnya bahwa dia lupa. Lee menunduk sambil mengucapkan, "Maaf."


"Tak apa. Biarkan saja mereka seperti ini semuanya," ujar Imam yang tidak jadi marah.


Lee mengambil sarung tangan di kantong celananya. Setelah itu Lee memakainya sambil menuju ke mayat itu. Lee merogoh kantong sang mayat itu. Tak lama Lee menemukan sebuah ponsel dan berkata, "I found it."

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Andi.


"Ponsel," jawab Lee dengan tersenyum devil.


Melihat Lee yang tersenyum devil membuat Andi bergidik ngeri. Andi membaca apa yang di dalam otak sang putri. Tiba-tiba saja Andi menganggukan kepalanya sambil berbicara lirih terhadap Bayu dan Imam.


"Bakalan Lee akan mengobrak-abrik Dennis," lirih Andi.


"Apakah itu benar pa?" tanya Imam.


"Lihat saja," jawab Andi.


Sementara itu Lee sedang menghubungi nomor yang dicurigai milik Dennis. Lee berharap agar nomor itu diangkat. Benar saja empunya nomor langsung mengangkatnya sambil nyerocos, "Bagaimana... Apakah sudah berhasil menangkap Lee sialan itu!"


"Oh... Sudah... Tenang saja Lee sudah tertangkap," jawab Lee dengan senyum merekah.


"Oh... Kalau begitu kalian pulanglah!" titah orang yang berada di seberang sana.


"Aish... Rumah kamu di mana?" tanya Lee yang benar-benar tidak tahu.


"Kenapa lagi kamu lupa? Apakah kamu terkena amnesia?" tanya orang itu lagi.


"Kalau begitu pergilah ke jalan xxx dan bawa kepala Lee kesini!" perintah orang itu.


"Baiklah. Saya akan pergi ke sana!" balas Lee.


Setelah itu para pengawal itu datang untuk membersihkan para mayat itu. Lee mendekati Andi sambil memberikan sebuah perintah, "Kirim mereka ke alamat xxx sekarang!"


"Baik nona!" balas mereka serempak.


Lee menatap Andi, Bayu dan Imam. Lee meminta izin ke mereka untuk menemui orang yang ingin menghabisi Imam, "Pa... Aku akan ikut mereka. Aku ingin menghajar mereka habis-habisan sekarang juga."


"Siapa dia?" tanya Andi.


"Paling Dennis," jawab Lee. "Berikan aku senjata papa."


Terpaksa Andi mengambil senjata apinya yang penuh dengan peluru. Mau tidak mau Lee menatap Imam untuk meminjam mobilnya itu. Imam hanya mengiyakan dan tersenyum manis.


"Pakai saja sana," ucap Imam. "Kalau rusak buang saja sana."

__ADS_1


Jujur saja Lee terkejut dengan pernyataan Imam. Bagaimana bisa mobil masih baru keluar dari pabrik dibuang? Lee pun menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Aku tidak akan membuangnya."


Imam pun paham apa yang dimaksud oleh Lee. Imam juga mengerti tabiat Lee. Lalu Imam memandang wajah Lee sambil berkata, "Aku membelinya dengan harga murah. Dan itu juga mobil dengan harga kurang lebih dua ratus juta."


Gubraaaakkkk.


Lee sungguh terkejut dengan harga mobil Imam. Lee baru tahu kalau mobil Imam itu sangat murah. Orang sekelas Imam yang mempunyai aset Pradipta yang bisa dikatakan sangat fantastis. Lalu Lee menggelengkan kepalanya sambil berpamitan, "Aku berangkat dulu."


"Papa akan menyusul di belakangmu," ucap Andi.


"Baiklah," balas Lee.


Lee memutuskan masuk ke dalam dan melihat Suci yang masih terbengong-bengong sedari tadi. Bagaimana bisa sang kakak besarnya itu bisa mengemudikan mobil itu secara ugal-ugalan. Lee menepuk bahu Suci dan menyuruhnya jalan untuk mengikuti mobil itu.


"Jalan!" titah Lee.


Suci yang sedari tadi terkejut langsung menoleh dan memandang wajah Lee. Suci segera membetulkan raut wajah terkejut menjadi normal lagi. Beberapa saat kemudian Lee menyuruh Suci untuk mengikuti mobil yang sudah berjalan. Lalu Suci mengiyakan dan menancap gasnya.


Sementara Bayu, Imam dan Andi akhirnya masuk ke dalam mobil. Andi menyalakan mobil itu dan menancap gasnya untuk mengejar Lee. Mereka akhirnya berjalan beriringan.


Flashback On.


Ketika Lee selesai membersihkan tubuhnya. Lee segera keluar dari kamar untuk mencari keberadaan Erra. Ketika keluar dari kamar Lee melihat Andi yang sudah berdiri di sana. Lee mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Ada apa?"


"Perasaan papa tidak enak. Pradipta Groups sedang diserang," jawab Andi.


"Benarkah itu?" tanya Lee.


"Ayo kita pergi ke ruangan kerja papa. Di sana ada papa mertuamu yang sedang kebingungan," jawab Andi yang mengajak Lee ke ruangan kerja.


"Lalu bagaimana dengan kak Erra?" tanya Lee.


"Erra dan Garda sedang memulihkan kondisi Pradipta agar tidak terjadi chaos," jawab Andi yang berjalan duluan.


"Baiklah," balas Andi.


Ketika sampai di sana Andi membuka pintu itu dan melihat Bayu yang sedang menghubungi Irwan. Mereka menghempaskan bokongnya di depan Bayu secara serempak. Mereka juga mendengarkan percakapan Bayu.


"Lagi dimana lu Wan?" tanya Bayu.

__ADS_1


__ADS_2