Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 390


__ADS_3

"Kenapa memangnya?" tanya Erra.


"Aku ke sini nanti disuruh main game," jawab Lee dengan jujur.


"Nggak boleh main game. Pokoknya kita pulang ke Jakarta hari ini juga.sebelum ke Jakarta kita harus mampir ke Surabaya untuk mencari nasi kuning buatan pak Bram," kesal Erra.


"Astaga... Kamu masih ingat dengan nasi kuning buatan pak Bram itu?' tanya Lee.


"Iya," sahut Erra.


''Kalau begitu ya sudahlah," kesal Lee.


Mau tidak mau Lee akhirnya berpamitan kepada Caroline. Bahwa dirinya akan pulang ke Jakarta terlebih dahulu. Kemudian Lee menatap Caroline sambil berkata, "Ma, aku nggak bisa lama-lama di sini. Kakak tampan akhir-akhir ini sangat aneh sekali. Aku nggak tahu harus bagaimana lagi untuk menghadapinya."


"Memangnya mau minta apa sih?" Tanya Caroline.


"Kakak tampan meminta nasi kuning buatan pak Bram yang berada di Surabaya sana. Aku nggak tahu siapa yang disebut oleh Pak Bram itu. Makanya aku nggak akan lama-lama lagi di sini," pamit Lee


"Baiklah. Kamu harus hati-hati," pesan Caroline.


"Oke ma," balas Lee.


Dari tadi Erra tidak mendekati Caroline. Entah kenapa dirinya tiba-tiba saja membenci Ibu mertuanya itu. Kalau dilihat-lihat ibu mertuanya itu sangat cantik sekali. Ketika ingin mendekat, Erra merasakan perutnya tidak enak.


"Kamu sudah berpamitan dengan Mama?" tanya Erra yang memegang tangan Lee.


"Ya. Tapi kenapa kamu kok nggak mau mendekat?" tanya Lee lalu meninggalkan Caroline.


"Aku tiba-tiba saja membenci mamamu. Aku nggak tahu apa yang harus aku lakukan. Sebelum jadi Mama mertua, Mama Caroline adalah mamaku. Rasanya aku sangat bersalah sekali kepada Mama Caroline," ucap Erra.


"Kamu itu ada-ada saja. Janganlah kamu membenci ibu mertuamu," pesan Lee.


"Aku ini kenapa? Tiba-tiba saja aku merasakan ada yang aneh dalam tubuhku," ujar Erra.


"Apakah kamu ingin ke rumah sakit?" Tanya Lee.


"Nanti saja kalau tiba di Surabaya," jawab Erra.


Terpaksa Lee mengalah kepada Erra. Wanita berparas cantik itu diam-diam sangat mengkhawatirkan sang suami. Akan tetapi Erra memegang tangan Lee untuk menghilangkan rasa khawatirnya itu. Meskipun Lee tidak berbicara apapun kepada Erra, Erra tahu isi hatinya istrinya itu.


Saat berada di lobby, beberapa pengawal dari White Eragon sudah bersiap-siap menyambut Erra. Mereka langsung mengangkat koper-koper yang dibawa oleh Lee. Setelah itu mengucapkan terima kasih dan langsung berangkat ke bandara.


Jujur saja Lee belum puas datang ke Bangkok. Dirinya ingin berkeliling dan berjalan-jalan malam untuk memburu kuliner malam. Memang Lee memiliki hobi kulineran. Hampir tiap minggu dirinya selalu berburu makanan yang aneh-aneh.


"Aku tahu kamu kecewa," ucap Erra.


"Kenapa?" Tanya Lee.

__ADS_1


"Karena kamu ingin berburu kuliner di Thailand. Tapi aku menyuruhmu pulang," jawab Erra.


"Tak apa. Lain kali saja. Aku ingin jalan-jalan sama tiga anak kembar yang lucu-lucu dan imut sekali," ucap Lee yang menginginkan bayi kembar tiga.


"Semoga saja itu akan menjadi kenyataan," balas Erra sambil berdoa agar mimpi mereka menjadi kenyataan.


"Aku ingin makan pisang coklat buatan kak Garda," celetuk Lee.


"Besok aja ya mintanya," ucap Erra.


Jarak antara hotel menuju bandara hanya satu jam saja. Lee melihat ke arah luar jendela. Suatu hari nanti dirinya ke sini bersama ketiga anaknya itu. Tiba-tiba saja Erra menarik tubuh mungilnya dan memeluknya.


"Sekarang hidup kita sudah damai. Apakah kamu punya rencana untuk kedepannya?" Tanya Erra.


"Sepertinya nggak ada. Rasanya kita akan melanjutkan hidup dengan bahagia," jawab Lee.


"Kalau aku keluar dari perusahaan Asco bagaimana?"


"Apa yang kamu bilang?"


"Aku ingin menjadi pria biasa saja."


"Nggak boleh. Asco sangat membutuhkanmu. Mereka bergantung pada tanganmu itu."


"Kalau begitu ya sudahlah. Aku tidak jadi keluar."


"Lagian kita belum memiliki garis keturunan."


"Aku merasa ada sesuatu di dalam perutku."


"Maksudmu?"


"Perutnya tiba-tiba saja membuncit sedikit."


"Karena kamu kebanyakan makan akhir-akhir ini."


"Apakah kamu nggak marah sama aku?"


"Aku nggak marah sama kamu."


"Harusnya marah. Karena tubuh istrimu akan menjadi melebar."


Seketika Erra tertawa terbahak-bahak. Ucapan Lee sangat lucu sekali. Meski tubuh Lee melebar, namun dirinya tidak menjadi masalah.


"Aku nggak ada masalah jika tubuhmu melebar seperti itu. Itu berarti aku berhasil merawatmu dan memberikan kamu makan yang enak," bisik Erra.


"Kamu itu ada-ada saja. Padahal standar menjadi istri CEO memiliki tubuh langsing," kesal Lee.

__ADS_1


"Memangnya ada standar seperti itu? Jika tubuhmu kurus kering berarti aku tidak bisa merawatmu dan memberikanmu makan," sahut Lee.


"Ah rasanya... Kakak tampan semakin aneh saja," ujar Lee.


"Tapi kamu suka gitu sama aku?" Tanya Erra.


"Entahlah," jawab Lee dengan lirih.


Di tempat lain Jake dan Greg sedang melihat pemandangan dari balkon. Kedua saudara sepupu itu sangat menikmatinya. Banyak gadis-gadis cantik yang sedang berjemur di pantai.


"Erra beruntung memiliki hotel yang menuju ke pantai," puji Greg.


"Iya kamu benar. Apakah kamu tahu pembuatan hotel ini sempat dihentikan sementara?" Tanya Jake.


"Memangnya Erra tidak memiliki biaya untuk membangun hotel ini?"


"Nggak juga. Saat itu era sedang ngambek sama Lee. Aku nggak tahu permasalahannya apa. Sampai-sampai Erra menghentikan sementara pembangunan hotel ini. Kalau nggak salah tiga bulanan."


"Gila juga itu era. Memangnya masalahnya apa Kok sampai menghentikan proyek ini?"


"Masalahnya adalah cemburu kepada klien yang suka menggoda Lee."


"Astaga... Ternyata saat itu Erra sudah memiliki kecemburuan terhadap pria yang mendekati Lee?"


"Ya itu benar. Kamu tahu beberapa pria datang langsung ke perusahaan Asco hanya untuk mencari Lee. Yang lebih lucunya lagi. Pas ada meeting besar antara para pemegang saham. Mereka menunggu hingga selesai."


"Memangnya Lee adalah seorang bintang?"


"Tidak. Kemungkinan Lee orangnya sangat ramah sekali. Saking lamanya banyak sekali orang-orang ingin berkenalan dengannya. Itulah kenapa banyak sekali para pria ingin menjadikan Lee sebagai kekasihnya maupun istrinya."


"Ceritamu itu lucu. Aku nggak bisa membayangkan, bagaimana saat itu Erra sedang cemburu?"


"Mending kamu tanyakan saja pada Garda. Soalnya Garda sering menjadi sasaran amukan dari Erra."


"Oh my God. Untung saja Garda memiliki sifat sabar. Jika tidak ya wassalam."


"Kamu belum tahu sih bagaimana Garda menahan amarahnya itu?


"Aku sangka Garda tidak marah seperti itu."


"Kamu salah. Selesai kerja Garda memutuskan untuk pergi ke markas. Setelah itu Garda fitness habis-habisan. Kemudian Garda tidur di dalam kamar."


"Lalu?"


"Kamu belum tahu bagaimana akhirnya? Sebelum tidur Garda sengaja menaruh ponselnya di ruangan kerjanya Erra. Kemudian dia mengunci kamarnya dengan memakai sistem keamanan. Yang di mana sistem itu tidak bisa dijebol oleh siapapun.


"Astaga... Bagaimana Erra menghubunginya?"

__ADS_1


Jake akhirnya menahan tawa agar tidak tertawa. Namun ketika mengingat dirinya tentang kelakuan Garda saat itu. Jake langsung meledakkan tawanya.


"Kenapa? Kayaknya kamu kesurupan deh?" tanya Greg.


__ADS_2