
Keesokan harinya, mereka masih terjebak dalam badai angin. Pemerintah tidak memprediksi, kapan semuanya akan berakhir. Cuaca saat ini sangat dingin sekali. Bahkan sangking dinginnya, tulang-tulang di dalam tubuh menjadi remuk. Hal ini menandakan bahwa mereka akan stay untuk berada di dalam mansion mewah milik Nanda.
“Apakah ini yang namanya liburan?”
Tanya Lee yang membuat Erra terdiam.
Erra yang terdiam hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Erra menatap Imam dan Nanda. Mereka bertiga hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar. Mereka bingung dan hanya mengedikkan bahunya.
“Aku harap kita tidak akan terjebak disini lama.”
Ucap Angela sambil memandang wajah Lee.
“Pemerintah tidak bisa memprediksi kapan badai itu akan berakhir? Jadinya kita terjebak dalam situasi yang tidak pasti.”
Sahut Imam.
“Mau makan apa?”
Tanya Lee sambil melihat mereka.
“Hmmp... sepertinya kita makan apa adanya.”
Jawab Imam yang belum ingin sarapan. “Roti dan sup creammy?”
Tanya Suci yang melihat Imam yang ogah-ogahan.
“Itu ide yang bagus sekali. Aku ingin memakan itu. Aku ingin memakan yang hangat. Agar perutku tidak terlalu kaku.”
Ucap Imam yang membuat Suci tersenyum.
“Apakah kakak mau?”
Tanya Lee ke Erra.
“Apapun yang kamu masak pasti mau.”
Jawab Erra yang tersenyum manis.
“Bagaimana dengan Kak Nanda?”
Tanya Angela sambil. Menatap wajah Nanda.
“Lebih baik kita memasak itu. Dan aku ingin sup Creammy panas.”
Pinta Nanda.
Ketiga wanita itu berdiri lalu meninggalkan mereka. Para pria sudah bosan terjebak di musim dingin yang gila ini.
Bayangkan saja, jika dirimu terjebak dalam situasi seperti ini? Apa yang akan kamu lakukan?
Kalau Author pasti tidak kemana-mana. Hehehe...
“Ini liburan yang konyol sekali. Bayangkan saja kita kesini hanya untuk mencari coklat untuk para ibu hamil. Ternyata kita malah terjebak dalam badai. Ini memang tidak asyik sama sekali. Jika sendiri.”
Ucap Imam yang mendapatkan pukulan dari Erra.
“Enggak asyik. Ya... memang nggak asyik. Bisa nggak kamu ngomongnya agak lain?”
Kesal Nanda yang ingin menghajar Imam di akhir kalimat.
“Maksud kamu apa?”
Tanya Erra yang menatap tajam ke arah Imam.
“Memang apa yang aku katakan benar. Kalau terjebak disini sendirian pasti sangat menyebalkan.”
Jelas Imam yang membuat Erra tersenyum.
“Ya... kamu benar. Selagi bersama Lee... semakin hari bisa semakin baik.”
Sambung Erra yang tersenyum manis.
__ADS_1
“Bagaimana perasaan kamu setelah menikah dengan Lee?”
Tanya Imam yang menatap wajah Erra yang bahagia.
“Semuanya di luar pemikiranku. Dia adalah jodoh masa kecilku.”
Jawab Erra yang sangat mencintai Lee.
“Jodoh yang dimana tidak bisa ditebak. Rasa pahit, manis, asam kehidupan kamu memang sangat indah sekali.”
Tambah Nanda.
“Kehidupan manusia itu sangat indah sekali. Hidup juga seperti sekolah. Bisakah kamu bayangkan, jika manusia itu disuruh belajar dari kesalahan. Lalu kita disuruh menjalankan ujian?”
Ucap Erra yang mendadak bijak.
“Semakin lama kamu semakin bijak.”
Puji Nanda kepada Erra.
“Memang seharusnya semakin berumur harusnya bijak dan memperbaiki dirinya masing-masing. Kelak suatu hari nanti kita akan menjadi panutan anak-anak kita.”
Jelas Imam yang membetulkan pembicaraan mereka berdua.
“Katanya Garda kesini?”
Tanya Nanda.
“Iya... Garda memang kesini. Tujuannya kesini hanya untuk melaksanakan tugas dari papa Andi. Sudah seharusnya Garda menggantikan Papa.”
Jawab Erra.
“Yang enggak kesini itu malahan Jake.”
Celetuk Imam.
“Jake sedang sibuk dengan urusan dengan adik-adiknya. Dia sekarang belajar merawat bayi kecil. Katanya kalau nanti akan sudah menikah pasti enggak kaget lagi.”
Tiba-tiba saja, Imam teringat dengan Raka. Ia mulai menundukkan kepalanya sambil membayangkan wajah gembul Raka.
“Gara-gara membicarakan tentang Jake. Aku teringat pada Raka.”
“Hasil perbuatan anak buahnya Lee hingga Imam memiliki seorang anak.”
Nanda tertawa terbahak-bahak karena ulah Suci.
“Aku tidak tahu bagaimana caranya pada waktu itu.”
Jelas Imam yang masih teringat pada jaman itu.
“Memangnya kamu tahu ya?”
Tanya Erra.
“Ya... tahulah. Akulah orang yang mengantarkan dia pulang ke apartemennya. Sementara dia masih tidak sadar pada waktu itu. Sepanjang perjalanan aku hanya tertawa. Seorang ahli waris Pradipta diperk*sa. Bahkan Sam tahu apa yang terjadi saat itu.”
Jelas Nanda yang membuat Imam terkejut.
“Kenapa kamu tidak mencegahnya? Jika Suci suka sama kamu. Ngapain juga memakai cara kasar begini. Lebih baik aku akan menikmatinya dengan sadar.”
Protes Imam yang pura-pura bersedih.
“Jangan protes seperti itu. Percuma saja. Lagian juga kamu pasti sangat menikmatinya.”
Ledek Nanda.
“Apakah kamu sadar melakukannya?”
Tanya Erra yang memegang dagunya.
“Ya... aku merasakannya. Meskipun aku belum bisa bangun. Tapi aku sangat menikmatinya.”
__ADS_1
Jawab Imam yang mendapatkan toyoran dari Nanda sambil tertawa keras.
“Memang nikmat. Tapi jujur aku sangat menikmati permainannya.”
Tambah Imam yang masih mengingat kejadian pada masa lalunya.
“Kamu ini ada-ada saja.”
Kesal Erra.
“Tapi dia enggak tahu kalau acara pada waktu itu membuatnya memiliki seorang anak.”
Ucap Nanda.
“Dan Suci dengan beraninya memegang seorang ahli waris dari Pradipta. Yang dimana ahli waris itu adalah anggota enam pilar utama.”
Ledek Erra yang membuat Imam tertawa.
“Tapi aku bersyukur. Jika memang jalannya begini aku akan menikmatinya. Aku juga bertanggung jawab atas Raka dan adik-adiknya kelak. Aku harap kalian harus mengikuti langkahku.”
Pinta Imam yang mengambil coklatnya.
“Itu pasti bro. Aku tidak akan tinggal diam atas keberlangsungan hidup anak-anakku.”
Jelas Erra yang sangat menyayangi calon bayinya itu.
Sementara di dapur, ketiga wanita itu memang sangat kompak sekali. Bahkan mereka sendiri memasak sup Creammy dengan asyik dan santai.
“Beberapa hari ini aku berat badanku menambah.”
Celetuk Angela yang membuat Lee menggelengkan kepalanya.
Memang benar apa yang dikatakan oleh Angela, Lee melihat bentuk tubuh Angela berubah. Namun tidak menutup kemungkinan, Angela semakin hari semakin sehat. Angela sangat bahagia bila ada Nanda di sampingnya.
“Buat kamu nggak apa-apa. Kamu gemuk atau kurus pun masih cantik. Tapi ingatlah... Jagalah kesehatan sebelum sakit. Makanlah ketika kamu lapar. Jangan menunda-nunda makanmu. Aku tahu kalau kamu itu males banget makan.”
“Aku pengen diet kakak. Aku pengen kaya orang-orang. Yang di mana orang-orang itu memiliki badan bagus. Biar Kak Nanda selalu bersamaku.”
Ucap Angela yang takut jika Nanda selingkuh.
“Bukan begitu kali konsepnya. Jika pria mencintaimu setulus hati. Maka pria itu selamanya akan bersamamu. Kak Nanda tidak akan pernah peduli jika bentuk badanmu berubah. Kak Nanda akan menghormatimu sebagai wanitanya. Lebih baik nggak kamu nggak usah mikir yang jauh dan keras.” Ucap Lee.
“Sebenarnya aku takut Kak. Di dunia ini banyak sekali cowok-cowok nggak setia karena perubahan istrinya. Jujur aku nggak pengen jadi korban seperti itu.”
Jelas Angela yang membuat Sudi dan Lee paham.
“Menurut pendapat Angela itu benar Kak. Aku nggak tahu pasti Bagaimana pria itu bisa berselingkuh. Aku tanya sama Kak Imam. Rata-rata mereka tidak nyaman. Aku nggak tahu tanda nyaman itu seperti apa? Bahkan aku sendiri aja takut jika Kak Imam pergi. Jujur aku takut karena ada Raka. Sebentar lagi kita akan memiliki seorang bayi. Kalau itu terjadi maka kehidupanku sangat sakit sekali Aku nggak ingin hidupku seperti mama.”
Ungkap suci yang mengetahui tabiat para pria pada zaman now.
“Ya nggak kali Suci. Lagian juga masalah selingkuh bukan karena bentuk tubuh. Masalah selingkuh karena ada masalah yang memicunya. Wajar saja kalau mereka berselingkuh. Dan kalian berdua sering-sering bertanyalah kepada Kak Imam ataupun Kak Nanda tentang sifatmu dan juga perlakuanmu kepadanya dan anak-anak. Nanti kamu kasih tahu jawabannya apa. Terus Jika kamu ada yang salah perbaikilah. Begitu juga dengan sebaliknya. Aku hampir setiap hari bertanya kepada suamiku itu. Nanti kalau dia ini salah atau aku yang salah. Kami akan saling memperbaikinya satu persatu. Tidak perlu menggunakan amarah maupun kekerasan. Karena Wanita itu ingin dimengerti dan juga sebaliknya. Menikah adalah tujuannya untuk bersatu dan saling mencintai. Bukan untuk tunjukkan atau kekerasan dalam rumah tangga. Jika sampai terjadi... Maka itu bukanlah pernikahan yang sehat. Aku harap kalian mengerti.”
Lee menjelaskan tentang artinya pernikahan sesungguhnya.
“Kakak benar. Aku harap Kak Nanda orang yang sabar.”
“Kak Nanda memang orangnya sabar. Kak Nanda jarang sekali marah jika kita tidak melakukan kesalahan apapun. Wajahnya memang wajah brengsek. Tapi hatinya setulus malaikat. Aku harap kamu mengerti dan tidak menyesal memiliki Kak Nanda.”
Ucap Lee yang membuat Angela terharu.
“Bukannya aku tidak mau memiliki Kak Nanda. Justru itu Kak Nanda sering dikejar-kejar sama wanita lain.”
Ungkap Angela dengan jujur.
“Meskipun begitu kamu harus mempertahankannya. Jangan pernah kamu melepaskan Kak Nanda ke orang lain.”
Sahut Suci yang sedang mengaduk sup di atas kompor.
“Bagaimana caranya aku mempertahankan Kak Nanda?”
Tanya Angela yang sedikit gelisah.
__ADS_1