Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 287


__ADS_3

''Bukannya aku enggak percaya sama kalian. Kamu tahu enggak mungkin kalau pihak kepolisian bekerja sama dengan mafia,'' jawab Simon.


Erra segera mencari ponselnya lalu menghubungi Nanda. Erra meminta Nanda untuk menyelamatkan seluruh keluarga Simon. Setelah selesai Erra tersenyum devil dan bertanya, "Apakah kamu tidak percaya apa yang aku bicarakan di telepon tadi?"


"Kalau kamu dipecat dari pekerjaanmu, kamu bisa mendaftarkan diri ke Asco. Aku akan memberikan kamu pekerjaan yang bagus,'' jawab Erra.


"Aku tidak yakin soal itu,'' ucap Simon dengan datar.


Sebenarnya Simon malas sekali jika berhubungan dengan mafia. Ditambah lagi dengan peraturan yang memaksa seperti ini. Simon sangat jengah dan tidak mau bertemu dengan yang namanya mafia.


"Kalau kamu bekerja sama dengan White Eragon aku pastikan hidupmu akan terjamin. Jika kamu bekerja sama dengan Black Lotus jangan harap kamu bisa mendapatkan kebebasan sekalipun. Ditambah lagi nyawa keluarga kamu dalam bahaya," ucap Erra.


"Apakah kamu bisa menjamin keluargaku?" tanya Simon lemah.


"Ya... Aku akan menjamin semuanya jika kamu mau bekerjasama dengan aku," jawab Lee.


"Kalau begitu baiklah," balas Simon.


"Kalau begitu kita bertukar saja!" titah Lee.


"Tukar apa?" tanya Simon.


"Aku meminta nyawa Nicky! Jika kamu tidak memberikannya maka aku yang akan membuat kamu menderita," gertak Lee.


"Jujur saja aku malas sekali sama Nicky. Sedari dulu Nicky selalu menjegal keinginanku memperbaiki seluruh anggota kepolisian bersama Pak Christian. Tapi Nicky selalu membuat ulah dengan cara licik dan melaporkan setiap kegiatanku ke atas," ucap Simon.


"Bagaimana kalau aku yang menyingkirkan mereka dari sini?" tanya Lee.


"Ide yang bagus girls," celetuk Erra.


"Jika kamu enggak setuju aku akan melakukannya. Kamu tahukan maksudnya apa?" tanya Lee dengan nada yang menekan.


"Apakah kamu sudah selesai?" tanya Garda yang melihat jam di tangan.


"Aku sudah selesai. Mari kita pulang!" ajak Lee.

__ADS_1


Tanpa berpamitan mereka akhirnya pergi meninggalkan Simon. Mereka tersenyum kemenangan karena ulah Lee. Sekarang mereka sedang membuat rencana. Yang dimana rencana itu akan menjadi neraka buat Candra.


"Aku sudah tidak sabar menunggu malam hari tiba," celetuk Lee.


"Maksudnya?" tanya Erra.


"Kakak tahu kalau tanganku ini sudah gatal ingin membakar gudang dan pabrik milik Candra," jawab Lee.


"Baiklah... Lakukanlah apa yang kamu mau!" titah Erra.


"Tapi kak?" tanya Lee.


"Tapi apa?" tanya Erra balik.


"Aku boleh meminjam anggota Black Dragon," jawab Lee.


"Dengan senang hati. Kamu bisa memakainya," jawab Erra yang memberikan sebuah akses buat Lee.


"Huaha... Keren. Aku hari ini memang benar-benar keren. Karena aku dapat meminjam anggota mafia lainnya," ucap Lee dengan girang.


Lee terdiam lalu otaknya berpikir dengan jernih. Tiba-tiba saja ada senyum yang mereka dari bibir mungilnya. Lee menengok ke belakang dan melihat sang kakak dengan asyik bermain ponsel.


"Bagaimana aku melakukannya? Kamu tahukan kalau aku memakai mereka bakalan Candra akan melahapku hidup-hidup," celetuk Lee.


"Mana ada singa betina takut sama Candra sialan itu? Apakah kamu mau mencobanya?" tanya Garda yang menawarkan ide konyolnya.


"Bagaimana caranya?" tanya Lee yang bingung.


Tiba-tiba saja Erra menghentikan mobilnya dan menengok ke belakang. Lalu Erra menatap tajam ke Garda seakan meminta penjelasan tentang ide konyolnya itu.


"Oke... Kalau begitu. Jika kalian ingin meminjam anggota Black Lotus aku bisa melakukannya. Kamu tahu aku secara diam-diam memiliki akses untuk menembus pertahanan Black Lotus. Apakah kamu mau sekarang?'' tanya Garda.


"Maksudnya apa Brucce? Kamu jangan mengada-ada deh?" tanya Erra yang tidak paham apa maksudnya.


"Gue jelasin oke. Kalau gue masuk ke dalam sistem jaringan Black Lotus. Aku bisa menyamar sebagai Candra. Aku akan meminta mereka untuk melakukan apa yang aku inginkan. Aku juga bisa menyuruh mereka untuk membakar markas Black Lotus hari ini. Dengan kata lain mereka akan sendiri berkhianat," ujar Garda.

__ADS_1


"Jadi istilahnya lempar batu sembunyi tangan?" tanya Lee yang mulai paham dengan apa yang dikatakan oleh Garda.


"Ya... Kamu benar. Bukankah itu lebih baik. Kenapa harus ribet mengorbankan para pengawal kita. Kita buat saja bertarung sesamanya saat di pelabuhan. Nah ketika mereka bertarung kita bisa mengambil barang itu lalu membawanya lari. Setelah itu kita kembalikan ke gudangnya dan bakar semuanya," jawab Garda yang memiliki ide brilian.


"Benar juga ya... Kenapa kita tidak memikirkan itu?" tanya Erra. "Apakah itu tidak bahaya?"


"Tidak. Itu tidak bahaya. Kalau begitu kita lakukan sekarang!" ajak Garda.


"Bagaimana dengan Nicky?" tanya Lee.


"Nicky sekarang berada di tangan kita. Kita bisa membunuhnya sekarang jika mau. Atau menghancurkan karirnya dengan semua skandal yang dimiliki. Bagaimana ide tambahan dari aku?" tanya Erra.


"Aku ikut saja apa mau kalian. Cepat atau lambat kita akan membumihanguskan mereka. Ah... Rasanya aku ingin melihat pabrik dan gudang Candra hancur berkeping-keping dan berserakan," ucap Lee yang girang. Setelah ini kita mau ngapain?"


"Pergi ke markas Black Dragon," jawab Erra yang menancapkan gasnya.


"Apakah lama kita disana?" tanya Lee.


"Enggak. Aku ingin menjebol pertahanan Black Lotus. Aku sudah lama tidak melakukan hal gila ini. Hanya saja suami kamu tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi," jawab Garda yang terkekeh.


"Adik sama Abang sama saja," keluh Erra yang masih fokus.


"Sama apa kak?" tanya Lee.


"Sama gilanya. Yang satu gila banget menghancurkan gudang obat-obatan terlarang. Yang satu pandai memprovokasi keadaan. Kalau digabungkan menjadi satu lama-lama Black Lotus habis tinggal sejarah," tambah Erra.


Kedua adik kakak itu langsung tertawa terbahak-bahak. Bagaimana bisa mereka memiliki otak yang licik bahkan gila seperti ini? Lalu bagaimana dengan tanggapan Erra? Erra hanya terkekeh melihat tingkah mereka. Memang apa yang sering dikatakan oleh enam pilar utama lainnya. Kalau sang papa ternyata jahilnya minta ampun. Erra tidak mengira kejahilannya akan turun ke mereka. Ini sungguh mengerikan bagi Erra.


Lalu bagaimana dengan Nicky? Nicky yang berada di markas Black Lotus ketar-ketir. Pasalnya rencana yang dilakukannya untuk mengawal obat-obatan terlarang sudah diketahui rencananya. Bahkan sampai ke telinga Lee. Ah... Ini sangat mengerikan sekali. Ditambah lagi dengan senyum devil singa betina yang meresahkan. Nicky langsung terkena panas dingin. Tak lupa juga dengan kasus yang pernah dimiliki Erra. Nicky berani menuduh Erra sebagai tersangka pembunuhan. Bahkan saat itu dirinya tidak mengetahui kalau Erra adalah orang yang berpengaruh terhadap perkembangan dunia. Dengan satu jentikan jari Erra bisa melakukan apapun. Ya... Memang betul Erra bisa melakukannya semua.


"Argh... Sial!" teriak Nicky sambil membuang botol bir.


Seluruh anggota Black Lotus langsung menunduk ketakutan. Mereka tidak berani memandang Nicky apalagi mengangkat kepalanya.


"Ada apa tuan?" tanya seorang pengawal yang masih menunduk.

__ADS_1


__ADS_2