Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 77


__ADS_3

Dengan geramnya Sam menyuruh anak buahnya mencari Aldy melalui pesan WhatsApp.


"Tak akan aku biarkan kamu hidup Aldy!" geram Sam.


Tok... Tok... Tok...


Suara pintu diketuk. Sam hanya menghela nafasnya.


"Masuk!" teriak Sam.


Ceklek.


Pintu terbuka. Seorang gadis cantik datang lalu mendekati Sam.


"Maaf Tuan Sam. Hari ini anda mendapat undangan meeting bersama Anders Corporation Group International. Meeting dimulai jam 10 pagi. Setelah itu anda harus pergi ke restoran Wagiki. Karena para karyawan menunggu untuk gajian. Jam 3 anda bertemu dengan Pak Erra untuk membahas makan siang karyawan ASCO. Malamnya bapak harus menghadiri peresmian Mall milik Pak Imam Ali Pradipta," jelas Pita yang gemetar melihat Sam.


"Udah itu aja," ketus Sam.


"Udah Pak Sam," jawab Pita yang tubuhnya bergetar.


Sam yang melihat tubuh Pita bergetar menjadi bingung. Sam berdiri dan mendekati Pita. "Kenapa tubuhmu bergetar seperti itu?''


"Huaha.... Maaf Pak Sam saya harus pergi," ucap Pita yang bergegas pergi.


Sam yang melihat Pita ketakutan hanya bisa pasrah. "Kenapa sekretarisku menjadi takut seperti itu? Memangnya aku tidak tampan ya? Atau... ah... sudahlah!"


Mood Sam berubah menjadi buruk karena melihat pekerjaan yang menumpuk. Hari ini Sam ingin memakan orang dan melahapnya hidup-hidup.


"Baiklah. Hari ini aku tidak menyentuh kalian. Kupastikan kalian akan tetap disini hingga besok pagi. Aku yakin kalian akan bertambah banyak seperti gunung Merapi," kesal Sam.


Tak selang beberapa lama datang tiga orang divisi yang membawa banyak berkas untuk di tandatangani. Mata Sam membulat sempurna lalu diam tanpa kata seperti patung.


"Pagi Pak," sapa Kinan dari divisi pemasaran.


"Taruh saja situ!" titah Sam dingin sambil menunjuk meja.


Setelah selesai menumpuk mereka langsung keluar. Sam yang menatap kepergian mereka hanya menghela nafasnya secara kasar.


"Besok aja lemburnya," ucap Sam yang kesal.


Sam memutuskan untuk mengambil jas dan memakainya. Tidak lupa membawa pistol dan menyelipkan di belakang punggungnya. Sam keluar dari ruangannya lalu melihat Pita yang sedang serius dengan pekerjaannya.


"Pita," panggil Sam.


"Ada apa Pak?" tanya Pita.


"Ikut aku meeting," jawab Sam.


"Terus pekerjaan saya bagaimana Pak?" tanya Pita balik.


"Sudah taruh saja. Besok kita akan lembur sampai pagi," jawab Sam.


Pita hanya mengangguk tapi hatinya teriak. Pita tidak menyukai yang namanya lembur. Apalagi lembur sampai pagi.


"Gimana saya cari suami kalau lembur sampai pagi?" gerutu Pita yang didengar oleh Sam.


"Ayolah," seru Sam.


"Ba... ba.... ba... baik Pak," jawab Pita terbata-bata.


Kemudian Pita beranjak dari duduknya lalu mengambil tas kemudian mendekati Sam.


Mereka berangkat menuju ke lobi. Imam yang sedang sibuk dengan banyak pekerjaan di kagetkan oleh Irwan. Irwan mendekati Imam kemudian memberikan sebuah surat undangan.

__ADS_1


"Meetinglah bersama 6 pilar utama dunia!" titah Irwan.


"Pa... Bagaimana keadaan Raka?" tanya Imam.


"Maksudnya? Raka baik-baik saja. Ada apa memangnya?" tanya Irwan balik.


"Apakah Raka putraku?" tanya Imam.


"Kau itu. Sudah jelas-jelas Raka adalah putera kandungmu. Raka sangat mirip sekali dengan kamu," jawab Irwan.


"Aku ingin mengambilnya dari Suci," ujar Imam.


"Jangan lakukan hal yang bodoh! Lebih baik kamu nikahi Suci secara sah ketimbang kamu mengambil Raka!" geram Irwan.


"Bagaimana aku bisa menikahi Suci? Aku tidak pernah mencintai Suci," ujar Imam.


"Apakah kamu masih mencintai Gissel?" tanya Irwan dengan emosi.


"Sudah enggak Pa," jawab Imam.


"Cintailah Suci! Jangan kamu menyia-nyiakan Suci. Papa Mama sangat menyukai Suci!" titah Irwan.


"Aku tidak bisa Pa," ujar Imam.


"Terserahlah apa maumu. Jangan pernah kamu lakukan hal yang bodoh dengan memisahkan Raka dari ibunya," ucap Irwan. "Papa harap kamu bisa mengerti dengan keadaan ini."


"Baiklah Pa," sahut Imam.


"Apakah kamu tidak butuh seorang sekretaris?" tanya Irwan.


"Sangat Pa," jawab Imam.


"Dimana Marty?" tanya Irwan.


"Sebelum kamu berangkat jemputlah Suci. Ajaklah Suci dan Raka. Papa harap kamu bisa dekat dengan Suci. Selanjutnya terserah kamu. Apakah kamu mau menikahi Suci atau tidak? Yang penting kamu tanggung jawab terhadap kehidupan Raka," saran Irwan yang bijak.


"Baiklah Pa," ujar Imam tersenyum tipis.


"Apakah kamu butuh sekretaris?" tanya Irwan.


"Tidak perlu Pa. Selama dunia bawah tanah aman. Aku bisa menghandle pekerjaanku," jawab Imam yang beranjak dari duduknya. "Baiklah Pa... Aku segera meeting."


"Semangat," ucap Irwan yang memberikan semangat pagi sambil menepuk pundak Imam tiga kali.


"Terima kasih Pa," sahut Imam.


Imam mengambil kunci mobilnya dan bergegas meninggalkan Irwan.


Jake yang baru saja datang melihat Feli. Jake diam mematung dan merasakan detak jantungnya berdegup kencang. Feli yang sedang mengerjakan tugas meeting mencium aroma parfum Jake.


"Pagi Pak Jake," sapa Feli yang mengangkat kepalanya.


"Pagi," sahut Jake yang tersenyum manis.


Saat Feli melihat senyuman manis Jake. Feli diam mematung. Hatinya berdebar kencang.


"Pak Jake. Senyuman anda sangat manis sekali. Rasanya aku ingin pingsan," batin Feli.


Jake yang melihat Feli mematung mengagetkan Feli dengan cara mencium bibir tipis Feli lalu mel*m*tnya hingga menjadi ciuman panas. Tanpa sengaja Feli membalasnya.


Di ujung sana ada sepasang suami istri yang baru datang. Mata mereka membulat sempurna melihat Jake dan Feli sedang berciuman.


"Astaga... Mataku tercemar melihat mereka," pekik Lee.

__ADS_1


Dengan cepatnya Erra menutup mata Lee dan berbisik. "Jangan diganggu. Biarkan Jake merasakan jatuh cinta."


"Mataku tercemar Kak," ucap Lee.


"Balik badan sana!" perintah Erra.


Sementara itu Nanda datang bersama Garda dan juga Arin. Dengan cepatnya, Erra menyetop mereka.


"Jangan ganggu mereka!" titah Erra.


"Kok kami di stop sih?" tanya Garda.


"Lihatlah Jake," jawab Erra.


Ketika melihat Jake. Mata mereka membulat sempurna. Tak percaya apa yang dilihat. Garda hanya menggelengkan kepalanya.


"Amazing... Balok es ternyata leleh juga," ucap Garda yang senang.


Kemudian Lee melihat Arin lalu menyapanya. "Arin."


"Kakak besar," seru Arin.


"Adik kecil kamu mengenal Arin?" tanya Garda.


"Iya. Arin adalah kaki tanganku yang merangkap sebagai mata-mata. Jadi Kak Garda jangan macam-macam ya," ucap Lee yang tersenyum devil.


Glek.


"Matilah aku. Kenapa aku seperti ini?" tanya Garda.


"Katanya lu pengen dapat istri yang tangguh," jawab Erra yang memukul lengan Garda.


"Apa benar Kak Garda seperti itu?" tanya Lee.


Erra hanya menganggukkan kepalanya.


Nanda yang dari tadi diam lalu melihat Lee. "Adik kecil, bisakah kamu menolongku?"


"Ada apa Kak Nanda?" tanya Lee yang mengerutkan keningnya.


"Pindahkan Angela ke WS ya," mohon Nanda.


"Dengan senang hati. Aku akan ijin sama Papa," sahut Lee.


Sedangkan Jake dan Feli mendengar suara ribut di ujung sana. Jake menoleh dan melihat mereka yang berkumpul di ujung.


"Apakah mereka melihatku?" tanya Jake.


 


Jake: terima kasih Author yang memberikan aku pacar.


Author: hehehe.. sama-sama Jake. Seneng deh akhirnya dapat cewek.


Jake: Thor, minta cewek 1 lagi. Aku pengen njodohin Greg. Aku kasihan sama Greg hidupnya main game.


Author: eh iya tuch si Greg belum punya cewek. Ah iya tenanglah pasti akan aku berikan seorang cewek.


Jake: thanks ya Thor...


Author: sama².


***Hi... Readers tetap semangat menjalani aktivitas. Jagalah kesehatan. Salam dari Author 😘😘😘***

__ADS_1


__ADS_2