Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 84


__ADS_3

Kemudian Nanda keluar dari ruangan Lee. Setelah keluar Nanda memutuskan untuk pergi ke kantin. Saat ingin memesan makanan, Nanda mendapatkan pesan dari Sam.


Isi pesan dari Sam.


Alicia sudah ditemukan.


Setelah itu Nanda kembali kembali lagi ke tempat Lee di rawat. Sebelum masuk Nanda hanya menghela nafasnya karena tidak sanggup melihat Lee yang koma. Dengan berat hati Nanda memutuskan masuk dan melihat Erra yang tertidur pulas.


"Aku harus menunggunya bangun. Biarkan Erra yang akan menghabisi Alicia," batin Nanda.


Kemudian Nanda keluar dari ruangan Lee lalu melihat Rani dan Bayu. "Paman... Bibi..."


"Sam sudah menemukan Alicia. Biarkan Erra yang akan menghabisi Lee," titah Bayu.


Nanda hanya mengangguk lalu pamit pergi sebentar. Keesokan paginya, Erra bangun dari tidurnya. Ia berharap Lee sudah bangun dan memanggilnya kakak tampan dengan suara lembutnya.


Erra melihat tangannya yang di infus langsung mencabut selangnya. Ia mendekati Lee yang masih koma. Air matanya menetes lalu memegang tangan Lee. "Kapan kamu bangun? Aku sangat merindukanmu?"


Ceklek.


Pintu ruangan terbuka. Saga mendekati Lee kemudian memeriksa keadaannya. "Maaf Ra... Keadaannya masih sama seperti kemaren. Belum ada pergerakan sedikitpun."


"Paman... Bagaimana dengan anakku?" tanya Erra.


"Maafkan aku Ra," jawab Saga. "Calon anakmu tidak bisa diselamatkan."


"Jika singa betina terbangun. Apa yang akan aku katakan?" tanya Erra.


"Katakan yang sejujurnya meski itu sangat pahit untuk di dengarkan," jawab Saga. "Bagaimana dengan kabarmu?"


"Aku sangat buruk sekali. Aku tidak bisa menjalani hidup jika Lee seperti ini," ungkap Erra dengan sendu.


"Bersabarlah. Lee masih nyaman dengan tidurnya," ucap Saga dengan tulus.


Ceklek.


Pintu terbuka. Nanda masuk lalu mendekati Erra dan juga Saga. "Paman, Erra."


"Hey Nda. Bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Saga.


"Buruk," jawab Nanda yang mengingat kebersamaannya bersama Lee. "Bagaimana kabar Lee?"


"Lee masih sama seperti kemaren," jawab Saga.


"Ra. Anak-anak sudah menunggu lu," ujar Nanda. "Saatnya lu mengeksekusi Alicia."


Erra hanya mengangguk lalu melangkahkan kakinya keluar.


"Paman aku pergi dulu," pamit Nanda.


"Ok," sahut Saga.


Kemudian Nanda keluar lalu mendekati Erra.

__ADS_1


"Ayo Ra... Kita berangkat ke markas," ajak Nanda.


Di dalam perjalanan. Nanda yang sedang menyetir merasakan jiwa iblis Erra yang sudah hadir. Ia tahu setelah ini apa yang akan terjadi. Erra tidak akan melepaskan Alicia sedikitpun.


Erra menatap kosong lurus ke depan. Dadanya sesak ketika teringat akan Lee yang belum juga bangun. "Nda... Begini ya rasanya kehilangan?"


Nanda hanya menghembuskan nafasnya dengan pelan karena mendengar ucapan Erra. "Gue tahu apa yang lu rasakan. Begitu juga gue. Gue sudah anggap Lee sebagai adik kandung. Gue masih ingat saat membahas lu. Saat memuja lu, Saat rindu lu gue tau semuanya Ra."


"Thanks lu udah menjaga Lee. Hanya Lee yang aku butuhkan saat ini," ucap Erra dengan lirih.


"Sabarlah. Lee pasti akan sadar," ucap Nanda.


Sesampainya di markas White Eragon. Nanda memarkir mobilnya dengan asal. Erra yang keluar dari mobil langsung menuju ke dalam dan meminta pengawalnya untuk menyiapkan alat-alat yang di butuhkan untuk mengeksekusi.


Nanda yang mendekat merasakan aura pembunuh dalam diri Erra. Sedangkan sang pengawal bergidik ngeri melihat Erra yang sudah mulai menggila.


"Pergilah," suruh Nanda.


Kemudian pengawal itu pergi dan menyiapkan permintaan Erra. Dari arah berlawanan datanglah Imam dan juga Jake.


"Selamat bergabung kembali di dunia gelap," sambut Imam.


"Ini terang tau bukan gelap," geram Erra.


"Aish... Salah lagi dech gue," ucap Imam dengan pasrah.


Jake hanya tersenyum melihat Imam. "Ngapain juga lu menyambut sang iblis?"


"Ya lu. Yang dikatakan Erra itu benar. Hari ini matahari sudah bersinar," ujar Jake yang menjelaskan tentang malam dan pagi.


"Bagaimana kabar tentang Lee ya?" tanya Jake.


"Lee masih sama seperti yang kemaren," sahut Nanda.


"Aish... Aku sangat merindukan singa betina," ucap Imam dengan sedih. "Biasanya pagi ini aku mendapatkan pesan Wa yang kocak tapi ponselku sekarang sepi."


"Begitu juga dengan aku," ujar Jake dengan wajah sendu.


"Biar bagaimanapun Lee adalah adik kita yang paling kocak," hibur Nanda. "Jangan bersedih. Aku tahu Lee akan bangun. Oh iya... Kabar gedungmu gimana, Jake?"


"Akan dibangun lagi mulai hari ini. Seluruh karyawan Anders di ungsikan sementara ke gedung Sebastian dan Asco Group di Bekasi," ungkap Jake.


"Syukurlah. Kenapa enggak di ungsikan ke SW Group?" tanya Nanda.


"Gedungmu ada di mana Nanda? Kalau gue ungsikan ke sana banyak karyawan yang mengeluh jauh. Belum lagi macetnya yang bisa berjam-jam enggak nyampe kantor," kesal Jake.


"Ke ruangan bawah tanah. Kita lihat apa yang di lakukan oleh Erra," ajak Nanda.


Kemudian mereka bergegas menuju ke ruang bawah tanah.


"Apa yang akan di lakukan Erra ya?" tanya Jake.


"Apakah Erra akan mengampuni Alicia?" tanya Imam.

__ADS_1


"Aku enggak yakin jika Erra mengampuni Alicia. Meski Alicia dulu sangat akrab sama Lee," jawab Nanda.


"Rasanya aku sudah lama tidak melihat Erra menggila," ujar Jake dengan pasrah.


"Aku tahu kamu akan pingsan dulu," ejek Imam.


Sesampainya di penjara bawah tanah. Mereka melihat Alicia dan juga Gissel.


Imam yang melihat mantan pacarnya tertangkap bersikap biasa saja.


"Bagaimana perasaan jika mantan lu ketangkap seperti ini?" tanya Jake.


"Biasa saja. Sekarang gue punya yang baru," jawab Imam.


"Tumben. Biasanya gue tanya jawabannya pengen makan gue hidup-hidup," sahut Nanda.


"Sekarang gue punya mainan baru," ucap Imam dengan wajah berbinar.


"Pasti Ibunya Raka," sahut Jake.


"Iyalah. Siapa lagi? Suci adalah wanita yang sangat menggemaskan," ungkap Imam secara terang-terangan.


Kemudian Erra, Sam, Greg dan juga Fendi masuk ke dalam ruangan itu.


"Mam.. mantan lu yang mengirimkan paket bom saat kita meeting," jelas Greg.


"Yang di katakan Greg benar. Gissellah yang mengirimkan paket bom ke Anders. Semoga kamu tidak kecewa," hibur Fendi.


"Cih... Enak saja! Kecewa dari mana? Aku sudah mempunyai mainan baru," kesal Imam.


"Tumben move on. Biasanya lu masih mikirin Gissel," ledek Sam.


"Baguslah Mam. Orang seperti ini harus dilupakan," hibur Erra.


Pengawal yang diminta menyiapkan alat-alat untuk mengeksekusi datang dan menaruhnya di meja.


"Apakah pestanya belum dimulai?" sahut Garda yang mulai masuk ke ruangan bawah tanah.


"Hampir saja dimulai," jawab Sam.


"Sebelum dimulai aku minta cuka lima botol," titah Garda yang dingin.


Glek.


Aura pembunuh dari dalam Garda keluar. Mereka merasakan sesuatu yang sulit diartikan.


"Jiwa psikopatnya muncul," lirih Jake.


"Sepertinya Jake harus diikat dulu supaya tidak kabur dari sini," ucap Garda yang melihat Jake.


"Maaf aku harus keluar dari ruangan ini," pamit Jake lalu meninggalkan mereka.


Saat keluar perut Jake merasakan tidak enak. Ia pergi ke toilet lalu memuntahkan isi perutnya.

__ADS_1


__ADS_2