
"ah... rasanya itu sangat menyeramkan sekali. Bagaimana bisa kamu melahapku hidup-hidup? Rasanya itu tidak mungkin," kesal Lee.
"Bisa," ucap Erra tersenyum jahat lalu membuat Lee ketakutan dan meninggalkannya.
Melihat sang istri pergi Erra segera meninggalkan Lee. Ia melihat sang istri sangat lucu sekali. Terkadang Erra ingin mengurungnya di dalam kamar. Namun dirinya tidak akan bisa melakukannya.
"Memang boneka berjalanku itu sangat lucu sekali. Ingin rasanya mengurungnya di dalam sini. Seperti memberikan sangkar emas. Namun aku tidak bisa melakukannya. Aku takut mode singa betinanya akan kambuh lagi," batin Erra yang mulai ketakutan dengan sang istri.
Setelah keluar dari kamar, Lee melihat Rani yang sudah bersiap-siap.
"Kamu sudah siap ikut mama?" tanya Rani.
"Iya ma," jawab Lee yang mengecek pakaian Rani dan terkejut. "Mama pakai ini?"
"Iya. Mama memang memakai baju biasa saja. Tidak perlu mewah-mewah untuk menghadiri acara arisan itu. Lagian juga mama jarang sekali ikut pertemuan itu. Mumpung Hari Minggu kita harus berkumpul sama ibu-ibu kompleks," jawab Rani yang melihat sang menantu sangat cantik sekali. "Makanya si bocah tengil itu sangat betah sekali melihat kamu."
Lee hanya terkekeh karena ulah Rani. Bagaimana tidak yang dikatakan Rani itu memang benar. Hampir setiap hari pandangan Erra tidak pernah lepas dari Lee.
"Memangnya kenapa ma? Ada yang salah dengan bajuku? Atau baju ini harganya sangat murah sekali?" tanya Lee bertubi-tubi.
"Tidak. Kamu tidak salah. Kamu memakai baju sangat sederhana sekali namun terlihat elegan. Ayolah... Kemungkinan besar acaranya sudah dimulai," jawab Rani sambil menggandeng tangan Lee.
"Memangnya di mana acaranya?" tanya Lee yang belum tahu di mana tempatnya.
"Acaranya berada di rumahnya ibu Carla. Ibu Carla memang membuat acara arisan itu agar seluruh ibu-ibu di sini mendekat dan berkumpul ketika hari minggu tiba," jawab Rani sambil menjelaskan arisan ibu-ibu komplek.
Mereka akhirnya turun dan melihat Bayu yang masih asik membaca koran. Sesampainya di bawah, mereka berpamitan untuk pergi arisan.
Di tempat lain, Nanda bersiap-siap untuk pergi ke rumah Angela. Namun sebelum itu Nanda melihat Joko sedang membaca koran.
__ADS_1
"Bagaimana jika aku menikah pa?" tanya Nanda dengan serius.
"Itu hal yang bagus. Janganlah kamu tunda acara pernikahanmu itu. Cepat atau lambat bayimu akan lahir ke dunia dan meminta pertanggungjawaban darimu," jawab Joko.
"Kalau begitu bulan depan saja," pinta Nanda.
"Nggak bisa bulan depan. Karena bulan depan itu adalah bulan pernikahannya Suci dan Imam," jelas Joko yang menolak keinginan Nanda menikah bulan depan.
"Terus kapan aku menikah?" tanya Nanda.
"Kita harus membicarakan semua ini ke para papa. Siapa tahu nanti ada yang menikah secara mendadak. Contohnya saja Garda. Yang mulai bersiap-siap merayu Arini menikah," jawab Joko.
Sontak saja Nanda terkejut. Bagaimana bisa Garda menikah dengan cepat? Kepalanya langsung berdenyut dan menunduk.
"Jujur pa aku bingung. Aku ingin menikah cepat untuk menyembunyikan kandungan Angela. Aku takut nanti Angela terkena mental gara-gara tetangga sekitarnya yang ngomongin buruk," jelas Nanda yang tidak ingin Garda menikah terlebih dahulu.
"Makanya itu dibicarakan saja terlebih dahulu. Gimana enaknya? Kita nggak bisa langsung memberikan undangan. Takutnya tabrakan mereka tidak bisa hadir karena bulan madu," beber Joko.
"Iyalah... Bukankah Erra adalah ahli waris Asco? Sekalian bapakmu itu meresmikan Erra menjadi ahli waris Asco," jelas Joko.
"Apakah mereka tidak memiliki keluarga lain? Seumur-umur mereka tidak memiliki siapa-siapa," tanya Nanda sambil menghempaskan bokongnya di hadapan Joko.
"Ceritanya agak menyedihkan. Semenjak enam pilar utama berdiri. Leluhurnya Erra sudah dimaki-maki dan disumpah untuk tidak bisa meraih kebahagiaan. Yang lebih menyedihkan sang leluhur itu diasingkan dari keluarga besarnya. Padahal keluarga besarnya dulu itu sangat kaya sekali. Bisa dikatakan keluarga besarnya itu memiliki aset seperti Asco."
"Kenapa dibuang pa? Seharusnya mereka merangkul leluhurnya Erra."
"Yang memiliki kedudukan dan jabatan tinggi, aset melimpah ruah, bahkan perusahaannya pun menjadi besar. Mereka sengaja membuangnya karena tidak mau terkena sial. Mereka menganggap kalau orang nganggur itu adalah orang yang tidak bisa produktivitas. Akhirnya para leluhur di sana menyatukan hati dan pikiran untuk membangun perusahaan. Meskipun skalanya kecil kami bisa bertahan hingga sekarang. Itu versi kakek buyutmu. Tapi kami sengaja tidak pernah mau membuka masalah yang menyakitkan itu."
"Aku paham pa. Makanya papa Bayu tidak memiliki siapa-siapa di sini. Papa Bayu memiliki memerani saja dan Erra. Ditambah lagi dengan Lee."
__ADS_1
"Ya itulah. Tapi mereka tidak berputus asa sama sekali. Erra juga tidak mempedulikan soal itu. Maka dari itu mereka tidak pernah membuat acara besar-besaran. Kecuali sama karyawannya."
"Memang susah sih pa. Setelah aku telusuri lebih dalam. Erra adalah yang pantas untuk menjadi sang pemimpin enam pilar utama."
"Makanya dari awal berdirinya enam pilar utama. Kami memilih leluhur Erra menjadi pemimpin. Aku harap kalian mengerti semuanya akan hal itu."
"Apakah bisa pemimpinnya diganti?"
"Bisa. Kalau kamu atau lainnya mampu."
"Apakah Erra akan marah jika ada pergantian ketua?"
"Tidak akan pernah marah sekalipun. Erra lebih memilih fokus untuk Lee."
Nanda hanya bertanya saja. Namun dirinya tidak tertarik untuk menjadi ketua. Ia lebih baik memimpin pasukan khusus. Yang di mana pasukan khusus itu menjalankan sebuah misi.
"Apakah ada misi selanjutnya?" tanya Nanda.
"Sepertinya akan ada pergantian posisi sang pemilik. Kemungkinan besar akan vakum beberapa bulan ke depan. Kalaupun ada mereka harus menghubungi Bayu dan menyampaikannya kepada kita kita. Kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Aku takut pasukan khususku pada bubar semua. Sebagian dari mereka sedang hamil."
Mata Joko membulat sempurna. Bagaimana bisa pasukan yang dipimpin oleh Nanda hamil secara bersamaan? Joko sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Sepertinya ia akan menonaktifkan pasukan khusus itu untuk sementara.
"Tahun ini adalah tahun keberuntungan. Tahun yang di mana seluruh pasukan khusus yang kamu miliki sedang mengandung semuanya. Rasanya aku akan menonaktifkan selama setahun. Aku harap kamu tidak akan marah. Dan kamu tugasnya sekarang adalah menjadi suami yang baik buat Angela," jelas Joko yang meminta Nanda untuk menjadi suami yang baik.
"Berarti aku libur selama setahun," ucap Nanda.
"Ya iyalah. Ketiga wanita itu memiliki otak di atas rata-rata. dalam hitungan detik mereka sudah mendapatkan rencana yang matang untuk menyerang musuh. Dan ketiga wanita itu sedang mengisi bersama-sama. Dengan terpaksa bapak akan membuat surat dan diserahkan ke Bayu untuk menonaktifkan sementara pasukanmu itu," beber Joko yang membuat Nanda tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Kenapa nggak Garda, Sam dan Jake membuat mereka hamil juga?" tanya Nanda yang membuat Joko menepuk jidatnya.