Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 366


__ADS_3

Mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Andi sedang menderita. Jujur pria berwajah imut itu harus menelan kekesalannya karena sang putra. Mau tidak mau dirinya berdiri sambil meninggalkan mereka.


"Mau ke mana?" tanya Bayu.


"Balik tidur lagi. Kemungkinan besar aku pergi ke kantor siang ini," jawab Andi malas.


"Tumben... Berangkat siang," ledek Bayu.


"Bad mood gara-gara anak gede," tahun Andi yang berlalu meninggalkan mereka.


"Bukan itu maksudnya. Kak Andi kecapean pengen tidur. Semalam pulang dari markas kan jam dua pagi. Terpaksa Andi lanjut untuk tidur," sahut Caroline.


"Iya, membahas Brenda dan Pak Dwi. Kalau dipikir-pikir mereka sudah gila. Jangankan aku semua orang pada ngeluh tentang kelakuan Brenda. Kamu tahu nggak kasus tentang perusahaan c yang istrinya pergi meninggalkan sang CEO itu?" tanya Bayu.


"Kami hampir tahu soal itu. Banyak menyayangkan jika perceraian itu terjadi. Mereka sangat tampan dan cantik sekali. Aku tidak menyangka jika itu terjadi. Padahal pernikahan mereka sangat besar sekali," jawab Rani.


"Kamu benar. Kamu tahu siapa pelaku utamanya mereka bercerai?" tanya Bayu yang membuat Rani dan Caroline terkejut


"Bukankah perceraian mereka itu terjadi karena tidak kecocokan?" tanya Rani balik.


"Aku sudah mengenal mereka dengan baik. Sedari dulu mereka sudah mengikat janji setia. Dari masa sekolah hingga detik ini. Hingga kami para bisnisman sudah menobatkan mereka menjadi pasangan yang romantis. Dan penyebab perceraian itu adalah Brenda dan Pak Dwi," jawab Bayu.


"Jadi selama ini?" tanya Caroline.


"Aku harus menceritakan ini semuanya kepada kalian. Kamu harus tahu semua tentang Pak Dwi dan Brenda.sedari dulu mereka memang sengaja merusak rumah tangga orang yang memiliki aset segunung. Sudah berapa banyak rumah tangga orang itu dirusak? Dan sekarang mereka mengincar Erra. Makanya aku menyuruh Garda ke kantor untuk mempersempit jalannya Brenda. Jika jalannya sudah dipersempit seperti itu bisa jadi singa betina lepas dari kandang dan menerkamnya. Inilah langkah yang aku pikirkan jauh-jauh hari," jelas Bayu tentang rencana tersebut.


"Jadi mereka memang sengaja melakukannya?" tanya Rani.


"Ya memang mereka sengaja. Ada satu fakta yang menarik dari mereka. Kalau Brenda itu adalah shopaholic. Yang artinya Brenda itu hobi belanja. Hampir setiap hari Brenda menghabiskan uang sebesar lima puluh miliar. Hanya untuk membeli barang-barang branded dan tidak memiliki fungsi apapun. Aku sudah menyelidikinya setahun yang lalu. Makanya Brenda sengaja mengincar orang-orang berduit. Jika tidak berduit maka sehari saja Brenda tidak akan melanjutkannya," jelas Bayu.


"Untung saja asetnya Erra sudah habis. Asasnya dilimpahkan kepada Lee. Jadi bisa dikatakan Erra sudah tidak memiliki apa-apa," ujar Rani yang membuat Bayu tersenyum.


"Kamu tersenyum begitu?" tanya Caroline menatap Bayu sedang tersenyum.


"Aku hanya tersenyum karena ulah Erra. Aku hampir melupakan itu. Erra pernah berkata kalau asetnya tiga perempat atas nama Lee. Sedangkan dirinya hanya seperempat saja. Aku tidak bisa membayangkan jika mereka tahu kalau Erra sudah tidak memiliki apa-apa," jawab Bayu.


"Rasanya kamu benar. Bisa-bisa mereka masuk rumah sakit karena jantungan," ucap Caroline sambil tersenyum. "Apakah kamu nggak takut jika Lee memiliki semuanya?"


"Aku tidak takut. Aset itu akan turun ke cucu-cucuku nanti. Mereka akan menikmatinya," jawab Bayu.


Di apartemen mewah seorang pria paruh baya sedang menunggu kedatangan Sang Putri. Pria itu sangat bersemangat ketika tahu Sang Putri pulang.


"Sebentar lagi akan ada pernikahan mewah antara Brenda dengan Erra. Aku akan menyebarkan semua undangan ke seluruh kolegaku. Rasanya aku ingin mempercepat hari itu," ucap Pak Dwi sambil tertawa terbahak-bahak.


Brenda yang sudah sampai di apartemen itu segera mencari keberadaan Pak Dwi. Lalu ia membuka kamarnya Pak Dwi.

__ADS_1


Tak lama Brenda menemukan Pak Dwi sedang asyik dalam lamunannya. Ia segera berseru dan membuyarkan lamunan Sang bapak angkatnya itu.


"Papa," seru Brenda.


"Ada apa?" tanya Pak Dwi lalu beranjak berdiri menghampiri Sang Putri angkatnya itu.


"Papa kok dingin," jawab Brenda dengan kesal.


"Apakah kamu berhasil membawa pulang Erra?"


"Aku belum berhasil membawanya pulang pa. Aku berhasil mencari seseorang untuk dijadikan sekutu menghancurkan pernikahan mereka."


"Siapa yang kamu maksud itu?"


"Dia adalah mantan kekasih Lee."


"Oh.. bagus itu. Lebih baik kamu melakukannya dan bekerja sama menghancurkan pernikahan itu. Jika kamu berhasil kemungkinan besar Erra akan menjadi milikmu selamanya. Lalu papa akan berlibur secara terus-menerus dengan memakai uang suami kamu itu."


"Rasanya itu sangat bagus sekali. Kemungkinan besar uang papa yang habiskan itu tidak akan berkurang sama sekali. Aku jamin itu. Karena beberapa tahun terakhir calonku itu sering masuk ke dalam peringkat lima besar dalam kategori orang terkaya di dunia dengan memiliki aset yang sangat fantastis sekali."


Mendengar kata fantastis Pak Dwi semakin tertarik untuk mendapatkannya. Jalan satu-satunya adalah untuk menikahkan mereka. Lalu, Apakah mereka sadar bahaya yang sedang mengancamnya? Bahkan di kamarnya itu pun ada CCTV rahasia yang sudah dipasang oleh pengawal Black Dragon.


Erra memang menyuruhnya untuk menyadap keberadaan mereka. Erra yakin kalau setiap pertemuan pasti di dalam apartemen. Ini hanya firasat saja. Namun itu bisa dibenarkan.


"Sekarang apa rencanamu?" tanya Pak Dwi.


"Lakukanlah. Bila perlu berikan dia kopi kemudian taruh obat di dalam kopinya itu," bisik pak Dwi.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan membersihkan tubuhku," balas Brenda.


"Jangan lupa nanti malam," seru Pak Dwi.


Brenda mengacungkan jempolnya sambil tersenyum manis. Nanti malam adalah di mana mereka akan melakukan sesuatu. Sebelum ke kantor Brenda pergi membersihkan tubuhnya.


Asco Corporation Groups International.


Sebuah lobi yang rame akan orang lalu lalang, seorang perempuan menatap wajah Garda. Nggak ada yang merasa ditatap sangat risih sekali. Namun Garda mendekatinya sambil berkata, "Aku tidak akan pernah nakal di sini."


Perempuan itu hanya bisa menghela nafasnya. Jujur ia tidak pernah menyangka kalau dirinya akan mendapat perlakuan istimewa. Perempuan itu mengangkat wajahnya sambil berkata, "Aku di sini tidak untuk memata-mataimu."


"Lalu?" tanya Garda mulai serius sambil mengerutkan keningnya.


"Saat aku berangkat ke kantor, aku mendapatkan tugas dari ketua Bayu. Tugas itu adalah untuk memata-matai Brenda. Aku harap Tuan Garda jangan percaya diri dulu," bisik perempuan itu.


"Aku sangka apa? Ternyata oh ternyata kamu memiliki tugas lain. Kalau kamu memata-mataiku tidak apa-apa. Itu artinya kamu cemburu pada wanita yang mendekatiku," bisik Garda yang membuat perempuan itu merinding karena hembusan nafasnya yang berbau mint di lehernya.

__ADS_1


"Lama-lama Tuan Garda sangat percaya diri sekali ya?" tanya perempuan itu.


"Itu kan kamu yang ngajarin. Biar aku menjadi orang tidak terlalu kaku di matamu. Apakah aku salah?" tanya Garda sambil memasang wajah dinginnya lagi.


"Aish... Kenak deh gue. Bisa-bisanya aku terkena masalah. Baiklah tuan saya akan pergi ke ruangan divisi pemasaran itu," pamit perempuan itu pergi meninggalkan Garda.


"Hai Arini," panggil Garda sambil mengejar Arini.


"Ada apa tuan?" tanya Arini sambil membalikkan badannya.


"Bisakah kamu tidak memanggilku tuan? Bukannya kita sudah menjalin hubungan lebih serius lagi? Aku tidak ingin kamu memanggil aku Tuan," jawab Garda sambil menahan kesal.


Tanpa disadari oleh Garda, Lee dan Erra berada tepat di belakangnya. Mereka mendengar percakapan Garda dengan jelas. Pasangan suami istri itu sambil memandang dan tersenyum.


Lalu Lee mendekati Garda dan merangkulnya. Kemudian wanita bertubuh mungil itu menatap Garda sambil membisiki, "Lanjutkan Kak. Jika Kakak berhasil aku akan memberikan kamu hadiah. Yaitu mobil sport keluaran terbaru."


"Aku tidak butuh mobil sport. Aku hanya butuh pengakuan dari Arini kalau kita sudah jadian," ucap Garda tanpa sadar memberikan kode ke adiknya itu.


"Bukannya ini suatu kemajuan buat kalian berdua? Aku rasa kalian sangat cocok sekali. Sebentar lagi ada pernikahan antara Kak Garda sama Arini," jelas Lee yang membuat wajah Arini memerah karena malu.


"Rasanya aku bahagia sekali. Bahwa es balok sudah mulai mencair. Sebentar lagi kamu akan menyusulku," bisik Erra di telinga Garda sambil melambaikan tangannya.


Mendapat lambaian tangan Lee langsung mengikuti Erra. Dengan senyuman merekah Lee tidak bosan-bosannya mendoakan sang kakak agar cepat menikah.


"Ternyata kakakmu memberikan sebuah ide baru," bisik Erra membuat Lee semakin bahagia.


"Sepertinya aku akan menyuruh papa untuk melamar Arini. Karena dia adalah wanita satu-satunya yang bisa menghancurkan bukunya es batu di dalam hati kak Garda," bisik Lee balik.


"Oke aku setuju," balas Erra yang dibarengi dengan lift terbuka.


Pasangan suami istri itu masuk ke dalam lift khusus untuk CEO. Saat masuk mereka masih melihat Garda dan Arini masih berdebat.


"Rasanya mereka masih berdebat. Aku harap mereka memiliki hubungan hingga nenek kakek. Tapi bagaimana caranya Arini menerima Kak Garda?" tanya Lee.


Pintu lift pun tertutup. Mereka sudah tidak melihat Garda dan Arini lagi. Mereka saling memandang sambil melempar senyum. Entah pagi ini mereka sangat semangat untuk menjalani aktivitasnya.


"Bisakah kamu mengambil video di area sana tadi?" tanya Erra.


"Buat apa Kak?" tanya Lee balik.


"Kita simpan sebagai bukti kalau Garda telah memiliki seorang kekasih," jawab Erra yang memberikan suatu kode untuk Lee.


"Apakah itu perlu?" tanya Lee.


"Ya itu perlu," jawab Erra.

__ADS_1


"Buat apa Kak?" tanya Lee balik.


__ADS_2