
Lee yang mempunyai sifat yang baik hati dan tidak tega melihat Alicia yang menderita. Sering sekali ia melihat Alicia tidur di emperan toko yang membuatnya sedih.
''Paman Dani, apakah kakak Alicia tidak mempunyai rumah?'' tanya Lee polos.
''Menurut informasi yang Paman Dani dapatkan, Nona Alicia tidak punya rumah. Biasanya nona Alicia tidur di jalan seperti ini,'' jawab Dani.
''Bisakah Paman membantu kakak Alicia? Aku ingin tinggal bersama kakak Alicia?'' tanya Lee memelas.
''Kalau begitu tanyakan saja pada Papa nona. Paman tidak bisa mengambil keputusan,'' jawab Dani.
''Paman punya uang?'' tanya Lee.
''Ada, nona mau apa?'' tanya Dani kembali.
''Berikan padaku. Aku akan memberikan pada Kak Alicia. Tapi sebelum itu mari kita turun dulu. Aku ingin melihat kak Alicia,'' jawab Lee.
Kemudian Lee dan Dani turun. Mereka mendekati Alicia yang tidur meringkuk.
''Apakah kak Alicia tidak kedinginan?'' tanya Lee.
''Sini Paman periksa,'' jawab Dani.
Dani langsung jongkok di hadapan Alicia dan memeriksa keadaannya. Sementara di seberang, ada seorang pria yang sendiri berada di mobil sedang melihat Lee dan Dani. Pria itu sedang mengamati gerak gerik mereka.
''Sedang apa mereka?'' tanya Andi dalam hati.
Dani yang selesai memeriksa Alicia wajahnya langsung pucat.
''Maaf nona muda. Nona Alicia sedang sakit. Suhu tubuhnya sangat panas sekali,'' jawab Dani lesu.
''Paman.. tolonglah kakak Alicia!!! Jangan biarkan kakak mati,'' tangis Lee pecah.
Di saat Lee menangis, hati Dani semakin teriris. Lee yang masih ketakutan kehilangan orang tercintanya membuat Dani melakukan tindakan. Dani langsung memeluk Lee dan menghiburnya.
''Nona muda jangan menangis. Kak Alicia akan baik-baik saja. Ayo kita bawa ke rumah sakit,'' ucap Dani lembut.
Kemudian Dani melepaskan pelukannya. Dani akhirnya menggendong Alicia lalu memasukkan ke dalam mobil. Sementara itu Lee mengikuti Dani dari belakang.
Dani mengemudikan mobilnya langsung ke rumah sakit Sebastian Corporation Group International. Sesampainya di sana, Dani langsung membawanya ke ruang UGD. Seluruh karyawan rumah sakit memberi hormat ketika Lee melangkahkan kakinya. Lee hanya diam tanpa kata. Hatinya sangat gelisah sekali.
Andi yang mengikuti mobil Dani dari belakang memarkirkan mobilnya. Posisi Andi tidak turun dari mobil.
''Kenapa mereka disini? Apakah puteriku baik-baik saja. Atau jangan-jangan puteriku sakit? Kalau sampai sakit aku tidak bisa membayangkan betapa menderitanya aku. Aku sudah kehilangan istriku dan juga puteraku. Aku berharap puteriku baik-baik saja. Aku akan turun dan menanyakan pada Saga,'' gumam Andi.
Kemudian Andi melangkahkan kakinya. Dengan cepat Andi mencari keberadaan mereka. Setelah tau mereka di mana? Andi langsung berlari mendekati mereka. Sesampainya di sana, Andi melihat Dani dan Lee yang baik-baik saja. Andi langsung memeluk Lee, menggendongnya dan menciumnya bertubi-tubi. Hingga membuat Lee tersenyum manis.
''Papa... Lee baik-baik saja. Tapi kakak Alicia sedang tidak baik. Kakak Alicia sedang di rawat sama Dokter Andre,'' ucap Lee dengan gemas.
''Astaga... Tika... putrimu sangat menggemaskan sekali,'' batin Andi.
__ADS_1
''Siapa itu Alicia?'' tanya Andi.
''Maaf Tuan, Alicia adalah teman dari nona kecil. Hari ini nona ingin mengajak nona Alicia jalan-jalan ke taman. Tapi nona Alicia sedang demam tinggi,'' jawab Dani ketakutan.
''Lee... apakah kamu ingin mempunyai teman?'' tanya Andi.
''Iya papa. Aku ingin kak Alicia menjadi temanku. Apakah boleh jika kak Alicia tinggal bersama kita?'' tanya Lee sambil meminta persetujuan dari Andi.
''Baiklah kalau itu mau kamu. Papa akan mengijinkan Alicia tinggal bersama kita. Tapi kamu harus janji ya kepada Papa,'' ucap Andi.
''Janji apa Papa?'' tanya Lee.
''Jangan pernah meninggalkan Papa,'' jawab Andi sambil mencium pipi gembul Lee.
''Baiklah Papa,'' sahut Lee.
Semenjak peristiwa itu, Alicia masuk ke dalam kehidupan Lee. Alicia benar-benar melupakan masa lalunya.
Alicia sangat bahagia mendapatkan tugas untuk mengurus Lee dengan baik. Alicia sangat gigih merawat Lee bahkan melindunginya. Seiring berjalannya waktu, Alicia jatuh cinta kepada Andi. Tapi Andi tidak mencintainya sama sekali. Meskipun begitu, Alicia menyimpan rasa cinta itu hanya dalam hati.
Alicia sangat senang berada di sisi Lee maupun Andi. Mereka memperlakukan Alicia sangat baik sekali. Mereka menjadikan Alicia sebagai wanita terhormat.
Hingga akhirnya Emilia mengetahui keberadaan Alicia. Emilia ingin sekali membawa pergi Alicia dari kehidupan mereka. Tapi Alicia bersikeras tidak mau pergi.
Itulah kisah hidup Alicia.
Di waktu bersamaan, Joko datang bersama Irwan ke restorannya Alicia. Mata Irwan membulat sempurna ketika melihat Emilia sedang makan. Sedangkan Emilia tidak menyadari keberadaan mereka. Irwan langsung mengajak Joko ke area taman belakang. Joko langsung mengiyakan permintaan Irwan. Di sisi lain, Joko masih bingung kenapa Irwan meminta ke area taman belakang.
Sesampainya di sana mereka langsung duduk dan memanggil Rini yang sedang lewat.
''Rin!!!'' seru Joko.
Rini yang di panggil oleh Joko langsung menoleh dan mendekati mereka.
''Eh... Tuan Joko dan Tuan Irwan,'' sapa Rini.
Joko hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat Rini sambil membawa kertas orderan.
''Seperti biasa,'' ujar Irwan.
''Ok,'' sahut Rini langsung mencatat permintaan Irwan. ''Tuan Joko mau pesan apa?''
''Seperti biasa juga,'' ucap Joko.
''Ok! Di tunggu saja pesanannya Tuan,'' pamit Rini.
Kemudian Rini langsung pergi meninggalkan mereka.
''Tumben, lu bawa gue kesini?'' tanya Joko.
__ADS_1
''Ada Emilia musuh bebuyutan kita,'' jawab Irwan.
''Apa!!!'' seru Joko.
''Perasaan gue ada yang gak beres,'' selidik Irwan.
Kemudian Irwan meraih ponselnya untuk mengirim kode ke Jake.
''Kirim kode ke Jake sana atau Greg!'' titah Joko.
''Sudah,'' sahut Irwan.
Setelah itu Rini membawa pesanan mereka. Irwan yang merasakan firasat buruk hanya diam. Selesai Rini menghidangkan pesanan mereka, Rini langsung pergi meninggalkan mereka.
Anders Corporation Group International sedang terjadi huru hara. Greg yang sibuk dengan hobi barunya yaitu melihat video panas di kagetkan oleh Jake yang sedang mencoba uji coba virus yang membuat ponsel langsung mati total dalam waktu sekejap.
''Hmmp... sempurna sudah virus ini. Aku sudah mencoba di beberapa anak buah Black Dragon. Ponsel mereka mati total dan tidak bisa di nyalakan kembali. Akan aku beri nama apa ya??? Ah... akan aku kirim ke Greg. Biasanya jam segini sedang tarung bersama anak-anak Black Dragon bermain Free Fire,'' gumam Jake sambil mengotak atik akun Greg.
Setelah Jake berhasil masuk ke akun Greg matanya membelalak sempurna. Greg yang di kenal pria bule alim yang tidak kenal yang aneh-aneh itu ternyata mesum. Bagaimana tidak di kantor Greg bersama anak IT lainnya sedang melihat video panas. Jake hanya tepok jidat melihat kelakuan Greg dan langsung mengirimkan virus itu. Jake yang melihat virusnya bereaksi dalam hitungan detik langsung membunuh ponsel Greg.
Kekacauan terjadi di ruangan IT. Greg bersama teman-temanya langsung boring. Greg yang melihat ponselnya sudah meninggal melemparkan ke tempat sampah.
"Pasti ini kerjaannya Jake. Hadeh... lagi enak-enakan lihat yang hot... Wafat dech mas ponselku," gumam Greg.
"Terus gimana ini bro? Cara masukin tadi sepertinya ekstrim?" tanya Tomo.
"Lu enggak lihat, ponsel gue mati total. Pasti Pak bos kirim virus lagi. Sudah 5 kali beli ponsel dalam sebulan," keluh Greg.
Kemudian Greg berdiri.
"Mau kemana?" tanya Sudin.
"Jika Jacob nyariin gue. Gue lagi di ko Dani," jawab Greg.
"Mau gue anterin gak?" usul Tessy.
"Enggak usah. Kamu jaga di sini saja," ujar Greg yang melangkah pergi.
Jake yang melihat itu hanya tertawa. Jake yang pendiam ternyata suka jahil ke anak buahnya tersebut.
Tak lama kemudian datang Feli yang ingin mengambil beberapa dokumen yang berhubungan dengan sekolah Putra Bangsa. Feli yang sampai di lobi merasakan jantungnya berdetak kencang dan sangat gugup untuk bertemu dengan Jake.
Ketika menuju ke ruangan Jake, Feli menjadi gelisah. Feli yang sering kesini tidak pernah merasakan perasaan itu sebelumnya.
Sesampainya di ruangan Jake, Feli mengetuk pintunya.
''Masuk!!'' teriak Jake.
Kemudian Feli masuk ke dalam dan melihat Jake yang sangat tampan.
__ADS_1