
"Apakah Papa nggak tahu? Jika aku adalah pria kesepian. Hampir setiap malam aku selalu tidur memeluk guling. Aku juga ingin menikah," jawab Garda.
"Tidak semudah yang kamu bayangkan. Bulan ini Imam akan meresmikan pernikahannya. Bulan depan Nanda juga akan meresmikan pernikahannya. Kemungkinan besar adikmu juga akan meresmikan pernikahan. Jadi kamu harus bersabar menunggu detik-detik pernikahanmu. Itulah kenapa kami selaku orang tua harus bisa mengalah dan mengantri untuk mengadakan pesta pernikahan," jawab Andi yang membuat Garda meringis hatinya.
"Tidak apa-apa pa. Aku dan Arini akan sabar menunggu hari itu. Aku juga berharap Nanda dan Imam bisa mengarungi rumah tangga dengan baik. Mereka adalah sahabatku yang baik," ucap Garda meskipun hatinya kecewa karena gagal menikah untuk dua bulan ke depan.
"Ya sudah kalau begitu. Jangan lupa besok siang kamu harus terbang ke Belgia. Temui Pak Ilyas Mangunkusumo. Bicarakan apa saja tentang perusahaan cabang karena papa sudah tidak lama ke sana," perintah Andi.
"Lalu bagaimana dengan beberapa dokumen di sini? Aku belum mengerjakan satupun sama sekali. Aku tidak akan mungkin meminta Papa mengerjakan semuanya," kesal Garda kepada Arini.
__ADS_1
"Itu untuk kapan? Kalau untuk sekarang atau besok. Lebih baik kamu bawa ke mansion. Lalu kamu salin dalam bentuk dokumen di laptop. Kamu bisa mengakses dokumen itu selama dalam perjalanan. Jadi selama perjalanan kamu bisa mengerjakannya satu-satu. Semoga saja Papa memberikan pencerahan kepadamu," tambah Andi yang memberitahukan Bagaimana Garda mengerjakan tugas itu.
Seketika Garda paham dan mengambil seluruh dokumen itu. Garda tersenyum sumringah dan menjadikannya satu. Jujur karena Arini dirinya tidak sinkron untuk menerima pekerjaan ini. Itulah kenapa orang jatuh cinta suka begitu.
Saat itu juga Garda keluar dari ruangannya itu. Ia melihat Arini yang sedang asyik bersiap-siap untuk pulang. Sebelum melangkah dan meninggalkan Arini, Garda mengucapkan sesuatu, "lebih baik aku akan mengerjakannya Di jalan saja. Besok siang kita akan pergi ke Belgia. Ada pertemuan khusus aku bersama CEO Sebastian cabang Brussels."
"Apakah itu benar? Apakah kakak akan mengajakku ke sana?" tanya Arini yang rindu pada Belgia.
Arini hanya menganggukkan kepalanya dan menuruti keinginan Garda. Setelah itu Garuda menariknya untuk pulang ke mansion.
__ADS_1
Tristan Group.
Samuel yang baru saja keluar dari ruangan meeting sangat kesal. Tiba-tiba saja para karyawan banyak yang memberontak. Mereka memang sengaja ingin membuat Samuel marah.
Selesai Samuel keluar, pada karyawan tertawa bahagia. Selama bekerja bersama Samuel, mereka tidak melihat sang bosnya marah-marah. Bahkan mereka curiga karena Samuel tidak pernah menanyakan sesuatu. Alhasil mereka semua membuat meeting dadakan dan tidak ada topik yang dibahas.
Sesampainya di ruangannya, Samuel mengembangkan bokongnya dan menaruh berkas-berkas yang dibuat meeting tadi. Lalu Samuel meraih ponselnya dan melihat banyak pesan.
"Sepertinya aku harus pergi ke Belgia. Aku sudah lama tidak mengecek beberapa restoranku. Aku ingin memastikan restoran itu baik-baik saja. Ah... Aku sangat rindu sekali pada coklat asal Belgia," keluh Samuel lalu menghubungi Pita.
__ADS_1
Ketika telepon itu menyambung, Pita masuk ke dalam. Setelah itu Samuel menatap wajah Pita. Kemudian Samuel memberikan satu perintah, "Siapkan beberapa lembar baju! Nanti malam kita akan berangkat ke Belgia!"