
"' Ya tahulah. Aku memiliki mata-mata dimana-mana,'' jawab Lee dengan jujur.
"Jadi?'' tanya Adam.
"Ah... tenanglah. Aku tidak akan membunuh kakakmu dengan cara membentak. Kamu tahu itu tidak mengasyikkan sekali. Aku akan membunuhnya dengan cara mengulitinya,'' jawab Lee yang tertawa sumringah.
Adam membulatkan matanya karena mendegarkan pengakuan Lee. Jantung Adam mulai berdegup dengan kencang. Tubuhnya melemas ketika Lee mengancamnya dengan cara menguliti sang kakak.
"Ja... Ja... Jangan kamu lakukan itu! Kamu tahukan kalau di dunia ini aku memiliki seorang kakak saja,'' ucap Adam sambil memohon.
Lee terkejut mendengar pernyataan Adam yang memberitahukan kalau dirinya memiliki seorang kakak saja saja. Bisa-bisanya dia curhat kepada sang musuh tentang kehidupannya. Rasanya Lee ingin membelah samudra saja.
"Tergantung!" ketus Lee yang tidak ingin mendengar Adam curhat.
Bukannya Lee tidak mau mendengar orang lain curhat. Tapi yang curhat adalah musuh bebuyutannya. Baru kali ini sang musuh mengatakan sebenarnya. Lalu Lee berpikir, apakah Adam bodoh atau apa sih? Kok bisa-bisanya curhat.
"Gue bilangin sama lu Dam. Kalau gue bukan konsultan curhat. Kalau lu mau curhat ke Tuhan saja. Dengan adanya curhat lu bisa membuka aib lu sendiri ke musuh lu. Dan itu bisa membuatku bahagia karena menerima kartu as dari lu,'' tutur Lee buat Adam.
Sontak saja Adam terkejut dengan pernyataan Lee. Baru kali ini Adam memberitahukan sedikit kartu asnya. Lalu bagaimana jika memberitahukan rencana ingin menghabisi White Eragon? Bisa jadi ia yang diburu White Eragon.
"Sial!" teriak Adam sambil membanting ponselnya ke tembok.
Seketika ponsel itu hancur berantakan. Adam hanya memandanginya sambil memijat keningnya sambil menghela nafasnya. Lalu Adam memutuskan untuk menyusun acara untuk memburu singa betina.
Jakarta Indonesia.
Angela yang selesai membersihkan tubuh dikejutkan dengan kedatangan Arini dan Suci. Mereka langsung masuk sambil menekuk wajahnya. Entah kenapa dua wanita itu tidak bersemangat sama sekali.
"Hey,'' seru Angela. "Kenapa kalian tidak semangat?"
"Kakak besar kapan pulang ya?" tanya Arini yang menghempaskan bokongnya di sofa.
"Masih lama mungkin,'' jawab Angela yang mengedikkan bahunya.
__ADS_1
"Dimana ketua Bayu?" tanya Arini.
"Mereka menyusul kakak besar ke New York. Kamu tahukan kalau kakak besar sedang diburu sama anak buahnya Adam sialan itu,'' jawab Angela.
"Apakah itu benar?'' tanya Suci dengan wajah sedih.
''Ya... itu benar. Aku mendapatkan berita dari mata-mata White Eragon kalau mereka mengejar kakak besar. Bahkan mereka mengamati setiap pintu masuk kedatangan seluruh pintu masuk bandara. Mereka juga mempekerjakan beberapa hacker untuk membobol sistem bandara,'' jelas Angela.
"Apa?'' pekik Suci.
"Ya... itu benar. Anak buah Adam sudah sangat gila. Mereka terobsesi atas kakak besar. Ya... semoga saja kakak besar selamat,'' ucap Angela dengan tulus. "Kamu enggak membawa Raka kesini?"
"Tidak,'' jawab Suci. "Raka sekarang betah sama mama Mama Widya.''
"Aish... beruntung sekali hidup kamu. Kamu mendapatkan kebahagiaan,'' puji Arini ke Suci.
"Lalu, kenapa kamu datang kesini dengan menekuk wajah?'' tanya Angela.
"Aku mendapatkan berita kalau Elizabeth kabur dari penjara. Entah siapa yang menyelamatkan nenek lampir itu,'' jawab Suci dengan jujur.
"Ya... itu benar. Aku sendiri baru mengetahui kabar itu semalam. Ada pengawal khusus yang memberitahukan aku semalam,'' ujar Suci.
"Aku pun juga,'' sahut Arini yang terdengar lemah.
"Coba kamu telepon kakak besar. Kakak besar harus tahu itu,'' usul Angela yang benar-benar ketakutan.
"Sudah aku kirim email. Tapi belum dapat balasan,'' ujar Suci dengan lemah.
"Jujur saja aku enggak mau hal yang buruk terjadi. Kamu tahukan kalau Elizabeth itu pelakor rasa istri. Dia akan mencari cara sampai Kak Erra takluk,'' ucap Angela lemah.
"Kita tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku ingin kakak besar bahagia bersama Kak Erra,'' sahut Angela lirih.
"Kita berdoa saja supaya mereka tidak terjadi apa-apa,'' ujar Suci.
__ADS_1
Di sebuah apartemen mewah di kawasan BSD. Yoona yang selesai membersihkan tubuhnya mendekati Elizabeth. Yoona menghela nafasnya secara kasar dan menatapnya dengan tajam. Lalu Elizabeth tidak terima dengan tatapan Yoona. Bahkan Elizabeth ingin menamparnya tapi tidak jadi dilakukannya.
"Kamu ingin menamparku?" tanya Yoona dengan wajah sinis.
"Iya. Aku ingin menampar kamu!" bentak Elizabeth dengan penuh amarah. "Gara-gara kamu perusahaanmu hancur lebur!"
"Hey.... kenapa kamu menyalahkan aku? Aku tidak pernah melakukan yang merugikan kamu bahkan siapapun,'' ejek Yoona sambil memutar balikkan fakta sebenarnya.
"Kamu!" pekik Elizabeth yang tidak terima dengan tuduhan Yoona."
"Ya... kamu memang sangat bodoh sekali. Kamu sendiri yang menghancurkannya bukan aku. Aku hanya memberikan saran kepadamu enaknya bagaimana. Sepertinya kamu itu orangnya mudah dijebak,'' sindir Yoona.
"Sialan lu!" geram Elizabeth yang tidak terima dengan sindirannya Yoona.
"Secara kamu itu memang cantik dan seksi. Tapi kamunya jadi perempuan yang akan haus belaian para hidung belang. Kamu tahu... kamu tidak bakalan dapat Erra. Karena Erra adalah milik Lee sepenuhnya,'' ucap Yoona tersenyum mengejek
"Kamu! Kamu malah membela singa betina itu ketimbang aku!" bentak Elizabeth.
Yoona yang tidak terima dibentak langsung menatapnya dengan tatapan membunuh. Memang Yoona tidak suka kalau dirinya berbicara kasar. Akan tetapi Yoona sering memperlakukan orang dengan kasar.
"Ya... aku memang sengaja singa betina. Kamu tahu singa betina tidak sebodoh dalam bayanganku. Ketika ada pelakor di sampingnya, singa betina akan tetap tenang seperti air mengalir. Nah kamu tahukan filosofi air mengalir dengan tenang?" tanya Yoona ke Elizabeth seakan memberikan sebuah teka-teki tapi bukan silang.
Elizabeth menggelengkan kepalanya karena tidak tahu dengan teka-teki itu. Yoona tersenyum sambil memandang wajah Elizabeth lalu menjelaskan apa artinya perkataan tadi.
"Jadi kamu enggak tahu kalau seperti air tenang mengalir walau menghanyutkan?" tanya Yoona. "Ok... aku jelaskan air mengalir dengan tenang walau menghanyutkan. Kamu kira singa betina akan menangis -nangis darah seperti itu. lalu datang ke kamu sambil berkata jangan ganggu suamiku. Itu bukan singa betina namanya. Dia akan menghadapi kamu dengan senyuman mematikan. Tapi dia akan membuat rencana membunuh kamu dari belakang. Itulah seperti air mengalir tenang walau menghanyutkan,'' jawab Yoona.
"Aku paham apa maksudnya. Tapi enggak paham apa maksudnya. Jika aku paham berarti aku tidak tanya,'' ucap Elizabeth yang membuat kesal Yoona.
"Dulu kamu sekolah enggak sih! Dikasih filosofi tentang air mengalir tenang walau menghanyutkan tidak paham!" bentak Yoona yang mulai kesal.
"Kamu tahukan aku sekolah sambil mencari mangsa,'' ucap Elizabeth yang tersenyum kemenangan.
"Pantas saja kamu enggak paham dengan filosofi itu,'' ujar Yoona yang mencibir. "Mumpung akku baik aku jelaskan. Jika air tenang itu jangan dikira tidak ada ombak yang mendatang. Sejam dua jam air itu akan mengamuk dan menjadikan bencana banjir bandang. Coba dech lihat di tv sekarang banyak terjadi bencana banjir bandang,'' jelas Yoona yang melipat kedua tangannya di dada.
__ADS_1
"Apakah itu benar?'' tanya Elizabeth.