
"Ini kan hari Minggu. Bagaimana kalau hari ini kita berjalan-jalan sambil mencari bubur ayam favoritmu itu," rayu Garda sambil membayangkan jika Erra terkejut karena Lee menghilang sebentar.
"Ah kakak... Bisa-bisanya Kakak merayu aku untuk membeli bubur ayam yang berada di ujung jalan sana," ucap Lee sambil tersenyum manis.
"Kalau begitu keluarlah dari Mansion sialan itu. Jangan pernah mengurung diri di sana," ajak Garda yang membuat Lee semangat.
"Baik kak," balas Lee.
Lee melihat sang suami yang masih tertidur lelap. Lalu dirinya bersiap-siap untuk menunggu kedatangan Garda. Setelah itu Lee memutuskan memakai baju olahraga.
"Aku pergi dulu ya. Jangan cari aku. Karena aku ingin memakan bubur ayamnya Pak Andika," pamit Lee.
Erra tidak menjawab namun mendengarnya. Meskipun tertidur lelap pendengarannya sangat tajam sekali. Sangking tajamnya jika ada orang yang lewat di sekitarnya, Erra mengetahui itu.
Setelah itu Lee turun dari kamar sambil menatap Rani. Ia melihat Rani sedang membaca koran. Sesampainya di bawah Lee memandang Rani sambil bertanya, "Kemana Papa Bayu?"
"Papa Bayu sedang tidur terlelap. Anak sama laki memiliki hobi tidur. Mama jadi boring sendirian kalau Minggu pagi seperti ini," jawab Rani sambil melihat baju hamil yang sangat lucu sekali. "Duduklah di sini!"
Sambil menunggu kedatangan Garda, Lee memutuskan untuk duduk bersama ibu mertuanya. Lalu Rani melihat wajah Lee yang sangat cantik sekali. Entah kenapa dirinya ingin mendandani sang menantunya itu.
"Nanti siangan akan ada arisan di rumah ibu Windi. Kamu harus datang ya. Kalau ditanyain sama mereka, kamu jawab iya iya saja. Jangan dengerin mereka kalau sedang berbisik-bisik. Jujur mereka itu memiliki hobi membuat kuping panas," pesan Rani.
"Itu tidak jadi masalah.aku sudah sering mendengar perkataan-perkataan yang tidak enak. Mereka selalu saja membuat masalah dengan orang lain," ucap Lee yang mengerti dengan sifatnya emak-emak.
__ADS_1
"Syukurlah kalau kamu mengerti. Mama harap kamu harus tahan banting sama orang-orang seperti itu. Kamu harus jujur statusmu bagaimana. Bilang saja kalau kamu adalah istrinya Erra. Nanti kalau kamu tidak bilang. Mereka akan menjodohkan putri-putrinya sama Erra," ujar Rani dengan jujur.
"Bukankah Sedari dulu mereka selalu menjodohkan putri-putri mereka dengan kakak tampan? Sebelum aku resmi menjadi istrinya Kakak tampan. Mereka sudah dulu menghembuskan jodoh Kakak tampan sebenarnya," kata Lee yang mengingat kejadian di masa silam.
Rani menggelengkan kepalanya sambil memegangnya. Memang dari dulu Mereka ingin menjodohkan Erra dengan putrinya. Bahkan mereka ada yang membela untuk menjatuhkan harga dirinya. Dengan penuh percaya dirinya, satu keluarga datang ke Mansion ini.
Namun Bayu langsung menolaknya. Bayu tidak ingin mereka menikahi putranya Itu demi politik perusahaan. Jujur Bayu sudah menyelidiki apa yang terjadi pada mereka? Setelah ditelusuri mereka sengaja menikahkan putrinya demi memperbesar perusahaannya. Itulah yang dibenci oleh Bayu. Bayu tidak ingin melihat Sang putra menderita. Apalagi Erra sendiri sudah memiliki calon pendamping seumur hidupnya.
"Iya kamu benar. Mama sampai pusing menerima lamaran mereka. Setelah kamu menikah, mereka semakin kurang ajar. Mereka membawa seserahan dengan barang mahal. Tapi papamu menolaknya secara mentah-mentah. Semoga dengan kedatangan kamu di sana. Mereka tidak akan berani macam-macam untuk melamar Erra," pinta Rani.
"Memang bener Ma. Mereka sengaja melakukannya demi untuk memperbesar perusahaannya. Apalagi Asco adalah perusahaan yang terbaik sepanjang masa di dunia ini. Berkat tangan dingin papa, Asco bisa melesat jauh ke atas. Ditambah lagi dengan tangan dingin Kakak tampan. Kalau mereka kurang ajar. Biarkanlah aku yang menghadapinya," ucap Lee dengan serius.
Mungkin inilah yang terbaik buat mereka. Untung saja Erra menyimpan surat nikahnya di rumah ini. Jika tidak Rani tidak bisa membuktikannya. Dengan surat itu, bagaimana reaksi mereka?
"Tidak ada. Mama lagi boring menunggu papamu yang belum bangun itu. Memangnya ada apa?" tanya Rani.
"Berhubung hari ini adalah minggu. Lebih baik kita menghabiskan waktu untuk menikmati sinar matahari di pagi ini. Sekalian kita jalan-jalan ke depan sambil membeli bubur ayam," ajak Garda.
"Lalu mamamu ke mana?" tanya Rani.
"Mama sedang di sabotase sama papa. Jadinya aku di rumah bosan sendirian. Makanya aku memutuskan untuk mengajak Lee berjalan-jalan," jawab Garda.
"Okelah... Mama akan ganti baju sebentar," pinta Rani sambil beranjak berdiri meninggalkan mereka.
__ADS_1
Lee menganggukan kepalanya sambil melihat Rani masuk ke dalam kamar, "Apakah kakak ingin mengajak Arini?"
"Arini sedang kecapean. Mau tidak mau Arini harus beristirahat. Karena dia telah mengorbankan waktunya untuk mengurus perusahaan Sebastian," jawab Garda.
"Hari ini kita mengunjungi Arini sambil membawa bubur. Memang Arini memiliki otak cerdas di atas rata-rata. Dia memang jago sekali mengurus perusahaan. Bagaimana dengan laporan penjualan unit apartemen kemarin? Apakah para divisi pemasaran telah mengumpulkannya?" tanya Lee.
"Semuanya sudah selesai. Seluruh uang yang tidak disetorkan sudah aku paksa untuk dikembalikan. Karena uang itu akan dibuat apartemen baru di Manila," jawab Garda.
"Apakah itu proyek kakak?" tanya Lee lagi.
"Itu project sudah digagas sebelum aku ingatanku kembali. Aku sama Erra sengaja membuat apartemen di Manila demi mempererat persahabatan. Setelah ingatanku kembali aku tidak akan mempererat persahabatan. Melainkan mempererat persaudaraan di antara kita," jelas Garda. "Kemungkinan besar kami akan membangun apartemen itu saat hari Valentine."
"Lama-lama keanehan kakak tidak berkurang sama sekali. Bisa-bisanya Kakak membangun apartemen bertepatan dengan hari kasih sayang. Bukankah kakak hari itu juga harus menetapkan hati kepada Arini?" tanya Lee dengan kesal.
"Tenanglah... Kakak sudah melamar Arini kemarin. Cepat atau lambat aku akan membuat pesta pernikahan epic yang tidak akan pernah dilupakan oleh Arini," jawab Garda yang membuat Lee menepuk jidatnya.
Jujur saja Lee sangat terkejut sekali dengan kelakuan Sang kakak. Bisa-bisanya sang kakak membuat acara yang sangat aneh itu. Andaikan kalau Garda bukan kakaknya. Cepat atau lambat Lee akan menghajarnya.
"Sepertinya kakak harus melamar Arini dengan romantis. Kakak tahu nggak? Kalau perempuan itu diberikan sentuhan sedikit saja berupa kasih sayang. Kalau kakak melamar Arini seperti itu. Menurutku itu sangat aneh sekali," jelas Lee yang memberitahukan bagaimana sifat perempuan itu.
"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Garda yang semakin bingung dengan sang adik.
"Nggak usah bingung seperti itu. Banyak kok caranya melamar romantis seorang gadis dengan baik dan benar. Contohnya saja membooking satu restoran dan menghiasnya memakai atribut boneka atau bunga. Lalu kamu ajak makan di sana. Setelah itu lamarlah dia dan katakanlah perasaan hati Kakak sebenarnya," jawab Li yang menjelaskan bagaimana cara melamar seorang gadis dengan baik.
__ADS_1
"Apakah aku bisa melakukannya?" tanya Garda.