Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 470


__ADS_3

“Lebih baik kita bicarakan sama lainnya. Kita enggak bisa mengambil keputusan begitu saja,” jawab Imam.


“Saranku sih sama seperti Imam. Kalau kita mengambil misi perdamaian tanpa diskusi apapun. Mereka akan kecewa dengan diputuskan kita,” sambung Nanda.


“Terkadang cukup alot untuk mengatakan ini semuanya. Apa yang kita pikirkan tidak sesuai dengan kenyataan,” ucap Erra.


“Apalagi jiwa kita masih muda begini. Kita enggak bisa mengendalikan diri sendiri. Kita mengambil misi itu. Eh... lainnya enggak setuju,” celetuk Erra.


“Bukannya enggak setuju,” sahut Lee yang membawa coklat panas yang ditaruh beberapa mug lalu menatanya di meja.


“Maksud kamu apa?” tanya Erra.


“Bukankah Kak Erra, Kak Imam, Kak Garda, Kak Jake beda organisasi?” tanya Lee yang membantu Saudi dan Angela menghidangkan banyak makanan.


“Kamu benar,” jawab Nanda.


“Sesuai peraturan yang dibuat oleh kakek buyutku. White Eragon tugas utamanya untuk melindungi perusahaan. Tugas pendamping adalah ikut membantu dan menangani misi perdamaian di dunia ini. Selain itu juga kami berhak menumpas kejahatan dan meringkus semua orang yang akan berbuat onar,” jelas Lee. “ jelas Lee yang membuat Imam dan Erra mengerti.


“Itulah kenapa jika kalian berkumpul di White Eragon. Kalian harus mengerti tentang peraturan utamanya. Peraturan utamanya harus diingat hingga akhir hayat kita,” tambah Lee.


“Bagaimana kalau orang lain masuk ke dalam White Eragon untuk menjadi pasukan khusus?’ tanya Erra.


“Pasukan khusus? Mereka hanya bisa menjadi anggota saja. Mereka tidak bisa menjadi sang kapten. Begitu juga dengan para petinggi. Mereka yang menjabat harus memiliki garis darah keturunan dari enam pilar utama. Kalau tidak ada sama sekali, jadinya mereka enggak bisa melakukannya,” jelas Lee yang membuka peraturan White Eragon.


“Susah juga ya menjadi anggota White Eragon?’ keluh Suci.


“Sebenarnya enggak susah. Papa Bayu orangnya enggak mau merekrut orang sembarangan. Yang penting orang itu memiliki jiwa penolong dan juga sosial tinggi. White Eragon juga jarang sekali melakukan gesekan dari lainnya. Jujur mereka sangat segan untuk menyerang kita. Jika mereka menyerang harus memiliki banyak bayi. Sekalinya menyerang akulah yang ditugaskan untuk pergi ke sarang mereka. Lalu ujung-ujungnya aku membakar markasnya,” tambah Lee yang membuat Nanda tertawa.


“Jadi isu singa betina ngamuk ternyata beneran ada?” tanya Imam yang baru tahu tentang singa betina mengamuk.


“Ya... Lee memang sering diturunkan pada papa. Terutama pada Papa Bayu atau juga Papa Andi. Mereka berdua yang memberikan tiket untuk membawa pasukan khususnya menghancurkan markas mereka,” ucap Nanda dengan jujur.


“Sebenarnya aku enggak mengamuk seperti apa yang diberitakan selama ini. Ini hanya sebuah tugas. Yang di mana tugas itu harus dilaksanakan,” ujar Lee.


“Lee,” panggil Nanda.

__ADS_1


“Iya kak,” sahut Lee yang menoleh ke arah Nanda.


“Apakah kamu masih mengingat tentang pembakaran markas Black Dragon di Tokyo?” tanya Nanda.


“Aku masih mengingat semuanya. Aku sudah menuliskan semuanya di buku rahasiaku. Jika anak-anakku sudah besar. Aku akan menceritakan semuanya. Kalau mama pernah membakar markas papamu,” jawab Lee yang membuat mereka tertawa. “Ditambah lagi dengan mamanya pernah menghajar Paman Garda.”


Mereka semakin tertawa kencang. Memang Lee sangat lucu sekali. Ditambah lagi dengan kekonyolan Lee yang pernah buat. Bahkan Nanda sebagai ketuanya sering dibuat tertawa.


“Rencana nanti malam kemana?’ tanya Suci.


“Kita berjalan-jalan di pusat kota. Di sana banyak pemandangan yang indah sekali,” jawab Nanda. “Di sana banyak gedung-gedung bergaya arsitektur yang epic. Aku sudah lama enggak ke sana.”


“Bukannya kita ke sana rame-rame ya?’ tanya Nanda.


“Oh... aku ingat,” jawab Lee yang mengingat liburan bersama mereka.


“Jujur liburan di Brusselss menurutku sangat indah sekali. Banyak kenangan indah yang terukir di sana. Apalagi bersama kakak besar yang luas dengan keingintahuannya. Apa yang perlu dicoba? Bisa dicoba hingga bisa,” celetuk Angela.


“Rasanya kamu benar. Sedari dulu aku orangnya kepo. Bukan berarti kepo terhadap kehidupan seseorang. Aku kepo tentang teknologi dan sains terutama,” jawab Lee.


“Malah lebih bagus itu. Aku malah menyukainya. Lebih baik kita bersiap-siap menuju ke sana. Kita tidak akan melewatkan beberapa momen acara yang indah ketika musim dingin tiba,” ajak Nanda.


“Aku rindu coklat yang biasanya kita makan pas kita stay di Eropa,” ucap Suci.


“Lebih baik kita akan mencarinya,” anak Lee.


Mereka akhirnya bubar dan meninggalkan ruangan tersebut. Mereka juga tidak meminum coklat Kemungkinan besar mereka melupakan coklat yang telah dibuat sama para wanita tangguh itu.


Di Bandar udara Brussels ada sebuah jet pribadi yang mendarat dengan mulus. Untungnya jet pribadi itu tidak terkena badai angin yang sangat dingin sekali. Karena beberapa jam sebelumnya ada berita yang mengumumkan tentang cuaca ekstrim akan melanda kota Brussels beberapa hari ke depan.


Saat pintu pesawat dibuka, ada seorang pria gagah menuruni anak tangga satu persatu. Di belakangnya ada seorang gadis bertubuh mungil mengikuti sang pria gagah itu. Setelah mereka sampai daratan, mereka langsung menuju ke jalur VVIP. Saat masuk ke sana ada yang memanggil dan menepuk bahu pria gagah itu.


“Garda!” seru pria itu.


“Perasaanku ada yang memanggilku? Sepertinya itu suara Sam?” tanya Garda yang memandang wajah Arini.

__ADS_1


“Iya ya... Suaranya Kak Sam sangat jelas sekali,” jawab Arini.


“Ngapain kamu ke sini?” tanya pria itu yang tiba-tiba saja muncul di hadapannya.


“Huaha,” teriak Garda yang memukul pria itu.


Bugh!


Argh!


Sam nama pria itu. Sam sengaja mengagetkan Garda. Hingga Garda hampir saja menghajar Samuel. Untung saja Garda tidak mengajarnya habis-habisan.


“Ya ampun... kok gue kena sial seperti ini,” kesal Sam.


“Lu make ngagetin gue,” kesal Garda yang membuat Pita dan Arini menggelengkan kepalanya.


“Ada-ada saja kalian,” ucap Arini.


“Sebelum kita bertanya-tanya lebih lanjut. Lebih baik kita pergi meninggalkan tempat ini,” anak Garda yang menarik tangan Arini.


Sam menganggukan kepalanya sambil mengikuti Garda sambil menarik tangan Pita. Sebelum menuju ke hotel, mereka memutuskan untuk singgah di restoran. Untung saja di sana restoran tidak begitu ramai. Garda langsung menuju ke sudut ruangan lalu duduk di sana.


Setelah itu Sam mendekati mereka dan duduk di hadapan mereka. Pita mengerutkan keningnya sambil bertanya, “Bukankah kakak kemarin berpamitan untuk tidak pulang?”


“Memang aku enggak pulang. Aku sedang menjalani tugas dari Tuan Andi,” jawab Arini.


“Jadi begitu. Tapi kenapa kakak berada di Brussels?” tanya Pita.


“Aku ingin bertemu dengan CEO cabang Brussels,” jawab Garda.


“Jadi?” tanya Sam.


“Ini adalah perjalanan Bisnisku,” jawab Garda.


“Calon CEO Sebastian,” ucap Sam yang diam-diam mengucapkan selamat.

__ADS_1


“Belum saatnya aku menjadi seorang CEO,” sahut Garda yang mengatakan sebenarnya.


“Harusnya kamu jadi seorang CEO?” tanya Sam dengan serius.


__ADS_2