
"Iya aku ingin melihatnya," jawab Lee yang penuh dengan semangat.
"Kalau begitu baiklah. Aku akan memeriksanya lebih lanjut," jawab Anong sambil tersenyum manis.
Anong menaruh gel itu di alat transducer. Lalu Anong menaruhnya di permukaan perut Lee. Dengan sabarnya dokter muda itu pun mencari keberadaan makhluk mungil yang berada di dalam perut Lee.
Setelah menggerak-gerakkannya, muncullah tiga buah makhluk hidup yang menyerupai kacang. Mereka bergerak dengan sangat bebas.
"Lihatlah! Mereka sudah muncul di dalam perutmu itu," ucap Anong.
"Di mana bayiku?" tanya Erra yang dari tadi penasaran dengan hasil karyanya itu.
"Lihatlah di layar. Mereka sedang bergerak dengan bebas," jawab anong sambil tersenyum manis.
Erra mengerutkan keningnya dan bingung. Kenapa Erra melihat ketiga calon bayinya mirip sekali dengan kacang? Erra hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Kenapa bayiku mirip sekali dengan kacang?" tanya Erra.
"Karena bayi tuan diperkirakan berusia 6 minggu. Jadi bayi tuan masih berbentuk seperti kacang. Lihatlah lebih dekat lagi. Anda bisa melihat wajah bayinya sudah mulai terbentuk," jawab Anong sambil menjelaskan bentuk tubuh calon bayi Lee.
Erra mendekati layar itu dan menatap ketiga calon bayinya. Matanya berbinar tangannya memegang layar sambil tersenyum manis.
"Mereka adalah hasil karyaku," ucap Erra tanpa disaring yang membuat mata Lee membulat sempurna.
Jujur saja Erra sangat bahagia sekali. Sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ayah. Erra ingin cepat-cepat menggendong mereka dan mengajaknya main.
"Jadi, mereka sudah berusia enam minggu," ucap Erra.
"Ya itu benar tuan. Seiring berjalannya waktu mereka akan bertumbuh besar hingga usianya mencapai sembilan bulan. Jadi anda harus bersabar menunggunya dan menjaga Lee dengan baik," pesan Anong.
"Bisakah aku pulang ke Jakarta bersama istriku?" tanya Erra yang ingin pulang ke Jakarta.
"Maaf tuan. Kami tidak bisa mengijinkan Lee berangkat ke Jakarta. Karena di trisemester pertama dilarang untuk terbang. Penyebabnya adalah takutnya pada waktu take off pesawat akan mengalami guncangan yang hebat. Guncangan itu bisa mempengaruhi calon bayi anda. Bisa jadi istri Anda mengalami keguguran," jawab Anong yang menjelaskan tentang resiko keguguran pada trisemester pertama.
"Jadi kita harus stay di sini terlebih dahulu," ucap Lee.
"Kalau ada kamu di sini aku betah. Bahkan sampai kamu melahirkan pun aku mau," ujar Erra sambil mengulas senyum manisnya itu.
__ADS_1
"Kita harus diskusi dengan para mama. Kita akan mengambil jalan tengahnya bagaimana," usul Lee.
"Lalu, terus kapan kita boleh kembali ke Indonesia?" tanya Erra.
"Kalian boleh melakukan perjalanan di saat usia kandungan Lee sudah memasuki trisemester kedua. Tapi jika anda ingin terbang. Mintalah kepada saya untuk memberikan surat izin terbang terlebih dahulu," jawab Anong dengan jujur.
"Baiklah dok. Terima kasih atas penjelasannya," ucap Erra.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Anong, sepasang suami istri itu pun sangat bahagia sekali. Lalu mereka memutuskan untuk berdiskusi dengan kedua orang tua masing-masing. Selesai pemeriksaan, mereka keluar dari ruangan Anong sambil tersenyum manis.
Ketika melangkah Caroline dan Rani langsung mendekati Lee.
"Bagaimana?" tanya Rani.
"Aku bingung mau mengatakannya," jawab Lee.
"Bingung kenapa?" tanya Caroline.
"Kita kembali dulu ke hotel ma. Kita nggak akan ngobrol di sini lama-lama. Tapi sebelum pulang, aku akan menebus resep yang telah diberikan oleh bu dokter," jawab Erra.
"Kalau begitu lebih baik kamu menebusnya terlebih dahulu. Kami akan menunggu kamu di sini," suruh Rani yang mendapat anggukan dari Erra.
"Mama," panggil Lee dengan lembut.
"Iya sayang," sahut Rani dan Caroline secara bersamaan.
"Memangnya ada apa?" tanya Caroline.
"Maafkan aku ma," jawab Lee sambil menunduk.
"Kamu Kenapa minta maaf? Kamu nggak salah kok," tanya Rani.
"Aku harus berpisah dengan kalian selama tri semester pertama. Aku tidak akan pulang ke Jakarta terlebih dahulu. Maafkan aku ma," jawab Lee.
"Oh itu... Sewaktu kamu diperiksa. Mama juga sudah searching tentang awal-awal kehamilan. Mama paham akan hal itu. Dokter boleh mengizinkanmu terbang di usia semester kedua," ucap Caroline.
"Kami nggak jadi masalah. Kami akan stay di sini bersama-sama. Biarkanlah para papa tinggal di Jakarta untuk sementara waktu. Jika mereka tidak ingin di Jakarta. Para papa akan ikut tinggal di sini. Mama mohon kamu tetap tenang dan nikmati hasil karya Kakak tampanmu itu," hibur Rani yang membuat Lee tersenyum manis.
__ADS_1
"Kamu tenang saja. Di sini juga ada cabang Sebastian Corps dan Asco Corps. Kemungkinan besar para papa akan merolling kepala CEO untuk memegang pusat selama empat bulan ke depan. Di cabang ini para papa bisa memegangnya. Aku harap kamu paham akan hal ini," ujar Caroline.
Lee sangat bersyukur sekali memiliki orang tua yang baik. Apalagi kedua mertuanya sangat mencintainya. Bayangkan saja Lee sangat akrab sekali dengan mertuanya itu. Bahkan mereka sangat kompak jika sedang bersama.
"Ini belum keputusan final. Nanti kita akan membicarakannya semua dengan papa. Aku harap Papa mengerti semuanya," ucap Rani.
Di saat menebus obat, Erra bertemu dengan para papa. Para papa itu pun memandangi wajah Erra. Untung saja kekonyolannya itu membuat Erra tidak terkena omelan parah. Maklum, jiwa kekanak-kanakan Erra terkadang muncul dengan sendirinya. Kedua pria paruh baya itu pun akan menyimpan kenangan ini dan menceritakannya kepada cucu-cucunya nanti.
"Bagaimana kabar Lee?" tanya Andi.
"Lee baik-baik saja. Lee sedang mengandung tiga bayi sekaligus," jawab Erra sambil tersenyum ringan dan membuat para papa terkejut sekaligus bahagia.
"Syukurlah. Ini akan menjadi kabar bahagia di keluarga kita. Aku sudah tidak sabar melihatnya," ujar Andi.
Beberapa saat kemudian, nama era dipanggil. Erra meminta izin terlebih dahulu untuk mengambil obat tersebut. Para papa pun langsung mengizinkan dan menunggu Erra mengambil obat itu.
Setelah mengambil obat, Erra mendekati para papa. Erra menatap wajah para papa agak kecewa.
"Kamu kenapa kok kecewa seperti itu? Seharusnya kamu bahagia menjadi seorang ayah," tanya Andi.
"Aku harus stay di sini selama empat bulan ke depan," jawab Erra.
"Papa tahu itu. Kalau kamu stay di sini tidak apa-apa. Kami tidak keberatan asal Lee dan bayinya baik-baik saja. Kemungkinan besar kami akan pindah dan memegang cabang Bangkok," jelas Bayu.
"Kenapa papa tinggal di sini?" Tanya Erra yang bingung.
"Karena para mama akan menjaga Lee hingga bagi kalian kuat. Kami tidak akan bisa berpisah dengan istri. Apakah kamu paham soal itu?" jawab Andi sambil bertanya kepada Erra.
"Ternyata kalian sangat bucin sekali terhadap para mama," ledek Erra.
Kedua pria paruh baya itu pun menatap tajam Erra. Mereka tidak ingin dikatakan sebagai budak cinta. Jujur, dari dulu mereka sudah sepakat saling bersama.
"Kamu tahu apa artinya bucin?" tanya Bayu dengan kesal.
"Bucin itu adalah budak cinta," jawab Erra.
"Kamu nggak pernah tahu soal definisi cinta sejati. Cinta sejati dengan bucin itu berbeda," ujar Andi.
__ADS_1
"Bedanya apa pa?" tanya Erra.