
"Ya tahulah. Para petinggi Black Dragon dan White Eragon memang memiliki mata-mata,'' ucap Imam. "Kecuali kau yang tidak memiliki mata-mata.''
"Punya... tapi aku jarang memakainya. Lebih baik aku terjun sendiri untuk menjadi mata-mata. Karena setiap menjadi mata-mata itu ternyata sangat menyenangkan,'' jawab Lee.
"Ya sudah kalau begitu. Lebih baik kita masuk. Aku ingin tahu rute yang sebenarnya!" perintah Erra.
Mereka akhirnya masuk ke dalam dan melihat Simon yang selesai menggamar rute tersebut. Erra mengambil kertas itu sambil berkata, ''Mereka sangat berani mengambil rute jalan besar."
"Sedari dulu memang mereka berani mengirimkan barang melewati jalur utama. Tapi orang yang lewat itu tidak ada yang mengetahui apa yang dikirimkannya itu,'' ucap Simon.
"Baguslah... Kita lebih mudah untuk melacaknya," ujar Lee. "Apakah kita tidak memakai Heli?"
"Kenapa kamu memakai heli?" tanya Garda.
"Supaya kita bisa melacaknya dari udara," jawab Lee.
"Tidak bisa. Mereka sangat cerdik dalam pemantauan udara. Mereka memakai drone untuk melacak mata-mata," ujar Simon.
"Sial dech... Apa yang harus kita lakukan?" geram Lee.
"Tunggu saja di pelabuhan," ucap Simon.
"Ide bagus," puji Erra.
Mereka menganggukan kepalanya tanda setuju. Dengan terpaksa mereka memutuskan untuk mengacaukan pengiriman itu. Mereka yakin kalau Candra akan mencak-mencak.
"Jujur aku ingin lihat Candra mencak-mencak ketika kita bakar barangnya itu," ungkap Lee dengan bahagia.
"Aku akan mengirimkan foto ini ke ketua mafia White Eragon. Dan tunggu beberapa saat lagi. Mereka akan kesini,,'' celetuk Erra yang mengambil foto itu.
"Terserah kamu dech," ucap Simon dengan pasrah.
"Kamu tahu White Eragon adalah mafia putih yang sering bekerjasama dengan pihak interpol untuk mengungkapkan kasus yang cukup berat. Dan istriku yang sering turun ke bawah untuk menyelesaikannya. Jadi kami adalah organisasi yang sengaja dibentuk untuk melakukan kebaikan. Sedangkan Black Dragon adalah organisasi pembuatan senjata dengan model nyeleneh. Senjata yang kami keluarkan sering dipakai interpol dalam bertugas. Apakah kamu paham soal itu?" tanya Erra.
"Aku kira mafia itu ternyata menyeramkan ya?" ucap Simon.
"Tidak juga. Kami lahir di dunia ini didaulat untuk menjadi orang baik. dan kami berusaha untuk menjadi baik. Tapi ada sisi negatifnya yaitu kami adalah pembunuh. Membunuh demi kebaikan bukan untuk kesenangan. Karena kami tidak memiliki jiwa psikopat,'' jelas Erra lagi.
"Benar-benar ruar biasa kalian,'' balas Simon.
__ADS_1
"Jangan terlalu memuji. Karena pujian itu membuat aku lemah dan besar kepala. Aku ingin menjadi orang yang tidak dikenal dan memamerkan apapun itu,'' tambah Erra.
Itulah Erra Drajat. Seorang CEO yang tidak mau menyombongkan dirinya ke publik. Erra lebih baik memilih untuk diam. Erra tidak peduli dengan apa kata orang. Meskipun ada yang memuji atau memakinya. Erra hanya diam saja dan membalas mereka dengan kerja kerasnya yang selama ini digelutinya.
"Lebih baik kamu enggak usah ikut. Keluarga kamu sudah aman. Mereka aku ungsikan ke pulau pribadiku untuk sementara,'' Erra.
"Terima kasih. Aku tadi sudah meneleponnya. Mereka baik-baik saja di dalam pesawat," balas Simon.
"Berikan seluruh ponselmu!" perintah Erra.
"Buat apa?" tanya Simon.
"Buat kerjakan. Aku yang akan menggantikan posisimu sekarang. Dan memberi perintah kepada Nicky," jawab Erra.
Mau tidak tahu Simon menuruti keinginan Erra. Memang apa yang ada dalam pikiran Simon ini cukup rumit. Namun ia akan bekerjasama demi melindungi instansinya. Dalam hatinya Simon meminta doa agar semuanya selamat.
Di tempat lain Bayu yang selesai makan menghempaskan bokongnya di karpet bulu. Ia segera meraih ponselnya dan melihat Andi selesai terima telepon.
"Ada apa?'' tanya Bayu
"Garda mendadak membuat ulah. Garda mengacak-acak situs Black Lotus," jawab Andi yang membuat Bayu tercengang.
"Apakah itu wajar?" tanya Bayu.
"Amazing sekali putra kamu itu,'' puji Bayu tiba-tiba saja tertawa terbahak-bahak.
Ternyata genku menurun ke Garda sebesar seratus persen,'' ucap Andi dengan lemah.
"Ya... iyalah itu anakmu. Masa anaknya Irwan atau Joko. Lagian istrimu saat mengandung Brucce kan membenci kamu. Setiap kamu dekati Tika malah mual-mual bahkan sampai muntah,'' ledek Bayu yang masih tertawa.
"Padahal ketika pacaran... Tika bilang kalau aku imut dan menggemaskan. Tapi kenapa pas waktu hamil Tika sangat membenciku,'' ujar Andi yang menggelengkan kepalanya. "Untung saja Lee enggak kaya aku.''
"Aish... kata siapa enggak mirip kamu? malah semakin parah. Ditambah lagi Lee memiliki kekonyolan tingkat dewa sama seperti kamu,'' cibir Bayu.
"Apakah selama Tika hamil ada yang salah denganku?" tanya Andi.
"Aku enggak tahu itu. Lebih baik kamu tanyakan pada rumput yang bergoyang. Jangan tanya aku. Kan kamu sendiri yang buat,'' jelas Bayu yang semakin meledek Andi.
"Astaga... Bukannya kamu ngasih solusi eh... Malah meledekku," rutuk Andi.
__ADS_1
"Aku enggak ada solusi buat kamu. Tapi kisah kita sama. Sama-sama punya anak tengil. Lihat saja Erra yang sering memasang wajah tengil ketika bertemu," kesal Bayu.
Andi membalas curhatannya Bayu dengan tertawa terbahak-bahak. Ada angin apa mereka melakukan curhat menceritakan anak-anaknya. Perasaan sih adanya turun salju di New York. Namun mereka sangat bersyukur sekali kepada sang pencipta. Mereka mendapatkan anak-anak yang memiliki IQ di atas rata-rata.
"Kenapa kalian jadi curhat begini sih?" tanya Irwan yang sedari tadi tidur di sofa.
"Iya ya... Kenapa kita jadi curhat?" tanya Bayu balik.
"Tanyakan saja pada hatimu," celetuk Irwan setelah bangun.
"Maaf... Membuat kamu berisik," ucap Bayu.
"Aku enggak tidur. Aku hanya memikirkan tentang barang itu," ujar Irwan.
Bayu segera membuka pesan dari Erra. Ia membacanya sambil menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Ternyata pengirimannya melalui jalan utama ya?"
"Apa kamu bilang?" tanya Andi dan Irwan serempak.
"Iya... Pengiriman barang itu melalui jalan utama menuju pelabuhan. Hebat sekali mereka. Sebentar lagi kita akan melakukan penggrebekan," ucap Bayu yang tersenyum devil.
"Sedari tadi aku enggak melihat Lee," ujar Irwan.
"Lee berada di markas Black Dragon," sahut Andi.
"Apakah kita akan kesana?" tanya Irwan.
"Ya... Kita akan kesana. Karena sebentar lagi akan ada meeting untuk membagi tugas,'' jawab Bayu.
"Baiklah kalau begitu,'' balas Irwan. "Apakah kamu akan mengajak Christian?"
"Dengan terpaksa aku akan mengajaknya. Kamu tahukan kalau Black Lotus di bawah kepemimpinan Nicky sedang mengincar nyawa kakakku,'' jelas Bayu.
"Kalau aku enggak ikut bagaimana?" tanya Christian.
"Terserahlah. Kamu akan ,menjadi santapan mereka kalau enggak percaya. bahkan setelah pengiriman barang ini Nicky akan menghabisi kamu,'' jawab Andi yang mendapatkan info dari mata-matanya.
"Kenapa jadi begini sih?' tanya Christian.
"Mereka sengaja menghabisi enam pilar utama demi ingin menguasai dunia ini,'' jawab Bayu. "Apakah kamu paham akan hal itu?"
__ADS_1
"Ya... seenggaknya mereka sadar diri akan kemampuanya itu,'' celetuk Irwan.
"Mereka tidak pernah sadar diri,'' jawab Bayu. "Ini adalah gengsi buat mereka.''