
“Iya... aku sudah memakai baju,” jawab Lee yang sangat cantik sekali.
“Ini mau perang atau?” tanya Erra.
“Peranglah. Masa mau olahraga ranjang,” celetuk Lee yang membuat mata Erra membulat sempurna.
“Kalau begitu kita akan olahraga ranjang,” sahut Erra yang mendapatkan tatapan tajam dari sang istri.
“Perang... bukan olahraga ranjang! Semenjak aku menikah dengan kakak aku sudah lama tidak membakar gudang obat-obatan terlarang,” ucap Lee yang sendu.
“Baiklah. Aku juga ingin merasakan membakar gedung itu,” jawab Erra.
Sebelum pergi Erra membuka sebuah lemari yang tertutup rapi dan tidak pernah tersentuh oleh siapapun. Erra mengambil pedang berwarna biru kemudian mengambilnya. Ia mendekati Lee sambil berkata, “Ini untuk kamu.”
Mata Lee membulat sempurna dan melihat pedang itu. Ia tidak menyangka kalau pedang itu adalah miliknya. Lee memegang pedang itu sambil menutup matanya. Jantungnya berdetak kencang dan merasakan ada sesuatu mengikat di dalam jiwanya.
Lee merasakan sebuah energi positif dari pedang itu. Lalu Lee memandang wajah Erra sambil berkata, “Pedang ini.”
“Itu pedang kamu,” ujar Erra.
“Aku sering melihat pedang ini di dalam mimpi. Aku menyentuhnya dan bermain menghasilkan sebuah jurus. Tapi aku memegangnya dengan nyata,” ucap Lee dengan mata berbinar.
“Apakah kamu suka?” tanya Erra.
“Ya... aku sangat menyukainya,” jawab Lee. “Dari mana kakak mendapatkan pedang ini?”
“Ketika aku berada di sini pas usiaku menginjak tujuh belas tahun. Aku membuat pedang ini dengan desain beberapa naga berwarna biru. Aku juga merasakan kalau dirimu suka bermain pedang dengan lihai. Aku melihatnya dengan jelas. Setelah jadi aku menyimpannya dan membiarkan menjadi penghuni di lemari itu. Aku ingin membawa kamu kemari dan memberikannya ke kamu. Dan impianku menjadi nyata sekarang. Sekarang pedang itu adal;ah milik kamu,” jelas Erra.
“Apakah kakak memakai pedang?” tanya Lee.
“Aku tidak memakai pistol ketika memakai jubah. Kamu tahu jubah itu sudah didesain dengan anti peluru. Jika kita terkena tembakan hanya merasakan pukulan yang tidak parah. Sekaligus jubah itu adalah jubah ninja ala Black Dragon,” jawab Erra.
__ADS_1
“Apakah para papa dan lainnya memakai jubah?” tanya Lee.
“Ya... mereka memakai jubah yang telah diberikan oleh Garda,” jawab Erra. “Apakah nyaman di tubuh kamu?”
“Ya... sangat nyaman. Bahkan bahannya sangat lembut bagai sutra,” jawab Lee.
“Kalau begitu kita berangkat!” ajak Erra yang memegang tangan Lee.
Kedua pasangan itu pun keluar dari kamar untuk menuju ke lapangan. Sebelum para papa kesini Erra sudah memilih pengawal terbaiknya. Erra melihat mereka sambil mengitari seluruh pengawalnya. Dirasa sudah cukup Erra memberitahukan kalau sudah sampai sana jangan membuat keributan dan tidak boleh bergerak sesuai komando. Mereka paham dan memasang earphone wireles untuk berkomunikasi. Mereka akhirnya membubarkan diri dan berangkat menuju ke lokasi.
Sebelum berangkat Erra mencari Garda. Bisa dikatakan Garda adalah partner dalam ninja. Mereka sangat berbahaya jika membantai musuh. Sekali tebas sang musuh langsung mati di tempat. Lalu bagaimana dengan Lee? Jangan pernah meremehkan Lee sang singa betina. Lee memiliki segudang kelebihan. Bahkan Lee memiliki keahlian pedang walau jarang digunakan. Jika mereka digabungkan menjadi satu kemungkinan besar mereka memiliki kekuatan yang tiada tanding.
“Mereka sudah berangkat,” ucap Garda yang memberitahukan pada Erra.
“Ayo kita berangkat!” anak Erra.
Bayu, Irwan dan March sedang mencari keberadaan Nicky. Bayu sengaja pergi ke kantor polisi untuk mengobrak-abriknya. Namun Bayu tidak menemukan Nicky. Akhirnya Bayu sengaja pergi kantor polisi pusat. Hanya untuk mencari keberadaan Nicky.
“Firasatku mengatakan tidak. Aku yakin dia bolos kerja. Aku akan meminta temanku yang bernama Jordan memecat Nicky,” jawab Bayu.
“Apakah kamu serius?” tanya March.
“Ya... aku serius. Lee sudah memberikan sebuah skandal yang bisa membuat dirinya malu,” jawab Bayu.
“Skandal apa?” tanya March.
“Meniduri beberapa artis lokal dan model,” jawab Bayu. “Jika salah satu foto tersebut maka dirinya tamat.”
“Enggak perlu kamu seharian skandal itu. Kamu pepet saja sampai didapat lalu kita culik. Setelah ini kita akan mengejar Thiagio,” ungkap rencana Bayu.
“Kenapa aku enggak terpikirkan oleh satu nama itu?” tanya March.
__ADS_1
March segera menghubungi seseorang untuk melacak keberadaan Thiagio. Semakin cepat kita menghabisi kaki tangan milik Candra. Semakin kita membabat habis milik si kaki tangan milik Candra kita bisa terlepas dari cengkraman orang seperti itu. Jika kita tidak bergerak cepat kemungkinan besar Candra akan mengejar kita hingga akhir hayat. Cepat atau lambat generasi keempat akan menikah dan memiliki generasi kelima. Jika mereka masih hidup kasihan generasi selanjutnya. Dendam ini harus dituntaskan,” jelas Irwan secara bijaksana.
“Seva bagaimana?” tanya Bayu ke March.
“Dia sudah tidak memiliki apa-apa. Kekuatannya berada di Candra. Kalau kekuatannya kita habisi kemungkinan besar Seva sudah tidak bisa melakukan apa-apa. Aku tahu seluruh aset yang dimiliki Seva berada di genggaman tangan Candra. Dan dia enggak sadar sama sekali. Aku enggak bisa memperingatkannya sama sekali. Jujur aku menyerah dengan Seva,” jawab March.
“Beberapa aset yang dimiliki oleh Seva?” tanya Bayu.
“Sekitar dua ratus juta dolar,” jawab March.
“Kita bisa meminta Lee dan Garda untuk melacak aset tersebut. Setelah menemukan asetnya kita bisa selamatkan dan menyembunyikannya. Jika berhasil maka kita bisa menghancurkan Candra dan Adam sekaligus,” jawab Bayu.
“Ide bagus itu. Aku sangat menyukai ide itu,” jawab March.
“Aku meminta bantuan kamu untuk mencari keberadaan Nicky dan Tiagio!” titah Bayu.
“Baiklah,” balas March.
Lee, Erra dan Garda telah sampai di markas besar Black Lotus. Lee dan Erra mulai memantau keadaan kebun milik Candra. Dengan kata berbinar Lee ingin pergi kesana dan membakarnya. Namun Erra segera melarangnya agar tidak terjadi keributan di luar skenario. Lalu Lee menahannya terlebih dahulu.
Sementara Haruka dan Mama Yi melihat keadaan terlebih dahulu. Mereka sedang memantau keberadaan beberapa penjaga yang sedang bersantai. Sebelum mereka beraksi Andi bersama Joko menghubunginya. Mereka menyuruh bersiap-siap untuk beraksi.
Hanya beberapa detik Haruka mengambil buku dan pulpen. Haruka menulis kalimat provokasi. Sebelum menulis Haruka melihat beberapa pengawal Black Lotus berkumpul.
“Apa yang akan kamu tulis?” tanya Mama Yi.
“Aku ingin menulis surat kepada mereka agar perang. Sebelum aku kesini putri kita sudah memberitahukan kepada kami bahwa ada seseorang yang berada di dalam gudang itu. Namanya Manda. Dia adalah kaum borjuis. Sekaligus kaki tangan Candra. Namun dia terbelit hutang kartu kredit. Kakak tahukan apa maksudnya?”
“Aku belum paham apa maksud kamu,” jawab Mama Yi.
“Aish... kakak Yi,” kesal Haruka yang memberikan clue capek-capek tapi tidak dipahami.
__ADS_1
“Beneran dech... maksud kamu apa?” tanya Mama Yi.