
"Dennis mendirikan sebuah organisasi gelap namanya Black Roses. Yang di mana Black Roses adalah mafia obat-obatan terlarang. Semua dana untuk menghidupi Black Roses dari Candra semua," jawab Marvin.
"Jadi bisa dikatakan Black Roses dibawah naungan Black Lotus?" tanya Fendy.
"Ya... Black Lotus adalah pembuat obat-obatan terlarang. Sedangkan Black Roses yang mengedarkan obat-obatan itu ke seluruh dunia," jawab Marvin dengan lesu.
"Lalu apa yang aku harus lakukan?" tanya Fendy.
"Kamu tidak perlu melakukan apapun buat aku. Aku hanya ingin memberikan informasi ini ke kamu. Cepat atau lambat Candra akan menyerang kalian. Dan kamu gadis kecil... Jangan pernah lengah sedikitpun. Jika Brucce tidak ditemukan. Kamu yang akan menjadi ahli waris Sebastian. Setelah itu Candra yang akan mengincarmu. Hidupmu juga dalam bahaya. Sekarang aku lega mengatakan ini semuanya. Hidupku tidak ada beban lagi," jawab Marvin.
"Bilang sama Dennis, jangan sampai bertemu dengan aku!" titah Lee.
"Jika bertemu?" tanya Marvin.
"Aku bisa memburunya dan memasukkan dirinya ke penjara yang terkejam di muka bumi ini," jawab Lee dengan tegas.
"Baiklah kalau begitu. Aku paham semuanya," balas Marvin.
"Yang dikatakan Lee itu semuanya serius. Jika itu terjadi aku tidak bisa menolongmu. Tapi kalau soal perusahaan biarkan saja terlebih dahulu. Jangan grusak-grusuk. Cepat atau lambat perusahaan kamu akan kembali lagi seperti semula. Biarkan Candra di atas angin dengan kesombongan yang telah diperbuat. Jika sudah waktunya, enam pilar utama akan menyatukan jiwanya untuk menghabisi Candra sama kroni-kroninya," tambah Fendy.
"Thanks bro... Aku tidak tahu harus berbuat apalagi. Aku akan mengikuti saranmu," ucap Marvin.
Flashback Off.
Mereka baru paham dengan cerita dari Lee. Selama ini mereka tidak sadar kalau Marvin adalah orang baik. Mereka sudah menganggapnya musuh abadi. Cepat atau lambat mereka akan membinasakan Marvin.
"Jika kita bekerja sama dengan Marvin, apa keuntungannya bagi kita?" tanya Bayu.
"Kita bisa mencari kelemahan Candra," jawab Lee.
"Apakah Candra akan bangkit lagi?" tanya Erra.
"Menurut analisis papa, Candra akan bangkit. Perusahaan yang kita hancurkan hanya untuk menggertak Candra. Istilahnya adalah kita mengibarkan bendera perang," jawab Bayu.
"Aku sangka?" tanya Lee.
"Ya... Cepat atau lambat Candra akan menyerang. Jika kalian ingin menghancurkan semuanya. Kalian harus mencari penyimpanan uang tersebut," saran Bayu.
"Dimana kita harus mencarinya?" tanya Lee.
__ADS_1
"Markas besar Candra. Yang dimana Candra memiliki tujuh tempat pembuatan obat-obatan. Juga tujuh gudang yang menyebar di dunia. Jika kita bisa menghancurkan secara serempak bisa dipastikan Candra akan jatuh miskin," jawab Bayu.
"Apa?" pekik Lee dengan mata membulat sempurna. "Apakah itu benar pa?"
"Ya itu benar. Tempatnya sangat tersembunyi," jawab Bayu.
"Jika tempatnya tersembunyi bisa dipastikan kita sulit mencarinya," jawab Garda yang menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Hey... Jangan lupakan kita memiliki Greg, Jake, March dan aku ditambah Lee adikmu super jenius itu. Cepat atau lambat kita akan menemukannya," ucap Andi.
Mereka menganggukan kepalanya tanda setuju. Lalu mereka memutuskan untuk sarapan. Di markas White Eragon, Imam sudah sampai. Imam segera menarik Dennis keluar dari mobil. Kemudian Imam mengajak Dennis masuk ke dalam dan menyerahkan ke pengawalnya untuk dimasukkan ke dalam sel.
"Beri dia makan dan minum yang layak!" titah Imam.
"Baik tuan," jawab mereka serempak.
Setelah itu Imam mencari keberadaan Irwan yang berada di taman. Imam mendekati Irwan yang sambil menggendong Raka. Lalu Imam menyapa Irwan, "Papa."
"Ya," sahut Irwan. "Untunglah Erra sudah menstabilkan seluruh saham milik Pradipta."
"Lalu bagaimana dengan kabar para investor yang katanya mau kabur?" tanya Imam.
"Amazing," puji Imam.
"Apakah kamu bertemu Lee?" tanya Irwan.
"Ya... Tadi aku bertemu dengannya," jawab Imam. "Ada apa ya?"
"Ah... Enggak apa-apa. Aku ingin mengatakan kalau Lee harus belajar mencampur bahan-bahan dasar bom," jawab Irwan.
"Memangnya papa mau kemana?" tanya Imam.
"Papa tidak kemana-mana. Lee meminta tolong sama aku untuk mengajarkan cara merakit bom. Ketika berada di lokasi nanti Lee bisa merakitnya," jawab Irwan.
"Kalau begitu?" tanya Imam.
"Kamu tahu semenjak kecil Lee sering ikut menggrebek para musuh di bawah naungan Bayu atau Andi. Lee pernah melihatku untuk membuat bom secara mendadak. Nah itulah Lee sangat tertarik agar bisa melakukannya," jawab Irwan.
"Dasar adik kecil... Seluruh pekerjaan dunia bawah tanah diembat semua. Lalu kami para lelaki?" tanya Imam yang mengeluh karena ulah Lee.
__ADS_1
Imam hanya menggelengkan kepalanya sambil menggaruk tengkuknya tidak gatal. Imam semakin bingung dengan tingkah Lee. Tak sengaja Irwan melihat sang putra sedang kebingungan. Lalu Irwan tersenyum manis sambil berkata, "Jangankan Lee. Tuh ibunya Raka yang jago merakit listrik dan pistol."
Duaaaarrr!
Hati Imam serasa meledak ketika mendengar pernyataan dari Irwan. Bagaimana tidak Imam memiliki seorang perempuan yang tangguh. Bahkan listrik pun bisa dirakit oleh Suci. Tak hayal Imam menggelengkan kepalanya sambi bertanya, "Jika Suci merakit listrik, apakah Suci tidak takut kesetrum?"
"Nope. Bagi Suci listrik adalah temannya," jawab Imam.
"Apakah papa jadi ke Surabaya?" tanya Imam.
"Jadi. Nanti sore... Jam sepuluh ada pertemuan antara anggota White Eragon dan menganalis keadaan. Terutama kenapa saham Pradipta jatuh secara mendadak?" jawab Irwan.
"Apakah Raka sangat menyusahkan papa?" tanya Imam.
"Tidak. Raka adalah anak penurut dan lucu. Raka sering diajak main sama para pengawal disini," jawab Irwan. "Bahkan jika Lee datang, Raka bakalan diculik seharian bersama Angela dan Feli."
Sementara di kediaman keluarga Anderson terjadi drama antara Naomi dan March. Entah apa yang dilakukan oleh kedua orang itu. Sedari tadi Naomi menangis meminta jus jeruk buatan Lee. Namun March tidak menurutinya.
"March... Apakah kamu tidak mengijinkan aku pergi ke mansion baru Erra?" tanya Naomi yang wajahnya masih berlinang air mata.
"Tidak. Lee harus beristirahat karena harus memulihkan kondisi tubuhnya," jawab March yang mengerti keadaan Naomi yang lemah.
"Aku ingin jus jeruk buatan Lee," ucap Naomi sambil memohon ke March.
"Bagaimana ya sayangku? Aku tidak bisa mengantarkan kamu kesana. Lee harus beristirahat total," jawab March. "Atau aku yang buatin dech."
"Aku enggak mau kamu yang buatin!" ketus Naomi. "Jika kamu tidak mengantarkan aku kesana. Mulai malam ini hingga sebulan ke depan kamu enggak boleh tidur sama aku!"
Jederrrrrrrrr.
March merasakan tubuhnya melemas seketika. Bagaimana bisa March mendapatkan perintah dari sang istri bisa dikatakan itu sangat kejam sekali. Bahkan waktunya sebulan tidak boleh tidur selama sebulan.
"Sayang," panggil March yang memegang tangan Naomi dengan erat.
"Apa?" ketus Naomi.
March mencari cara agar Naomi membatalkan perintah itu. March mendekatkan wajahnya ke wajah Naomi dan langsung mengecup bibir Naomi. Lalu Naomi membuang wajahnya dan tidak ingin melihat March.
"Jika aku mengajakmu pergi ke mansion Erra, apakah kamu akan memaafkan aku?" tanya March.
__ADS_1