
Erra yang merasakan kakinya cenat cenut langsung menatap Lee. Ia masih bingung dengan kelakuan istri kecilnya yang meminta alamat Aldi.
''Rupanya kamu ingin bermain-main dengan saya. Baiklah!!! Akan aku ladeni kamu Aldi. Siap-siap saja jika kamu akan kehilangan gedung Prata's Grup dan mansion kamu!!!!'' teriak Lee sambil menggebrak meja dengan kencang sehingga membuat Imam menekuk wajahnya.
''Memangnya kamu mau apain?'' tanya Erra dengan penasaran.
''Pak bos Aldi kan sudah bekerja sama dengan Asco. Bagaimana saya akan mengambil alih semuanya ya pak? Saya ingin bermain-main dengan Aldi. Boleh ya pak,'' jawab Lee langsung memasang wajah puppy eyes yang imut dan lucu.
Imam langsung menepok jidatnya ketika Lee langsung memasang wajah puppy eyes.
''Berikan pada Lee. Jika nyawa lu pengen selamat Ra!'' titah Imam dengan dingin.
Glek.
Sirna sudah wajah puppy eyes Lee. Lee sudah tidak sabar mendengar kata iya. Lee ingin sekali melemparkan Erra ke hutan Kalimantan karena kesal.
''Sayang!!'' seru Erra akhirnya menggigit bibir bagian bawahnya ketika melihat Lee yang wajahnya berubah menjadi garang.
''Berikan padaku. Jika kamu mau selamat Erra Drajat!!!'' titah Lee dengan dingin.
''Baiklah aku akan memberikan pada kamu sayang. Tapi kamu jangan marah lagi ya,'' jawab Erra sambil mengelus rambut Lee dengan lembut.
''Tergantung!!'' sergah Lee dengan kesal.
''Ya udah dech. Buat kamu aja. Aku ikhlas koq,'' jawab Erra yang wajahnya di tekuk.
''Bapak harus ikhlas ngasihnya ke saya,'' rayu Lee dengan wajah konyolnya.
''Iya.. Iya...,'' jawab Erra.
''Terima kasih bapak Erra yang tampan,'' ucap Lee yang tersenyum manis.
Imam akhirnya mengelus dadanya karena Lee berubah menjadi imut.
''Syukurlah,'' ucap Imam menghela nafasnya.
Erra menatap Imam dengan tajam dan meminta penjelasan.
''Nanti gue jelasin,'' jawab Imam.
''Pak! Ini laptopnya terima kasih banyak,'' ucap Lee sambil memberikan laptopnya.
Kemudian Lee berdiri lalu berkeliling sekitar mansion.
Erra menatap punggung Lee yang semakin menghilang dari pandangan.
''Hufth,'' ucap Erra menghela nafasnya dengan pelan.
''Lu belum tau siapa Lee?'' tanya Imam.
''Yang gue tau Lee adalah sekretaris yang bisa di andalin dalam segala bidang. Meskipun Lee bukan seperti Garda,'' jawab Erra menggeleng tidak mengerti.
''Lee adalah anggota inti dari White Eragon yang tidak pernah di publikasikan. Lee mempunyai keahlian merakit bom dan menjinakkan bom. Paman Joko menyebut Lee singa betina. Jika Lee bertindak seluruh anggota dan ketua White Eragon diam tidak berkutik. Sudah banyak nama-nama orang yang bergelut dalam dunia hitam hancur dalam hitungan detik hanya karena ulah Lee yang kesal,'' Jawab Imam.
Erra baru mengerti apa yang di omongin oleh Imam. Tiba-tiba saja Erra yang sangat kejam langsung menciut.
Glek...
''Kenapa lu? Sepertinya lu dapat musuh yang sepadan?'' tanya Imam.
''Kenapa Lee seperti orang kelaparan jika bertemu dengan musuh?'' tanya Erra ke Imam kembali.
__ADS_1
''Tanya sendiri aja ke Lee. Gue juga baru tau tentang Lee dari Jake beberapa hari terakhir,'' Jawab Imam.
''Apakah Black Dragon juga bisa di hancurkan oleh singa betina?'' tanya Erra yang sendu.
''Bisa kalau lu mau. Buatlah Lee menderita. Pasti saat itu juga hancur berkeping-keping,'' jawab Imam.
''Ok!!! Lu masih nyari gissel?'' tanya Erra.
Imam hanya menganggukkan kepalanya. Di sisi lain hatinya sangat perih jika melihat kejadian masa lalunya bersama Gissel.
''Lu tau kabar terakhir Gissel?'' tanya Erra sambil mengambil rokoknya di kantong.
Imam menggelengkan kepalanya.
''Dia punya 3 anak dari Aldi. Sementara itu Aldi tidak mau mengakui mereka. Gue saranin lu jangan balik lagi ke Gissel. Lu cari yang masih single. Cari yang tulus cinta sama lu. Masih banyak mau sama lu,'' ujar Erra yang memberi saran kepada Imam.
''Lu bener, lu belum tau selama ini kenapa gue masih nyari Gissel?'' tanya Imam sambil mengambil rokok Erra.
''Gue tanya sama lu? Kenapa lu nyariin lagi? Lu jangan goblok kenapa jadi orang?'' geram Erra.
Kemudian pelayan membawakan cemilan dan es degan 3. Lee akhirnya kembali ke tempat duduknya.
''Pak ternyata anak buah bapak kaya kanebo. Kaku banget,'' ucap Lee yang mengambil ponselnya.
''Terus kamu ingin menggodanya? Jangan harap kamu menggodanya. Jika kamu menggodanya. Aku akan menghukummu di ranjang hingga sampai kamu tidak bisa bangun!!!!'' titah Erra dengan tersenyum licik.
''Kak Imam tolong!!!'' ucap Lee langsung memelas di hadapan Imam.
''Maaf, kakak tidak bisa membantu kamu. Jika kakak membantu kamu maka hidup kakak berakhir di tangan Gunung Merapi itu,'' jawab Imam.
''Kak Imam...,'' lirih Lee.
''Siapa juga yang mau menggoda pengawal bapak yang kaya kanebo itu?'' tanya Lee dengan garang.
''Terserah kalau kamu mau!'' seru Erra datar.
''Lee... Belajar samurai besok. Biasanya kamu belajar sama Paman Joko. Sekarang aku saja yang mengajarimu,'' jawab Imam yang mengalihkan pembicaraan.
''Yeeey... oke... saya setuju. Sudah berapa lama aku tidak belajar samurai,'' ujar Lee ke Imam.
''Cih! Sok-sokan ngajari istriku bermain samurai. Yang gue tau lu enggak berbakat dalam ilmu beladiri sama sekali,'' sindir Erra.
''Pak Erra belum tau kelebihannya kak Imam. 2 tahun belakangan ini Tim Khusus White Eragon bermain pedang. Dan gurunya kak Imam sendiri dan paman Joko,'' batin Lee.
Imam memberikan kode agar tidak bersuara tentang kehebatan ilmu beladiri yang di milikki olehnya. Imam tetap Imam. Berwajah tampan dan dingin tak pernah tersentuh oleh seorang perempuan semenjak kekasihnya mengkhianatinya. Imam memang menyembunyikan keahlian ilmu beladiri dan bermain pedang. Hanya beberapa orang yang tau kelebihannya. Selebihnya Imam adalah seorang CEO Pradipta grup yang berkerja di bidang pertanian, perternakan dan perkebunan. Imam juga merangkap sebagai ilmuwan dan dokter di rumah sakit ASCO dan Sebastian.
''Kan ada YouTube Gunung Merapi. Gue sama Lee belajar bareng,'' jelas Imam.
''Iya kita berdua belajar dari YouTube,'' jawan Lee yang serius melihat pergerakan lawan melalui ponsel pintarnya.
''Lee, kamu percaya sama si kanebo ngajarin pedang?'' tanya Erra.
''Iya pak! apa bapak ragu? Setelah saya latihan saya akan bermain dengan ular piton bapak dengan pedang kesayangan saya,'' jawab Lee.
Glek...
Imam seakan tak percaya apa yang di katakan oleh Lee. Seketika Imam menatap Erra dengan tajam.
''Lu apain adik gue? Sampe-sampe matanya yang sangat suci itu sudah melihat ular piton lu?'' tanya Imam yang marah dengan kilatan cahaya.
''Bu...Bu...Bukan begitu. Argh... Imam. Lee kan kagak sengaja lihat ular piton gue tadi yang sudah berdiri tegak,'' jawab Erra yang bingung menjelaskan tadi.
__ADS_1
''Apakah kamu sudah di sentuh?'' tanya Imam sambil menyelidiki Lee.
''Belum,'' Lee berkata jujur sambil menggelengkan kepalanya.
Imam m melihat kelopak mata Lee untuk mencari kebohongan. Tapi Imam tidak menemukan sama sekali.
''Kakak enggak ikut-ikutan jika kamu sudah menanggung kenakalan si Gunung Merapi ini,'' ucap Imam menghela nafasnya.
''Kenakalan si Gunung Merapi?'' tanya Lee bingung. ''Memang kenakalannya seperti apa kak?''
''Astaga... Koq gue punya adik cewek enggak ngerti apa itu kenakalan pria? Apa gue harus jelasinnya ya?'' bathin Imam yang menangis.
''Nanti kamu tau sendiri jika itu sudah terjadi,'' jelas Imam kesal dengan Lee karena terlalu polos.
''Amin,'' jawab Erra dengan doa.
Tak sengaja Erra membuka laptopnya lalu mengecek laporan perusahaan.
''Sampai kapan kita di sini pak?'' tanya Lee.
''Semau kamu,'' jawab Erra.
''Saya ingin kembali ke kota Jakarta pak,'' sahut Lee menatap es degannya yang menggoda jiwa.
''Hmmp... tunggu berita reda dulu. Sam masih buat berita tentang kematianku semakin santer. Apakah kamu ada ide?'' tanya Erra.
''Saya ingin meratakan gedung pusat Prata's Grup dan mansion milik Aldi,'' jawab Lee.
''Gimana caranya?'' tanya Erra.
''Saya ingin memanggil pasukan khusus White Eragon besok!'' titah Lee.
''Kenapa harus White Eragon? Pakai Black Dragon. Aku adalah ketua mafia Black Dragon!!'' perintah Erra.
''Ketua mafia koq tampan banget ya. Pak saya enggak percaya kalau bapak ketua mafia Black Dragon?'' tanya lee yang tidak percaya.
''Kamu enggak percaya? Kalau aku ketua mafia?'' tanya Erra balik.
''Enggak! Kenapa musti harus percaya? Saya percaya kalau bapak ini jadi seorang aktor yang main di Tokyo Drift,'' jawab Lee dengan polos.
''Kau!'' seru Erra pun cemburu sambil menahan amarahnya.
''Iya pak! Bapak mirip koq sama Han Lue,'' ujar Lee tersenyum mengingat Han Lue yang cool.
''Jangan samakan aku dengan Han Lue!'' geram Erra.
''Han Lue kan keren pak. Jago ngedrift. Gara-gara Han Lue saya hobi balapan dan ngedrift,'' jawab Lee dengan senyum mengembang.
''Kamu enggak lihat apa? Kalau aku sudah keren. Bahkan Han Lue pun kalah sama saya,'' ucap Erra membanggakan dirinya.
''Saya sangka bapak yang kaya Gunung Merapi bisa narsis gitu ya. dan enggak mau kalah sama Han Lue,'' jawab Lee menggelengkan kepalanya.
''Iya,'' sahut Erra tersenyum lucu.
Sementara itu Imam yang melihat kekonyolan pasangan suami istri ini hanya menggelengkan kepalanya.
''Rasanya saya rindu ngedrift. Kak Imam ayo ngedrift,'' ajak Lee.
''Mau ngedrift?'' tanya Imam.
''Iya kak. Panggil juga kak Sam dan kak Ananda!'' seru Lee memohon kepada Imam.
__ADS_1
''Minta sama Erra!'' titah Imam.