Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 304


__ADS_3

“Kamu nggak boleh ikut dengan Mama. Jika kamu ikut para bapak akan mencarimu. Jika itu terjadi maka para papa akan mengurung mama di kamar selama seminggu. Nggak deh setahun," jawab Haruka yang melarang Lee untuk ikut dengannya.


“Kalau begitu ya sudahlah. Lee akan berada di kubu papa,“ ujar Lee.


“Baiklah kalau begitu. Nanti kalau kamu nggak sibuk, kamu bisa berkumpul dengan kami. Aku harap para papa tidak tahu tentang ini semuanya," balas Haruka.


“Okelah. Aku akan keluar untuk menikmati kopi dan nimbrung bersama para papa. Aku tidak akan menceritakan misi mama kepada para bapak,” kata Lee.


“Pergilah dan beri tahu kepada mereka kalau Nicky dan Thiagio tertangkap. Bawalah mereka ke markas. Setelah kalian pergi kami akan pulang. Kamu jangan terlalu khawatir dengan keadaan Mama. Karena mama sendiri sudah memiliki pengawal. Pergilah,” usir Haruka.


Irwan, Bayu dan March sedang menunggu kedatangan pesanannya. Mereka sedang memandang layar ponsel itu dengan serius. Tak lama Lee datang membawa makanan bersama para pelayan. Lee menghidangkan makanan itu dengan sopan. Setelah makanan terhidang Lee sengaja duduk bersama mereka.


“Papa tau nggak kalau Nicky sedang sakau di ruangan private room?” tanya Lee.


Ketiga pria paruh baya itu terkejut dengan apa yang didengarkannya itu. Mereka menatap dengan penuh tanda tanya. Bukannya Lee berada di gedung pembuatan obat-obatan terlarang. Setelah itu Mama Yi dan Haruka keluar dari ruangannya. Kemudian mereka mendekati Lee.


“Halo Kak Bayu, Kak Irwan, Kak March. Kakak tahu nggak kalau Nicky sedang sakau di private room. Mereka sedang mencoba barang baru dari Chandra. Dan kakak tahu nggak kalau mereka itu tidak sadar ada singa betina,” ucap Haruka.


Mata mereka membelalak sempurna. Ternyata oh ternyata pekerjaan ini sudah dilahap oleh ratu singa betina dan singa betina itu sendiri. Mereka  mengusap wajahnya dengan kasar. Mereka tidak habis pikir karena ketiga wanita itu sudah berjalan duluan. Sang ketua White Eragon menatap Lee dengan sendu. Lee hanya bisa meringis ketakutan dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


“Yang namanya singa betina tetap singa betina. Para singa jantan akhirnya mundur perlahan. Kalau begini terus kami akan menganggur dan tidak bekerja lagi di dunia mafia,” keluh Bayu yang membuat Lee tertawa terbahak-bahak.


Mereka menganggukkan kepalanya tanda setuju. Semenjak ada Lee di White Eragon, Bayu sebenarnya tidak keberatan. Yang ditakutkan sama Bayu adalah jika Lee sedang lengah maka para musuh menyerang dari belakang. Bayu berharap itu tidak akan mungkin. Sebab Lee sudah berkontribusi buat White Eragon menjadi sangat besar. Mereka pun berpikiran sama seperti Bayu. Bayu lebih pintar dan menaruh mata-matanya di tempat yang sangat strategis sekali. Ketika ada musuh yang bergerak Bayu sendiri bersama Andi menghabisinya dahulu. Dan Bayu hanya diam saja begitu juga dengan lainnya. Mereka tidak mau kalau Lee mendapatkan sebuah ancaman besar.

__ADS_1


“Obat-obatan apa yang dipakai oleh mereka sehingga bisa kau seperti itu?" tanya March.


“Aku tidak tahu. Sepertinya obat itu masih baru dan belum diluncurkan ke penjuru dunia ini," jawab Lew dengan serius. “Bahkan zat yang dipakai sepertinya belum ada. Lebih baik aku tanyakan saja pada Papa Saga. Semoga bapak sudah tahu zat yang dipakai itu sebenarnya apa."


“Baiklah kalau begitu aku setuju denganmu. Sepertinya bareng itu yang akan diproduksi masal dan diselundupkan ke kapal besar untuk berlayar ke penjuru dunia ini," ujar Irwan yang menganalisis keadaan sebenarnya.


“Tapi obat itu sangat bahaya. Jika kita mengkonsumsi satu saja maka kita bisa sah kau dalam waktu sehari dan tidak makan dan tidak minum. Bagi yang memiliki imun lemah obat itu langsung membunuh dalam beberapa jam kemudian," jelas Lee.


“Kalau begitu kita akan memburu pabrik pembuatan obat-obatan itu ke penjuru dunia. Jika kita terlambat sedikit saja maka bisa berakibat fatal. Candra semakin hari semakin menggila. Kita nggak tahu lagi apa yang akan dilakukannya setelah ini. Aku masih belum ada rencana untuk menuntaskan dendam Chandra," kata Bayu yang frustasi.


“Lebih baik pelan-pelan saja. Kita nggak bisa sembrono untuk melakukan pergerakan di bawah tanah saat menyerang Chandra dan Adam. Kalau kita melakukannya maka seluruh perusahaan menjadi taruhannya. Kenapa aku bilang seperti itu, karena Chandra sangat licik sekali. Kalau kita lengah sedikit saja maka Candra akan menghancurkan perusahaan enam pilar utama. Aku bersama Kak Erra selalu membahas kasus ini untuk mencari titik terangnya. Kami juga belum mendapatkan jawaban apapun dan masih mencari. Papa juga nggak boleh sembrono menghadapi Candra kita bisa menyatukan kekuatan, akal dan pikiran kita menjadi satu kesatuan. Kalau kita terpecah belah kita tidak bisa melakukan penyerangan. Maka jalan satu-satunya adalah kita menyerang dengan halus seperti angin," jelas Lee yang memberikan suatu strategi yang ingin melumpuhkan Adam dan Candra.


Mereka mengangguk paham. Mereka juga tidak bisa menyerang sembarangan. Jika menyerang dari bawah, kedua Kakak adik itu akan menyerang di atas. Jika menyerang di atas maka di bawah juga bahaya. Mereka akan membuat strategi yang di mana bisa membuat Candra dan Adam lumpuh seketika. Tapi harus ada yang membuat dan menjaga strategi atas dan bawah.


"Besok pagi kita akan pulang. Kita tidak bisa lagi di sini terus-terusan. Bagaimana dengan perusahaan lainnya, kita harus kembali lagi ke perusahaan. Beberapa hari lagi kita akan menggempur perhelatan besar milik Adam!" titah Bayu.


“Papa benar. Aku rindu pada kantorku Pa,” jelas Lee.


“Mari kita makan!" ajak March yang dari tadi diam saja memikirkan rencana kedepannya.


Jakarta Indonesia.


Rani yang sudah selesai membersihkan tubuhnya langsung pergi ke kamar Caroline. Rani akan mengajaknya ke suatu tempat. Ketika masuk ke dalam Rani melihat Caroline sedang membaca majalah. Akhirnya kami mendekati Caroline dan menghempaskan tubuhnya di samping wanita itu.

__ADS_1


“Apakah kakak hari ini sedang sibuk?” tanya Rani.


“Aku tidak memiliki rencana apapun hari ini. Aku sedang membaca majalah berkonten aneh sekali. Aku tidak tahu majalah ini berasal dari mana? Aku sengaja mengambilnya di rak halaman belakang. Aku ingin sekali mencari sang pelaku pemilik majalah ini. Jika aku menemukannya akan mengurungnya di ruangan bawah tanah ini. Gara-gara majalah ini Raka sampai mengetahuinya,” ujar Caroline yang ingin membuat sang pelaku kapok.


Mata Rani membulat sempurna Rani segera mengambil majalah itu dan melihatnya. Ternyata yang menyimpan majalah itu adalah sang putra sendiri. Rani tahu kalau Sang putra sengaja menyediakan majalah ini hanya untuk beberapa pengawalnya. Seperti kita tahu kalau Erra itu memang menyimpan video mesum di laptopnya. Kalau sampai Caroline tahu bakalan Erra akan dihukum olehnya. Tapi ya mau gimana lagi memang Erra seperti itu orangnya. Apakah Lee mengetahuinya jika sang suami memiliki hobi seperti itu? Yang jelas sudah tahu. Sebelum menikah Lee pernah membobol laptop Erra di waktu senja. Lee sangat menikmati ketika membobol laptop yang bos.


Bahkan Garda membelalak matanya ketika Erra memiliki hobi itu. Namun Erra sengaja membagikan kepada para pengawalnya agar tetap semangat bekerja.


Rani hanya bisa menghelai nafasnya dan menatap sendu Caroline. Dan Caroline mulai curiga kalau ini adalah pekerjaan Rani. Caroline tersenyum manis melihat Rani lalu menahan lawannya. Teringat masa lalunya Rani yang begitu kocak dan konyol. Tapi siapa sangka kalau Rani adalah seorang ketua mafia yang sadis.


“Pasti ini kerjaan kamu ya?" tanya Caroline yang mulai curiga.


“Kakak... Aku ini sudah tobat. Aku sudah tidak pernah mengkoleksi majalah seperti itu. Aku sudah tua kak. Tidak kayak dulu. Bahkan aku sudah memiliki anak. Kalau aku melakukannya pasti aku akan malu, " jawab Rani dengan jujur.


“Tapi siapakah yang menaruh majalah ini di sini? Aku takut Raka melihat majalah seperti ini di rak majalah. Kalau melihat ini akan semakin parah parah. Aku harus menemukan orangnya dan menghukumnya di ruangan bawah tanah," sambung Caroline lagi.


“Jika kakak tahu siapa yang menaruh majalah itu, Apakah kakak mau menolongnya? Menolongnya agar tidak membeli majalah seperti itu," pinta Rani.


“Hmmmp.... Tergantung siapa orangnya?" ujar Caroline. “Kamu tahu siapa yang memiliki majalah itu. Apakah kamu akan memberitahukan aku?"


“Terpaksa aku harus jujur dengan besanku yang satu ini. Jika tidak diberitahu pun cepat atau lambat sang putra akan ketahuan. Yang lebih parahnya lagi Bayu dan Andi akan mengamuk. Bener-bener deh itu anak ternyata sifatku yang satu ini menurun kepada Erra," ucap Rani dalam hati sambil meringis.


“Rani, Apakah kamu tidak akan memberitahukan siapa sang pemilik majalah ini?" tanya Caroline dengan lembut.

__ADS_1


·"Bagaimana aku mengatakannya kepada besanku ini?" tanya Rani sekali lagi di dalam hatinya.


__ADS_2