
15 menit kemudian mereka akhirnya berangkat menuju bandara dengan memakai bis.
Sedangkan Sam keluar dan melihat nasib naas mobil kesayangan Bayu. Sam akhirnya memotret dari segala penjuru dan sudut untuk mengambil foto mobil itu dan langsung mengirimkan ke Bayu.
Di markas White Eragon, Bayu yang keluar dari kamar menuju ke arah parkiran mencari mobil kesayangannya. Setelah berkeliling di area parkir, Bayu tidak menemukan mobilnya.
Bayu memutuskan untuk berkeliling markas berharap agar bisa menemukan mobil kesayangannya. Bayu sudah sangat capek sekali karena tidak menemukan mobil kesayangannya.
Ketika Bayu melangkahkan kakinya, suara ponselnya berbunyi menandakan bahwa email masuk. Bayu membuka email dari Sam dan melihat sebuah mobil yang sudah terbelah jadi dua.
Andi yang selesai olahraga mengangkat barbel melihat Bayu yang sedang serius melihat sesuatu. Andi menaruh barbelnya lalu mendekati Bayu dan melihat gambar mobil terbelah jadi 2.
''Wah.... keren sekali ada orang yang bisa membelah mobil BMW seri M3 E36.'' ujar Andi.
''Iya, aku setuju.'' ucap Bayu lalu membelalakkan matanya yang tidak percaya.
''Apa? Ini kan mobilku. Kok bisa terbelah jadi 2 begini.'' Geram Bayu.
''Masa iya sih, sini aku lihat.'' ujar Andi langsung mengambil ponselnya lalu melihatnya.
''Hebat... Mobil kesayangan ketua mafia White Eragon terbelah jadi dua. Yang mencuri langsung terkena azab.'' seru Andi tertawa terbahak-bahak.
''Ha... siapa yang melakukan ini semua?'' teriak Bayu dengan geram.
''Tenanglah... Pasti itu fans kamu yang cari perhatian sama kamu.'' jawab Andi tertawa terpingkal-pingkal.
''Argh.... itukan mobil kesayanganku. Kamu tau itu mobil hadiah ulang tahunku dari Rani. Kemanapun aku selalu membawanya, An!'' geram Bayu sambil mengacak rambutnya.
''Tenang bro. Tenangin diri kamu.'' balas Andi yang masih menahan ketawa sambil memegang perutnya.
''Mau tenang bagaimana? Kamu taukan mobil ini, Rani yang modifikasi. Rani sudah menghabiskan hampir semua tabungannya.'' jawab Bayu lirih.
''Masa!'' ucap Andi sambil melihat Bayu.
''Dasar sialan lu.'' geram Bayu.
''Oke gue bantu melacak siapa yang mengambil mobil itu.'' ujar Andi.
Kemudian Andi pergi ke ruangan CCTV. Andi mengecek semua CCTV. Seakan tak percaya, apa yang di lihat oleh Andi.
Peristiwa Pertama Bayu menaruh kunci mobilnya di atas meja di ruangan tamu. Peristiwa kedua tepat jam 1 siang, Garda keluar dengan memakai jaket lalu mengambil kunci mobil tersebut. Peristiwa ketiga selang 10 menit keluarlah suami istri yang aneh. 15 menit kemudian Fendi keluar.
Kemudian Andi tertawa terbahak-bahak. Andi tau siapa yang membuat ulah mobil Bayu yang terbelah jadi 2.
Seketika Bayu yang gusar memikirkan bagaimana mencari pengganti mobil yang sangat mirip sekali. Kemudian Bayu masuk ke ruangan CCTV lalu melihat Andi tertawa terbahak-bahak.
''Apakah sudah ketemu?'' tanya Bayu dengan tatapan membunuhnya.
''Sudah... Jadi yang mengambil mobil lu Garda, Lee, Erra dan Fendi.'' ucap Andi.
''Apa!!!''
Teriak Bayu sehingga suaranya hingga terdengar keluar. Anak buah yang berjaga di luar kaget dan hampir terkena serangan jantung.
Kemudian Bayu menghubungi Sam.
Di waktu bersamaan, Sam yang selesai menghubungi mobil derek 2.
''Keren sekali ya yang mereka lakukan. Mobil bisa terbelah jadi 2. Tapi apakah mereka akan lolos dari paman Bayu. Kayaknya yang ini aku sama Nanda tidak bisa membantu mereka. Ah... Sudahlah. Biarkan mereka yang menghadapi paman Bayu yang sedang simoi... eh salah erosi... eh salah lagi emosi'' batin Sam.
Sam melihat ponselnya berdering terus menerus akhirnya mengangkat ponselnya.
''Hallo.'' sapa Sam.
''Katakan kemana 4 makhluk hidup yang membuat mobilku terbelah menjadi dua?''
__ADS_1
''Oh... Tadi habis makan dari sini paman. Setelah itu mereka langsung pergi entah kemana.''
''Sebar anak buahmu untuk mencari ke 4 makhluk itu. Bawa mereka kesini.''
''Baik paman.''
Tut
Sambungan terputus.
Kemudian Sam menghubungi anak buahnya untuk menyebar ke penjuru kota untuk mencari keberadaan Lee, Erra, Garda dan Fendi.
Setelah menghubungi anak buahnya. 2 mobil derek datang. Mobil derek langsung mengevakuasi mobil tersebut.
Sam menghela nafasnya dan bingung memikirkan nasib mereka.
Kemudian Sam pergi ke markas White Eragon sambil mengawal 2 mobil derek sekaligus.
Sementara itu, jet pribadi milik Fendi sudah lepas landas. Mereka akhirnya terbebas dari ketua White Eragon.
''Lee, mana ponselmu.'' titah Erra.
Kemudian Lee memberikan ponselnya ke Erra.
''Buat apa?'' tanya Lee.
Kemudian Erra mengambil ponsel Lee.
''Garda, mana obeng?'' tanya Erra.
''Hmmp... sebentar ya...
Kemudian Garda mencari Fendi yang sedang duduk dekat jendela.
''Paman... ada obeng?'' tanya Garda.
''Dapat dari mana?'' tanya Erra.
''Dapat dari paman.'' ujar Garda langsung duduk sambil melanjutkan baca majalah.
''Tumben paman bawa obeng.'' ucap Lee.
''Mungkin aja ponselnya sudah di bongkar.'' jawab Erra
Kemudian Erra melakukan aksi yang tidak biasa. Erra membongkar hpnya dan Lee. Hanya butuh waktu 5 menit, Erra sudah melepaskan komponen-komponen dari yang besar sampai kecil.
Lee yang melihat itu sangat takjub akan kelebihan Erra. Garda malah sering melihat Erra yang sering bongkar pasang ponsel.
''Kak...'' seru Lee.
''Di buang aja. Nanti aku beliin yang baru.'' jawab Erra.
''Ketua...'' panggil Garda.
''Jangan panggil aku ketua. Karena kita tidak sedang membicarakan tentang bawah tanah. Ada apa memangnya?'' tanya Erra.
''Sam tadi kirim pesan suruh kita kembali menghadapi tuan besar.'' jawab Garda pasrah.
''Kita tidak akan kembali jika aku belum membuat Lee hamil. Kalau Lee sudah hamil kupastikan papa tidak jadi menghukum kita.'' ucap Erra.
''Cih... Nunggu aku hamil.'' ketus Lee.
''Iyalah... biar kita tidak mendapatkan hukuman.'' seru Erra.
''Kok perasaanku enggak enak ya.'' batin Garda.
__ADS_1
Tak lama kemudian Fendi datang lalu duduk di samping Garda.
''Tidak semudah itu yang kamu bayangkan Erra. Jika Lee hamil, Lee sendiri yang tidak dapat hukuman. Dan kamu harus tau juga. Lee akan di manja sama Bayu dan Rani. Sedangkan kita, tetap dapat hukuman.'' keluh Fendi.
''Benar... Apa yang di katakan Paman Fendi. Kalian tetap akan mendapatkan hukuman.'' tambah Lee.
''Jangan panggil aku paman. Mulai sekarang kalian berdua panggil aku ayah.'' titah Fendi sambil menunjuk Lee dan Garda.
''Baik ayah.''
Lee dan Garda menjawab serempak.
''Hukuman apa yang akan kami terima?'' tanya Fendi.
''Hmmp... Aku sudah sering mendapatkan hukuman. Seperti membersihkan kandang buaya milik papa itu tidak buruk.'' Ucap Lee yang pernah membersihkan kandang buaya milik Andi.
''Tidak buruk bagaimana? Itukan menyeramkan.'' seru Erra.
''Cih... itu tidak menyeramkan. Karena ketujuh buaya itu menurut apa yang aku katakan.'' ucap Lee.
''Yang di katakan oleh Lee itu benar. Lee memang sering memarahi buaya Andi. Bahkan lebih menurut ketimbang yang punya. Seluruh anggota White Eragon saja heran. Kalau buayanya Andi gak ada yang nurut sama yang menjaga.'' ujar Fendi.
''Aneh... kenapa tiba-tiba adik kecil bisa menjadi pawang buaya dadakan?'' tanya Garda.
''Bagaimana kalau adik kecil jadi pawang buaya darat?'' tanya Garda.
''Yang pastinya tidak akan ada perselingkuhan dimana-mana.'' tutur Erra.
''Ya kamu benar.'' jawab Fendi.
''Kalau pak bos selingkuh gimana, adik kecil?'' tanya Garda.
''Aku gantung di menara Eiffel sana selama 7 hari 7 malam.'' seru Lee sambil menatap tajam ke arah Erra.
Glek.
''Keren sekali ya hukumannya. Untung kamu tidak melemparkan ke kandang buaya.'' ucap Fendi sambil menahan tawa.
''Iya ya... kenapa juga aku tidak melemparkannya ke kandang buaya. Aish... bodohnya aku.'' gerutu Lee.
''Hufth... Singa betinaku.'' panggil Erra lalu menarik tubuh mungil Lee dan memeluknya.
''Hukuman yang sepadan. Tapi aku yakin Lee tidak akan melakukannya. Karena cintalah yang membuat Lee luluh.'' ucap Fendi tersenyum.
Sementara di markas White Eragon di New York City. Andi dan Nanda lagi main billiyar di bawah pohon di kejutkan oleh kedatangan 2 mobil derek.
''Paman ada apa?'' tanya Nanda yang belum mengerti keadaan.
''Hmmp... panggil Bayu sana suruh keluar.'' titah Andi.
''Baik paman.'' seru Nanda lalu meninggalkan Andi.
Kemudian Nanda mencari Bayu di dalam kamar. Sesampainya di kamar, Bayu sudah kelihatan berantakan. Nanda menjadi bingung setengah mati.
''Paman Bayu.'' seru Nanda.
''Ada apa Nanda? Apakah Sam sudah menemukan ketiga bocah tengil itu dan menantu saya?'' tanya Bayu yang melemparkan botol susu.
''Maksud paman? Bukannya tadi di sini? Biasanya Erra jam segini tepar paman.'' tanya Nanda balik.
''Mereka sudah menghancurkan hadiah ulang tahun saya yang ke 50 tahun dari istri saya.'' geram Bayu.
''Hmmmp... hadiah apa yang di maksud?'' tanya Nanda.
''Mobil kesayanganku. Mereka membelahnya menjadi dua.'' ucap Bayu lirih.
__ADS_1
''Oh... mobil BMW paman yang di modifikasi oleh bibi Rani.'' ucap Nanda sambil manggut-manggut.