
"Saat diselidiki oleh adik kecil. Mereka sengaja mendekatinya. Jawabannya sangat unik sekali. Mereka bilang hanya pamer saja ke teman-temannya kalau dekat dengan enam pilar utama," jawab Sam.
"Mereka sangat jahat sekali," kesal Haruka. "Sekarang kamu nggak memiliki kekasih?"
"Aku tidak memilikinya. Tapi aku sedang mengincar seorang gadis lucu tapi barbar," jawab Sam sambil menghempaskan bokongnya di sofa dan memandang Haruka.
"Mama harap gadis itu sangat baik sekali," ucap Haruka sambil mendoakan gadis itu. "Apakah mama mengenalnya?"
"Mama mengenalnya. Dia sering memakai kemeja besar dan celana bahan. Bisa dikatakan bajunya itu sangat kuno sekali. Tapi aku sangat menyukainya," jawab Sam yang membuat Saga berpikir.
"Apa yang kamu maksud itu adalah Pita?" tanya Saga yang menebak isi hati putranya itu.
"Iya Pa. Dia adalah sekretarisku sendiri," jawab Sam. "Bagaimana menurut kalian?"
"Kalau kata Papa sih yes. Karena gadis itu memiliki kepribadian yang baik meski sifatnya barbar. Entah mamamu bagaimana?" tanya Saga kepada Haruka.
"Kalau itu Mama juga setuju. Meskipun bajunya kuno... Tapi gadis itu sangat sopan sekali kepada orang tua," jawab Haruka.
"Syukurlah...kamu sudah memiliki calon untuk dijadikan pendamping hidup. Papa harap kamu paham dengan kondisimu," ucap Saga.
"Maksud Papa?" Tanya Sam yang belum tahu maksud dari Saga.
"Mereka itu bukanlah jodohmu. Jika kamu memaksa mereka percuma. Ujung-ujungnya nanti kamu putus sama mereka. Syukurlah kamu hanya dimanfaatkan untuk mendompleng nama saja. Coba kamu dimanfaatkan seluruhnya. Kamu yang akan habis sendirian," jawab Saga.
"Mungkin saja. Aku sendiri nggak habis pikir sama mereka. Tapi aku pernah menyuruh mereka untuk menggoda Erra. Mereka langsung angkat tangan dan bilang tidak mau," ucap Sam.
"Ya nggak mau. Coba saja kamu berikan uang satu miliar kepada mereka. Mereka akan angkat tangan dan mengundurkan diri masing-masing. Karena mereka sangat takut sekali kepada Erra," ujar Saga.
"Kenapa aku tidak mengalihkannya ke Erra?" tanya Sam.
"Mungkin saja kamu nggak kepikiran. Kalau kepikiran mungkin kamu akan membuangnya ke Erra. Ditambah lagi sifat dinginnya Erra bisa membuat mereka kejang-kejang," jawab Saga.
__ADS_1
"Kalian ini sukanya menjebak. Entah bagaimana jadinya kalau mereka kalian jebak," celetuk Haruka.
"Kalau nggak gitu mau bagaimana lagi ma. Aku sendiri nggak habis pikir sama mereka. Bisa-bisanya mereka hanya memanfaatkan ku saja. Aku ingin mencari orang yang tulus," kesal Sam. "Apakah kalian akan tetap di sini?"
"Kamu mau ke mana memangnya?" tanya Haruka.
"Mau pulang ke Indonesia. Aku ada menu baru. Aku ingin mengeluarkannya beberapa minggu ke depan," jawab Sam.
"Kalau begitu kita pulang aja sekarang. Aku sendiri sudah bosan di sini," ucap Saga.
"Ayolah kita beres-beres dan pulang ke Jakarta. Aku rindu dengan pizza rasa soto ayam lamongan. Rasanya makanan itu ingin aku luncurkan. Tapi adik kecilku melarangnya," ajak Sam.
"Kenapa?" Tanya Saga yang tidak menyukai menu yang diciptakan oleh Sam.
"Kata adik kecilku rasanya sangat aneh sekali. Dia lebih baik memilih soto ayam lamongan ketimbang menu baruku itu," jawab Sam dengan jujur hingga membuat Haruka dan Saga tertawa terbahak-bahak.
Sam memutar bola matanya dengan sangat malas. Bisa-bisanya kedua orang tuanya menertawainya hanya karena menu aneh itu. Andai saja Sam bisa menyempurnakan makanan itu. Bisa jadi makanan itu akan mendunia hingga ke penjuru bumi ini.
"Kenapa kamu mau minta maaf kepadaku?" Tanya Lee.
"Karena aku salah sama kalian. Aku berusaha memisahkan kalian hanya demi nafsuku semata. Berbahagialah... Jadilah kalian pasangan yang unik sepanjang masa. Aku akan terbang ke Tokyo," jawab Elizabeth.
"Bukannya kamu kemarin ke Tokyo?" tanya Lee lagi.
"Aku diundang oleh Adam menghadiri pertemuan semalam itu. Adam mengundang anak-anak yang kurang mampu di sana. Aku hanya di sini selama beberapa jam.Makanya aku memutuskan untuk kembali lagi dan memperdalam ilmu biarawatiku," jelas Elizabeth.
"Syukurlah kalau kamu udah sadar. Aku doakan kamu mendapatkan yang terbaik dari Tuhan. Aku harap kamu nggak akan kembali lagi ke arah sana. Arah yang membuat kamu menjadi jahat lagi," ucap Lee sambil mendoakan Elizabeth untuk tetap menjadi orang baik.
"Terima kasih sudah mau memaafkanku. Kalau begitu aku berangkat dulu," pamit Elizabeth.
"Hati-hati di jalan. Jika kamu ingin menghubungiku hubungilah. Nomorku dan emailku masih tetap sama seperti dulu," balas Lee yang mendapat anggukan dari Elizabeth.
__ADS_1
Setelah itu Elizabeth pergi meninggalkan mereka. Ada kesan tersendiri dalam pertemuan ini. Bagi Lee pertemuan kali ini adalah pertemuan yang sangat membahagiakan. Adam sudah cerita di mana keberadaan Elizabeth.
Tiba-tiba saja datang Gerry sambil menarik Elizabeth. Gerry yang usianya hampir kepala empat itu membawa kotak beludru sambil memegang tangan Elizabeth.
"Kamu jangan pergi ke Tokyo. Tetaplah tinggal di Istanbul bersamaku," pinta Gerry.
Soundtrack saja Elizabeth terkejut dengan kelakuan Gerry. Ia menatap wajah Gerry sambil bertanya, "Kenapa aku tidak boleh kembali ke Tokyo?"
"Karena aku sangat membutuhkanmu," jawab Gerry.
"Maksud kamu apa?" Tanya Elizabeth yang tidak paham.
"Aku memang menyukai kamu Sedari dulu. Tapi kamu tidak pernah tahu akan hal itu. Aku ingin meminangmu di bandara ini untuk dijadikan seorang Istri," jawab Gerry.
"aku sudah janji dengan seseorang untuk menjadi biarawati," ucap Elizabeth yang bimbang akan keputusannya itu.
"Janganlah kamu bimbang seperti itu. Jadilah istriku dan tinggalah di rumahku selamanya," pinta Gerry sambil berlutut dan memberikan kotak bludru itu ke arah Elizabeth.
Lee dan Erra sangat terkejut sekali dengan Gerry. Jujur saja mereka baru mengetahui kalau Gerry sangat menyukai Elizabeth. Lee melepaskan tangannya dari tangan Erra. Lalu wanita berwajah imut itu pun mendekati Elizabeth kemudian membisikinya, "Terima saja untuk menjadi suamimu. Cepat atau lambat kamu akan bisa mendapatkan cinta sejati sama Gerry."
Elizabeth menganggukan kepalanya sambil menatap wajah Gerry. Lalu wanita itu mengambil kotak itu sambil bertanya, "Apakah kamu akan memberikanku cinta yang tulus?"
"Ya... Aku akan memberikannya. Dalam hatiku sudah terpatri namamu sejak lama," jawab Gerry dengan jujur.
"Tapi, Aku bukan wanita yang sempurna. Aku harap kamu ngerti masa lalu yang kelam buatku," ucap Elizabeth.
"Kamu nggak perlu memikirkan soal itu. Lebih baik kamu tutup saja masa lalu itu dan meraih masa depan bersamaku," tambah Gerry.
"Berjanjilah kepadaku. Janganlah kamu mencoba mengungkit masa lalu kelam ku itu," Elizabeth meminta Gerry untuk melupakan masa lalu yang kelam itu.
"Begitu juga dengan aku. Aku adalah seorang Playboy akut. Aku harap setelah menikah denganmu. Aku bisa melupakan mereka dan menjalin cinta untukmu," Gerry berkata jujur kepada Elizabeth.
__ADS_1
"Kapan kalian akan menikah?" tanya Lee.