Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 31


__ADS_3

Andi bukan orang yang kejam terhadap lawannya. Andi akan membalas lawannya dengan sangat elegan jika ada yang menghancurkan 6 pilar dunia. Andi sangat membenci jika ada orang yang menginjak dan menghina sesamanya.


''Hmmmp... Setelah ini lu akan menangis darah. Mentang-mentang lu berkuasa di dunia bisnis. Lu bisa seenaknya menginjak-injak orang yang baru merintis dengan dalil menjanjikan keuntungan besar. Dan sekarang lu berulah pengen menghabisi Asco. Terimalah pembalasanku Aldi Pratama.'' gumam Andi sambil mengklik enter di keyboard.


Sementara di Black Dragon. Lee duduk dengan santai sambil memakan keripik kentang melihat kubu Black Dragon dan Black Roses bertarung sengit. Setelah menghabiskan keripik kentangnya, Lee berdiri dan mulai menghitung jumlah musuh.


''Ada 30 orang. Baiklah.. kalian sudah berani membangkitkan sesuatu di dalam jiwaku. Kalian bertiga mundur.'' teriak Lee berapi-api.


''Tapi nyonya muda... Kami disuruh ketua menjaga anda. Biar anda tidak terluka.'' jawab sang pengawal.


Flashback On.


10 menit terjadi sebelum penyerangan.


Disaat Erra melihat Lee sedang berbicara dengan Sam. Erra mencetuskan sebuah ide dan mengurung Lee di suatu tempat. Erra tau kalau Lee suka dengan ruangan yang banyak cemilannya.


''Chris, Rol, dan Sid... tolong cegah nyonya muda jangan bertarung.'' Ancam Erra.


''Nyonya muda.'' ucap Chris kanget tidak percaya bahwa ketuanya sudah mempunyai istri.


''Iya nyonya muda. Memangnya siapa?'' tanya Erra.


''Seumur hidup saya. Tuan muda tidak memiliki seorang istri?'' tanya Sid juga kaget hingga mulutnya terbuka.


''Kalian ini. Saya sekarang sudah memiliki istri tau.'' jawab Erra menepuk jidatnya.


Ketiga pengawalnya merasakan ada yang aneh untuk saat ini. Karena Erra baru memperkenalkan istrinya.


''Wanita mana yang sangat beruntung jadi istri tuan muda?'' ujar Rol yang matanya berbinar-binar karena hatinya sangat berbunga karena ketuanya tidak jombloh lagi.


''Itu yang sedang berbicara dengan Sam.'' ucap Erra tersenyum merekah.


Seketika Chris, Rol dan Sid menoleh melihat Lee. Mereka bertiga angkat tangan dan ingin menangis.


''Tuan benarkah kakak besar adalah istri tuan?'' tanya Sid.


''Iya... tolong jaga ya... jangan ikut bertarung. Kalian bertiga harus menjaganya dengan baik.'' jawab Erra tersenyum bahagia.


Mereka langsung menunduk dan hatinya menangis tersedu-sedu. Mereka bertiga sudah tau sepak terjangnya Lee.


Flashback off.


''Kalian bertiga mundur atau aku akan membuat kalian mati konyol saat ini juga.'' ancam Lee yang sudah bersiap-siap melawan musuhnya.

__ADS_1


''Ba... Ba.... baik kakak besar.''


Mereka menjawab serempak sambil menelan salivanya.


Dan pertarungan sengit terjadi. Lee melawan 30 orang musuh hanya memakai tangan kosong.


Mereka bertiga hanya diam seakan tak percaya. Bahwa orang-orang berbadan kekar kalah telak dengan satu wanita bertubuh mungil.


''Aku tak percaya... jurus itu... Jurus asal-asalan yang hanya di miliki oleh kakak besar di keluarkan.'' seru Rol seakan tak percaya kalau Lee memakai jurus asal-asalan.


''Fiuh... ketua sangat beruntung mendapatkan kakak besar. Kakak besar bukan wanita yang cengeng. Bahkan pemberani. Sudah puluhan kasus yang sudah di pecahkan.'' ucap Sid mengingat semua kasus-kasus besar yang sedang di kerjakan oleh Lee bersama interpol.


Tak selang berapa lama, datanglah pria bertopeng yang misterius mendekati Lee. Dengan gaya coolnya, pria misterius itu mendekati Lee.


''Hey... Gadis... Apakah kamu perlu bantuanku?'' tanya pria misterius tersebut.


''Ah... iya... Aku memang mencari bantuan. Apakah kamu bisa membantuku tuan misterius?'' tanya Lee kembali


''Apa yang kamu minta sekarang?'' pria misterius itu hanya melihat Sid, Rol dan Chris.


''Pinjamkan aku sesuatu.'' jawab lee.


''Baiklah... dengan senang hati.'' seru Pria itu memberikan 2 pistol ke Lee.


''Bersiaplah... Go.'' teriak pria misterius itu.


Mereka berdua berkolaborasi menyerang anggota Black Roses membabi buta. Lee paling jeli menembak tepat berada di jantungnya. Sedangkan tuan misterius itu tidak kalah brutalnya menembak tepat di kepala. Seketika mereka menghabisi musuh hanya hitungan detik.


Lee dan pria misterius itu memukul mundur pasukan Black Roses. Di saat terdesak di sebuah ruangan kosong. Lee sendiri yang menghabisi mereka. Pria misterius itu langsung menghilang dari hadapan Lee.


Pagi menjelang. Setelah semuanya beres. Erra memutuskan untuk mencari markas baru. Markas yang di pakai sekarang sudah di ketahui oleh musuh. Erra menyuruh anak buahnya mengumpulkan mayat-mayat tersebut menjadi satu di dalam markas. Lee sendiri memasang bom di bantu oleh pasukan khusus.


''Untuk kalian yang ingin berlibur, berliburlah. Aku memberi waktu 3 hari dan Imam selama 3 hari itu, carilah tempat yang aman yang jauh dari penduduk. Pastikan musuh tidak akan lagi menemukan Black Dragon.'' titah Erra dingin.


''Kak Sam dan Kak Nanda sebenarnya aku nyaman berada di sini. Bolehkah aku ikut masuk kedalam anggota Black Dragon?'' tanya Lee tersenyum manis.


''Tanyakan saja pada ketuanya. Kalau aku anggota tetap White Eragon di bidang militer.'' jawab Sam.


''Benar apa yang di katakan oleh Sam. Kamu bisa megang 2. Tapi yang kamu utamakan adalah White Eragon setelah itu Black Dragon.'' ujar Nanda mendekati Lee.


Erra pun membisiki Lee dan mengancam Lee.


''Jika kamu masuk sini akan aku pastikan kamu tidak bisa keluar lagi. Dan tiap hari kamu akan lemas di ranjang.'' ujar Erra menghembuskan nafasnya di leher Lee.

__ADS_1


''Huaha... Koq aku yang jadi tawanannya Black Dragon sih?'' tanya Lee yang bingung.


''Nikmatilah di kamp Black Dragon.'' Erra tersenyum devil.


''Paman Sam.. Paman... Lee bertanya boleh enggak?'' tanya Lee.


''Tanya aja.'' jawab Sam sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celananya.


''Siapakah ketua mafia di sini paman?'' tanya Lee dengan polos.


Kemudian Erra menarik tangan Lee untuk pergi. Imam memberi perintah kepada seluruh anggota Black Dragon untuk membubarkan diri.


Sementara Suci, Angela dan Indah sudah kabur duluan setelah penyerangan usai untuk kembali ke markas besar.


Andi dan Rani yang membantu Black Dragon pun kabur tanpa jejak. Setengah pertarungan usai, Irwan harus kembali ke lab karena mau mengembangkan program bom yang kemarin baru di gagas.


Kemudian Erra mengajak Lee pergi ke mansion. Lee masih memikirkan sesuatu tentang pria misterius yang selalu menolongnya jika lagi terdesak. Lee dan Erra hanya diam seribu bahasa.


Di apartemen mewah Aldi. Aldi mengalami kebangkrutan parah. Seluruh aset yang di miliki habis tidak tersisa. Aldi sangat frustasi karena banyaknya hutang sana sini.


Di markas Black Roses.


Brakkkk...


Sebuah kursi kayu melayang jauh hingga mengenai jendela. Hampir setengah pasukannya mati konyol di tangan Black Dragon. Dennis yang penuh dengan amarah membanting barang yang ada di depan anak buahnya.


''Kalian tidak berguna sama sekali. Seharusnya kalian bisa membunuh ketua mafianya.'' Aldi membentak anak buahnya dengan nada tinggi.


''Tapi bos... Ketuanya menghilang tanpa jejak. Sementara itu, ketua White Eragon datang untuk membantu Black Dragon. Dan singa betina juga ada di sana. Singa betina di bantu oleh serigala beringas menyerang kami dengan membabi buta.'' jawab anggota Black Roses yang masih hidup.


''Apa... Serigala beringas dan singa betina.'' teriak Dennis sangat terkejut saat mendengar serigala beringas yang bangkit lagi.


''Iya bos...'' jawab anggota black Roses satunya lagi.


''Baiklah kita mundur sementara. Kita cari kelemahan Black Dragon. Aku akan menghubungi papa dan aku akan menggabungkan Black Roses dengan Red Devils. Semuanya bubar.'' seru Dennis sambil meninggalkan ruangan tersebut.


-------------------------------------------------------------------


HI READERS.


APA KABAR KALIAN?


Hmmp... kira-kira siapa ya pria bertopeng misterius itu?

__ADS_1


__ADS_2