
Jake tersenyum miring karena Greg. Entah kenapa Greg sangat marah kepada dirinya. Atau juga Greg tidak menyukai kemesraan dua insan makhluk ciptaan Tuhan itu.
"Bukannya gue enggak suka Thor! Gue sampai sekarang masih jomblo! Lha… Author enggak ngasih gue pacar!" kesal Greg.
"Tenang saja Greg… nanti gue kasih pacar. Lu nanti bisa pacaran dan nikah," ujar Author yang tertawa.
"Sana pergi… gue mau kerja!" usir Greg yang duduk di depan PC kesayangannya.
Ceklek.
Pintu terbuka.
Jake segera mendekati Greg sambil mengerutkan keningnya. Jake menghempaskan bokongnya di kursi.
"Lu kenapa banting-banting pintu? Untung saja gue kagak punya penyakit jantung," tanya Jake.
"Lu kalau pacaran jangan di depan gue napa. Lu tahu kalau gue jomblo abadi yang dari kandungan Mak belum punya pacar hingga sekarang," keluh Greg dengan jujur.
Jake tertawa terbahak-bahak mendengar keluhan Greg. Greg hanya mendengus kesal karena Jake.
Tottenham Inggris.
Lee yang selesai membersihkan tubuhnya menghempaskan bokongnya di sofa. Lee melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Tak lama datang Pita yang membawa kue sus dan coklat panas tiga gelas.
"Apa yang akan kakak lakukan setelah ini?" tanya Arini yang menaruh cemilan.
"Nunggu Cecilia," jawab Lee.
"Cecilia sedang dalam perjalanan menuju ke sini," seru Cathy.
"Kemarilah," ajak Lee.
Cathy segera mendekati Lee dan menaruh coklat panas di meja. Kemudian Cathy duduk di sofa singel.
"Bagaimana di sini? Setelah lulus kuliah aku tidak pernah tinggal beberapa hari. Kamu tahukan kalau aku sibuk bekerja," ucap Lee sambil bertanya.
"Disini cukup aman kak. Banyak musuh yang menyerang. Tapi kami selalu memakai jurus langkah seribu," ujar Cathy.
__ADS_1
"Jurus langkah seribu," pekik Pita yang mengerutkan keningnya.
"Maksud aku lari dari sini. Kamu tahukan ada seorang pria yang bernama Goerge. Pria itu selalu saja membuat masalah dengan aku," ujar Cathy.
"Apaan membuat masalah. Yang ada Goerge ingin melamar kamu dan menikahinya. Tapi kamu menolaknya," sahut Cecilia yang berdiri di ambang pintu.
Mata Lee membulat sempurna dan tersenyum manis. Ingin rasanya Lee menjodohkan Cathy dan Goerge. Lalu Lee menyuruh Cecilia untuk duduk bersama.
"Panggil Goerge kesini! Aku ingin bicara sama pria itu," seru Lee dengan semangat.
"Baik kak," sahut Cecilia dengan semangat.
Beberapa saat kemudian Lee meraih ponselnya dan melihat email dari Greg. Lee membuka email itu lalu membacanya. Sontak saja Lee terkejut dengan apa yang dibaca.
"Hmmmp…. Ternyata yang namanya Elizabeth Taylor adalah seorang penipu ya," ucap Lee tersenyum smirk.
"Maksudnya?" tanya Arini.
"Cecilia duduklah!" perintah Lee.
"Baik kak," jawab Cecilia yang selesai menghubungi Goerge.
"Baik kak!" jawab mereka serempak.
"Memangnya Elizabeth mempunyai masalah dengan kakak?" tanya Cecilia.
"Ya… itu benar. Dia mulai mengusik rumah tanggaku bersama Erra Drajat. Dia mengklaim sudah memiliki seorang putri dari Erra!" kesal Lee yang mengepalkan tangannya.
Mereka menelan salivanya dengan susah payah. Mereka tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka juga mengerti tabiat Lee yang satu ini. Jika sudah menyenggol prianya tanpa ada bukti atau bukti dimanipulasi, bisa dipastikan orang itu tidak akan selamat.
"Berarti dia pelakor ya kak?" tanya Cecilia yang berhati-hati.
"Tentu. Kamu tahu dia sudah mengganggu priaku. Enak saja priaku diganggu dan mengatakan kalau sudah memiliki anak. Kalian tahu sendirikan kalau priaku itu adalah tipe pria yang setia!" kesal Lee terhadap Elizabeth.
Mereka menganggukkan kepalanya tanda setuju. Mereka tahu siapa itu Erra Drajat. Bahkan mereka paham kalau Erra tidak bisa disentuh oleh wanita apapun kecuali Lee.
"Apa yang kakak lakukan setelah ini?" tanya Cecilia.
__ADS_1
"Membeli seluruh saham dan mengakuisisi perusahaan Taylor Inc atas namaku. Aku ingin menggantinya menjadi BL Company," jawab Lee.
Mereka terkejut dengan nama BL Company. Pasalnya mereka sering mendengar nama perusahaan itu.
"Apakah BL Company itu perusahaan berasal dari Finlandia? Yang dimana BL Company itu perusahaan yang bergerak dibidang fashion," tanya Cathy yang bingung.
"Ya itu benar," jawab Lee.
"Bukannya BL Company milik Caroline Riu?" tanya Cathy yang penasaran.
"Apakah kakak memiliki saham di sana?" tanya Pita.
"Aku memiliki saham di sana sebesar tujuh puluh lima persen. Dan aku ingin membesarkan perusahaan itu," jawab Lee yang tersenyum manis.
Mereka sangat terkejut dengan pernyataan Lee. Bagaimana bisa Lee memiliki saham sebesar tujuh puluh lima persen di sana? Mereka juga tahu kalau sang pemilik itu adalah wanita yang sangat arogan sekali. Wanita itu tidak mau menjual sahamnya kepada siapapun walau dengan temannya sendiri.
"Kakak tahu kalau sang pemilik adalah seorang wanita yang sombong?" tanya Pita. "Bahkan menurut informasi yang aku dengar sang pemilik perusahaan tidak pernah menjual sahamnya kepada orang sekalipun. Walau orang itu adalah temannya sendiri. Tapi kenapa kakak kok bisa memiliki saham sebesar itu?"
"Kamu tahu sang pemilik BL Company adalah mamaku," jawab Lee dengan jujur sambil membawa coklat panas ke luar markas.
Mereka hanya melongo tidak percaya apa yang dikatakan oleh Lee. Mereka sangat penasaran dengan Lee. Sedangkan Lee sendiri sengaja membuat penasaran para pengawalnya itu.
"Apakah kakak besar serius? Wanita yang sederhana dan modis itu sang pemilik BL Company adalah mamanya kakak besar," ucap Cecilia.
"Kalau begitu kakak besar sangat tajir dan bisa dikatakan crazy rich. Bisa juga kekayaan kakak melebihi aset milik enam pilar utama," puji Cathy dengan serius. "Kalau begitu ayo kita bekerja disana. Aku ingin mengumpulkan uang setelah itu membuat toko kue atau masakan Padang di sini."
Cecilia mengangguk paham. Namun Cecilia tidak bisa bekerja di tempat lain. Karena dirinya sudah memiliki pekerjaan lain yaitu mengurus peternakan milik Irwan. Sedangkan yang lainnya mereka sudah mendapatkan pekerjaan di Indonesia. Jadi ketiga gadis itu mengurungkan niatnya.
Lee yang duduk di bawah pohon Pinus merasakan hawa dingin yang menusuk tulang. Lee sedang menikmati kopi dan beberapa pengawal perempuan sedang berjaga.
Tiga puluh menit kemudian Lee masih dalam posisi yang sama. Namun dalam hitungan detik ada sebuah mobil sport memasuki halaman. Lee melihat sang pemilik mobil itu yang tak lain adalah Fendy.
Fendy segera memarkirkan mobilnya dengan benar lalu keluar. Matanya seakan melihat bayangan Lee dan mengerutkan keningnya. Kemudian Fendy bertanya-tanya dalam hati, apakah bayangan itu adalah Lee?
Fendy segera mendekati Lee sambil tersenyum puas. Ternyata itu benar wanita yang sedang duduk adalah Lee. Fendy menghempaskan bokongnya di samping Lee lalu mulai menyapanya, "Lee."
Lee yang mencium aroma khas Fendy tersenyum manis. Lee menoleh dan melihat Fendy. Kemudian Lee menyapa balik Fendy, "Ayah."
__ADS_1
"Iya ini aku. Kenapa kamu disini?" tanya Fendy.