
Memang benar apa kata Lee. Dirinya adalah seorang panglima perang yang didugaskan untuk membuat rencana. Sekalinya menghabisi anggota mafia, Lee sudah memiliki rencana bertubi-tubi di kepalanya. Lalu ditinggal menyusun urutannya. Itulah sebuah fakta dari Lee.
Lalu bagaimana dengan mereka? Mereka sangat bangga memiliki wanita tangguh di dalam hidupnya masing-masing. Mereka bersyukur karena Lee bukan wanita yang lemah. Cepat atau lambat keluarga besarnya terancam bahaya. Contohnya saja sekarang, mereka akan membuat rencana penghabisan.
"Hebat sekali itu Brenda. Dua tiga pulau terlampaui semua. Jika aku melihat Brenda sangat geram. Bagaimana tidak? Sekalinya menipu banyak sekali korbannya masuk ke dalam hidupnya. Kini mau dibuat seorang istri. Bisa-bisa aset habis dan belakangnya selingkuh," keluh Garda.
"Kalau dilihat-lihat sih, Brenda itu cantik. Wajahnya imut dan menggemaskan. Tapi dibalik itu semua Brenda adalah seorang iblis. Jika belum dapat maka gerenda akan mengejarnya sampai takluk sang korban. Contohnya saja Kakak tampanku ini. Bisa-bisanya Brenda melakukan aksi kejar-mengejar. Coba bayangkan jika ini semuanya terjadi?" sahut Lee.
"Setiap orang memiliki jodoh masing-masing. Kalau belum jodoh Kenapa harus mengejar-ngejar sampai segitunya. Jujur aku baru tahu ada seorang perempuan seperti ini. Aku tidak ingin menghujat siapapun. Dari a sampai z. Tapi ini kenyataan buatku," ujar Garda.
"Ya itulah. Hanya karena menyandang sosialita maka Brenda bisa melakukan apapun. Jika hidupnya sampai dibuka ke masyarakat bagaimana? Otomatis menderita iya, banyak hujatan iya. Ditambah lagi hukuman penjara menantinya. Ya tahulah kalau soal itu ujung-ujungnya ke jeruji besi," jelas Sascha.
"Memang gila itu orang. Bisa nggak sih cari pekerjaan yang memudahkan dirinya? Bisa nggak sih tidak mengganggu rumah tangga orang seperti ini? Bisa nggak sih cari pacar yang sederhana saja tanpa harus embel-embel orang kaya?" tanya Erra dengan kesal.
__ADS_1
"Semuanya bisa tergantung orang yang mencarinya. Aku pun juga sama. Entahlah setiap orang juga beda-beda. Kita nggak bisa menegurnya begitu saja. Jika kita menegurnya otomatis orang itu tidak terima lalu menghukum kita. Jadi bingung sendiri kan," jawab Garda yang dapat anggota dari Erra.
"Biarkan saja. Kakak sudah menghukumnya dilempar ke negara yang kelaparan. Anggap saja mereka mendapat hukuman yang setimpal," ucap Lee.
"Ya kamu benar. Aku juga tidak akan berdosa sama mereka. Di sisi lain aku juga membangun kesadaran buat mereka. Tidak ada yang abadi buat mereka selama hidup. Jika hidup mencari duniawi maka terpuruklah hidup mereka," kata Erra yang mulai bijak.
"Nggak semuanya seperti itu. Hanya karena silau aset seseorang, maka mereka bisa melakukan hal yang gila. Aku tidak tahu apalagi setelah ini. Ah biarkan saja. Yang penting kita menata masa depan. Aku juga ingin menatanya kembali," Garda tersenyum manis sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Itu tenang saja. Aku akan mencari seseorang yang penting buatku. Cepat atau lambat aku akan meminta Restu sama papa. Setelah itu aku membawanya di depan pendeta," tegas Garda.
"Apakah kamu sudah mencari Pak Dwi?" tanya Erra.
"Aku sudah menurunkan beberapa orang untuk mencari Pak Dwi. Mereka yang akan membantu pihak bank menagih seluruh tagihan milik Brenda dan Pak Dwi. Aku nggak habis pikir mereka suka sekali buang-buang uang seperti itu," jawab Garda yang baru mengetahui utang Pak Dwi di berbagai bank.
__ADS_1
Brenda yang sudah tidak boleh masuk sangat kesal. Tiba-tiba saja Brenda kalah dari Erra. Namun dirinya mengakui kalau sang bos tidak bisa disentuhnya. Apalagi diajak berbicara sedikitpun.
Satu kata buat Brenda yaitu menyesal. Kenapa ia melakukan pendekatan secara terus-menerus? Hingga ia mendapatkan hukuman yang berat. Ditambah lagi Erra melemparnya ke daerah Afrika yang terjadi konflik. Mau tidak mau berenda harus melakukannya.
Wanita itu berjalan di tepi trotoar. Meratapi nasib yang sial. Mau kabur juga tidak akan bisa. Karena Garda sudah menyebarkan banyak orang di kota ini. Jangankan dalam kota, Garda sudah menempatkan titik-titik orang di pintu masuk.
Jujur lebih baik Brenda kembali ke masa lalunya itu. Biarpun menjadi wanita malam Brenda sangat menyukainya. Tanpa ada beban dan syarat tertentu untuk menjalani hidup.
Setelah pertemuannya dengan Pak Dwi, Brenda merasakan hidupnya di dalam neraka. Dirinya tidak sadar kalau dijadikan sebagai boneka. Sistem Pak Dwi dan Chandra hampir sama. Yaitu Pak Dwi menyuruh Brenda merayu para bos-bos. Setelah itu Pak Dwi langsung menyuruhnya mengambil sebagian aset sebanyak lima puluh persen dari korbannya masing-masing. Memang Mbak Dwi sangat parah sekali.
Brenda yang masih berada di jalanan akhirnya menyerah juga. Ketika melamun dirinya tidak sadar kalau ada seseorang yang mengikutinya. Orang itu adalah pengawal terbaik Garda. Sekalinya melihat fotonya pria itu langsung bergerak. Sebelum mendapatkan wanita itu sang pengawal terbaiknya itu malah menantangnya.
Bahkan pengawal itu sumbar kepada Garda. Dalam waktu sejam pengawal itu menemukannya. Ya itulah pengawal pilihan terbaik buat Garda.
__ADS_1