Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 458


__ADS_3

“Aku lupa namanya. Tapi aku masih mengingat orangnya,” jawab Leony. “Aku ingin berterima kasih kepada orang itu telah memberikan putraku kehidupan. Aku tidak bisa membalas semuanya.”


“Orang itu masih ada. Beliau masih menjadi supir,” jawab March. “Jika kamu ingin bertemu aku bisa menghubunginya.”


“Syukurlah,” ucap Leony sambil tersenyum manis.


Beberapa saat kemudian March melihat Sheva yang sedang tertunduk lesu. Sheva tidak berani memandang wajah sang adik. Karena keegoisannya dan juga keserakahannya, Sheva memutus tali persaudaraan. 


Sheva mencoba menetralisir keadaan hatinya sambil menatap wajah sang adik. “March.”


“Kamu itu datang-datang memasang wajah masam! Bisa enggak aku enggak memasang wajah seperti itu?” kesal March yang ingin membanting tubuh Sheva.

__ADS_1


“Lakukanlah apa kau kamu. Aku berhak kamu marahin dan dibenci olehmu. Setelah kematian kedua orang tua kita. Seharusnya aku menggandeng tangan kamu sambil membangun Strada Group. Namun nyatanya aku dibutakan oleh bisikan Candra. Demi dapat membencimu dan membuangmu dari keluarga DStrada Groups,” jelas Sheva.


“Yang telah berlalu... biarkan berlalu. Kita sudah dewasa. Apalagi usia kita sudah berada di kepala lima.  Anak-anak kita sudah dewasa. Mau sampai kapankah kita seperti ini? Apakah kamu tidak capek dengan pertengkaran demi pertengkaran seperti ini? Sementara Adam dan lainnya sudah berdamai dengan enam pilar utama,” tanya March yang menaruh hati laki-lakinya berada di dalam box. “Lebih baik kita bicarakan semua ini di kantin saja. Biarkan Naomi yang mengurus para suster!”


Sheva menganggukan kepalanya menuruti keinginan March. Selesai menaruh Anthony, March berpamitan terlebih dahulu. Naomi akhirnya menyetujuinya. 


“Apakah kamu mau ikut Greg?” tanya March.


Mereka akhirnya meninggalkan ruangan itu menuju ke kantin. Sebenarnya Greg sangat canggung ikut mereka. Karena Greg sendiri tidak ingin ikut campur masalah mereka.


Sesampainya di kantin, mereka memesan sarapan. Setelah itu mereka duduk di sudut. Sebelum pesanannya datang, March menatap Sheva sambil menghembuskan nafasnya secara kasar.

__ADS_1


“Usia kita sama. Kita sudah tidak muda lagi seperti dulu. Kamu adalah pria yang ditakdirkan untuk memimpinku. Bukan untuk membuangmu. Hanya karena hasutan Candra kamu percaya? Sudah aku warning sebelum kejadian lalu. Tapi kamunya enggak percaya. Kamu menganggap omonganku hanya jualan saja?” tanya March sambil menatap wajah sang kakak yang terlihat tua.Sheva menganggukan kepalanya dengan sejumlah penyesalan yang mendalam. Ia sangat sedih sekali, melihat March marah.


Seandainya jika waktu bisa diputar. Maka Sheva akan kembali ke masa lalunya. Ia tidak akan membiarkan kejadian itu terjadi. Ia menggandeng tangan March dan mengajaknya bekerja sama. Namun semuanya sudah sirna. Kini hanyalah mimpi buruk 


“Hanya demi rayuan maut dari Candra, kamu langsung takluk. Kamu menikahi perempuan dan menghamilinya. Setelah itu kamu menghilang tanpa jejak. Untung saja istri kamu tidak membunuhnya. Jika sampai terjadi Greg tidak ada sampai sekarang,” kesal March yang tidak habis dengan pikirin Sheva.


“Aku siap salah. Terserah kamu mau ngapain aku. Aku ikhlas jika kamu menghukumku. Memang dari dulu aku selalu mengecewakanmu,” ujar Sheva yang mengakui kesalahan.


“Aku sedang membangun Strada Groups lagi. Aku harap kamu mau membantuku. Siapa tahu perusahaan itu bisa menjadi besar sekali,” sahut March.


“Aku tidak akan berkutat di perusahaan lagi. Kemungkinan besar aku berkutat di bidang pertanian. Aku ingin hidup damai bersama istriku,” tolak Sheva yang sebenarnya tidak ingin kembali lagi ke dunia bisnis.

__ADS_1


“Kenapa kamu tidak ingin bergabung dengan kami?” tanya March.


__ADS_2