
"Ya itu benar. Garda sama Erra adalah sebelas dua belas. Mereka sangat mirip sekali dengan apa yang dirasakan?" jawab Andi yang menatap wajah Garda.
"Maksudnya papa apa?" tanya Garda.
"Apakah kamu pernah lihat orang yang beradegan suami istri di video?" tanya March secara langsung ke Garda.
"Ah... aku tidak pernah melihat itu. Aku sering melihat film anime yang berjudul Doraemon dan Inuyasha,'' jawab Garda yang tersenyum manis. "Ditambah lagi dengan Naruto.''
"Pantas saja otakmu terlalu suci. Jadi kamu tidak paham dengan namanya adegan suami istri,'' jawab March secara blak-blakan.
"Itulah Garda. Jika sedang liburan di mansion Lee diculik untuk disuruh melihat anime. Untung saja Erra tidak ngamuk. Bahkan Erra suka menimbrung,'' kesal Bayu.
"Syukurla. Aku tidak mau putra putriku tercemar dengan adegan yang tidak baik,'' puji Andi.
Di kamar Erra telah membuat Lee kelelahan. Erra memang sangat jahat sekali dengan Lee. Kemudian Lee memutuskan untuk tidur dengan damai. Seketika Erra mengecup kening sang istri, "Terima kasih sayang. Sore ini aku puas. Maafkan aku yang telah membuat kamu lelah.''
Erra segera memakaikan bajunya. Setelah itu Erra mengambil pakaian baru aku memakaikannya lagi. Kemudian Erra melihat pesan kalau pesawat akan berangkat sebentar lagi.
"Kamu tidak perlu bangun. Tidurlah dengan lelap. Ketika mata indahmu terbuka, maka kamu sudah sampai ke New York,'' bisik Erra yang dilanjutkan memakaikan pakaian.
Selesai memakaikan baju Lee tubuh Lee, Erra menyuruh pengawalnya membawa seluruh peralatan dan loper mereka. Kemudian Erra mengangkat tubuh mungil Lee dan menggendongnya. Sangking bahagianya Erra tidak membangunkan Lee tidur.
Sesampainya di bawah Erra melihat Nanda, Garda dan Jake. Erra mencari keberadaan yang lainnya. Namun Erra tidak menemukan siapapun.
"Kemana mereka semua?" tanya Erra.
"Mereka berada di halaman belakang. Mereka sedang menunggu pesawat milik Papa Andi,'' jawab Nanda.
"Kenapa mereka tidak memakai pesawatku?" tanya Erra.
"Maaf... pesawatmu kemarin terkena terpaan badai salju. Pesawat kamu harus beristirahat beberapa hari,'' jawab Nanda.
"Itu yang kemarin mengangkut kita pesawat milik Papa Bayu,'' ucap Erra yang masih setia menggendong Lee.
__ADS_1
"Entahlah. Yang penting ceritanya pesawat itu sedang diopname,'' sahut Nanda lagi.
Sepuluh menit kemudian, ada suara deru mesin pesawat yang sedang mendarat di halaman belakang. Mereka langsung menuju ke belakang. Nanda, Jake, Greg dan Garda ke belakang. Begitu juga dengan Erra yang mengikuti dari belakang. Meskipun berat Erra tidak marah. Bahkan ketika Garda meliriknya dalam artian membantunya, Erra langsung memasang wajah sangat.
New York City.
Si kembar yang bernama Lu dan Tung hanya bisa menghembuskan nafasnya. Mereka tidak mengerti apa yang dirasakan sekarang. Beberapa jam yang lalu mereka mendapatkan telepon dari Adam. Adam memberitahukan masa tenggang tugas mereka. Jika besok tidak mendapatkan kepala singa betina maka mereka yang akan dibunuh. Mengingat kata-kata Adam, mereka menelan salivanya dengan susah payah.
"Bagaimana dengan kita kak?" tanya Lu.
"Kita dalam bahaya besar. Jika besok jam delapan malam tidak mendapatkan kepala singa betina. Maka kita yang dibunuh oleh Tuan Adam,'' jawab Tung dengan wajah melepasnya.
"Kita harus bagaimana?" tanya Lu.
"Apakah kita akan meretas lagi keamanan bandara?" tanya Tung.
"Kamu gila. Kemarin ponsel kita hancur gara-gara meretas sistem keamanan bandara. Dan sekarang?" tanya Lu sambil menggelengkan kepalanya.
"Bahkan sekarang sistem keamanan yang dipakai oleh bandara adalah Ander's Corps,'' jawab Tung. "Aku tahu mereka sangat hebat dalam sistem keamanan jaringan. Beberapa bulan sekali pihak milik Ander's Corps selalu memperbaharuinya.''
"Sebelum aku memutuskan untuk menyerang markas. Aku sudah menyebarkan beberapa orang untuk mengawasi kedatangan singa betina. Aku enggak tahu kapan mereka balik. Aku berharap mereka balik,'' jawab Tung.
Si kembar akhirnya menghela nafasnya secara kasar. Mereka bingung dengan perintah Adam seenaknya. Akhirnya mereka menyusun rencana dengan epic.
Di tempat lain ada seorang pria yang bernama Nicky berada di dalam bar. Nicky tidak sengaja menggoda para wanita itu ketika menari tanpa busana. Matanya berbinar dan beranjak berdiri dari tempat duduknya. Ketika ingin berdiri ponsel Nicky berdering. Tanpa harus mengecek siapa namanya Nicky mengangkat ponselnya.
"Hallo,'' sapa Nicky dengan ramah.
"Bisakah kamu membantuku untuk mengawal barangku sampai ke pelabuhan?" tanya seseorang itu dengan ramah.
"Bisa,'' sahut Nicky. "Kapan itu?"
"Besok malam," jawab seseorang itu.
__ADS_1
"Baiklah," balas Nicky yang tersenyum manis.
Sambungan terputus.
Nicky menyungginkan senyumnya tiada henti. Kini dirinya mendapatkan orderan untuk mengawal barang. Sebelum melanjutkan adegan panas tersebut Nicky mendekatinya.
"Besok malam... Baiklah. Akan aku persiapkan banyak anggota yang mengawal. Semoga tidak ada yang menyadari kalau aku sering mengawal barang itu," ucap Nicky dalam hati.
Namun ketika ingin melakukan di luar batas, seorang pria sedang berbisik dengan Nicky. Lalu Nicky menganggukan kepalanya sambil berkata, "Suruh dia masuk!"
Pengawal itu keluar dari ruangan yang berstandar VIP. Dalam hitungan detik masuklah seseorang pria berplontos. Orang itu mendekati Nicky sambil menghempaskan bokongnya di sofa, "Besok barang yang dikirim tidak boleh sampai ke telinga singa betina!"
"Memangnya ada singa betina?" tanya Nicky.
"Cih... Kamu enggak tahu kalau singa betina ada di sini. Seluruh kelompok mafia mengejar mereka. Tuan Candra dan Tuan Adam sedang melaksanakan sayembara. Bagi siapa saja yang bisa mendapatkan kepala singa betina akan mendapatkan imbalan uang lima belas juta dolar tunai," jelas pria itu.
"Kalau begitu aku mau melakukannya," seru Nicky.
"Terserah kamu. Aku pergi. Jangan lupakan tugas utamamu besok!" perintah pria berkepala plontos.
Di dalam pesawat Nanda mendapatkan sebuah kabar buruk. Nanda menatap wajah Erra sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar. Kemudian Nanda menatap Erra sambil menyodorkan ponselnya sambil berkata, "Baca ini."
Erra meraih ponsel itu sambil mengerutkan keningnya. Pasalnya Nanda yang memiliki mimik wajah kocak berubah menjadi serius. Pandangan matanya beralih ke layar ponsel itu sambil membacanya. Sontak saja Erra terkejut setelah membaca pesan itu.
Brakkk!
Erra memukul meja di hadapannya cukup keras. Sehingga Bayu yang ingin tidur terkejut. Kemudian Bayu memutuskan untuk berdiri dan mendekati Erra sambil menatap nyalang.
"Ada apa?" tanya Bayu.
"Lee benar-benar dalam bahaya. Seluruh kelompok mafia yang berada di Amerika sedang melacak keberadaan Lee. Mereka sedang memburu kepala Lee untuk dipersembahkan ke Candra," jawab Erra dengan lemah.
"Apa?" pekik Bayu yang merasakan jantungnya berdetak kencang.
__ADS_1
"Ya itu benar pa. Kevin yang memberikan beberapa nama kelompok mafia yang akan memburu Lee. Aku tidak habis pikir dengan Candra, mengapa dia sangat menginginkan kematian Lee?" tanya Nanda.