
"Maksudnya... mereka itu gengsi untuk mengakuinya," sahut Irwan.
"Iya... kamu benar," jawab Bayu. "Aku sudah malas untuk mengikuti mereka."
"Janganlah kamu malas. Jika malas nanti kamu yang rugi," ledek Andi.
"Cih.... memangnya follow up kaya instangram saja," celetuk Irwan.
"Lebih baik kamu blokir sekalian itu orang," kesal March yang baru saja datang.
Mereka segera berangkat ke markas bersama Christian dan Gilmore. Mereka tidak membiarkan Christian dan Gilmore sendiri di sini.
Sebelum pergi mereka tidak sengaja melihat beberapa mobil Van hitam yang sedang terparkir jelas. Mereka saling memandang lalu tersenyum konyol. Sambil tersenyum konyol Andi menatap wajah Christian, "Apakah kamu punya pistol jenis Glock?"
Christian mengambil sebuah pistol yang berada di belakang punggungnya. Kemudian Andi memberikan sebuah kode kepada Bayu dan Irwan. Ketiga pria itu langsung saja membuka pintu dan melihat seluruh orang yang berjaga. Irwan mendekati Andi lalu berkata, "Dia adalah anggota Black Lotus yang menginginkan kematian Christian."
"Baguslah. Aku yang akan membalikkan keadaannya lalu menghajarnya dengan menembakinya," ujar Andi.
Saat Andi mulai maju, Sam dan Jake ternyata sudah terlebih dulu melemparkan bom buatan Garda. Bom itu bentuknya sangat aneh sekali. Bisa dikatakan bom itu mirip sepatu.
__ADS_1
"Minggir semuanya!" Sam menarik Bayu dan Andi segera minggir.
Jake menarik Irwan segera meninggalkan tempat tersebut dan masuk ke dalam.
Sedetik... dua detik tiga detik....
Duarrrrrrrrrrrrrrrrr!
Sebuah ledakan besar telah menghancurkan mobil itu yang sedang terparkir. Bayu dan Andi menatap mereka tajam seakan ingin memakannya. Namun Sam dan Jake hanya cengengesan sambil pergi meninggalkan mereka.
"Kamu dapat dari mana itu bom?" tanya Irwan.
"Amazing sekali. Kamu tahu kami ingin membuat adegan seperti film comboy yang menembak sambil berjalan," ucap Irwan.
"Ah... kalian memang aneh. Kalian tahu di tangan mereka sedang memegang pistol. Bagaimana kalau menyerang secara membabi buta?" tanya Sam yang khawatir.
"Iya ya... kenapa enggak kepikiran seperti itu sih?" tanya Bayu.
"Kalian tenanglah... Jangan bertindak gegabah seperti ini,'' sahut Sam yang melihat mereka gegabah.
__ADS_1
"Syukurlah... kita baik-baik saja. Kalau dipikir-pikir ngapain buat adegan konyol seperti ini ya?" tanya Bayu.
"Bagaimana kalau kita pergi markas?'' ucap Bayu.
"baiklah kalau begitu,'' balas March serempak.
Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi dari sini. Namun Sam tersenyum manis sambil mengajak mereka keluar dari sini.
Di markas, Erra, Garda dan Imam sedang duduk melingkar. Mereka sedang mencari ide agar bisa melakukan rencana selanjutnya. Akan tetapi mereka belum ada rencana. Dengan terpaksa mereka mengurungkan niatnya.
"Kenapa seperti ini kok enggak dapat ide?" tanya Bayu.
"Iya.. aku juga. aku sendiri juga bingung. Harusnya langsung memiliki ide. Tapi ide buntu seketika," jawab Lee.
"Bagaimana kalau begitu lebih baik kita akan melakukan di ranjang?" tanya Erra ke Lee sambil berbisik.
"Ah... bukankah lebih bagus tidur lagi lalu bangun dengan wajah segar dan mendapatkan sebuah ide?" tanya Lee yang mulai mengantuk.
"Kalau begitu baiklah. Pergilah tidur!" titah Erra yang melihat sang istri mengantuk.
__ADS_1
Erra segera berdiri dan mengajak Lee pergi dari sana. Lalu Garda dan Imam melihat Lee dan Erra yang semakin kompak. Mereka tersenyum bahagia dan mengucapkan rasa syukur, "Syukurlah... mereka sangat kompak sekali," ucap Imam.