Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 88


__ADS_3

"Kamu tetap istri tercintaku. Mana mungkin aku melupakan kamu. Kamu tahu sejak kamu lahir. Kamu adalah jodohku. Kakak tidak mungkin mencari istri baru lagi," jawab Erra.


Andi, Bayu dan Garda melihat Lee yang benar-benar cemburu. Mereka lalu tertawa terbahak-bahak karena ketua anggota inti White Eragon tersebut bisa cemburu. Lee yang melihat mereka tertawa terbahak-bahak hanya bisa menghel nafasnya dengan kasar. Kemudian Lee bertanya, "Kenapa kalian tertawa terbahak-bahak seperti itu?"


Mereka langsung terdiam dan memandang wajah Lee yang sudah ceria. Mereka mendekati Lee dan melingkarinya. Lalu Garda menjawab pertanyaan Lee dengan memegang tangannya, "Kami tertawa karena kamu lucu sekali. Baru kali ini kamu bisa cemburu terhadap Erra."


"Kesal aku kak sama kakak tampan. Bisa-bisanya kakak tampan mengatakan kalau dirinya belum menikah," jawab Lee dengan kesal.


"Memang aku belum nikah. Kamu harus mengerti apa yang aku maksud?" ucap Erra dengan penuh pertanyaan.


"Enggak ngerti aku. Mungkin malam ini otakku lagi lemot," sahut Lee.


"Maksudnya aku akan melamarmu ulang. Lalu menikah dan bulan madu bersama. Aku ingin merasakan hidupku menjadi normal," jelas Bayu.


"Apakah itu benar?" tanya Bayu.


"Ya... Kemungkinan aku melamar ulang di tempat romantis. Lalu mengikatnya di altar pernikahan. Melakukan malam pertama. Dan melaksanakan bulan madu di Jogjakarta," jawab Erra yang menjelaskan tentang acara pernikahan itu.


"Kalau begitu lakukanlah. Setelah itu buatkan kami cucu yang banyak," titah Bayu.


"Siap komandan. Erra akan memberikan anak selusin," celetuk Erra yang membayangkan mempunyai anak yang banyak dan tersenyum devil ke arah Lee.


Lee yang melihat Erra tersenyum devil langsung meringis. Entah kenapa Lee merasakan perasaan yang tidak enak. Lalu Lee meminta pertolongan ke Andi dengan wajah memelasnya, "Papa tolong aku."


"Maaf sayang.. papa tidak akan bisa menolong kamu. Cobalah kamu mengerti sedikit tentang kami yang belum pernah menggendong cucu diusia kami yang sudah tua ini," jelas Andi.


"Jadi papa mendukung keputusan kakak tampan?" tanya Lee yang bergidik ngeri.


"Iya para papa akan mendukung keputusan kakak tampanmu," jawab Andi yang tersenyum lucu.


"Ah... Baiklah. Aku ingin meminta pertolongan ke Kak Garda," kesal Lee terhadap Andi.


Kemudian Lee menatap Garda sambil tersenyum lucu. Garda lalu mendekati Lee sambil memegang tangannya, "Ada apa sayang?"


"Bisakah kakak menyelamatkan dan membawaku pergi dari sini? Aku takut dengan Kak Erra yang sedang tersenyum devil seperti itu?" tanya Lee dengan wajah puppies eyesnya itu.


"Maaf... Kakak enggak bisa membawamu pergi dari sini. Lebih baik kamu membuatkan keponakan yang banyak buat kami," jawab Garda dengan lembut.


"A... A... A... Apa?" tanya Lee dengan wajah pucatnya.


"Kakak benar-benar meminta maaf sama kamu. Kalau begitu kamu balik lagi saja ke Erra," pinta Garda.

__ADS_1


"Huahaha... Kakak Garda tega. Katanya sayang sama Lee. Katanya tidak mau kehilangan Lee. Kenapa kakak membiarkan Lee?" tanya Lee dengan sendu.


"Maaf kali ini kakak tidak bisa membantumu," jawab Garda dengan lembut.


Erra tersenyum kemenangan melihat Lee yang ketakutan. Kemudian Erra mencium keningnya, "Sudah jangan takut."


"Aku tidak takut. Aku takut dengan senyuman devil kakak," sahut Lee dengan bergidik ngeri.


"Ke mana Mama?" tanya Lee.


"Para mama sedang mempersiapkan kamar barumu. Mereka sedang belanja gila-gilaan," jawab Bayu.


"Kenapa papa enggak ikut?" tanya Lee yang curiga.


Andi yang melihat Lee yang curiga langsung mengerutkan keningnya. Lalu Andi tersenyum manis sambil menjelaskan semuanya, "Mama kalian sangat sedih dan sempat drop bareng. Karena melihat kamu terkulai di ranjang rumah sakit. Papa tawari ini itu tetapi mama kamu tidak mau."


Lee menundukkan wajahnya sambil meneteskan air matanya, "Maaf pa. Lee sudah membuat khawatir kalian semua."


"Tidak sayang. Kami memang kehilangan kamu ketika melihatmu koma," sahut Bayu dengan lembut.


"Kalau begitu cepatlah sembuh," pinta Bayu.


"Bolehkah aku pulang?" tanya Lee dengan serius.


"Kalau begitu makanlah sayang. Papa sudah membawakan sup cream buatan mbok Ijah," suruh Andi.


"Baiklah pa," jawab Lee.


"Pa... Aku minta ijin dulu ke kantin," pinta Garda.


"Aku ikut," sahut Bayu.


"Baiklah," ucap Garda.


Kemudian Garda dan Bayu pergi meninggalkan mereka. Setelah keluar dari kamar Lee, Bayu mengajak Garda pergi meninggalkan rumah sakit untuk menuju ke Asco. Lalu Garda melihat Bayu sambil bertanya, "Kita mau ke mana pa?"


"Kita mau ke Asco," jawab Bayu yang fokus membawa mobil. "Ada yang harus kita bicarakan."


"Apa itu pa?" tanya Garda.


"Nanti kalau sudah sampai ke Asco. Ada yang harus papa evaluasi terhadap White Eragon," jawab Bayu.

__ADS_1


"Kenapa papa enggak mengajak Erra dan Papa Andi?" tanya Garda.


"Papa dan Erra sedang menjaga Lee di rumah sakit. Rumah sakit juga tidak begitu aman buat Lee. Karena nyawa Lee sendiri sedang diincar sama musuh," jawab Bayu.


Garda baru mengerti kenapa Bayu tidak mengajak Erra dan Andi. Bayu sudah membicarakan keselamatan Lee. Ketika Lee masih lemah musuh dengan mudahnya masuk ke dalam kamar Lee lalu membunuhnya. Lalu Garda terdiam dan merasakan dadanya semakin sesak. Kemudian Garda terdiam sambil meneteskan air matanya. Saat Bayu merasakan Garda menangis, Bayu menghentikan mobilnya dan berhenti di jalanan yang sepi dan menyuruhnya menangis. Namun Garda menghapus air matanya dan mencoba untuk tersenyum manis.


"Maaf pa. Tiba-tiba saja aku menjadi pria cengeng," jawab Garda.


"Enggak apa-apa. Jika kamu menangis.. menangislah... Luapkan semua emosimu," pinta Bayu.


"Kenapa Lee hidupnya dalam bahaya?" tanya Garda.


"Jangankan Lee. Hidup kalian dalam bahaya. Semua ahli waris pilar utama dalam bahaya," jawab Bayu.


"Aku harus menyelesaikan ini semuanya," geram Garda.


Bayu menggelengkan kepalanya lalu melihat matanya. Lalu Bayu menghembuskan nafasnya sambil berkata, "Kamu tidak bisa melakukannya sendiri. Ajaklah semuanya untuk balas dendam."


"Aku tidak akan mengajak Lee pa," Garda mengembuskan napasnya dengan berat.


"Kamu tahu Lee seperti apa? Jika kamu tidak mengajaknya. Lee akan mencari celah untuk masuk ke dalam dan menjadi garda terdepan untuk menghancurkan musuh dengan pasukannya sendiri," ujar Bayu yang mengerti sifat Lee.


"Aish... Itu bocah... Bisa-bisanya hidupnya dalam bahaya kok ikut dalam pertarungan," kesal Garda.


"Itulah adikmu yang sangat keras kepala," celetuk Bayu.


"Mirip siapa sih pa?" tanya Garda.


"Mirip Paman kamu tuh si Joko. Yang mempunyai sifat keras kepalanya seperti batu," jawab Bayu yang blak-blakan.


"Apa!" pekik Garda. "Apakah kami tertukar saat para papa membuat kami?"


"Bisa jadi," jawab Bayu yang mulai menancap gasnya menuju ke Asco.


Istanbul Turki.


Candra yang selesai keluar dari ruangan meeting langsung masuk ke dalam. Lalu Candra membuka jasnya. Tak lama datang seorang pengawal dengan wajah pucatnya sambil berbisik. Setelah berbisik Candra berteriak dengan kencang, "Apa!!!"


Hayo... Berita apa yang diterima Candra Malik? Apakah akan terjadi peperangan antara White Eragon dan Black Lotus?


Saksikan terus kabar selanjutnya.

__ADS_1


Salam dari Author Sischa 😘 😘😘


__ADS_2