Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 248


__ADS_3

Plakkkk!


Sebuah tamparan hebat di pipi pria itu. Erra sangat marah ketika Lee dilecehkan seperti itu. Erra menatap tajam ke arah pria itu sambil berkata dingin, "Apakah kamu tidak sadar dengan ucapanmu! Ha!"


Pria itu tersenyum devil Bean mengatakan kalau Lee sudah tidak bersegel. Pria itu menertawakan Lee hingga membuat Erra marah dan menghajarnya. Saat Erra mengajar pria itu, Christian segera mencegahnya.


"Jangan kamu lakukan itu! Itu tidak baik kamu!" teriak Christian.


Wajah Lee yang ceria berubah menjadi iblis. Lee tidak bisa mentolerir sikap pria itu.. Lee mendekatinya sambil berteriak, "Kamu tidak perlu mengatakan itu semaunya! Karena yang mendapatkan mahkotaku adalah Erra suamiku! Sedari dulu aku tidak pernah mencintaimu! Aku sangat mencintai suamiku! Jangan pernah lagi kamu mengejarku!"


Selang beberapa saat kemudian datang Nanda, Andi dan Bayu. Nanda memberikan pistol laras panjangnya ke Bayu. Setelah itu Nanda mendekatinya dan langsung!


Bugh!


Pria itu terjatuh tersungkur mencium tanah. Namun pria itu tertawa terbahak-bahak. Pria itu langsung berdiri menatap wajah Nanda sambil berkata, "Kamu adalah seorang pembunuh! Kamu adalah pembunuh ibuku dan ayahku! Sekarang kamu puas setelah menghancurkan keluargaku!"


"Dasar pria bodoh! Aku sudah bilang kalau yang membunuh kedua orangtuamu adalah Candra! Kenapa kamu menuduh Kak Nanda! Kenapa kamu terlalu obsesi kepadaku! Aku sudah bilang dari dulu. Kalau aku sudah memiliki seseorang yang penting di dalam hatiku! Tapi kenapa kamu mengejarku! Rasa sakitmu bukan dari aku! Kamu sendiri yang sudah membuatnya sendiri! Apakah kamu paham, Clay!"


Pria itu bernama Clay Satoshi. Clay adalah seorang pria sebatang kara. Kedua orangtuanya meninggal ketika liburan di Kuta Bali. Saat pembunuhan kedua orangtuanya, tidak sengaja Nama berada di lokasi tak jauh dari rumahnya. Begitu juga dengan Lee yang berada di lokasi sama.


"Clay... Aku enggak ada dendam sama kamu. Jika kamu menganggap aku sebagai sahabatmu mengertilah akan satu hal. Jangan kamu menuduh Kak Nanda seperti itu. Cepat atau lambat kamu akan mengetahui segala kebenarannya. Aku tidak pernah bohong soal ini. Karena orang sesungguhnya adalah Candra."


"Aku tidak percaya itu! Aku akan memburu kalian hingga ujung dunia! Dan untuk kamu cepat atau lambat kamu akan menjadi istriku! Tak peduli kamu sudah memiliki suami! Camkan itu!" teriak Clay.


"Terserah apa katamu! Jangan biarkan tanganku dan tangan mereka yang meenghabisimu!" ancam Nanda yang tidak main-main.


Nanda menatap tajam ke arah Clay. Ancaman Nanda tidak main-main karena ini menyangkut kehidupan Lee. Dengan penuh amarah Clay segera pergi meninggalkan mereka. Clay tidak akan pernah melihat Lee bahagia.


Melihat kepergian Clay, Lee menjadi gusar. Lee segera memeluk Erra sambil berkata, "Maafkan aku.''

__ADS_1


"Kamu tidak salah. Kamu tahu yang dikatakan oleh pria itu tidak benar. Hanya aku adalah pria yang paling beruntung di dunia meendapatkan mahkotamu,'' jelas Erra yang tidak terpengaruh oleh omongan Clay. "Aku mencintaimu, sayang!"


Bayu melihat Erra memeluk Lee sangat jengah. Bayu segera mengambil pistolnya dan menembakkan ke atas udara agar mereka terlepas.


Dor!


Lee dan Erra melepaskan pelukannya sambil tersenyum. Mereka menatap Bayu dengan senyuman merekah. Lalu Bayu mendekati merdeka sambil berkata, "Apakah itu benar yang dikatakan orang gila itu?"


"Tidak! Akulah orang pertama yang membuka segel Lee dan menikmatinya,'' ucap Bayu secara blak-blakan.


"Oh... Tuhan... apalagi ini! Masalah satu belum selesai tambah lagi masalah satunya lagi datang,'' keluh Nanda.


"Ya... begitulah hidup. Jangan kamu kira orang hidup tidak ada masalah. Bahka orang matipun memiliki masalah,'' celetuk Andi yang tersenyum melihat rumah tangga sang putri aman.


"Apakah Clay adalah suruhan Candra?" tanya Erra.


"Aku tidak tahu. Kita akan menyelidikinya sekarang,'' ucap Lee yang mengeddikan bahunya.


"Aku enggak tahu kakak. Aku tidak terlalu dekat sama Clay saat itu,'' jawab aLee dengan jujur.


"Paman... ikut kami pulang! Ada sesuatu yang harus aku jelaskan!" ajak Lee.


"Paman mau mengumpulkan banyak bukti untuk menjerat pelaku utamanya,'' tolak Christian.


"Percuma paman melakukannya. Karena ada konspirasi di belakang semua ini," ucap Lee.


"Tapi inilah kasusku,'' ucap Christian dengan tegas.


Lee menggelengkan kepalanya sambil menatap wajah sang paman. Lee menghembuskan nafasnya, "Paman. Aku ingin bilang sesuatu pada paman. Tapi aku enggak bisa menjelaskan disini. Jalan terbaik paman untuk saat ini adalah ikut aku ke markas. Jika paman berkeliaran di kota New York cepat atau lambat musuh bisa mengejar."

__ADS_1


"Masalah ini semakin rumit Chris. Kamu jangan pernah menolak tawaran kami. Kami disini juga memburu siapa pelaku utamanya,'' kesal Andi.


Dengan terpaksa Christian mengajak Gilmore ikut dengan mereka. Ketika masuk ke dalam mobil ada penembak jitu berada di dalam mobil. Lalu penembak itu mengarahkan senapan Laras panjangnya ke arah Christian.


Namun Lee memiliki kepekaan tinggi. Lee merasakan ada sesuatu yang sedang mengincar nyawa sedang paman. Lee mengambil pistol Nanda yang berada di belakang punggung. dalam hitungan detik Lee mengarahkan pistol itu ke orang yang sedang berdiri tegak.


Dor!


Dor!


Dor!


Tiga peluru yang dikeluarkan oleh Lee ternyata mampu menembus kepala sang pelaku. Memang Lee memiliki jiwa sniper di dalam dirinya. Akan tetapi Lee tindak pernah memakainya jika tidak terdesak.


Erra yang melihat sang istri menembak seseorang berada di sana langsung memandangnya. Erra tidak tahu apa yang ingin dikatakan. Erra mengakui kehebatan sang istri lalu mengacungkan jempolnya.


"Lama-lama aku bisa meengangkatmu menjadi sniper tingkat dewa Sean mensejajarkan kamu dengan Nanda,'' ucap Erra.


"Tidak perlu mensejajarkan aku dengan kak Nanda. Karena aku bukan seorang sniper,'' ucap Lee dengan nada merendah sambil memberikan pistol itu ke Nanda.


Nanda terkejut ketika Lee menyerahkan pistolnya. Nanda hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, "Angkatlah dia jadi sniper biar aku memiliki seorang teman."


Keempat pria paruh baya itu terkejut melihat Lee baru saja menembak orang di atas bukit. Merdeka memicingkan matanya sambil menatap Lee. Lee hanya mengedikkan bahunya tanda tidak tahu. Sementara itu Erra meminta Bayu untuk kembali ke markas dengan mengajak Christian. Bayu pun menurut apa kata Erra. Lalu mereka akhirnya pergi meninggalkan Erra, Nanda dan Lee.


Melihat kepergisn mereka Lee bisa bernafas lega. Dari awal menginjakkan kaki di New York, Lee. merasakan hawa yang tidak baik. Mau tidak mau Lee harus mencari semua jawaban ini.


"Aku ingin kita keatas bukit untuk memeriksa orang itu!" perintah Lee.


"Aku rasa itu tidak perlu. Kita kesana bisa menempuh waktu perjalanan selama dua jam. Kita kesana bisa jadi mayat itu hilang,'' ujar Erra yang mulai menganaalisis keadaan.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan Paman Christian?" tanya Nanda.


__ADS_2