Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 90


__ADS_3

"Aku siap untuk pulang ke mansion," jawab Lee.


"Setelah ini kamu harus bed rest. Jangan pergi ke mana-mana ya," pesan Erra.


"Jika aku sembuh nanti. Aku ingin terbang ke bulan," ledek Lee.


"Aish... Ini bocah. Bisa-bisanya kamu terbang ke bulan. Apakah kamu ingin ke sana?" tanya Garda.


"Tidak. Aku sangat kesal sekali sama kak Erra. Aku juga sudah tahu kalau tubuhku belum sembuh. Malahan perutku masih sangat sakit sekali," ringis Lee.


"Kamu tahu... Kakak tampanmu sangat mengkhawatirkan keadaanmu. Jika kamu kenapa-kenapa kakak tampanmu sangat bersalah," ucap Garda yang tidak bisa menyalahkan Lee sepenuhnya," ucap Garda dengan lembut.


Lee menunduk dan menatap ajah Erra dengan penuh bersalah. Lee turun dari ranjang dan mendekati Erra dan memeluknya, "Maafkan aku kak."


"Buat apa kamu meminta maaf?" tanya Erra yang membalas pelukan sang istri mungilnya itu.


"Aku salah sama kamu. Aku tidak seharusnya menjawab seperti itu. Aku sekarang menjadi istri yang durhaka kepada suamiku," jawab Lee.


Erra mengulas senyumnya dan melihat wajah Lee sambil berkata, "Kamu tidak bersalah. Di sini tidak ada yang perlu disalahkan. Kalaupun salah akulah yang patut dipersalahkan. Sebab aku tidak bisa melindungimu. Sudahlah jangan menangis. Kalau kamu menangis... Kamu tidak cantik lagi. Maka kamu harus tersenyum buatku. Tapi ingat jangan tersenyum kepada pria mana pun. Jika tidak mau pria itu akan bermasalah denganku."


"Dasar bucin!" geram Garda yang dianggap oleh mereka obat nyamuk.


Mereka terkejut dan melepaskan pelukannya sambil memandang satu sama lain. Mereka tersenyum dan mengucapkan kata maaf secara serempak, "Maaf."


"Cepatlah... Apakah kalian akan di sini selamanya?" tanya Garda. "Atau jangan-jangan kalian akan menjadi penghuni abadi kamar ini."


Mata Lee membulat sempurna. Bagaimana bisa sang kakak mempunyai doa yang jelek. Dengan rasa kesalnya Erra menatap tajam seperti pedang yang menghunus jantung Garda.


"Kakak punya doa kok jelek sekali," kesal Lee.


"Maaf... Lagian kalian sedari tadi masih asyik berpelukan. Kalau begitu mari kita pulang!" ajak Garda.


Mereka memutuskan untuk pulang ke mansion Erra pribadi. Di dalam perjalanan mereka dikawal oleh beberapa anggota White Eragon secara ketat. Karena Erra tidak ingin kecolongan dan mempersempit ruang gerak musuh. Erra tahu kalau mata-mata Black Lotus sedang mengincar kematian sang istri.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan mata Lee melihat jalan asing baginya. Lee menatap wajah Erra sambil bertanya, "Kakak... Ini bukan jalan pulang ke mansion papa Andi?"


"Aku akan membawa kamu ke suatu tempat," jawab Erra.


"Memangnya kakak mau ke mana?" tanya Lee.


"Mansion pribadiku," jawab Erra.


"Apakah kakak mempunyai mansion pribadi?" tanya Lee.


"Tentu. Aku membangunnya ketika kembali dari Amerika," jawab Erra.


Sesampainya di sana mobil Erra memasuki halaman mansion. Di sana sudah ada mobil yang berjejer-jejer milik petinggi White Eragon dan Black Dragon. Erra keluar dari mobil dan memutarinya. Lalu Erra membuka pintu itu dan mengulurkan tangannya, "Ayo keluar."


Lee memegang tangan Erra dan keluar dari mobil. Lalu Erra menggandeng Lee masuk ke dalam. Saat melangkahkan kakinya, seluruh orang yang berada di dalam berteriak serempak. Sambil mengucapkan, "Selamat datang lagi Lee Roses."


Lee mengulas senyum kepada mereka. Lee sangat senang mendapat perlakuan baik. Kemudian Lee mendekati Caroline dan Rani. Lalu Lee mengucapkan, "Maaf ma... Aku tidak bisa mempertahankan Erra junior."


"Kamu enggak salah. Mama tahu bagaimana rasanya kehilangan calon bayi. Karena mama dulu pernah mengalaminya," ucap Rani yang masih bersedih sambil melepaskan Lee. "Yang penting kamu sekarang bangkit. Perlahan Tuhan akan memberikan bayi lagi."


"Baiklah ma," sahut Lee sambil menganggukan kepalanya.


Lee beralih kepada Caroline dan mengucapkan kata maaf. Lalu Caroline memeluk Lee sambil mengatakan sambil menguatkan hati Lee. Caroline lega kalau sang putri masih diberikan kesempatan untuk hidup lagi. Setelah itu Lee melihat para papa yang masih bersedih. Lee mendekatinya sambil mengucapkan maaf. Andi yang melihat Lee merasa bersalah lalu memeluknya. Kemudian Andi berbisik, "Jangan sedih lagi ya... Cukup hari ini saja kamu bersedih. Papa ingin melihat kamu tersenyum manis seperti dulu lagi."


"Lee janji tidak akan sedih lagi. Lee janji akan selalu tersenyum manis," jawab Lee.


"Berjanjilah pada papa!" perintah Andi.


"Aku janji pa," balas Lee yang melihat Bayu yang tersenyum manis.


"Papa," panggil Lee.


"Papa selalu memaafkan kamu. Papa tidak marah sama kamu. Anggap saja ini sebagai cobaan. Kelak kamu akan menjadi mengerti artinya hidup. Dan sekarang kamu harus semangat agar bocah tengil itu tidak bersedih lagi," ucap Bayu yang mulai tersenyum manis.

__ADS_1


"Baik pa," balas Lee.


Mereka akhirnya membuat syukuran atas kesembuhan Lee. Mereka sangat bahagia ketika Lee kembali lagi ke dunia. Namun Bayu dan Andi memanggil Erra untuk mendiskusikan sesuatu. Lalu Erra mengajaknya ke ruangan kerjanya. Tapi sebelum itu Erra memanggil Garda untuk ikut serta.


"Ada apa pa?" tanya Erra.


"Cepat atau lambat Black Lotus akan menyerang Black Dragon dan White Eragon. Papa sudah menyuruh Saga untuk mempercepat kesembuhan Lee," jawab Bayu.


"Lee sebentar lagi akan balas dendam kepada Candra," sahut Garda yang melemparkan rokoknya.


"Berarti Lee?" tanya Bayu.


"Sebaiknya jangan dulu. Kamu tahu siapa itu Candra? Di belakang Candra ada orang-orang penting. Kalau kita menyerang Candra secara langsung. Cepat atau lambat kita kalah telak," sahut Irwan yang berada di ambang pintu.


"Yang dikatakan Irwan benar. Candra memiliki banyak koneksi. Di Indonesia juga ada dan malah koneksinya semakin besar. Cepat atau lambat Candra akan memasukkan Black Lotus ke sini," tambah Andi.


"Habis gini menunggu Lee sembuh. Bisa dikatakan sebulan dua bulan akan pulih. Sewaktu Lee dalam penyembuhan. Kita bikin strategi untuk berperang dan memata-matai Candra sialan itu," kesal Erra.


Mereka menganggukkan kepalanya. Mereka menyetujui permintaan Erra. Sebelum bubar Erra meminta ijin terlebih dahulu, "Pa."


"Iya," sahut Bayu. "Ada apa?"


"Aku pengen resign sebentar. Kurang lebih dua bulan untuk menjaga Lee. Aku sekarang tidak percaya dengan siapapun untuk menjaga Lee," jawab Erra.


"Apakah itu termasuk pelayanmu?" tanya Bayu.


"Iya pa. Setelah kematian Alicia, nyawa Lee dalam bahaya. Aku tidak bisa memastikan kapan terjadi. Aku harap semuanya tidak akan terjadi," jawab Erra yang menganalisis keadaan.


"Yang kamu katakan benar. Kalau begitu papa menyetujuinya. Lebih baik kamu menjaga Lee hingga sembuh total," ucap Bayu yang membetulkan perkataan Erra.


"Kalau begitu aku undur diri dulu," pamit Erra yang meninggalkan mereka.


Setelah kepergian Erra mereka menghembuskan nafasnya. Garda melihat Erra yang masih dirundung duka. Lalu Garda menatap wajah Bayu sambil bertanya, "Apakah Erra baik-baik saja?"

__ADS_1


__ADS_2