Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 284


__ADS_3

"Aku berada di sini!" teriak Lee yang berada di belakang Erra.


Nicky terpana melihat Lee yang menghilang begitu saja. Entah pakai jurus apa yang dipakainya itu. Sementara Erra tersenyum devil menatap Nicky. Erra segera mendekat dan menatap Nicky secara intens. Erra berputar mengelilingi tubuh Nicky sambil berkata, "Hello Nicky Smith."


Mata Nicky membelalak sempurna ketika melihat Erra. Nicky memandang wajah Erra lalu tubuhnya berkeringat. Entah kenapa Nicky teringat akan kejadian di masa silam. Kejadian yang dimana Erra menjadi kambing hitam atas tewasnya seorang gadis muda di pekarangan rumahnya. Untung saja saat itu sang mama datang di waktu yang tepat. Jadi sang mama langsung menghubungi pengacara dan segera mengurus kejadian ini.


"Apakah kamu masih ingat denganku?" tanya Erra yang menatap wajah para pengawal Black Lotus.


"Ah... Iya.. aku lupa," jawab Nicky yang berbohong.


"Semudah itukan kamu melupakan aku? Cih... Yang benar saja," kesal Erra. "Bukannya dulu kamu ingin menjebloskan aku ke dalam penjara?"


Mata Nicky membelalak sempurna lagi. Nicky sudah merasakan tubuhnya panas dingin dan jantungnya berdetak kencang. Nicky merasakan ada aura kematian di area ini.


"Untung saja saat itu nyonya Maharani Drajat datang tepat waktu. Jika tidak kamu yang akan menjadi bulan-bulananku," ucap Erra dingin. "Apakah kamu akan tetap disini?"


"Maksudnya?" tanya Lee.


"Aku enggak tanya kamu! Aku tanya sama orang gila ini!" geram Erra yang menatap Nicky.


Lee membaca situasi dan keadaan. Hingga akhirnya ia paham dan memilih diam. Lee sengaja memberikan ruang untuk Erra berbicara sepuasnya.


"Apakah kamu tetap di sini atau pergi dari hadapanku!" bentak Erra dengan suara meninggi.


Nicky akhirnya memberikan sebuah kode agar mereka mundur. Setelah itu Nicky memutuskan untuk pergi dari hadapan mereka. Erra kembali ke posisinya dengan sempurna. Ia melihat wajah sang istri yang tidak bertanya apapun. Erra menjadi bingung dengan sikap Lee. Dalam hati Erra, apakah Lee marah?


"Sayang,'' panggil Erra.


"Ada apa?" tanya Lee yang menatap wajah Erra.


"Kamu enggak tanya ke aku, kenapa aku melepaskan Nicky?" tanya Erra yang memegang tangan Lee.


"Kamu memang sengaja mengulur waktu Nicky untuk menikmati pengiriman sampai pelabuhan. Lalu kamu akan membubarkannya dan mengejar Nicky. Setelah itu kamu akan menghajarnya. Akal licik kamu sudah terbaca sama singa betina,'' jawab Lee yang tertawa kecil.

__ADS_1


"Kalau sudah sehati begini ya. Kita bisa tahu apa isi hati pasangan masing-masing,'' celetuk Erra dengan tersenyum konyol.


"Lagian juga kamu sudah mengikatku menjadi istri yang setia,'' sahut Lee yang tertawa konyol.


"Ayo... kita ketuk pintunya!" ajak Erra yang tersenyum.


Sebelum mengetuk pintu Christian sudah membuka pintu. Mata Christian membulat sempurna. Ia sangat terkejut dengan kedatangan Lee dan Erra.


"Kenapa kalian sepagi ini sudah datang?'' tanya Christian.


"Kami datang ada yang harus dibicarakan,'' jawab Lee.


"Masuklah ke dalam! Jangan berdiri di depan terus!" ajak Christian.


Mereka akhirnya masuk ke dalam dan segera duduk. Christian hanya bisa menghembuskan nafasnya sambil berkata, "Maaf... disini tidak ada orang. Aku akan membuatkan kalian minuman apa?''


"Suguhkan kami air mineral. Kami sudah ngopi di atas pesawat,'' ucap Erra yang tidak mau membuat Christian repot.


"Baiklah,'' balas Christian yang tidak enak dengan kedua keponakannya itu.


"Paman,'' panggil Lee lemah.


Christian menaruh dua botol itu di meja. Lalu Christian duduk di sofa singel. Christian memandang wajah Lee yang kelihatan tidak semangat.


"Ada apa?'' tanya Christian.


"Apakah paman tahu soal pengiriman obat-obatan terlarang ke pelabuhan malam ini?'' tanya Lee.


"Ya... aku tahu. Tapi,'' jawab Christian yang menggantung.


"Tapi tidak diizinkan atasan paman untuk menyergap mereka?" tanya Erra sambil menatap Christian yang bingung.


"Kalau menurutku paman tidak diperbolehkan untuk menyergap mereka. Jika menyergap mereka, atasan akan menonaktifkan jabatan paman. Ini pasti ulah si Nicky yang telah mempengaruhi atasan paman,'' tebak Lee yang mengambil air mineralnya.

__ADS_1


"Ya... kamu benar. Aku akan menyergap mereka. Aku tidak perduli lagi akan ancaman mereka. Teka-teki sudah bulat untuk bergabung dengan kalian. Darah harus dibayar dengan darah. Aku tidak bisa tenang jika tidak memburu Candra!" tegas Christian.


"Apakah papa masih mengingat kejadian masa silam?" tanya Lee.


"Semalam paman bermimpi melihat jelas Candra sedang membantai kedua sepupumu. Setelah itu Paman bermimpi bibi kamu ditembak di kepala oleh Candra,'' jawab Christian dengan wajah pucat.


Satu kata sesak bersarang di dada Lee. Andai saja Lee saat itu menjadi dewasa. Bisa dipastikan Lee menolong mereka. Tapi Lee saat itu Lee masih terlalu kecil. Peristiwa itu kejadiannya hampir bersamaan dengan tragedi keluarga Sebastian. Namun Andi beruntung bisa menyembunyikan Lee. Andai saja Andi tidak menyembunyikannya, kemungkinan besar Candra akan membunuhnya.


Beda halnya dengan sang paman. Kejadian yang menewaskan Kedua anaknya dan istrinya ketika sang paman mengungkap jaringan kartel obat-obatan terlarang di bawah naungan Candra. Setelah berhasil mengungkap dan mempublish ke publik, Candra melakukan aksi balas dendam. Candra sengaja membunuh mereka ketika Christian sedang bertugas. Disinilah dendam Christian berkobar seperti api yang membakar.


"Kita tidak memiliki banyak waktu lagi. Jika paman ingin menyergap pengiriman obat-obatan terlarang lebih baik kita bekerja sama. Aku enggak ingin paman bekerja sendirian,'' ucap Lee.


"Apakah paman mau?" tanya Erra.


"Entahlah,'' jawab Christian.


"Paman tahu enggak kalau yang mengawal obat-obatan terlarang adalah Nicky bersama Black Lotus?" tanya Lee.


"Black Lotus?" tanya Christian.


"Iya... Black Lotus adalah organisasi bawah tanah yang dipimpin oleh Candra dan Adam. Merekalah dalang dibalik semua ini,'' jelas Lee.


Christian hanya menghembuskan nafasnya. Ia tidak habis pikir dengan Lee. Seorang perempuan masih berusia muda sudah mengenal dunia bawah tanah. Bahkan Lee sudah berani mengacak-acak Black Lotus hingga amburadul. Sungguh terlalu Lee.


"Apakah kamu masih mengganggu Candra?" tanya Christian.


"Candra adalah musuh bebuhyutanku. Meskipun mama dan Kak Garda sudah bertemu. Aku masih menyimpan dendam kepada Candra. Pokoknya Candra harus bertanggung jawab atas hilangnya Lee yang polos dan imut,'' jawab Lee yang dibarengi Erra menepuk jidatnya.


"Apa yang dikatakan oleh Lee memang benar apa adanya. Seharusnya istri kamu itu mendapat kasih sayang dari sang mama, malah mendapatkan kasih sayang dari para petinggi mafia. Jadi maklumlah kalau Lee bar-bar,'' ucap Christian ke arah Erra.


"Jika aku tidak begitu, kemungkinan besar engga akan seperti ini,'' balas Lee.


Suasana menyedihkan tadi seketika hilang entah kemana. Yang awalnya Christian bersedih malah menahan tawa. Lee memang sengaja untuk menghibur sang paman agar tidak terlalu terluka.

__ADS_1


"Lalu apa rencana kamu selanjutnya?" tanya Christian.


__ADS_2