Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 190


__ADS_3

Lee bingung apa yang dilakukannya. Ingin rasanya Lee menikmati liburan tanpa ada gangguan siapapun. Lalu Lee sadar kalau dirinya adalah wanita yang sudah memiliki suami. Lee memandang wajah Erra yang sangat memelas. Lee tersenyum sambil menggenggam erat tangan besar Erra sambil bertanya, "Apakah kamu sanggup hidup tanpa kemewahan selama sepuluh hari?"


"Apa maksudnya?" tanya Erra. 


"Aku tidak akan belanja bahan makanan di mall atau supermarket. Aku akan memetik sayur-sayuran di ladang dan kebun. Kamu tahu aku memiliki sebuah rumah kecil yang berada di lereng Gunung Salak," jawab Lee dengan lembut. "Dan satu lagi di sana tidak ada penerangan listrik."


"Apakah kamu bisa hidup di sana tanpa itu semua?" tanya Erra balik. 


"Ya… tempat itu adalah tempat rahasiaku. Aku sering bersembunyi ketika sudah menyelesaikan tugas dari para petinggi White Eragon," jawab Lee. 


"Kalau begitu aku mau. Aku pun sanggup hidup dalam segala masalah. Tapi," ucap Erra yang menggantung. 


"Tapi apa?" tanya Lee yang mengerutkan keningnya. 


"Asalkan ada kamu. Jika kamu bersamaku, aku bisa tenang tanpa ada beban pikiran," jawab Erra dengan jujur. 


"Apakah kamu sedang belajar menggombal?" tanya Lee sambil terkekeh.


"Hmmp… aku bukan pujangga cinta sayang. Aku hanya mengutarakan isi hatiku," jawab Erra yang memerah.


Lee memandang mata Erra dengan penuh kejujuran. Lee tidak menemukan kalau sang suami tidak menggombal. Lee tersenyum manis hingga membuat Erra tidak berkedip. 


"Kamu bukan tipe pria yang menggombal," ucap Lee. 


"Memang aku tidak bisa menggombal. Jika kamu ingin aku membuat senjata. Aku pasti sanggup melakukannya," celetuk Erra. 


"Aku tidak mau apapun dari kamu. Aku ingin melihat kamu sehat," ujar Lee.


"Begitu juga dengan kamu. Aku ingin melihat wajahmu yang semakin hari sangat menggemaskan itu," sahut Erra yang tersenyum. 


"Aku ingin tidur terlebih dahulu. Rasanya mataku terlalu lelah," pamit Lee yang mulai menguap. 


"Tidurlah. Nanti aku menyusul kamu," ucap Erra. 


Jakarta Indonesia. 


Imam yang terbangun dari tidurnya memandang wajah putranya yang terlelap tidur. Imam menyunggingkan senyumnya melihat pemandangan yang sangat indah. Imam tidak bisa membohongi dirinya karena bisa dekat dengan Raka dan Suci. 


Tak lama kemudian Imam teringat akan masalah berat Lee. Seminggu telah berlalu waktu menuju ke pernikahan akan dilaksanakan. Imam melihat jadwal Lee yang sangat padat sekali. Imam tidak mungkin melaksanakan pernikahan dalam waktu dekat ini. 

__ADS_1


Ceklek. 


Pintu terbuka. 


Suci masuk ke dalam dan melihat Imam yang sudah terbangun. Suci mendekati Imam sambil menghempaskan bokongnya di tepi ranjang. Dengan senyumnya yang merekah Suci menyapa Imam, "Pagi kak Imam."


"Pagi," sapa Imam balik. "Suci."


"Iya kak. Ada apa?" tanya Imam. 


"Ada yang ingin aku bicarakan," jawab Imam bangun lalu menyandarkan punggungnya di belakang nakas. 


"Bicaralah kak," ujar Suci. 


"Sampai saat ini bapakmu belum ketemu. Terus kakak besarmu masih menjalankan tugas. Aku sudah berjanji pada kakak besarmu itu. Suatu saat kalau aku menikah kakak besarmu akan mengikuti acara pernikahanku," ucap Imam. 


Suci tersenyum manis dan paham apa yang dimaksud dengan Imam. Suci menganggukan kepalanya tanda setuju. Suci juga tidak akan marah kepada Imam jika pernikahannya ditunda. Lagian Suci harus mencari keberadaan bapaknya terlebih dahulu. Karena sebelum terjadi huru hara dalam keluarganya, bapaknya telah berjanji akan menjadi wali pernikahan Suci. 


"Tak apa kak. Aku juga ingin menundanya. Sampai sekarang bapak belum ketemu. Bapak ingin sekali menjadi wali dalam pernikahanku," ujar Suci. "Begitu juga dengan kakak besar. Kakak sangat menginginkan aku menjadi istri kakak."


"Apakah kamu enggak marah?" tanya Imam. 


"Terima kasih," balas Imam. 


Suci melihat wajah Raka ketika terlelap tidur sangat mirip sekali dengan Imam. Suci sangat bahagia sekali melihat pemandangan seperti itu. Lalu tidak sengaja Imam berkata, "Raka sangat mirip sekali denganku."


"Karena aku dulu ketika hamil Raka sangat membenci wajah tampanmu. Setiap kali kamu lewat di depanku, aku selalu mual bahkan muntah," celetuk Suci yang jujur dengan keadaan. 


"Apakah itu benar?" tanya Imam yang terkejut dengan kejujuran Suci. 


"Ya… itu benar. Aku memang sangat membenci wajah kamu," jawab Suci. 


"Apakah sekarang kamu membenci wajahku ini?" tanya Imam. 


"Ah… tidak. Aku tidak membenci kamu. Kamu adalah pria yang sangat teristimewa," jawab Suci dengan jujur. 


Mata Imam seketika berbinar. Rasanya Imam terbang jauh ke atas awan. Imam ingin memberitahukan kepada dunia kalau dirinya benar-benar jatuh cinta pada Suci. Lalu bagaimana dengan nasib Jake yang sudah menembak Feli beberapa hari yang lalu? 


Pada Minggu pagi ini Jake selesai sarapan di mansion melihat Naomi dan March. Jake meraih ponselnya lalu mengirimkan pesan untuk Feli. Selesai mengirim pesan mata Jake melihat March. 

__ADS_1


"Pa," panggil Jake. 


"Ada apa?" tanya March. 


"Aku ingin keluar berjalan-jalan bersama Feli," jawab Jake. 


Sontak saja Naomi terbatuk-batuk mendengar jawaban Jake. Baru kali ini Jake meminta izin keluar jalan-jalan bersama Feli. Biasanya Jake jarang sekali bilang mau kemana. Bahkan Jake tidak pernah meminta izin kepada March maupun Naomi. Naomi pun tersenyum bahagia sambil berkata, "Pergilah. Ajaklah Feli berjalan-jalan."


Jake menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Jake berdiri lalu meninggalkan Naomi dan March. Sungguh bahagia Naomi ketika tahu sang putra sudah berani mengajak perempuan untuk berkencan. 


"Ah… akhirnya putra kita tidak menjadi jomblo lagi," seru Naomi. 


"Ya… kamu benar. Feli adalah gadis yang tepat untuk Jake," ujar March. 


"Apakah papa menyetujui hubungan mereka?" tanya Naomi. 


"Ya… aku menyetujuinya. Cepat atau lambat Jake akan memiliki keluarga," jawab March yang memandang wajah Naomi. 


Para pelayan di sana sangat iri pada kemesraan mereka berdua. Bagaimana tidak mereka selalu mesra dalam hubungan pernikahan itu. March yang memiliki wajah garang sekalipun tidak pernah marah kepada Naomi. Padahal March adalah anggota mafia. March malah membalikkan keadaan yang sebenarnya. Wajah boleh garang tapi harus takut sama istri. Bisa dikatakan March adalah anggota mafia yang paling bucin akut. Namun kebucinanya mampu disembunyikannya. 


Jake masuk ke dalam mobil dan mengirim pesan kepada Greg untuk tidak ke mansion. Jake menyuruhnya beristirahat. Jake menyalakan mobilnya langsung menancapkan gasnya menuju ke rumah kontrakan Angela. 


Sementara itu Feli selesai membereskan rumah bersama Angela sangat lega sekali. Feli menatap Angela yang pucat. 


"Kak," panggil Feli. 


"Apa Feli?" tanya Angela. 


"Kak… apakah kakak sakit?" tanya Feli. 


"Tidak… aku tidak sakit," jawab Angela. "Memangnya ada apa sih?" 


"Enggak kak. Akhir-akhir ini kakak mual dan muntah tiap pagi. Terus kakak sering bilang sangat membenci Tuan muda Nanda," jawab Feli. 


"Iya sih… akhir-akhir ini aku sangat membenci Tuan muda Nanda. Aku enggak tahu kenapa rasa benciku tiba ketika ingat wajahnya itu. Menurutku ini sangat aneh sekali," ucap Angela secara blak-blakan. 


"Menurutku Tuan muda Nanda mirip sekali sama Vannes Wu," celetuk Feli yang sedang membayangkan anggota F4. 


"Apa yang kamu bilang?" tanya Angela.

__ADS_1


__ADS_2