
“Dia akan menikah dengan anggota pasukan khusus milik Lee,” jawab Andi.
“Hmmpp... sepertinya menarik itu,” ucap Caroline. “Yang aku tahu Greg tidak pernah berpacaran dengan siapapun.”
“Bukannya dia enggak mau pacaran sama siapapun? Dia orangnya slow banget. Terhitung dia memiliki usia masih tergolong muda. Ya... jadinya saat ini Greg milih untuk diam sendiri dan membiarkan para perempuan untuk mencarinya,” jelas Andi.
“Perempuan mana yang ingin hidup bersamanya?” tanya Caroline.
“Sebelum kenal sama pasukan khusus milik Lee. Dia enggak pernah mendapatkan perempuan. Dia sebenarnya humble dan humoris. Gara-gara dia Anders Groups bisa menjadi besar hanya menjual beberapa program dan antivirus. Sebab dia sendiri giat banget menawarkan,” tambah Andi.
“Dulu sering ke Fendy. Katanya, Greg ini sedang mengembangkan suatu program. Yang dimana program itu bisa membuat para musisi bisa mengamankan data-data yang akan dipakainya,” sambung Caroline.
“Ya itulah Greg namanya,” ujar Andi yang memuji kecerdasan milik Greg.
“Kapan ya kira-kira Putri kita pulang?” tanya Caroline.
“Menunggu badai yang lewat. Badai itu sangat ganas dan bisa membuat manusia terkena hipotermia. Yang di mana penyakit itu disebabkan oleh dinginnya udara,” jawab Andi yang melihat sang istri sedang kesepian.
Mendengar kata hipotermia, Caroline teringat akan peristiwa masa lalunya. Yang di mana dirinya belum menikah dan masih menjadi asisten Andi.
__ADS_1
Malam itu Caroline dan Andi sedang mengadakan pertemuan dengan para pemegang saham. Andi sengaja membuat pertemuan itu di Helsinki. Andi memang melakukannya demi membuka beberapa cabang di negara tersebut. Alhasil pertemuan itu sangat sukses dan berhasil.
Setelah kejadian itu, Caroline dan Andi memutuskan untuk kembali ke hotel. Di dalam perjalanan Andi sudah merasakan tubuhnya sangat dingin sekali. Ia lupa membawa jaket dan mantel untuk digunakan pas waktu pulang. Saat menyetir Andi memutuskan berhenti dan mencoba bertahan hidup.
Untung saja saat itu Caroline mendeteksi Andi terkena hipotermia terlebih dahulu. Mau tidak mau Caroline mengambil kemudi untuk sementara waktu. Dengan cepat ia melajukan mobil itu untuk menuju ke hotel.
Namun sayang Andi sudah tidak bisa bergerak. Tubuhnya membeku seketika. Terpaksa Caroline menghentikan mobilnya dan membuka bajunya. Sebelum membuka baju Caroline mengecek seluruh kaca mobil. Caroline takut jika ada yang membuka sedikit. Kemungkinan besar melalui celah tersebut, angin malam masuk ke dalam mobil tersebut.
Selesai mengecek Caroline memutuskan untuk membuka bajunya. Ia dengan cepat memeluk tubuh Andi dan menghangatkannya.
Hingga beberapa jam kemudian tubuh Andi kembali normal. Caroline pun melepaskan tubuhnya dan menatap wajah Andi. Meski mata Andi terpejam, Caroline segera memakai baju.
Namun yang paling unik di sini adalah Andi bisa melihat siluet tubuh Caroline sangat mungil itu. Diam-diam otaknya merekam semua aksi tersebut. Andi mengakui setelah kejadian tersebut, dirinya jatuh cinta. Ia tidak mau melepaskan Caroline begitu saja. Dengan kata lain Andi memegang hidupnya Caroline dan membiarkan wanita itu bahagia dengan kehidupan normal tersebut.
“Iya aku mengingatnya. Sebelum bertemu dengan kamu. Ketika rindu aku selalu ke tempat itu. Aku masih mengingat kejadian demi kejadian ketika kamu terkena hipotermia. Jujur ketika mengingat itu aku menjadi egois. Aku ingin melakukannya lagi. Tapi aku belum bisa melakukannya. Aku memilih menangis dalam diam,” jawab Caroline ketika dirinya berpisah dengan Andi.
“Aku tahu itu. Maka dari itu hati kita dan hatimu sudah menyatu menjadi satu. Andai saja jika Chandra tidak melakukannya. Kita masih hidup bersama hingga detik ini,” jelas Andi.
“Yang berlalu biarlah berlalu. Kita nggak usah mengingat kejadian di masa lalu. Mungkinkah Tuhan memiliki rencana lain buat kita? Atau juga Tuhan sedang menggembleng Putri kita. Agar tidak menjadi manja dan arogan?” tanya Caroline.
__ADS_1
“Bisa jadi. Dengan adanya peristiwa itu Putri kita menjadi wanita kuat dan berani menerjang bahaya di depannya,” jelas Andi. “Jam masih menunjukkan dini hari. Lebih baik kita tidur dan tidak usah mengingat masa lalu. Besok aku ingin nge-gym. Tiba-tiba saja aku menjadi sangat malas sekali.”
“Males karena tak ada Garda dan Erra. Ternyata kamu sangat akrab sekali dengan Erra. Aku sangka kalian berdua itu sering memasang aura permusuhan,” ucap Caroline.
“Semenjak anaknya Pak Bayu itu menikah dengan Putri kita. Aku tidak bisa menghabiskan waktuku bersama Lee. Jujur saat itu aku sangat kesal sekali. Hingga terjadilah gesekan demi gesekan untuk melancarkan sesuatu,” jelas Andi. “Jangankan aku, Bayu juga merasakan hal yang sama. Jika ada latihan, Lee tidak bisa hadir karena telah diboikot oleh Erra. Kalau berkumpul aku, Nanda, Samuel, Irwan dan Bayu sering mencurahkan isi hati kita. Jadinya kami hanya bisa menghela nafas bersamaan.”
“Sudah seharusnya Lee menjadi milik Erra. Maka Erra berhak mengklaim Lee sebagai istrinya. Yang lebih parahnya lagi, setiap pria mendekat dia langsung memasang wajah garangnya dan mengintimidasi orang itu. Aku nggak bisa membayangkan jika itu terjadi,” ucap Caroline yang tersenyum.
“Itu benar. Lebih baik kita tidur dan bangun lebih awal. Semoga saja pagi ini di perusahaan tidak terjadi apa-apa,” sahut Andi yang merangkul tubuh Caroline.
“Apakah kemarin masalah itu udah selesai?” tanya Caroline. “Masalah di mana orang ingin mengambil kas perusahaan sebesar lima puluh miliar.”
“Sudah. Bahkan jaringannya yang masuk ke dalam pilar utama sudah diringkus oleh pihak interpol. Jujur saja mereka sangat licik untuk mendapatkan sesuatu. Setelah mendapatkan uang tersebut mereka langsung mengklaim miliknya. Jika ketahuan oleh sang pemilik asli uang tersebut. Sebelum dia mengklaim uang tersebut, Garda dan Lee langsung mengetahui apa yang terjadi selama ini,” beber Andi dengan fakta sesungguhnya.
“Oh jadi begitu. Untung saja Adam mengakui terlebih dahulu. Sebab Adam tidak melakukan dan tidak ingin melakukannya. Adam ingin hidup damai bersama Yoona. Sebentar lagi mereka berdua akan menikah. Mereka berharap kita semuanya datang ke sana dan merayakan pesta pernikahannya,” jelas Andi.
“Ya sudah kalau begitu. Kita siapkan saja kado yang epic buat mereka. Aku nggak tahu kita harus membawakan apa ke sana?” tanya Caroline.
“berikanlah perhiasan yang menurut kamu bagus. Jika sudah selesai Aku meminta tagihannya. Aku akan membayarnya untuk kado ulang tahun Adam. Biarkan Yoona menginvestasikan barang itu dan bisa dijual dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan. Aku yakin perhiasan kamu itu sangat mahal sekali,” jawab Andi.
__ADS_1
“Okelah aku setuju. Sekarang kita tidak memiliki musuh dan bisa hidup damai seperti ini. Ya sudah kalau begitu. Tiba-tiba saja aku mulai mengantuk dan ingin tidur lagi,” ucap Caroline yang mulai mengantuk dan tidur.