
“Kamu tahu apa maksud aku?” jawab Irwan. “Jika kamu sudah masuk ke sana jangan harap kamu keluar dari lembah kegelapan.”
Bayu menganggukan kepalanya tanda setuju. Memang benar apa yang dikatakan oleh Irwan. Jika dirinya masuk kesana tidak akan pernah bisa lepas. Dan nasehat dari almarhum papanya telah diturunkan ke Erra. Jujur Erra tidak pernah menginjakkan kakinya di lembah kegelapan. Seperti kita tahu enam pilar utama dari generasi awal hingga saat ini memang bersih dar kasus skandal. Hal itu dikarenakan menjaga diri masing-masing dari incaran musuh.
“Kamu benar. Memang aku dilarang ke sana. Aku sangat bangga sama didikan papa,” ucap Bayu.
“Ayolah kita ke sana! Mereka sudah menghancurkan semua markas milik Candra dan sekarang kita akan mengejar Nicky!” anak Bayu dengan bahagia.
Mereka langsung menuju ke lokasi tersebut. Mereka sangat bangga kepada anak-anaknya karena telah berhasil menghancurkan pabrik milik Candra. Hari ini adalah hari bersejarah karena telah berhasil menghancurkan musuh sedikit demi sedikit.
Perjalanan menuju ke klub tersebut hanya butuh sepuluh menit. Mereka terdiam sambil memikirkan acara selanjutnya. Tanpa diketahui oleh tiga pria itu, Mama Yi, Haruka dan Lee sudah berada di sana. Ketiga wanita itu sudah terlebih dahulu sebelum Bayu, Irwan dan March sedang dalam perjalanan.
“Apakah kamu sudah siap?” tanya Haruka.
Sejujurnya Lee bingung dengan apa yang dilakukan oleh kedua mamanya itu. Seharusnya dirinya kembali ke markas. Namun mobil Garda dicegat oleh Haruka. Ia memang sengaja melakukannya karena alasan sangat merindukan Lee. Dengan terpaksa Lee ikut sama mereka.
“Mama tahu enggak kalau aku ingin tidur di markas?” tanya Lee.
“Eh... tidur. Tugas belum selesai. Ayo kita selesaikan tugas terakhir. Setelah itu kita kembali ke Jakarta. Mama janji akan membuatkanmu kue sus dengan rasa baru,” jawab Mama Yi.
Mendengar kue sus mata Lee membulat sempurna. Ia menyunggingkan senyumnya lalu semangatnya kembali. Lee ingin sekali memakan kue itu.
“Baiklah ma... aku mau kue sus buatan mama,” jawab Lee dengan semangat.
“Nah gitu. Anak mama enggak boleh menolak keinginan mama,” rayu Hardika dengan wajah imutnya.
“Ya... mama benar. Lalu ngapain kita kesini? Bukannya kita datang kesini pada malam hari?” tanya Lee.
“Oh... tenang saja. Kita memang sudah membeli klub malam ini. Lalu sekarang klub malam itu adalah milik kita berdua. Aku akan merombaknya lagi menjadi besar dan mewah,” jawab Haruka.
Lee hanya memijiti keningnya setelah tahu mereka membeli klub malam. Lee semakin bingung apa yang dilakukan oleh para mama itu. Ia terpaksa mengikuti mereka berdua dengan hati yang ceria.
“Mama enggak akan merubah sistem klub itukan sekarang?” tanya Lee.
__ADS_1
“Untuk saat ini enggak. Mama akan kembali setelah kasus ini selesai. Mama akan mengawal kamu untuk menghabisi Candra dan Adam,” ucap Haruka.
Lee menarik nafasnya dengan berat. Mereka tahu dan ingin membantu anak-anaknya. Lalu bagaimana dengan lainnya? Mereka sedang berencana turun ketika menghancurkan pasar gelap. Para mama sedang membuat rencana yang akan melindungi Lee. Mereka akan membuat Lee berkamuflase agar masuk ke dalam acara perhelatan itu.
“Mama mau ngapain kesini?” tanya Lee.
“Mau menangkap Nicky,” jawab Haruka tersenyum manis namun mematikan.
“Bukannya tugas itu adalah tugas papa Bayu?’ tanya Lee.
“Sekarang sudah enggak. Tugas papa Bayu adalah membawa Nicky ke markas,” jawab Mama Yi yang membuat Lee tersenyum lebar dan semangat.
“Ayo ma... Kita lakukan bersama. Aku sudah lama tidak memburu orang bersama para mama,” ucap Lee.
“Apakah kamu sudah siap menjadi anggota Charlie’s Angel?” tanya Mama Yi.
“Siap ma,” balas Lee.
Beberapa saat kemudian mereka keluar dari mobil secara bersamaan. Mereka berjalan dengan elegan lalu masuk ke dalam klub itu. Mama Yi melihat klub masih sepi pengunjung. Sedangkan Lee yang berada di samping kiri Haruka mencari keberadaan Nicky. Namun Lee tidak menemukan siapapun.
“Tidak ada siapapun di sini,” ucap Lee.
“Nicky dan Thiagio berada di private room. Mereka sedang menikmati pesta pora bersama perempuan-perempuan. Pasti kamu sangat menyukainya. Sekali tebas dua musuh sekaligus,” ucap Haruka.
Lee tersenyum lebar lalu melihat Haruka. Dengan mata berbinar Lee langsung memandang wajah Haruka dan Mama Yi untuk mengawali perang pertama kali. Mereka pun mengacungkan jempolnya lalu mengibaskan tangannya agar Lee segera pergi.
Setelah kepergian Lee, Haruka dan Mama Yi memanggil para pelayan untuk berkumpul. Sedangkan Lee melihat ada banyak penjaga dengan menatap sinis. Lee mengambil pistol lalu menembaknya satu persatu sambil berjalan. Lee memang memiliki keberanian penuh untuk melawan sang musuh. Para pengawal yang sedang berjaga belum siap menghadapi serangan membabi buta. Hingga akhirnya mereka tewas di tempat. Lalu sejumlah pengawal Black Lotus bermunculan satu persatu. Lee menaruh pistolnya dan menatap mereka. Lee sudah lama tidak bertarung dengan tangan kosong. Lee melambaikan tangannya untuk maju secara bersamaan. Dan akhirnya baku hantam pun terjadi.
Pukulan demi pukulan pun terjadi dengan sengit. Lee dengan lincahnya bisa mengelak pukulan lawan dalam waktu beberapa detik saja. Setelah menghindari pukulan tersebut Lee menangkisnya dan memukul mereka satu persatu dengan memakai teknik tenaga dalam. Meskipun ia mengeluarkan seperempat saja para musuh langsung merenggangkan nyawanya. Tak lama Haruka menolong Lee yang sedang bertarung. Haruka adalah seorang ahli kungfu yang sangat disegani di dunia perkungkufuan nama Haruka sudah tidak asing lagi. Meskipun sering memakai pedang Haruka sering sekali memakai tangan kosong.
Pertempuran kali ini Lee sangat menyesal karena telah menghabisi mereka satu persatu. Hingga akhirnya air matanya menetes dan berteriak, “Aku menyesal membunuh kalian. Karena aku bukanlah pembunuh! Tapi aku harus membunuh kalian. Karena kalian tidak pernah ngalah sama yang namanya perempuan!”
Haruka hanya menggelengkan kepalanya. Baru kali ini Lee menyesal karena membunuh musuhnya. Kenapa tidak sebelumnya? Ah... Haruka ingin menangis apa tertawa sekarang. Lee melihat pintu itu masih tertutup rapat. Ia langsung mendobrak pintu hingga terbelah menjadi dua. Haruka terkejut melihat pintu tersebut menjadi dua. Haruka hanya menghela nafasnya sambil bertanya, “Kamu tidak memakai tenaga dalam kan?”
__ADS_1
“Sedikit ma,” jawab Lee. “Tapi izinkanlah aku memakai tenaga dalam sepenuhnya untuk menghempaskan mereka,” pinta Lee.
“Sedikit saja,” ucap Haruka dengan penuh penekanan.
“Ya... Mama... Aku ingin menghancurkan mereka,” ujar Lee dengan cemberut.
Kemudian Lee masuk ke dalam dan melihat Nicky dan Thiagio sudah mabuk parah. Kemudian Lee melihat ada banyak plastik kecil-kecil yang sudah berserakan. Ia sengaja mengambil obat itu dan mencium aroma yang menyengat dan tertawa terbahak-bahak, “Habislah kalian Nicky dan Thiagio!”
Kedua pria itu memang sedang sakau berat dan tidak tahu apa siapa yang ada di depannya. Jika sadar mereka akan menghajar Lee. Namun sekarang mereka tidak berdaya sama sekali.
“Begini yang namanya Nicky!” celetuk Lee dengan nada ketus.
“Memang begitu kok pekerjaannya,” ujar Haruka yang tersenyum manis. “Lalu?”
“Mama tahu dari mana ada Thiagio di sini?” tanya Lee.
“Melalui informan mama lah. Memangnya mama enggak punya informan apa?” kesal Haruka.
“Mama sangat pintar sekali,” puji Lee dengan tersenyum manis.
“Ya... Iyalah... Mama memang pintar sejak dari lahir,” ujar Haruka. “Kamu apain orang ini?”
Tak lama Lee menunduk dan melihat beberapa obat yang masih terbungkus rapi di plastik. Lee mengambil obat itu dan meraih ponselnya di kantong celananya. Ia lalu mulai menganalisis obat itu sambil tersenyum, “Mereka tidak akan sadar selama dua puluh empat jam kemudian.”
“Maksudnya?” tanya Haruka.
“Kedua orang itu sedang mencoba produk baru milik Black Lotus. Obat ini bisa membuat orang mabuk kepayang selama dua puluh empat jam. Mereka tidak akan minum dan makan seharian dan merasa hidupnya di zona aman tanpa ada beban apapun,” jelas Lee. “Aku lupa apa nama obat ini. Yang jelas obat ini lebih bahaya dari produk lainnya.”
“Jadi?” tanya Haruka.
“Kalau memiliki tubuh yang kuat maka orang itu akan melewatinya dengan mulus tanpa ada hambatan,” jawab Lee yang mengetahui cara kerja obat ini.
“Kalau tidak?” tanya Haruka.
__ADS_1